Kau Tikung Aku

Kau Tikung Aku
Kau adalah jodoh ku


__ADS_3

...💖💖💖💖...


"Biar tahu rasa kau, Layla. Wanita murahannn, sudah terlalu sabar aku menghadapi mu selama ini Layla." Gumam bi Asih yang menyeringai dengan menatap kamar yang berada di lantai atas, kamar yang di tempati Layla.


Amer yang sudah rapih dengan setelan jasnya yang berwarna abu abu pun melangkah ke luar dari kamarnya dengan tangan yang menenteng tas kerjanya.


Ceklek.


Amer berdiri menatap pintu kamar yang di tempati Layla, "Dalam hitungan ke 3, pintu terbuka dan itu pertanda kau adalah jodoh ku. Satu, dua, ti----"


Ceklek.


Amer tersenyum lebar saat pintu di buka oleh Layla yang tampak sudah rapih dengan pakaian kerjanya.


Layla mengerutkan keningnya melihat Amer yang terus menatap ke arahnya dengan senyum yang terukit di bibirnya.


"Tuan? A- apa ada yang salah dengan penampilan ku?" Tanya Layla yang melangkah menghampiri Amer dengan tas yang tersampir di salah satu bahunya.


"Tidak, kau tampak cantik dan memukau mengenakan pakaian itu, itu amat cocok untuk mu!" Seru Amer yang mengulurkan tangannya untuk di raih Layla.


Layla tersipu malu di buatnya, "Apa ini Tuan yang pilihkan? Sejak kapan ada banyak pakaian wanita di dalam lemari, Tuan?" Tanya Layla dengan melangkah menuruni anak tangga bersama dengan Amer yang terus menggenggam tangannya.


Saat kau berada di rumah sakit, aku menghubungi butik untuk mengirimkan beberapa pakai wanita untuk kau kenakan kelak. Apa kau menyukainya?" Tanya Amer.


"Apa pun pilihan Tuan Amer, aku suka." Ujar Layla, karena hampir semua pakaian yang ada di lemari adalah pilihan Amer dengan potongan yang sopan dan tidak terbuka.


"Aku tidak suka melihat mu memperlihat kan bentuk tubuh mu pada pria lain, makanya aku pilihkan yang agak tertutup dan agak besar tidak menonjolkan bentuk tubuh mu."


Ternyata itu alasan Tuan Amer memilihkan pakaian yang agak kendor itu, ku pikir memang ke besaran tapi ternyata Tuan Amer sengaja biar lekukan tubuh ku tidak terlihat oleh pria lain.


Amer menarik satu kursi untuk di duduki Layla dan Layla pun mendudukan dirinya di kursi itu.

__ADS_1


Bi Asih yang tengah menghidangkan makanannya pun di buat jengkel saat lagi lagi Amer memperlakukan Layla tampak istimewa, dasarrr wanita ular, wanita penjilat, wanita bermuka dua, suka cari perhatian pria!


Cacian dan umpatan bi Asih lontarkan untuk Layla. Tanpa berikir jika kata kata umpatan dan cacian yang ia ucapkan itu lebih menggambarkan pada dirinya sendiri.


Amer mendudukan dirinya di kursi lainnya, tangannya terulur untuk mengambilkan nasi dan lauk untuk Layla.


"Biar aku saja, Tuan!" Seru Layla saat ingin meraih centong nasi.


"Biar aku yang melayani mu, Layla!" Ujar Amer dengan lembut.


Layla menatap Amer tanpa berkedip, ya tuhan, beruntungnya aku masih ada pria yang sebaik dan setulus Tuan Amer yang menginginkan wanita seperti ku! Di saat suami ku sendiri mengusir ku dan memperlakukan aku dengan buruk. Di rumah ini kehadiran ku di nanti, di berikan perhatian dan di rumah ini pula aku menemukan arti keluarga yang mau menerima kehadiran ku.


"Apa kau mau ini? Atau mau yang ini?" Amer bertanya pada Layla soal lauk yang akan ia makan, tapi Layla tidak menjawabnya, Layla terbuai dengan pesona Amer yang tanpa celah sedikit ke kurangan di mata Layla.


Amer mengerutkan keningnya saat melihat Layla yang menatapnya dengan pandangan yang Amer sendiri tidak bisa mengartikannya.


Tangan Amer menggam jemari Layla yang ada di atas meja, menyadarkan Layla dari lamunannya.


"Kau kenapa melamun? Apa ada yang sedang kau pikirkan?" Tanya Amer dengan lembut.


Amer malah tersenyum melihat Layla yang tampak salah tingkah.


"Kau mau makan apa Layla? Mau makan daging atau ayam? Atau kau mau hati ku? Aku akan berikan tanpa menolaknya." Seru Amer.


Plak.


Tangan Layla menepuk lengan Amer yang kekar dan keras dengan tangannya yang lain.


"Tuan jangan bercanda ih, a- aku bisa ambil sendiri." Layla mengambilkan lauknya sendiri ke atas piring yang ada di hadapannya.


"Aku dong sekalian Layla!" Seru Amer.

__ADS_1


"Baik lah, akan aku ambilkan." Layla mengambilkan daging ke piring Amer.


"Hati mu juga boleh kan Layla untuk ku ambil?" Tanya Amer yang kini senang meledek Layla.


Layla menoleh dengan mengerucut kan bibirnya, Tidak lucu, Tuan!"


Bi Asih yang berada di dapur berdehem dengan keras, telinganya merasa terganggu dan terusik mendengar obrolan tidak penting Layla dan majikannya Amer.


"Ehem ehem eheeeeem."


Amer menoleh ke arah bi Asih, "Kenapa bi? Minum bi, minum!" Seru amer dengan perhatian yang mengira tenggorokan bi Asih kering kerontang.


"Tidak apa apa Tuan, hanya ada nyamuk kecil yang minta untuk di usir, Tuan!" Bi Asih mengatakannya dengan menatap sinis pada Layla, sebentar lagi kau, wanita bersuami yang akan aku usir dari rumah ini! Rumah calon menantu ku! Iya, Tuan Amer hanya boleh menikah dengan putri ku Puput, Tuan Amer di takdirkan untuk putri ku, bukan untuk wanita lain.


Layla yang melihat bi Asih terus menatapnya merasa tidak nyaman, kenapa bi Asih melihat ku seperti itu ya? Apa ada yang salah dengan ku? Tapi tadi kata Tuan Amer, tidak ada yang salah dengan penampilan ku. Atau ini hanya perasaan ku saja ya? Bi Asih kan selama ini sudah baik pada ku, bi Asih juga yang sudah menggantikan pakaian ku di malam pertama aku menginjakkan kaki ku di rumah ini.


Di saat Amer dan Layla akan melangkah ke luar rumah. Amer di kejutkan dengan kehadiran gadis yang selama ini berkuliah di luar negeri.


Ceklek.


"Ka Amer!"


Wanita itu langsung memeluk tubuh Amer yang kekar dengan ke dua tangannya.


Layla mengerutkan keningnya, siapa wanita ini?


...Bersambung......


...💔💔💔💔💔...


Salam manis author gabut 😊

__ADS_1


Jangan lupa yang mampir kasih jempol sama komen buat saran 🤭🤭


Author gabut sebatas halu 😉


__ADS_2