Kau Tikung Aku

Kau Tikung Aku
Kejutan besar


__ADS_3

...💔💔💔...


Mata Rudi tertuju pada senjataaa yang ada di pinggang salah seorang sipir yang kini memegangi tangannya menuju mobil polisi.


Sreeek.


Dor dor.


Tangan Rudi yang di borgolll, menggapai senjataaa apiii itu dan dengan gerakan yang cepat, ia membalikkan tubuhnya ke belakang dengan menarik pelatuk sebanyak dua kali.


"Aaakkkhh." Suara jeritan mulai terdengar di sana sini saat peluru yang Rudi tujukan untuk Layla dan Amar, justru mengenai orang lain yang tepat berada di belakang Rudi.


Amer menarik tangan Layla dan bersembunyi di balik tiang besar.


Sipir yang senjatanya di ambil oleh Rudi, memberikan tendangan pada bagian belakang lutut Rudi, sedangkan sipir yang satunya menembakkan senjata nya ke arah kaki Rudi yang satunya.


Bugh.


Dor.


Tak.


Senjataaa apiii yang berada dalam tangannya terlepas dan jatuh ke lantai.


Ke dua sipir langsung mengaman kan Rudi kembali. Dan langsung membawanya masuk ke dalam mobil tahanan.


"Apa kau terluka, Layla?" Tanya Amer khawatir dengan ke dua tangannya yang memeriksa tubuh Layla.


"Tidak ka, aku tidak apa apa. Tapi pria itu ka!" Layla menunjuk seseorang yang tergeletak karena tembakan dari Rudi.


Pria itu langsung mendapat kan pertolongan dan di larikan ke rumah sakit dengan mobil ambulans.


Di dalam mobil menuju kantor. Tatapan mata Amer selalu tertuju pada Layla.

__ADS_1


"Apa ada yang salah dengan wajah ku, ka?" Tanya Layla dengan ke dua tangannya yang menyentuh wajah nya, seolah olah Layla tengah mencari sesuatu yang aneh pada wajah nya hingga membuat Amer terus menatap nya.


"Tidak ada Layla, di mata ku... kau sempurna." Ucap Amer.


"Aku tidak sempurna ka, aku banyak ke kurangan." Layla menunduk kan kepalanya dengan suaranya yang rendah.


Amer menggenggammm jemari Layla, "Kau itu wanita yang sempurna bagi ku! Apa kau siap untuk membina rumah tangga kembali dengan ku, Layla?" Amer menatap Layla dengan matanya yang penuh harapan pada Layla.


"Tapi ka, apa kata orang jika mereka tahu. Aku baru saja bercerai dan sudah menikah kembali dengan begitu cepat?"


"Aku tidak perduli dengan perkataan orang Layla, mereka tidak tahu betapa besar pengorbanan ku untuk mu, berapa lama aku menantikan saat ini. Aku hanya ingin diri mu yang menjadi istri ku satu satunya." Ucap Amer.


Layla tersenyum senang mendengar perkataan Amer, aku adalah wanita yang bodoh jika aku menolak permintaan mu untuk menikahi ku.


Layla menganggukkan kepalanya.


"Kau mau menikah dengan ku, Layla?" Tanya Amer dengan bersemangat.


"Iya, aku mau menjadi istri mu, ka Amer."


"Siap Tuan." Ucap pak Jojo.


Layla mengerutkan keningnya, "Bukannya kita akan ke kantor, ka?"


"Nanti saja kita ke kantor nya, Layla. Ada hal yang harus kita selesaikan lebih dulu... urusan yang jauh lebih penting, masa depan adik kecil ku, hidup dan mati ku!" Ujar layla pada rs


"Hah?" Gak mungkin juga kan ka Amer akan menikahi ku saat ini juga?


Amer mengabari orang tuanya lewat chat.


"Datang sekarang juga mama dan papa ke alamat xxx. Aku akan memberikan kalian ke jutan besar... yang tidak akan kalian terlupakan."


Noer membalas chat dari Amer.

__ADS_1


[ "Hai anak nakal, ke jutan apa yang akan kau berikan pada mama dan papa mu ini, hah?" ] Ledek Noer.


"Mama datang aja dulu! Jika tidak, datang. Mama pasti akan sangat menyesal."


[ "Awas ya! Jika sampai kau mengecewakan mama. Maka, mama sendiri yang akan memberikan mu hukuman saat ini juga. ] Oceh. Noer.


Sampai di tempat tujuan Amer. Amer meminta Layla untuk menunggu nya di dalam mobil.


Amer memasuki sebuah ruang kerja dan langsung menyalami seorang pria yang sudah menyambut kehadiran Amer.


Amer menyerahkan berkas yang di butuhkan untuk menikah dengan Layla.


"Aku ingin saat ini juga, permasalahan ini dapat di selesaikan." Gumam Amer pada pria yang tengah memeriksa berkas yang ada dalam map yang di sodorkan kuni.


"Kau tenang saja. Bawa lah kaka ipar ke ruang x. Di sana nanti akan ada yang menunggu kalian." Oceh pria muda itu.


Tidak berapa lama, Amer kembali menuju mobilnya dengan langkah yang pasti dan bibirnya yang terus mengembang.


Di lihatnya sudah ada Noer, Ali, pak Jojo, Hendra dan Jono. Mereka bertiga tampak nyata menunggu kehadiran Amer.


"Syukur lah kalo mama dan papa sudah datang." Amer menyalami punggung tangan kanan ke dua orang tuanya.


"Jadi, apa yang ingin kau perlihatkan pada kami, nak?" Tanya Noer.


...----------------...


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Bersambung......


...💔💔💔💔💔...


Salam manis author gabut 😊

__ADS_1


Jangan lupa yang mampir kasih jempol sama komen buat saran 🤭🤭


Author gabut sebatas halu 😊


__ADS_2