Kau Tikung Aku

Kau Tikung Aku
Mau cari angin


__ADS_3

...💔💔💔...


"Apa kita tidak akan ke luar untuk menemui Nona Zeefa, ka?" Tanya Layla.


"Apa kau ingin aku emh tidak, maksud ku, kita. Iya, apa kau ingin kita menemui Zeefa?" Tanya Amer.


"Iya lah ka, bagai mana pun kan tidak enak juga kalo ada tamu datang, apa lagi kita kenal dengan orangnya, malah gak nemuin." Ujar Layla panjang lebar.


"Iya iya iya, ayo kita ke luar, kita temui Zeefa dan Lilian." Amer menggenggammm jemari Layla dan melangkah ke luar bersama.


"Ngomong ngomong ka, Lilian itu lucu ya, manis lagi, imut, menggemaskan." Ujar Layla.


"Iya, tapi kamu itu lebih menggemaskan Layla." Amer tersenyum menatapa wajah Layla.


Layla mencubit pinggang Amer, "Ah ka Amer mah gitu! Aku dan Lilian kan berbeda, Lilian itu anak kecil ka!"


"Yah terserah diri mu saja lah, Layla. Besok aku sudah mulai kerja ya! Kau mau tetap di rumah atau mau tetap kerja di kantor?"


"Aku ingin di kantor lah ka, aku ingin menjalankan peran ku sebagai istri sekaligus sebagai karyawan kaka di kantor." Ujar Layla dengan menyunggingkan senyum.


"Ok, tapi kalo kamu cape. Jangan di paksakan ya! Kau bisa tetap diam di rumah, menunggu aku pulang kerja."


"Gak lah ka, justru kalo aku tetap diam di rumah. Akan membuat aku bosen." Terang Layla yang memang tidak bisa berdiam diri.


Dari lantai bawah, Noer melihat Amer dan Layla yang tengah menuruni anak tangga.


Noer menunjuk Amer dan Layla, "Naaaah itu dia, pengantin baru yang lagi kita bicarakan!" Seru Noer dengan hebohnya.


"Hai cantik!" Layla melambaikan tangannya pada Lilian, bocah kecil itu pun beranjak dari pangkuan Noer, dan berlari ke arah Layla.


Grap.


Zeefa yang melihat Amer pun tersenyum simpul, andai saja waktu itu ayah mau mendengarkan perkataan ku, mungkin saat ini aku yang bersanding bersama dengan Amer. Tapi sayangnya ayah malah menjodohkan aku dengan pria lain. Dan sekarang pria itu meninggal kan aku dan Lilian begitu saja.


Ali menatap Zeefa dengan tanda tanya di hatinya, ada apa dengan Zeefa? Kenapa dia melihat Amer dengan tatapan yang sedih?


Amer langsung mendudukan dirinya di sofa, sedangkan Layla menyalami Zeefa terlebih dahulu, baru ia mendudukan dirinya di sisi Amer.


"Hai Nona Zeefa, bagai mana kabar mu?" Tanya Layla.


"Kabar ku baik, tapi lebih baik lagi... jika kau tidak memanggil ku dengan kata Nona, Layla! Kau bisa memanggil nama ku saja." Ujar Zeefa yang ke beratan saat Layla memanggilnya dengan kata Nona.


"Baik lah kalo begitu, aku tidak akan memanggil mu Nona. Tapi usia mu sepertinya tidak jauh berbeda dengan ka Amer." Layla menoleh ke Amer dan Zeefa secara bergantian.


Sedangkan Lilian, bocah kecil itu memilih duduk di antara Layla dan Amer.


"Mami, kapan papi akan pulang! Aku ingin melihat mami dan papi seperti tante dan om." Celoteh Lilian dengan menatap Layla dan Amer secara bergantian, Lilian menatap Zeefa dengan penuh harap.


Noer dan Ali yang tidak tahu apa apa pun, hanya tersenyum kikuk mendengar ocehan Lilian.


"Sayang, sini cantiknya mami!" Zeefa melambaikan tangannya pada Lilian.


Anak kecil itu pun beranjak dan beralih, menghampiri wanita yang di panggilnya mami.


Naer menatap tajam Ali, seolah dengan tatapan matanya ia bertanya, 'Ada apa ini pah?'


Ali yang mengerti dengan maksud tatapan istrinya pun mengerdilkan bahunya, dengan bibirnya yang bergerak tanpa suara, 'Mana papa tahu.'


Zeefa memangku tubuh gemoy putri kecilnya di atas pahanya. Dengan lembut Zeefa memberikan pengertian pada putri ciliknya.

__ADS_1


"Papi sedang bekerja sayang, setelah urusan dengan pekerjaan nya selesai. Pasti papi akan kembali, berkumpul bersama dengan mami dan Lilian." Ujar Zeefa.


Wanita muda itu menahan rasa perih di hatinya seorang diri, entah mau berapa lama lagi dirinya harus berbohong pada putri kecilnya ini.


Amer bersikap acuh pada Zeefa, berusaha untuk tidak perduli pada wanita yang ada di hadapannya.


Noer menatap dalam Zeefa, sepertinya ada yang tidak beres dengan rumah tangga Zeefa, tapi apa ya? Kurang sopan juga rasa nya, kalo aku ikut campur dan menanyakan ke mana suaminya itu.


"Memang papi kerjanya jauh ya, mi?" Tanya Lilian dengan polosnya.


"Jauh sayang. Mending Lilian main ini lagi, tuh ada masak masakan, ada kuda nil." Zeefa mengalihkan perhatian Lilian, pada mainan yang ada di atas meja.


"Main ini cantik!" Layla pun ikut mengalihkan perhatian Lilian pada mainan, dengan mainan yang ada di tangan Layla.


"Itu apa, tan?" Tanya Lilian pada mainan bentuk hewan yang ada di tangan Layla.


Perhatian orang yang ada di ruang itu kini terfokus, pada ke dekatan Layla dan Lilian. Ini kali ke 2 mereka bertemu, tapi dengan mudahnya Layla dan Lilian bisa sedekat itu.


"Apa kau tidak ingin, mengajak istri mu ini bulan madu, Amer?" Tanya Noer pada putranya.


"Iya nanti mah, pasti akan Amer bawa Layla untuk berbulan madu." Ujar Amer.


"Tapi kan, di rumah aja juga udah cukup. Kenapa harus bulan madu segala?" Ujar Layla.


"Aduuuh menantu mama ini, di mana mana kalo pengantin baru, pasti akan memilih tempat yang romantis untuk bulan madu, sayang." Celoteh Noer.


"Kalo Zeefa, bulan madu ke mana saat dulu setelah menikah?" Tanya Ali.


"Eh, a- anu om. Zeefa pergi ke Bali." Ucap Zeefa.


Amer yang merasa bosan pun memilih untuk beranjak dari duduknya.


"Aku bosan, mau cari angin. Apa kau ingin ikut dengan ku, Layla?" Amer mengulurkan tangannya pada Layla.


Layla tampak berfikir, aku ingin bermain dengan Lilian, tapi aku juga tidak bisa membiarkan ka Amer sendiri.


"Mama, papa, ka Zeefa, aku permisi dulu ya!" Layla menggenggammm tangan Amer.


"Iya sayang, temani suami mu!" Ujar Ali.


"Tante mau ke mana?" Tanya Lilian yang melihat ke pergian Amer dan Layla.


"Tante dan om ada urusan di luar, cantik! Nanti kita lanjut main lagi ya!" Terang Layla dengan mencondong kan tubuhnya untuk menyamain tinggi Lilian.


"Baik lah. Hati hati tante!" Ucap Liliana dengan tulus.


Ali terus memperhatikan ke duanya, anak dan menantu nya yang semakin menjauh dari pandangan matanya.


"Pasangan yang serasi." Ujarnya Ali dengan senyum yang mengembang.


Zeefa membatin, sepertinya om Ali sangat menyukai Layla.


Amer dan Layla ke luar bersama, dengan tangan Amer yang merangkul bahu Layla.


"Kita mau ke mana ka?" Tanya Layla.


"Entah lah, mungkin ada tempat yang ingin kau datangi, katakan saja pada ku!" Ujar Amer.


"Emmmm ke mana ya!" Layla tampak berfikir.

__ADS_1


"Pak, tolong siapkan mobil!" Seru Amer.


"Apa Tuan mau pergi?" Tanya pak Jojo, "Perlu aku supiri, Tuan?" Tanyanya lagi.


"Boleh juga!" Ujar Amer.


"Ayo naik, Layla!" Amer membuka kan pintu mobil dan membiarkan Layla untuk masuk ke dalam begitu pun dengan Amer.


Hendra yang melihat Tuan nya masuk ke dalam mobil pun menghampiri nya.


"Maaf Tuan, jika Tuan tidak ke beratan. Biar aku dan Jono mengawal seperti biasa!" Ujar Hendra.


"Baik lah! Terserah kalian saja!" Ucap Amer.


Akhirnya Hendra dan Jono mengawal Amer dan Layla, dengan menggunakan kuda besinya dari belakang.


Layla menyandarkan kepalanya di dada Amer, dengan tangan Amer yang menainkan rambut Layla.


"Apa kau sudah fikirkan Layla, ingin pergi ke mana?" Tanya Amer.


"Entah lah ka, aku bingung." Ucap Layla.


"Jadi kita mau ke mana Tuan?" Tanya pak Jojo dengan melurik sepintar Tuan-nya dari kaca spion mobil.


"Kita ke mall aja lah, di sana kan ada game, bioskop, tempat makan, apa saja lah." Ujar Amer.


"Itu saja ka, aku ingin main ski, yang ada saljunya ka, pasti seru kita bisa main salju, main ice skating."Ucap Layla.


"Oke." Ucap Amer.


Kini Amer beralih bicara pada pak Jojo, "Tau kan pak, mall yang ada tempat bermain ice skating nya?"


"Tau dong Tuan. Itu mah kecil." Ucap nya.


Amer bertanya pada Layla, "Apa kau bisa bermain ice skating, Layla?"


Layla menggelengkan kepalanya dengan pasti. Membuat Amer terperangah.


"Apa Layla? Jadi kau tidak bisa bermain ice skating?" Tanya Amer dengan mata yang membola dan keningnya yang mengkerut.


Layla menggelengkan kepalanya kembali dengan berseru.


"Aku tidak bisa bermain es keting ka! Aku hanya melihatnya dari film yang aku lihat di hape." Terang Layla.


Amer terkekeh geli mendengar ucapan Layla yang polos.


"Bukan es keting, Layla. Tapi ice skating, kau lihat dari hape? Bukan karena novel online, yang suka kau baca di saat waktu senggang mu Layla?" Tebak Amer.


"Ka Amer tau dari mana, kalo aku ini suka membaca novel online saat waktu senggang?" Tanya Layla.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Bersambung......


...💔💔💔💔💔...


Salam manis author gabut 😊


Jangan lupa yang mampir kasih jempol sama komen buat saran 🤭🤭

__ADS_1


Author gabut sebatas halu 😊


__ADS_2