Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
Rutinitas Biasa


__ADS_3

Gedung Perusahaan Anugerah Corp


April dengan wajah yang berseri - seri memasuki gedung kantor dimana hari pertama itu Sebagian besar orang menganggap hari itu sebagai hari yang tidak menyenangkan, sebab menjadi awal pekan di mana orang-orang akan kembali beraktivitas seperti biasanya. Anggapan seperti ini tentu cukup beralasan, bagaimanapun mengakhiri libur di hari Sabtu dan Minggu adalah sebuah hal yang sering membuat malas untuk melakukan rutinitas kerja kembali.


Berbeda dengan April yang masi berbunga-bunga. Memakai Blus putih chifon dipaduhkan rok ketat berwarna biru dongker selutut, April pun mantap melangkah bergabung dengan karyawannya.


" Selamat pagi semuanya." sapanya kepada karyawan yang menunggu lift turun.


" Selamat pagi Buk." Sapa semua orang yang disitu.


Pintu lift kemudian terbuka. April pun dipersilahkan untuk masuk diluan, tapi masi ada yang merasa canggung untuk naik satu lift dengan Bos mereka itu.


" Mari masukkk.." ucap April, dan menatap pada mereka dengan senyuman. " Jangan sungkan, saya kan tidak perna melarang kalian satu lift dengan saya."


Akhirnya mereka bergabung juga. semuanya hanya terdiam tak sepatah katapun keluar dari mulut mereka.


TINGGGG.... pintu lift pun terbuka. Berhenti di lantari ruangan kerja April


" Selamat bekerja semuanya." Ucapnya dengan senyum dan keluar. semua pun menatap kepada April yang berlalu.


" Seorang atasan yang rendah hati ya." ucap salah satu karyawannya.


" Iya... udah cantik, tajir, lemah lembut lagi. jarang ada nih yang seperti Atasan kita ini." timpal yang lain.


Menuju kearah ruangannya, Astrid yang melihat kehadiran April pun berdiri menyapa.


" Selamat pagi Ibu Bos" ucapnya dengan setengah membungkuk dan tersenyum. " Welcome Back"


" Duhhhh... lebay banget kamu kak." Ucapnya tersenyum dan berjalan masuk keruangannya.


Astrid pun lalu mengikutinya masuk, dengan laporan yang menumpuk. Mengampiri kursi kerjanya, duduk dikursinya yang tetap bersih walaupun ditinggal beberapa hari.


Astrid yang tak sengaja menatap kearah jari manis April yang sedang memegang mejanya.


" Wooooow... bersinar Pril. Ada yang melamar ni kayaknya?" Tanyaknya senang.


" Hemmm.. kamu pekah amat ya kak.. " Ucapnya geli.


" Wah.. calon istri siapa ni? Kasi tauh dong. Pulang-pulang dari Amerika udah dilamar aja. Jangan-jangan." Mencoba menebak.


" Si pria angkuh ya Pril?" Ucapnya lagi menebak.


" Benar pakek BINGGO, 100 untuk kamu" mengedipkan matanya dan tertawa.


" Wahhhhhh... Selamat ya. Akhirnya Bos ku dilamar. Aduh senang banget aku nya, tapi ini ngomong ngomong benaran pulang bukan bawak pacar aja, sekaligus calon suami ya Pril." Ucap Astrid yang memang sangat senang.


Tok.. Tok.. Tok...


Terdengar ketukan pintu. " Iya silahkan masuk" ucap April dengan masi senyum dibibirnya.


" Maaf buk.. ini tadi ada kiriman, ditujukan untuk ibu." Ucap salah satu Staff satpam kantor dan menyerahkan sebuket besar bunga mawar Putih.


Kaget bukan main, sumur-umur pacaran dulu tidak perna di kirim begituan.


Siapa ya yang kirim? Tanyaknya dalam hati.


Astrid yang didepannya juga bingung, sepagi ini ada yang mengirimkan bunga keruangan Atasannya, yang dia juga tauh selama April menjalin kasih tidak pernah ada yang spesial.


" Oya terimakasih ya pak." Ucap April dan mengambil buket itu.


" sama sama buk... saya permisi."


April pun mencium aroma bunga lalu mengambil kartu ucapan yang diselipkan di bunga itu.


" Selamat pagi sang pujaan hatiku, semoga harimu menyenangkan. I love you. Dari calon suamimu"


April pun tersenyum, senangnya bukan kepalang.


Dia bisa saja membuatku bahagia dengan hal kecil ini.


" Awww ada yang lagi berbunga bunga nih, sangat romantis ya Pril." Ucap Astrid.


" Iya ka... ternyata dia orangnya romantis walaupun dingin." Ucap April senang. " Tapi David juga romantis kan kak?" Tanyaknya menggoda.


" Huum.. sangat romantis. Oya cerita David ntuk itu laporan kerja sama kemarin saya sudah kasi rekapan juga kebagian para Direktur dan Ke email kamu ya Pril." Ucap Astrid.


" Dan untuk kontrak kerja sama dengan perusahaan di Bali sudah saya kirim ke Hotel Wijaya. Itu Hotel calon kamu kan?" Tanyaknya yang baru disadarinya.


" Iya ka.. ternyata kerja sama yang diBali dengan Investor terbesar milik Joseph. Berarti semuanya sudah beres ya ka? Trus Bakalan dilamar kamu ini sama David, waktu dia tiba di Jakarta, karena proyek kita sudah selesai. Yeaaahhhh..." ucapnya senang.


" Hahaha... semoga ya Pril, biar sama-sama jadi nyonya kita." Jawabnya lagi dan tertawa bersama.


***


" Kenapa baru satu hari saja aku sudah sangat rindu dengannya." Ucap Joseph yang gusar di dalam ruangannya.


Membuka Aplikasi pesan singkatnya.


" Mulai dari tadi menghubungi ku pun tidak" Galau dia.


Mencari nama April yang sudah digantinya. Lalu mengetik pesan dan mengirimnya ke April.


April yang disana mendengar notif Ponselnya pun bergegas membukanya.


Pria Angkuh: Sedang apa sayang? Apa aku mengganggumu?


Dengan senyum senang April membaca dan mulai membalasnya. Lalu mengklik kirim.


Joseph yang menunggu pesan bertanda


" Mengetik..." Ting sekejap menerima pesan dan langsung sudah terbaca.

__ADS_1


My Love : Hai... aku sedang mengerjai laporan perusahaan. Kamu tidak menggangguku, Terimakasih untuk bucket bunganya💐 ya sayang. ❤


" Wah.. dia ini... bunganya sudah diterima baru mengucapkannya sekarang, kalau tidak aku chat menghubungiku pun tidak. Ow sekarang dia Sudah berani ya memanggilku sayang , ada kemajuan." Ngomong sama ponsel dan menggelengkan kepala lalu tersenyum.


April pun mengirimnya dengan senyum geli.


Gilaaa.. aku kok jadi berdebar begini, udah pakek sayang-sayang lagi. Oww April....kau tergilagila padanya sekarang.


Menatap kearah layar ponselnya yang langsung centang biru.


April pun melanjutkan kerjaannya walaupun ingin tetap chatingan, karena laporan ini sangat penting dia harus cepat menyelasaikannya.


Joseph mulai membalas chat April lalu mengklik send.


April lalu menatap ke layar ponselnya.


Pria Angkuh : kamu suka kan? Kenapa tidak menghubungiku kalau sudah kamu terima? Kamu jangan terlalu sibuk🤨


Mulai mengetik dan membalasanya


My Love : Aku tidak sibuk kok, cuma hanya kerjaan yang tertunda jadi biar cepat aja selesai. Maaf aku tidak info karena sudah keburuh senang, calon suamiku ini memang bisa buat aku senang 🥰


Joseph pun sangat senang dan tersenyum sendiri menatap layar ponselnya.


Dia pun secepat kilat membalas pesannya.


April yang mendapatkan balasannya pun langsung tersenyum bahagia.


Pria Angkuh : Aku sangat merindukanmu calon istriku 😘.


April membalasnya.


My Love : Sabarlah sedikit kalau ada waktu kita bertemu 😉


" Aku tidak bisa bersabar, kalau wajahmu selalu merasuki pikiranku." ucapnya sendiri.


***


Joseph yang sedang duduk di kursi kerja bersenderkan meja menatap ke layar ponselnya, tertawa, tersenyum, ngomong sendiri efek bunga bunga cinta yang lagi bertebaran dihatinya. Sangkin senangnya pun, Serketarisnya si Linda pun yang sedari tadi mengetuk pintu tidak juga di jawab.


Tidak sabar menunggu jawaban sang Direktur, dia pun menerobos masuk dengan memegang dokumen untuk diberikan ke atasannya.


Melihat ke arah Atasanya yang sedari tadi tertawa sendiri, ngomong sendiri ke ponselnya pun membuat Linda terpaku aneh. Diam mematung menatap ke arah Joseph.


Kesambet arwah apa sibos ini.


Sampai Linda yang berjalan lagi mendekati Joseph, saat Joseph yang ingin tertawa efek bunga-bunga cinta , yang lagi asik mengetik saat mau memandang ponselnya kembali matanya melihat ada kilasan bayangan seseorang,


Seketika itu dia terjungkal sangkin kagetnya melihat sosok Linda yang sudah didepan mejanya.


" Aghhhh setan." Refleks ponselnya pun ikut kecampak.


Mengintip kearah Linda.


Berdiri dan protes " Kamuu... kenapa tidak mengetuk pintu dulu baru masuk." Ucapnya kesal karena malu juga.


" Pak.. saya sudah berulang kali mengetuknya pak, mungkin kalau pintu bapak bisa ngomong, pasti mulut saya yang diketuk pintu itu pak, kan sakit pak diketuk." Ucapnya protes.


Merapikan Jasnya " ya sudah, ada perlu apa kamu kesini." Dengan Muka merajuk.


" saya mau memberikan ini pak" menujuk dokumen kerja sama antara perusahaan April. " Ini hasilnya sudah keluar, bisa bapak cek kembali trus mohon ditanda tangani ya pak, biar saya kirim kembali kecabang Bali." Ucap Linda menjelaskan.


" Baiklah.. akan saya pelajarin dulu." Ucapnya singkat.


" Saya permisi pak." Ucap Linda.


" Tunggu dulu Lin." Panggilnya lagi.


" Iya pak.. masi ada yang perlu saya bantu?"


" Hemmm.. bisa kamu bantu saya Reservasi Restoran termewah di Jakarta Barat ini? untuk lunch nanti." Perintahnya dengan wajah serius.


" Bisa pak.. untuk berapa orang pak?"


" Buat dua orang saja." jawabnya singkat.


" Baik pak.. segera dilaksanakan." Memberi hormat ke atasannya.


" Satu lagi... cari alamat lengkap perusahaan Anugerah Corp, kirim ke saya ya."


" Siap dilaksanakan pak. Tapi maaf pak, ini kan tidak ada dijadwal bapak hari ini, apakah ini jadwal tambahan pak?" ucapnya bingung.


" Tidak.. saya mau makan siang dengan calon istri saya." jawabnya singkat.


"Hah.." ucap Linda kaget. " Bapak.. akhirnya pak.. udah gak jomblo lagi pak. Duh.. saya ikut senang nih pak. pantesan aja si bapak dari tadi ketawak sendiri, ngomong sendiri, senyum-senyum sendiri Ternyata..." Joseph memotong ucapan Linda.


Joseph yang sebnarnya menyimpan malunya karena terjatuh tadi, semakin kesal mendengar ocehan bawahnnya ini, humoris, tapi bisa diandalkan. hanya Linda yang bisa seberani itu dengannya.


" Mau saya potong Gaji kamu cepatan dikerjain malah asik menyindir saya. Saya kan juga punya malu, malah kamu perjelas sekali."


" Hahaha.. pak lagi berbunga bunga begitu kok serem amat ya pak. heheeh..saya permisi pak." langsung kabur dari pada entar potong gaji, kejam benar.


***


Dengan berpakaian Formal mengenakan Jas kantornya seorang Pria turun dari Mobilnya memasuki Gedung perusahaan Anugerah Corp. Disapa dengan Satpam, lalu menuju Loby Gedung itu. Kemudian Kaca hitam mengkilatnya dibuka setengah menghampiri Resepsionis.


" Dimana ruang CEO kalian?" Tanyaknya dengan cool.


Semua mata yang melihat kehadiran Joseph yang memang disaat jam makan siang itu berucap kagum akan ketampanannya.


" Selamat siang pak.. apakah bapak sudah buat janji?" Tanyak siresepsionis.

__ADS_1


"Hemmm sepertinya sih sudah." Melipat tangannya didada. Dan bersender di meja Resepsionis. Membuat gugup wanita yang menyambut sang tamu.


" Maaf sebentar saya telpon serketaris atasan saya" ucapanya gugup.


" Tifak perlu.. biar saya saja yang hubungin."


Dicarinya ponselnya lalu menghubungi April


"Hallo sayang..." ucapnya lalu melirik ke arah resepsionis yang kaget. " Kamu sedang apa? masi sibuk?" Tanyaknya lagi.


April yang tidak menduga Joseph menghubunginya di jam makan siang tidak bisa mengelak, karena keinginan April menyelesaikan dokumen yang tertunda kemarin.


" Agh.. masi bekerja ini Jos, sebentar lagi juga siap" ucapnya disebrang sana.


" Baiklah... aku menunggumu." Ucap Joseph dan mematikan ponselnya. Dipandanginya resepsionis itu


" Lantai berapa ruangan calon Istri saya." ucapnya menggoda dan senyum.


" Ow.. bapak calon suami ibu April. Maaf pak, Maafkan saya. saya tidak tauh."


" Tidak... Tidak masalah." ucapnya tersenyum.


" Silahkan pak, dilantai 5." ucapnya sopan.


" Oeky.. Thank you." ucapnya lalu berjalan ke arah lift


Saat Joseph menuju Lift Resepsionis menyadari sosok yang tampan itu.


" Bukankah itu.. Direktur Hotel Wijaya? Kalau benar.. wah... sangat cocok dengan Buk April." Berdecak kagum.


Joseph heran sesampainya di lift, semua lift sama untuk para karyawan, tidak seperti di Hotelnya, ada lift kusus untuk para petinggi.


Hemmm pasti ini kemauan April. Wanita itu memang benar terlalu baik dengan sesamanya.


Semua mata yang melihatnya berdiri menunggu lift bertanyak tanyak, siapa pria tampan ini, memakai kaca mata hitam kilat menambah ketampanannya yang berbalut Jas itu.


Tingggg....


pintu lift terbuka, semua mata yang didalam lift pun kaget, babang tampan yang mengalahkan ketampanan Lee Min Ho pun menerobos masuk ke lift menghindari tatapan para karyawan gedung itu. buru-buru dia menutup pintu liftnya lalu menekan tombol lantai April.


" Selamaat... si.. a.. ang.." ucap Astrid terbata kedatangan Orang yang tidak asing.


" Selamat siang nona, pasti kamu yang namanya Astrid ya? Salam kenal saya Joseph, saya ingin bertemu calon Istri saya."


" Aghh.. iya pak buk April ada didalam, mau saya konfirmasj pak?"


" Tidak usah terimakasih, April sudah tauh." purak purak biar mulus jalannya.


" Owww gitu.. silahkan pak , ruangan sebelah kiri." ucap Astrid. Lalu Joseph yang melangkah tiba didepan pintu Ruangan April, tanpa ketukan Joseph langsung menerobos masuk, tatapan April langsung menuju kearahnya.


" Joseph." ucapnya kaget dan berdiri lalu berjalan kearah April.


" Hallo sayang." melangkah menghampiri April lalu memeluknya.


" Hei.. ini dikantor, gak enak kalau ada yang masuk.:


" Aku kangen banget sama kamu." ucapnya manja.


" Kamu ini., sudah duduk dulu sini." menarik tangannya dan duduk disofa.


" Kenapa gak bilang bilang sih kamu datang?"


" Surprise aja." tersenyum " Aku kangen banget sama kamu, dan aku juga ingin makan siang denganmu, sudah aku reservasi Restaurant yang tidak jauh dari kantormu."


" wah... kamuuu... Baiklah. Tunggu sebentar akan aku bereskan itu."


" Aku juga ingin kita ngobrol." melanjutkan ucapannya.


" Baik.. tunggu sebentar" meningalkan Joseph dan merapikan tumpukan mejanya.


Joseph yang melihat kerjaannya menumpuk, ingin sekali saat dia sudah menjadi istrinya tidak lagi mengemban tugas dan jabatan sebagai CEO. Biarlah hanya menjadi Ibu bagi anak-anaknya kelak,Istri dari seorang Direktur yang bertanggung jawab untuk menafkahinya.


***


" sesuai seleramu?" Tanyaknya ke April, dengan melahap menu makanan yang dipilihnya


" Huum... sangat suka, Terimakasih sudah mengajakku."Jawab April Terseyum senang.


" Mulai sekarang aku akan menemanimu makan siang. Aku tidak ingin jam makanmu terlewatkan seperti tadi." perintah Joseph.


" Huh.. apakah harus seperti itu?"


" Ya..kamu tidak boleh menolaknya. Aku tidak mau melihatmu sakit."


" Baiklah... oya.. apa yang ingin kamu obrolkan denganku?." Tanyak April.


" Ouu soal itu, apakah kamu sudah menghubungi calon mertuaku?"


" Belum.. aku belum memberitahukan soal itu."


Joseph pun kecewa dan menghentkankan Garpu dan sendoknya dengan refleks.


" Aghhh... kenapa belum sih? Kau mau menyiksaku?" ucapnya dengan rengekan dengan bibir yang dikerucutkan.


" Ha..haah... haha kenapa aku menyiksamu?."


" Jadi apa... kau ingin aku tersiksa dalam rindu?"


" Sudah sudah.. habiskan dulu makan siangmu, akan aku hubungi nanti malam." ucapnya membujuk dengan membelai kepalanya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2