
Bar Bir, Jakarta Barat
Berdiam sejenak, Joseph bingung mau mulai dari mana ceritanya. Tapi mau tidak mau dia tetap harus bercerita kepada Carlo yang juga sahabat dekatnya dan sahabat dari mantan calon istrinya. Sementara dibalik kebingunganya, saat memutar matanya kearah pintu keluar nalurinya berkata " wanita itu sangat mirip dengan siperusak mobilku." Batinnya berucap. " apa mungkin itu dia? Ah mana mungkin wanita seperti dia ke sini" katanya dalam hati.
" Woi bro... liat apa?" Tanyak Carlo
" Ah.. gak apa ada bro." Sambil meneguk minumannya.
" ooo lo jangan minum banyak banyak.. gua gak mau repot ya bro. soalnya susah urus orang mabok."
" Iyaaa cerewet amat si loh. kayak mama gua. Gua juga bukan mau mabuk bro, gua mau cerita tentang Selena, kan lo mau tau kan." ucapnya lirih.
" wah iya.. mau tauuu banget gua. buruan cerita" Tatapnya serius.
Keheningan pun terjadi diantara mereka bedua. walaupun gemerlap bar sangat keras melantunkan musik musiknya. Tapi bagi Joseph dengan disini cocok untuknya agar tidak merasakan hinanya kesakitannya.
Flashback
Tepat kepulangan Joseph dan Selena ke Jakarta seusai kelulusan wisuda mereka di Jerman, Joseph mengantarkan Selena kembali kerumahnya di Jakarta Selatan. Pamit pada kedua orang tua Joseph bergegas mengantarkan Selena.
" Jos... mama kamu sepertinya kurang suka sama aku ya?" Mama Joseph tau dia memiliki pacar saat berkuliah di Jerman. Tapi memang baru pertama kali dia bertemu Mama dan papanya Joseph.
" Ahh perasaan kamu aja tu. Jangan takut, mama tidak pernah mengatur aku mau pacaran sama siapa saja, emang baru kamu pacar pertamaku yang aku punya, yang aku kenalin ke mama dan papa." Tersenyum manis melirk ke Selena.
" Mungkin juga karena baru pertama kali ya?"
" Huuum.. Gak sa dipikiri, lain kali kita ajak mama ngobrol bareng." Ucap Joseph
" Iya Jos. Cuma aku takut mama dan papa kamu gak setuju, karena aku bukan kalangan atas kayak kalian" ucapnya sedih.
" Gak baik ngomong gitu. Mama dan papa gak pernah mengukur orang dari hartanya." menggenggam tangan Selena.
" Alright... mari kita jalanin dulu . " ucapnya menghibur
Seiring berjalannya waktu, Joseph yang juga kian sibuk mengambil ahli perusahaan sang papa pun membuat waktunya ke Selena berkurang, jarang ketemu karena Selena juga memiliki usaha baru dengan membuka Butik yang didesainnya sendiri. Ya itu pun atas bantuan Joseph.
Selena lahir dari keluarga yang biasa. Ayah nya bekerja sebagai karyawan biasa disebuah perkantoran. Sedangkan ibunya hanya mengurus rumah tangga. Ketika dia mendapatkan Beasiswa di Jermanlah yang mengubah hidup keluarganya. Ya karena Selena Memiliki Joseph yang sedari mereka pacaran banyak membantu Keuangan Keluarganya.
Selena anak pertama dari 3 Bersaudara. Adik laki lakinya satu dan adik perempuannya satu, semuanya masi perlu biaya untuk berkuliah dan bersekeloh.
Selena juga Tulangg punggung bagi keluarganya, karena gaji sang Ayah tak cukup untuk menafkahi semuanya.
Saat di Jerman pun Selena mendapatkan perhatian kusus dari Joseph, karena Joseph sendiri baru pertama kali pacaran. Jauh sebelumnya Joseph tidak punya niat yang namanya pacaran karena merepotkan pikirnya.
Tapi ketika ketemu Selena di Jerman ada perasaan lain yang dia rasakan. Wanita yang lembut, periang, tak pernah sedikitpun dulu Selena memberi kesan berlebihan dimatanya. Hingga perkenalan pun terjadi saat Carlo yang tauh Joseph mengagumi wanita itu. Carlo dan Selena terlebih dulu kenal karena mereka sempat satu pesawat dari Jakarta ke Jerman, tak sengaja saat berpapasan dengan Selena yang bingung hendak ke mana karena memang baru pertama kali menginjakkan kaki di Jerman, bedah dengan Carlo yang memang Ibunya keturunan Jerman yang beberapa waktu pulang ke kampung halamannya. Saat itula Carlo tau dia satu kampus dengan Selena dan membantu Selena untuk mencari tempat tinggalnya.
Saat di kampusla mereka dipertemukan semua walau bedah Jurusan dengan Carlo dan Joseph , Selena sering datang menghampiri Carlo hanya sekedar untuk menyapa. Dari situlah perkenalan Joseph dan Selena hingga pada saatnya dia menaruh hati untuk Selena. Berjalan waktu pun mereka jadian, Selena yang mencari tauh pun tentang kehidupan Joseph kaget karena dia memacarin anak Konglomerat. Tidak akan kulepaskan. Batinnya berucap.
Ketika Selena yang ingin bekerja Joseph melarangnya. Karena dia tidak mau Selena yang sudah Kuliah jika bekerja menambah lelahhya. Jadi apapun kebutuhan Selena di Jerman dibantu oleh Joseph, Sang mama pun yang mengetahuinya hanya berdiam karena tidak mampu mengubah kemauan Joseph yang keras, jika dia mau apapun caranya harus didapatkannya.
Saat dia bekerja mengambil alih perusahaan Papanya, terbesit dihati Joseph untuk melamar Selena. Karena waktu yang kurang diantara mereka takut membuat jarak antara dia dan Selena.
Mengendarain mobilnya ke butik tempat Selena, Josep ingin memberikan kejutan padanya dengan kedatangannya yang tiba tiba. ya sudah seminggu mereka tidak ketemu. Setibanya dibutik Selena, Joseph tidak sengaja melihat Selena dari kejahuan menatap kedalam butik Selena. Dilihatnya Selena yang tertawa bahagia sambil menatap Pria yang didepannya mereka bercengkarama diruang tamu butik itu. Tak lama kemudian dia turun hendak menghampiri Wanitanya.
" Selamat datang tuan" sambil membuka pintu , Penjaga butik pun menyapanya dan mempersilahkannya masuk. Yang disambut tatap Selena kearah suara pintu terbuka. seketika itu pun dia kaget dan berdiri menatap pada Joseph.
__ADS_1
" Ada yang bisa kami bantu tuan?" sapa sang karyawan butik.
" Maaf saya hanya ingin bertemu dengan wanita saya" dengan tampang serius menunjuk kearah Selena. Berjalan kearah Selena, dan Pria yang bersamanya pun menjadi gugup. " Maaf saya permisi dulu" ucap Pria itu yang bernama Herry.
" Ow.. sebentar saya kenalin" merangkul tangan Joseph yang sudah berdiri disebelahnya. Selena jadi salah tingkah.
" Ah.. iya kenalkan saya Herry temannya Selena" ucapnya memberikan tangannya.
" ow saya Joseph kekasihnya Selena" Dengan senyum tipis.
" Maaf silahkan dilanjutkan, saya permisi dulu"
" Baiklah hati hati dijalan" ucapnya Selena sambil menarik lengan Joseph membawanya kearah ruangannya. Semua karyawan Selena pun takjub melihat Ketampanan Joseph yang formal memakai stelan jas Kerjanya. " Gilakkk keren amat tu cowok." kata salah satu Karyawanya yang berbisik bisik.
Sesampainya diruangan kerja Selena.
" Sayang kenapa kamu gak kasi tauh aku mau datang?" Ucap selena manja yang disambut pelukan hangat Joseph.
" Aku ingin memberikanmu kejutan. Aku sangat merindukanmu." ucapnya sambil memeluk erat.
" Aku juga sangat merindukanmu. Tapi seenggaknya kasi tau dong biar aku ada persiapan untuk kekasihku ini." meregangkan pelukannya menatap Joseph.
" Persiapan apa? kamu gini aja sudah membuatku menginginkanmu." Mencium bibir Selena dengan lembut yang dibalas oleh Selena.
" Oya.. siapa pria tadi yang bersamamu?" ucap Joseph tiba tiba.
" Duduk dulu sini." Menunjukkan sofa
" Dia itu teman aku Sayang, dia kesini untuk menanyakan gaun pernikahakan untuk kekasihnya." ucapnya dengan santai.
" Iya.. kenapa? Gak percaya sama aku?"
" oo.. bukan seperti itu. Hanya saja kamu dengannya sangat nyaman saat aku melihatmu dari luar butik. Sangat dekat" Jawabnya asal.
" Jangan bilang kamu cemburu? hayo ngaku, kamu cemburu ya?" ucapnya sambil menyentuh pinggang Joseph mengalikan cerita.
" Ahh tidak sapa juga cemburu." mengalihkan pembicaraan " Gimana butikmu ini? Kamu suka?"
" iya sangat suka. Terimakasih banyak ya sayang."
" Semua yang kamu mau bisa aku wujudkan. Jika kamu menjadi Istriku." ucapnya yang to the point.
Bingung sesaat karena kaget dengan ucapan Joseph.
" Kamu melamar aku?" katanya bersemangat.
" Iya... Menikahla denganku." Menggenggam tangan April.
" Serius ini kamu ngelamar aku?" Tanyaknya meyakinkan
" Iya sayang. Menikahla denganku aku takut waktu yang terlalu sibuk mengabaikanmu. Kamu mau kan?"
Menganggukan kepalanya tanda mau.
" Iya aku mau." ucapnya dengan memeluk erat Joseph.
__ADS_1
Sampai pada tahap kejenjang pernikahan Joseph dan Selena sibuk mempersiapkan semuanya, Semua acara mereka turut andil mempersiapkannya, prewedding pun selesai, Berlanjut pada saat penyebaran undangan. Banyak undangan yang sudah disebarkan sampai pada para pejabat tinggi pun sudah diundang keluarga Joseph. Tiba pada saat terjadi titik permasalahannya. Waktu mereka fitting baju Selena yang mendapatkan Telpon dari Ibunya mengatakan ada pria yang mendatangin rumah mereka yang dikenal ibu dan Ayahnya adalah pacar Selena dulu sebelum dia berangkat ke Jerman. Selena pun bergegas pamit kepada Joseph, karena takut bikin ulah merusak rencananya. Joseph yang bingung tak pernah melihat Selena yang ketakutan pun menjadi curiga. " Mau aku antarkan?" Tanyaknya pada Selena.
" Ah tidak usah nanti malah jadi merepotkanmu. Kamu lanjutkan aja nanti aku akan menyusul." ucapnya buru buru dan berjalan keluar meninggalkan Joseph.
Tak berpikir lama hatinya mengatakan untuk mengikuti Selena karena menaruh curiga padanya. Selena tidak pernah setakut ini pikirnya.
" Selena sudah mau menikah seminggu lagi nak Herry. Ibu mohon Tolong jangan ganggu dia lagi." Ucap sang ibu padanya.
" Maaf buk.. selama ini hubungan saya dengan Selena baik baik saja kita masi berhubungan buk walupun saya tau dia sudah punya pacar baru yang kaya raya."
" Tinggalkan dia, biarkan dia bahagia dengan pilihannya." ucap sang Ibu yang tak lama sadar kehadiran Selena.
" Ada apa ini Selena? Kenapa kamu masi berhubungan dengan dia?"
" Maaf buk nanti Selena jelaskan." Sambil menarik tangan Herry mengajaknya keluar dan masuk ke mobilnya, membawanya kesalah satu Cafe yang tak jauh dari rumahnya.
Joseph yang melihat dari kejauhan pun tak menduga Pria yang pernah dilihatnya waktu itu dibutik selena datang kerumah Selena dengan raut wajah tidak senang. Hingga mereka pergi bersama. Kecurigaan Joseph semakin meningkat.
Sesampainya di salah satu Cafe pun Joseph juga ikut masuk duduk tepat dibelakang pembatas meja Selena dan Herry. Memesan beberapa menu, hingga terdengar obrolan antara dua pasangan itu.
" Apa yang kau lakukan dirumahku" Tanyaknya dengan marah.
" Selena.. kenapa kau tega melakukan semuanya ke aku. Aku yang terus mengalah untuk laki laki itu. apa kau pernah sedikit saja memikirkan perasaanku selama ini. Menunggumu Wisuda sampai Kau wisuda pun tidak ada aku di pikiranmu. kau malah asik pacaran di Jerman sana dan sekarang kau mau nikah, aku juga taunya dari adikmu. Kau suru aku menunggumu. Sekarang apa balasanmu?" Tanyaknya Marah.
" Herry... aku mohon mengertila padaku. Aku capek dengan keadaanku. Aku lelah hidup susah. Dan ini saatnya aku bisa membahagiakan diriku juga. Selama ini aku memikirkan keluargaku, Sedangkan aku hidup dalam kekurangan. Cuma Joseph yang bisa kasi semua apa yang aku mau."
" Jangan tamak pada harta Selena. Jika dia tau apa yang sudah kau lakukan sebelumnya denganku apa kau masi bisa yakin dia tetap mau menerimamu."
" Kalau kau tidak bilang dia juga tidak akan tauh. Jangan mengancamku Her. Kau tau aku gimana kan? apa yang kumau harus aku dapatkan. ucapnya menantang. Joseph yang mendengarnya pun panas, mukanya memerah dan kupingnya pun memerah karena kulitnya yang putih dia tidak mampu menyembunyikan kemarahannya.
" Sadarlah Selena.. Hartanya bole membuatmu bahagia, tapi jangan mempermainkan hatinya yang mencintaimu tulus. Cukup aku yang sudah kau sakiti. Berhenti mempermainkan perasaan orang. Kau tidak mencintainya jangan terlalu egois" ucapnya membujuk.
" Jangan mengguruiku... yang penting aku bisa hidup senang tanpa kesusahan, dengan cinta apa bisa menghasilkan uang? tidak kan? sekarang berhenti menggangku dan jangan perna lagi muncul dihadapanku atau pun keluargaku."
" Baikla kalau itu yang kau inginkan. Aku hanya memperingatkanmu. Jika dia tau kau pernah tidur denganku dulu jangan salahkan keadaan, aku sudah memperingatkanmu. Kau menikahinya hanya memandang hartanya ingat suatu saat dia tau tujuanmu kau akan jadi janda muda. Pikirkan matang matang sebelum bertindak. Semoga kau bahagia dengan pilihanmu, aku berhenti sampai sini kau bukan Selena yang kukenal dulu" ucapnya sambil melangkah pergi.
Menarik nafas panjang Joseph yang sudah panas hati mendengarkan semua obrolan mereka mengepalkan tangannya ingin sekali menghampiri Selena. Tapi diurungkannya niatnya, Ya karena Joseph tidak bisa kasar pada Selena. Tak mampu memandang wajah sendunya. Dia pun memilih untuk tetap diam. Hingga Selena beranjak keluar meninggalkan Cafe yang tidak sadar keberadaan Joseph.
Keesokan harinya Joseph berbicara pada sang kakak akan kejadian yang dia dengar sendiri. Clarisa pun sangat terkejut pantesan saja Joseph kelihatan terguncang. Adik yang biasanya dilihatnya itu riang menyambut pernikahaanya, sekarang malah tidak bersemangat sama sekali. " kak.. gimana menurutmu?" tanyaknya pada kakanya yang sudah menikah lebi dulu.
" Kalau kakak jadi kamu. Kakak memili mundur Jos.. buat apa kita memeliki hubungan yang hanya memandang kekayaan kita. Jika suatu saat kita bangkrut, seenaknya saja melepaskan kita. Ah maaf tidak membantu" ucapnya lembut.
" Aku juga ka... ingin menyerah." ucapnya lemas.
" Tapi bagaimana aku mengakirinya kak? Undangan semua sudah dibagikan, aku malu kak." sambil mengacak acak rambutnya sendiri.
"Gimana papa dan mama? aku takut mereka juga kecewa sepertiku."
" Kamu yakin kan? kalau soal mama dan papa nanti kakak yang ngomong."
" Sangat yakin kak.. aku mau membatalkan pernikahanku. Tolong bantu aku ya kak"
Singkat cerita smuanya dipertemukan dalam satu ruangan yang dipesan oleh Clarisa. Kedua keluarga itupn berkumpul. Tapi keluarga Selena dan Selena pun tidak tau tujuan pertemuan itu. Selena menatap Joseph tetapi Joseph malah acuh tak acuh melihatnya. Selena bingung dengan perbuhan Joseph.
Bersambung...
__ADS_1