Kau Tikung Aku

Kau Tikung Aku
Alan Ardiansyah


__ADS_3

...💔💔💔...


"Layla menyingkir." Teriak Amer dengan melangkah cepat menghampiri Layla.


Bugh.


"Akkkhhh."


Tubuh Layla di tubruk dari belakang oleh seseorang dengan kencang. Bahkan ke duanya terseret lumayan jauh dari tempat Layla berpijak, sebelum akhirnya Layla jatuh di atas tubuh seseorang yang menubruknya.


Amer menghampiri Layla, dengan rasa cemas yang menggelayuti hati nya.


Aku harap Layla tidak terluka.


Jantung Layla berdebar dengan sangat kencang, setelah apa yang baru saja ia alami.


Dadanya naik turun saking kagetnya, tidak pernah membayang kan akan mengalami hal buruk saat bermain ice skating.


"Awwwhhh, sakit sekali bokonggg ku! Hai Nona, apa kau sangat nyaman di atas tubuh ku?" Tanya seseorang dengan suaranya yang datar, saat Layla masih berada di atas pangkuannya.


"Eh!" Layla tersentak kaget.


"Layla, kau tidak apa apa? Apa kau terluka?" Tanya Amer dengan menggenggammm jemari Layla, wajah khawatir nampak di perlihat kan Amer untuk Layla.


Amer membantu Layla untuk berdiri dan Amer langsung memeluk tubuh Layla.


"A- aku ---"


Amer menatap kesal, pria yang sudah menubruk Layla, hingga Layla harus terjatuh di atas pangkuan pria itu.


Amer merenggangkan pelukannya dari Layla, jari telunjuk kanannya menunjuk pria yang kini berdiri di hadapannya.


"Hei kau, Tuan! Lain kali hati hati! Bukan hanya kau saja yang sedang berada di tempat ini!" Ujar Amer dengan nada tinggi.


"Sudah ka, aku tidak apa apa! Tahan emosi mu, ka!" Layla memeluk lengan Amer.


Pria itu menatap tajam Layla, wanita ini benar benar pembuat masalah! Sudah membuat hari ku sialll.


"Tadi kan saya sudah memperingati Nona ini untuk menyingkir! Lalu kenapa Nona ini hanya diam saja hah!" Ucapnya dengan emosi.

__ADS_1


"Anda yang tidak hati hati, kenapa harus menyalahkan istri saya hah!" Bentak Amer.


Beberapa pengunjung datang menghampiri ke tiganya.


"Ada apa ini?" Tanya salah seorang pengunjung wanita.


"Pria ini! Sudah menubruk istri ku! Membuat celaka istri ku, bukannya meminta maaf, dia malah terus menyalahkan istri ku ini!" Ujar Amer panjang lebar.


"Benar begitu, Tuan?" Tanya salah seorang pengunjung pria, pada pria yang tadi menubruk Layla.


Pria yang menubruk Layla mengepalkan tangannya, aku tidak mungkin mengakui ke salahan ku, mau di taruh di mana muka ku ini!


"Saya sudah menyuruh Nona ini untuk menyingkir, tapi Nona ini saja yang tidak mau menyingkir dan menghalangi jalan saya.


"Enak saja kau ini kalo bicara! Minta maaf pada istri ku! Ayo cepat!" Titah Amer dengan kesal.


"Ayo Tuan, minta maaf pada Nona ini! Bagai mana pun juga, ini salah Tuan yang kurang berhati hati. Hargai lah setiap orang yang ada di dalam wahana ini, Tuan." Ucap salah seorang pengunjung remaja.


"Bilang saja kau minta aku untuk ganti rugi! Begitu kan! Mau minta berapa kau hah!" Ucapnya dengan kesal pada Amer.


Amer semakin di buat kesal, Amer langsung melayangkan pukulannn di wajah pria yang menubruk Layla.


Bugh.


Beberapa orang yang ada di dekatnya, langsung menahan tubuh pria yang kena pukulan Amer. Begitu pun dengan Layla, Layla langsung memeluk tubuh Amer dengan erat, agar tidak main tangan lagi.


"Sudah ka, sudah! Jangan seperti ini! Aku mohon!" Pinta Layla dengan terisak.


"Awas kau ya! Berani main main dengan Alan Ardiansyah!" Ucapnya dengan kesal.


"Apa? Anda pikir aku takut dengan anda hah!" Amer semakin kesal.


Pengunjung yang ada di sana kualahan untuk memisahkan Amer dan Alan. Namun kericuhan antara Alan dan Amer berakhir, setelah Hendra menengahi ke duanya.


Alan Ardiansyah meminta maaf pada Layla, Layla memaafkan Alan. Begitu pun dengan Amer yang meminta maaf pada Alan.


Alan dan Amer berdamai, namun tidak untuk Alan. Alan yang merasa harga dirinya sudah di rendahkan, menyimpan dendam di dalam hatinya. Alan bertekat untuk menghancurkan rumah tangga Amer dan Layla.


Amer dan Layla, makan bersama di salah satu restoran ternama di dalam mall. Begitu pun dengan Hendra, Joni dan Jojo. Mereka bertiga makan bersama dalan satu meja.

__ADS_1


"Kau benar tidak apa apa kan Layla?" Tanya Amer lagi.


"Tidak ka, aku tidak apa apa." Jawab Layla, dengan senyum tipis terukir di bibirnya.


"Katakan pada ku jika kau merasakan sakit, Layla!" Ujarnya lagi.


Layla menganggukkan kepalanya, "Aku benar ka, tidak apa apa." Ucap Layla.


...☘️ Sementara di meja lain ☘️...


Hendra langsung mencari tahu siapa itu Alan Ardiansyah lewat hapenya.


"Rupanya pria itu salah satu pengusaha muda, yang baru saja kembali dari luar negeri." Gumam Hendra.


"Lo lagi cari tahu siap, bang?" Tanya Joni dengan tatapan yang menyelidik pada Hendra.


"Pria yang tadi cari masalah sama Tuan Amer." Ujar Hendra dengan suaranya yang dingin.


"Ampe segitunya lo, bang!" Seru Jojo.


"Iya dong, ini juga kan salah satu bentuk tanggung jawab juga pak." Ucap Hendra.


...☘️ Di dalam mobil ☘️...


Alan Ardiansyah, kini pria yang terkenal arogan itu, sedang duduk bersandar di kursi belakang, dengan seorang pria yang tengah mengemudikan mobilnya.


"Aku ada tugas untuk mu. Kau cari tahu, siapa itu Amer Khan dan wanita yang di sebut istrinya itu! Laporan mu, ku tunggu nanti malam." Ucap Alan.


Kau tidak akan bisa lari dari ku, wanita pembawa sialll!


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Bersambung......


...💔💔💔💔💔...


Salam manis author gabut 😊


Jangan lupa yang mampir kasih jempol sama komen buat saran 🤭🤭

__ADS_1


Author gabut sebatas halu 😊


__ADS_2