
Pengulangan dari Awal hidup Jayda dan Jayden.
****
Jayda adalah namaku, anak pertama dari keluarga Joseph wijaya. Ya.... Nama Papaku adalah Joseph Wijaya dan Mamaku bernama April. Aku lahir dari rahim Mamaku yang melahirkan anak kembar, hanya berbedah 1 menit dari kembaranku yang berjenis kelamin laki-laki yang bernama Jayden.
Sekarang aku berumur 28 tahun. Nama ku Jayda, Nama itu sangat sesuai dengan yang di berikan oleh papa dan mamaku, sesuai dengan arti nama yang diberikan mereka untukku. Aku selalu mengejar apa yang menjadi cita-citaku dan keinginanku. Meskipun pada akhirnya, salah satu bagian yang tidak manpu aku kejar , bisa di katakan sesuatu yang dapat aku sesali untuk mengenalnya.
Sifat dan karakter nama Jayda
Nama Jayda melambangkan ambisi yang membaja. Jika nama seseorang Jayda, ia adalah orang yang tak henti-hentinya berupaya meraih apa yang diinginkan dalam hidup.
Aku seorang Dokter anak, lulusan dari Universitas di salah satu Negara yang jauh dari tempat tinggalku. Sebelumnya aku berkuliah di Jakarta dengan jurusan lain, Aku tiba-tiba memutuskan untuk menghentikan kuliahku, karena aku merasa tempat itu membuatku selalu mengingat cinta pertamaku. Meskipun membuat pro dan kontra antara papa, mama dan adik laki-lakiku.
Pada akhirnya, Papa dan Mama ku, sepakat mengizinkan aku untuk berkuliah di luar negeri. Meskipun sangat berat bagi mereka, tetapi tidak bagiku. Aku sangat menikmati masa-masa suasana baruku, di Universitas yang juga mahasiswi maupun mahasiswanya banyak juga dari Jakarta, selebihnya orang-orang asli Negara yang ku tinggali maupun di luar negara ini.
Aku memiliki dua orang sahabat yang selalu mensupport aku, bahkan memberikan ku masukan-masukan baik. Dan mereka juga berasal dari kota yang sama denganku, yaitu Jakarta. Mampu membuatku berasa hidup di Jakarta. Aku perkenalkan pada kalian siapa saja mereka yang selalu menemaniku.
"Ginta."
Sahabatku yang rada somplak, bicaranya suka ngawur, tapi menurutku dia sangat dewasa, dia tidak bernasib baik sepertiku. Ginta adalah anak tunggal, anak dari Istri pertama papanya. Ginta tidak memiliki keluarga lengkap sepertiku. Ginta hidup bersama mamanya, walaupun kehidupannya mewah, nyatanya ginta kurang kasih sayang dari papanya. Papa dan Mama Ginta, bercerai saat Ginta mendapatkan beasiswa di Australia. Papanya Ginta ternyata ketahuan selingkuh dan sudah menikah siri dengan perempuan yang menjadi simpanannya selama ini. Membuat sang Mama murka dan langsung mengajukan perceraian. Dan benar saja, langsung di setujui oleh sang papa.
__ADS_1
Ginta itu, juga anak yang humoris, kadang juga ceriwis, kalau sudah di dekatnya, Aku berasa ramai dan tetap santai, meskipun di satu sisi, Ginta memiliki perasaan sedih, dia mampu menutupinya dari Aku. Di dekatnya, Aku bisa menjadi diriku sendiri bersama Ginta. Soal masa laluku, Ginta selalu bilang,
"Da... Kalau tuh laki jodohmu, dia enggak akan salah alamat dan meninggalkan lo tanpa kabar. Jadi sudahlah... Lupakan soal mantan. Seperti quote yang bertebaran di sosmed, bunglah mantan pada tempatnya! Lo tahu kan tempatnya apaan? Kalau lo tahu... Jangan lupa di tutup, biar gak kecium bau tak sedapnya ke mana-mana."
Yah.. itu selalu yang aku ingat ungkapan Ginta soal mantan, walaupun si Ginta itu sering memutuskan pria-pria yang menyukainya. Ginta itu sangat cantik menurutku, tinggi, putih, berambut pirang panjang sebahu, matanya yang bulat, hidungnya yang mancung, bibirnya yang tipis dan sexy, pokoknya bagiku dia perfect.
Hanya saja, karena trauma dengan sang Papa, Ginta tidak lagi bisa mempercayai yang namanya cinta, jadinya saat berhubungan dengan Pria yang menyukainya, Ginta menerima saja, tapi tidak bakalan bertahan lama. Tetapi, Aku tidak tinggal diam, selalu memberikan semangat buat Ginta.
Satu lagi sahabatku bernama Kartika, si kutu buku, ke mana-mana selalu membawa buku. Hanya saja dia bukan kutu buku yang pada umumnya, seperti kuper atau kurang pergaulan, berkaca mata, atau rambut di kuncir dua, grogian, atau juga penakut yag di sebut dengan cewek Geek. Kartika itu doyan jalan, jika sudah ngumpul barengan Aku dan Gina, meskipun dia membawa buku ke mana-mana, Kartika bukan anak rumahan yang tidak bisa di ajak ke mana-mana, selalu saja tidak menolak, kalau dia punya waktu, tentu saja dia mengiyakan setiap ajakan kami.
Aku, Ginta dan Kartika, menyelesaikan kuliah kami dengan waktunya. Aku mendapatkan penghargaan dengan nilai tertinggi, dan langsung mendapatkan tempat di mana aku bekerja sekarang, di salah satu Rumah Sakit anak ternama di Negara aku tinggal.
Sedangkan Ginta dia mendapatkan pekerjaan di salah satu Rumah Sakit yang tidak jauh dari tempat tinggalku di Melbourne. Sedangkan si Kartika, menjadi salah arah dari gelar yang Ia dapatkan. Karena teman dari Mamanya Kartika , memiliki anak yang tinggal di Melbourne dengan perusahaan besar yang dia miliki membutuhkan posisi sebagai Sekretaris, jadilah Kartika di minta untuk melamar di posisi tersebut. Gimana enggak langsung di terima? karena sudah kesepakatan antara mama Kartika dan temannya, jadilah Kartika dengan cepat di terima oleh anak dari teman mamanya.
__ADS_1
Dan ujungnya yang Kartika tahu, sang Mama ingin menjodohkan anaknya dengan anak teman mamanya yang menjadi Bos Kartika. Kartika sendiri, di buat pusing sama Mamanya. Tapi sudah terlanjur, Kartika tidak bisa langsung berhenti secepat itu. Kartika sering sekali bercerita tentang atasannya yang jarang sekali berbicara, sifat dinginnya membuat Kartika terkadang risih, kadang di cuekin kalau Kartika bertanya sesuatu. Entalah... Seperti memiliki dunianya sendiri.
Aku dan Ginta, acap kali meminta Kartika untuk bersabar. Kalau saja berjodoh dengan Kartika kan sesuatu yang baik pikirku. Apa lagi, Pria yang sudah mapan, mana kata Kartika atasannya mirip bule-bule di Negara tersebut.
Aku tidak perduli, seberapa sibuknya kami bertiga, jika ada waktu kami pasti akan berkumpul, menikmati hari-hari yang penat, dengan bercanda, tertawa, bahkan sampai bergosip, berfoto memenuhi album di ponsel dan sosmed kami. Itulah kami bertiga, tetapi aku tidak pernah melupakan keluargaku.
Papaku yang super menurutku, Hero bagi anak-anak dan Istrinya. Apapun yang Ia lakukan ke padaku, berasa aku ini tetap putri yang masih kecil di matanya.
Sedangkan Mamaku April, sosok wanita yang juga berjasa bagi hidupku. Karena dia, aku bisa menjadi anak yang layak untuk sukses. Mengejar segala impianku dengan semangat darinya, maupun dari setiap nasihat yang Ia berikan kepadaku. Mama juga wanita karir yang super di masa gadisnya. Mama di umur 25 tahun sudah menjadi seorang CEO dengan kemampuannya sendiri mengejar cita-citanya sampai Ia dapatkan.
Mungkin sifat Mamalah yang paling banyak di tubuhku. Berbedah dari Jayden, si kembaranku itu, sifat dinginnya berasal dari Papaku. Apa saja yang Ia tangani dalam perusahaannya, pasti dia dapatkan. Kadang arogannya Jayden muncul saat sesuatu yang Ia lakukan di bantah oleh lawan-lawannya. Entahlah... padahal dengan ku, mama dan papa, Jayden bukan anak yang berani melawan orang tuanya.
Mungkin saja itulah perbedaan aku dengan Jayden. Kita tunggu kisahnya Jayden sendiri ya teman-teman pembaca. Jangan lupa untuk tekan like dan Votenya 😘🥰
.
HAY SEMUANYA... KALAU INI BANYAK YANG BANTU LIKE DAN VOTE, MUNGKIN SAYA LANJUT TAPI ENGGAK SECEPAT MY CHOSEN WIFE, SAYA AKAN CICIL BAB NYA, BARU UPDATE YA ALL. INI BAB BOCORANNYA. ENGGAK JADI SAYA BUAT DI JUDUL BARU 🥰😍
__ADS_1