
...💔💔💔...
"Ka Amer tau dari mana, kalo aku ini suka membaca novel online, saat waktu senggang?" Tanya Layla.
"Kan aku sudah pernah bilang pada mu, Layla. Tidak ada hal yang tidak aku ketahui tentang mu." Ucap Amer dengan menatap dalam wajah Layla yang mendongak padanya.
"Uuuuhhh soswiiiiit." Layla memeluk Amer dengan erat. Beruntungnya aku memiliki mu ka Amer, setelah ke gagalan pernikahan ku yang pertama, terima kasih ka, karena kau sudah mau menjadi pelangi di kala hujan, petir dan badai yang mengguyur hati ku kala itu.
Amer mengelus kepala dan punggung Layla dengan sayang.
Pak Jojo yang melihat dari kaca spion mobil merasa senang, akhirnya Tuan Amer merasakan kebahagiaan juga, bersama dengan wanita yang selama ini di cintai nya.
"Semoga kebahagiaan akan selalu menyertai rumah tangga kita ya Layla!" Seru Amer.
"Semoga ka!"
Beberapa menit kemudian, mobil yang di kemudian Jojo akhirnya sampai di besmen mall terbesar dan terlengkap di wilayah itu. Mall yang terdapat fasilitas bermain ice skating dengan arena bermain yang lengkap pula.
Amer ke luar lebih dulu dan mempersilahkan Layla untuk ke luar dari dalam mobil.
"Waaaah ka, ini parkiran apa tempat penjual mobil? Mobil di sini banyak dan tampak baru baru ka!" Layla tampak kagum dengan apa yang di lihatnya.
"Maksud mu diler mobil, Layla?" Tanya Amer dengan di balas anggukan kepala oleh Layla.
"Maksud aku ya itu ka, diler mobil. Ke mana Hendra dan Jono, ka?" Tanya Layla saat tidak mendapati ke dua bodyguard nya.
"Kau jangan khawatir kan mereka berdua, mereka hanya sedang memarkir motornya saja." Ucap Amer.
Sebelum mengajak Layla memasuki mall, Amer terlebih dahulu menawari pak Jojo untuk ikut serta dengan mereka berdua.
"Pak jojo mau ikut masuk ke dalam?" Tanya Amer.
"Tidak Tuan, biar saya tunggu di sini saja."
"Nanti kami lama lo, pak! Dari pada bosan menunggu di dalam mobil, mending ikut dengan kami masuk ke dalam mall." Amer mencoba membujuk supir pribadi nya itu untuk masuk ke dalam mall.
"Tidak Tuan, terima kasih... nanti kalo saya bosan, saya tinggal langsung hubungi Tuan, baru deh saya menyusul Tuan ke dalam." Kilah pak Jojo yang ingin membiar kan Nona dan Tuan-nya itu untuk menghabiskan waktu berduaan.
Amer membuang nafasnya dengan kasar, "Baik lah kalo begitu! Kami masuk dulu ya, pak!"
__ADS_1
"Iya Tuan, selamat bersenang senang." Ujar Jojo.
Amer terus menggenggammm tangan Layla. Amer mengajak Layla, untuk menaiki lift yang akan membawa mereka ke dalam mall.
"Canggih ya ka, mall aja ada liftnya." Ujar Layla.
"Yah begitu lah. Apa selama ini kau tidak pernah ke tempat ini, Layla?" Tanya Amer.
"Aku tidak pernah ke mall ini ka, paling hanya mall yang ada di dekat kantor. Itu pun hanya untuk sekedar nonton film, kalo ada uang lebih apa di traktir Mia dan Nami ya makan di restoran." Ucap Layla.
Amer melihat ke jujuran di mata Layla.
"Bukannya gaji mu sebagai diseiner grafis karpet itu lumayan besar ya, Layla? Kau bisa kan gunakan uang mu itu untuk ke senangan mu?"
"Ya kan berimbang ka, pengeluaran keluarga ku dulu juga besar, belum lagi dulu aku menanggung hidup adik tiri ku, segala ke butuhan rumah, aku yang urus dan aku yang atur." Terang Layla.
Amer mengerut kan keningnya, kini ke duanya memasuki mall, Amer mengajak Layla berputar sejenak. sambil melihat lihat. Amer mengulur waktu agar Amer bisa bertanya tanya seputar keuangan Layla.
"Apa adik tiri mu tidak bekerja, Layla? Kenapa kau yang atur keuangan? Atau jangan jangan... kau juga yang menjadi tulang punggung untuk keluarga mu?" Tanya Amer dengan penuh selidik.
Layla mengangguk, "Di mana ka, ice skating nya? Dari tadi kita tidak menemukan nya!" Layla menoleh kiri dan kanan, mencari tempat penuh salju untuk nya bisa bermain ice skating.
"Kita harus menaiki satu lantai lagi Layla!"
Ke duanya menyewa mantel tebal, sarung tangan, sepatu ski, dan penutup telinga. Amer juga memasangkan selayer pada leher Layla agar Layla tidak ke dinginan.
Amer dan Layla masuk dengan perlahan ke tempat yang terdapat banyak salju. Di sana nampak banyak pengunjung lain yang menikmati harinya.
"Wow keren." Layla takjub saat melihat anak kecil, dengan pandai memainkan ice skating dengan gerakan yang menakjubkan.
"Apa ka Amer bisa melakukan nya?" Tanya Layla yang masih berada dalam genggaman Amer.
Layla memasuki area bermain ice skating, dengan perlahan bersama dengan ke dua tangannya yang di genggammm Amer.
"Bisa dong, tapi kalo aku perlihat ke mampuan ku bermain ice skating pada mu... siapa yang akan menjaga mu? Menggenggammm tangan mu?" Kilah Amer.
"Iya juga ya, kalo gitu... kaka ajari aku aja deh. Aku ingin bisa pandai bermain ice skating, seperti anak itu!"
Layla menunjukkan jari telunjuk nya pada anak kecil yang sedang berputar putar dengar satu kakinya di atas es.
__ADS_1
Sementara di luar area ice, ada Hendra dan Jono yang memperhatikan ke dua Tuan nya. Hendra bahkan beberapa kali mengambil gambar ke duanya.
"Kau lihat ini! Nona dan Tuan tampak bahagia kan! Serasi lagi!" Ujar Hendra dengan memperlihat kan hasil bidikan kamera dari hape-nya.
"Iya, beruntung ya. Nona... meski pun Nona itu seorang janda, tapi masih bisa mendapat kan Tuan Amer yang masih perjaka, kaya pula. Bos dari tempatnya bekerja pula. Sungguh Nona Layla itu, naik derajat setelah membuang mantan suaminya." Sindir Jono.
"Jaga bicara mu, Jono! Bagai mana pun mereka itu adalah Tuan kita. Toh Tuan menikah dengan Nona juga dengan status Nona yang sudah janda, lagi pula kan kau tahu sendiri bagai mana mantan suaminya Nona itu." Terang Hendra yang tidak suka dengan cara Jono menilai Layla.
"Aku beli minum dulu!" Jono melangkah meninggalkan Hendra, dirinya enggan melanjutkan pembicaraan untuk membahas Nona dan Tuan-nya.
Hendra menggeleng gelengkan kepalanya, melihat punggung Jono yang berjalan mendekati stand minuman.
"Dasar Jono, terus terang saja... jika kau itu tidak ingin mendengar aku membela Nona Layla." Gumam Hendra.
Hendra kembali fokus pada Amer dan Layla.
Layla dengan cepat belajar apa yang di ajari oleh Amer. Kini Layla mampu bermain ice skating. Meski belum begitu lancar, tapi untuk seorang pemula, permainan Layla cukup bagus di mata Amer.
"Ayo Layla, bagus. Teruskan lagi." Oceh Amer dengan bertepuk tangan, untuk menyemangati Layla yang hendak berjalan dengan sepatu ice skating menuju Amer berpijak.
Amer mengerutkan keningnya, saat matanya menangkap seseorang yang sedang berseluncur menuju ke arah Layla.
"Ah tidak, Layla bisa jatuh tertubruk orang itu!" Gumam Amer dengan cepat melangkah menghampiri Layla. Namun lagkahnya kalah cepat dengan orang yang sedang berseluncur ke arah Layla.
"Hei, awas Nona! Jangan menghalangi jalan ku!" Teriak seseorang dari belakang Layla dengan tangannya yang melambai lambai.
"Layla menyingkir." Teriak Amer dengan melangkah cepat menghampiri Layla.
Bugh.
"Akkkhhh."
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
...Bersambung......
...💔💔💔💔💔...
Salam manis author gabut 😊
__ADS_1
Jangan lupa yang mampir kasih jempol sama komen buat saran 🤭🤭
Author gabut sebatas halu 😊