Kau Tikung Aku

Kau Tikung Aku
Pelabuhan terakhir


__ADS_3

...💔💔💔...


Noer menoleh ke belakang, "Apa yang sedang kalian bicarakan?" Tanya Noer dengan tatapan matanya yang menyelidik.


"Tidak ada! Memang apa yang sedang kami bicarakan?" Ucap Ali Khan.


Amer mengelusss perutnya yang sispeck, "Aku laper nih! Kita langsung ke ruang makan aja ya!"


Layla mengerutkan keningnya dan menatap Amer dengan heran, "Tapi kan aku--"


"Ayo lah!" Amer memotong perkataan Layla dan meninggalkan Noer, Ali dan Rafa di belakang. Amer menggenggammm jemari Layla menuju ruang makan.


"Aku belum lapar, ka Amer!" Seru Layla.


"Tapi sayangnya kamu tidak bisa menolak, Layla!" Seru Amer.


"Kejutan!" Seru Mia dengan ke dua tangannya membawa kue ulang tahun berjalan mendekat ke arah Layla.


"Selamat ulang tahun, Layla!" Seru Nami yang berjalan beriringan dengan Mia.


Layla menutup mulutnya dengan tangannya, ke dua matanya berbinar bahagia, "Ya ampun kalian, aku aja gak inget ini hari apa!"


"Ooooh soswiiit... selamat hari lahir, Layla sayang!" Seru Noer dengan memeluk dan mencium pipi Layla.


"Terima kasih, tante." Jawab Layla.


Ali menepukkan tangannya pada bahu Layla, "Selamat ya, Layla! Semoga kalian segera naik ke pelaminan." Oceh Ali.


Layla merona dengan harapan Ali untuk dirinya.


"Amiiin, semoga kami cepat naik ke pelaminan dan bisa memberikan mama dan papa kesibukan baru ya!" Ujar Amer.


Noer mengerutkan keningnya, menatap heran pada Amer, "Ke sibukan aoa maksud mu, Amer?" Tanya Noer.


Sedangkan Layla, mengerutkan keningnya dengan matanya yang menatap Amer. Menunggu jawaban apa yang akan di ucapkan Amer.

__ADS_1


Amer menjawil hidung Layla, "Tentu saja memberikan mama dan papa cucu, memang apa lagi? Iya kan Layla!" Ucap Amer dengan menarik sudut bibirnya ke atas.


"Semoga." Ucap Layla kelu, Tuan Amer begitu yakin aku akan segera memberikan nya keturunan, di saat aku sendiri tidak yakin dengan kondisi ku yang saat ini.


"Apa kau suka dengan kejutan kecil ini, Layla?" Tanya Amer membuyar kan lamunan Layla.


"Terima kasih ka, ini kejutan yang sangat luar biasa, aku seperti menemukan keluarga baru dalam hidup ku." Aku tidak pernah membayangkan mendapat perhatian dari mu seperti ini, Tuan Amer Khan.


Ruang makan di hias sedemikian rupa oleh Rafa dan pelayanan lainnya atas perintah Amer.


"Ayo tiup dulu lilinnya!" Seru Mia, semoga tidak ada lagi ke pahitan hidup yang harus kau jalani, Layla.


Layla meniup lilinnya, bertambah usianya kini, semoga aku bisa membawa kebahagiaan untuk keluarga ini.


Para pelayan pun mengucapkan selamat pada Layla, bukan perayaan yang besar, mengingat kondisi Layla yang baru ke luar dari rumah sakit.


Di tengah acara makan makan yang Amer buat, tidak ada perbedaan status antara majikan dan pelayan. Ia belajar dari Layla, semua orang sama di matanya, jangan karena jabatan membuatnya lupa akan ke manusiaan.


Layla tampak celingukan, mencari sosok yang ia kenal pertama kali di kediaman Amer. Namun sejak ia kembali menginjakkan kakinya di rumah Amer. Layla belum bertemu dengan sosok yang ia cari.


"Apa ada yang sedang kau cari, Layla?" Tanya Amer.


"Mereka sudah pergi jauh Layla. Sekarang kau akan jauh lebih aman tanpa ke hadiran mereka!" Ucap Amer.


"Maksud ka Amer?"


"Nikmati saja pesta kejutan yang aku persembahkan untuk mu ini, tidak usah banyak bertanya!" Ucap Amer dengan tegas.


Layla menganggukkan kepalanya, ada apa dengan ka Amer? Sebenarnya apa yang terjadi dengan bi Asih dan Puput?


Malam harinya Layla di dalam kamar seorang diri, manatap dirinya di depan pantulan cermin meja rias.


"Betapa beruntungnya diri mu kini, Layla! Mendapatkan Tuan Amer yang begitu menyayangi mu, ke hangatan keluarga yang selama ini hilang dari mu... kini kau rasakan kembali saat berada di antara tante Noer, om Ali dan Tuan Amer."


"Melepaskan dan merelakan bang Rudi, pria yang aku pikir akan menjadi pelabuhan terakhir hati ku. Bodohnya aku selama ini, menutup mata akan tingkah bang Rudi dan Melisa."

__ADS_1


Dari luar pintu kamar Layla, pintu di ketuk.


Tok tok tok.


Amer berseru, "Layla, apa kau sudah tidur? Boleh aku masuk?"


"Aku belum tidur, ka!" Layla melangkah ke arah pintu, membukakan pintu kamar yang ia kunci.


Ceklek.


"Ada apa, ka?" Tanya Layla saat mendapati Amer yang tengah berdiri di depan pintu dengan celana pendeknya dan kaos oblongnya menatapnya tanpa berkedip.


"Ah iya, kau membuat ku gila, Layla!" Amer mekangkah masuk ke dalam kamar Layla dengan menggenggammm pergelangan tangan Layla


"Ada apa ka? Apa ada yang penting?"


Amer dan Layla, berdiri di balkon yang terdapat di kamar yang Layla tempati.


"Ada yang ingin aku berikan pada mu!" Ucap Amer yang menatap dalam mata Layla, yang kini berdiri berhadapan dengannya.


Layla membatin, apa lagi yang ingin ka Amer berikan pada ku?


Amer merogoh saku celananya dan mengeluarkan kotak merah kecil.


Layla mengerutkan keningnya, "Apa itu ka?"


"Aku harap kau akan menyukainya, Layla." Amer membuka kotak merah itu di depan Layla.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Bersambung......


...💔💔💔💔💔...


Salam manis author gabut 😊

__ADS_1


Jangan lupa yang mampir kasih jempol sama komen buat saran 🤭🤭


Author gabut sebatas halu 😊


__ADS_2