Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
BERCERITA


__ADS_3

Matahari kembali menyinari Pagi , dengan bias cahayanya memantulkan sinarnya hingga merasuki ruangan kamar April. Tepat jam 9 Pagi, April terbangun dari tidur panjangnya, meregangkan ototnya yang kakuh, matanya yang berat diuceknya untuk memperjelas pandangannya. Melihat sisi ranjangnya, Joseph sudah tidak ada. " Tumben ini kan Sunday, kenapa dia bangun sepagi itu. Apa dia berolahraga?" Tanyak April sendiri.


Ingin beranjak dari Ranjang, melihat kearah meja disisi ranjangnya, Sepucuk Kertas berisikan Tulisan ditinggalkan Joseph diatas meja. April mengambil dan membacanya.


" Sayang maafkan aku tidak membangunkan kamu, hari ini aku terbang ke Singapore untuk menghadiri rapat dan pertemuan dewan direksi yang sangat tiba-tiba bersama Ferdinan, hanya Untuk beberapa hari jika cepat selesai aku segera pulang, kalau lama akan aku kabari. Jangan Bersedih Sayang, Jorji akan menemani kamu dan jangan melupakan Sarapan kamu ya. I love You Darling."


Begitulah kira-kira isi pesan di kertas itu. April hanya tersenyum.


TOK...TOKK...TOKKK... Suara ketukan pintu.


" Ya silahkan Masuk." Jawab April dari dalam dan hendak berdiri merapikan rambutnya. Kemudian melihat pakaiaannya yang seingatnya tadi malam memakai gaun. April kembali tersenyum.


Siti melangkah masuk kedalam kamar April.


" Nyonya... ada tamu yang mencari nona dibawah."


Mengangkat alisnya dan berpikir " Siapa Sit? Pagi-pagi gini datang kesini." ucap April bingung.


" Seorang wanita nyonya, cantik, putih, tinggi, katanya teman Nyonya. Siti lupa nanyakan namanya nyonya " ucapnya pelan.


" Owwww.. okey suruh menunggu, saya ingin mandi dulu Sit. Kamu sediakan minuman dan makanan ringan ke tamu itu ya."


" Baik nyonya."


Siti berjalan keluar dan April berjalan ke Kamar mandi. Membersihkan dirinya sebelum bertemu dengan tamu yang tidak diundang.


Selesai mandi April mengenakan pakian Casual dengan atasan Kaos dan bawahan berbahan spandex tak lupa sendal jepitnya. Melihat kearah cerminnya. " Sepertinya aku sedikit gendutan." ucapnya ke pantulan cermin. " Efek sudah nikah seperti ini. Ulah Suami yang nafsunya tinggi , badan pun sudah malas dibawak olahraga." berbicara sendiri dan tertawa.


Kembali dia mengikat rambut panjangnya dengan kunciran, karena dirumah April berani menampakkan leher jenjangnya, yang kata Joseph membuat nafsu pria ingin memeluknya.


Segera April keluar dari kamarnya, menuruni anak tangga, dan menuju ruanga tamu menghampiri tamu wanita yang cantik seperti kata Siti.


" Morning Pril." ucap Jorji.


" Aigh Mbak Jorji ternyata, Morning juga mbak. Maaf menunggu lama, aku tadi mandi." ucapnya langsung duduk disofa depan Jorji.


" Tidak masalah, Rumah kalian sangat nyaman. Aku jadi ingin tidur." ucap Jorji " Bisa dong aku nginap disini." ucapnya dengan tawanya.


" Boleh... siap menampung wanita jomblo." Ucap April becanda.


" Sssstttt Saya gk Jomblo loh Pril, saya cuma digantung." Ngekeh dia.


" Hahahaha.. Mbak Jorji bisa aja dech. Yuk Mbak sarapan dulu, belum sarapan kan? soalnya ini masi kepagian Loh bertamu kerumah orang." seru April dan berdiri.


" Kamu tauh aja sih aku laper ." dengan wajah dibuat menahan lapar.

__ADS_1


" Tauh dong...pernah pengalaman, ayo keruang makan mbak." ucapnya mengingat kejadian dulu dengan Jos.


Jorji pun ikut berdiri berjalan keruang makan.


" Serius kamu? Pernah kelaparan bertamu kerumah orang?"


Melihat kearah Jorji " Serius mbak... sampe pingsan dan dirawat dirumah sakit." Ketusnya ke Jorji.


Mereka pun mengambil tempat masing-masing.


" Dan mbak tauh... itu karena si Jos. Teman kamu dulu itu usil. Dulu baru kenal aja dinginnya minta ampun mbak ke April. " Berkata sambil menyendokkan nasi kepiringnya.


" Serius ini!!!" Melototkan matanya.


April tertawa melihat reaksi Jorji, matanya yang bulat hampir keluar dari dalam matanya.


" Mbak.. sendok dulu nasinya." ucap April.


" Ow iya... nanti kita cerita lagi, aku pengen dengar soal kamu dan Si Jos. Karena Jos itu susah jatuh Cinta loh Pril."


" Mari kita makan dulu mbak... April juga lapar " ucapnya sesudah berdoa melahap makannya dengan Tenang.


Sekilas Jorji memandangnya, April memang sosok wanita elegan. Dari sudut manapun kelihatannya bagus. Begitu juga sih dengan Selena. Elegan tapi sifatnya yang buruk. Berbanding terbalik dengan wajahnya. Saat makan aja dia terlihat menawan, pantesan saja Joseph jatuh hati pada April.


" Mari Mbak.. tambah." ucap April tiba-tiba.


" Iya nih mbak Akhir-akhir ini aku merasa sedikit aneh..Ingin makan banyakkkkkk." Ucapnya sambil nyengir menutup malunya.


" Jangan-jangan kamu Hamil lagi." Ucap Jorji.


" Tidak... baru Testpack Mbak semalam, hasilnya satu garis." ucap April menyemangati diri.


" Wowww... bisa jadi perubahan Hormon baru nikah. Korban para lelaki." Ucapnya sembarangan.


April yang tauh kemana arah cerita Jorji pun terkekeh senang. Syukurlah ada Jorji yang menemani dia saat suaminya tidak ada disisinya. Dan untuk pertama kalinya April ditinggal pergi oleh Joseph.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Dikamar tamu Jorji dan April menonton TV. Bercerita sambil meminum teh dan banyak makanan ringan. Bagaikan anak ABG bercanda bersama.


" Eeh Pril cerita dong yang tadi." ucap Jorji.


" Yakin mau dengar?" Tanyaknya ke Jorji.


" iya yakin dong. Lagian aku disini kan suami kamu yang usil mengutus ku kesini, jadi kita harus cerita satu sama lain, mengisi hari ini, okey." mengedipkan matanya.

__ADS_1


" Agh... dia memang Suami yang baik." Puji April. " Baiklah kita mulai mbak." menarik nafasnya.


April dengan posisi bersila diatas ranjang memulai dengan serius. " Awal perjumpaan aku dengan Jos itu bermulai dari aku yang baru kembali dari perjalanan bisnis mbak, dimana aku pulang terlalu cepat untuk ketemu dengan mantan brengsekku yang aku pacarin kurang lebi 2 tahun. Mungkin ya.. sudah agak lupa. Terus aku ke apartemennya tuh mbak karena dia tidak tauh aku sudah balik Jakarta, ternyata dia lagi enak-enakkan berhubungan intim dengan sahabatku sendiri dikamarnya. Wajar dong aku kaget mbak terus nangis sambil nyetir mobil gak taunya lampu merah akunya lupa injak rem mbak. Dan BRUKKKKKKKK.... mobil si Jos aku tabrak dari belakang, itulah awalnya mbak." ucapnya meceritakan dengan mimik wajahnya serius.


Jorji tertawa " Aneh aja ya Pril.. bisa seperti itu. Ketepatan banget. Terus awalnya bisa jatuh cinta itu gimana?" Tanyaknya lagi.


" Awalnya gua benci bangetttt sama si Jos mbak. Dia tetap kekeh nyuru aku ganti rugi mobilnya. Yada aku bawak aja mobilnya kebengkel langgananku, kak Clarisa juga ikut, tapi kakaknya Jos sangattt baik. Dari awal juga sudah baik."


" Memang sangat baik Pril. Mbak juga kenal."


" Oiya mbak.. karena saya ada rapat pulangnya gak bisa nganter mereka karena posisinya kan mobil si Jos ditinggal dibengkel nah itu dia ngotot minta anter, kebetulan lagi mepet waktu itu karena ada rapat, saya kasi aja mobilnya saya ke dia untuk dibawak pulang. sampai mobilnya siap diperbaiki."


Jorji ngekeh tiba-tiba " Ya ampun Pril... pintar banget ternyata si Jos. dari awal dia sudah naksir sama kamu tuh. Kamu benaran gak kenal Jos? "


Menggelengkan kepalanya " enggak mbak."


" Wajar aja sih... Jos tidak suka di ekspos, kemedia manapun atau surat kabar  Dia gak suka. Tapi kalau kamu tauh.. setau aku sih Jos itukan banyak mobilnya terparkir di rumah. supirnya juga ada. Noh.. pintar banget dia ngerjai kamu nyuru nganterin segala. Kamu juga sih polos amat." Ucapnya sambil tersenyum.


" Iya mbak... itula mungkin takdir mbak Terus itu jumpa lagi di Hotelnya saat jumpa dengan Carlo salah satu pemegang perusahaan saya di Jerman. yang ternyata sahabat baik Jos ketemuan di Hotel milik Jos..Barula aku tauh Jos itu seorang pembisnis dan Direktur. disitu kita gak sengaja ngobrol besoknya nyuruh aku kerumahnya ngambil mobil jam 8 pagi harus sudah tiba. Kalau terlambat sedikit katanya dia gak mau berjumpa denganku mbak. jadilah akunya bangun sepagi mungkin tanpa Sarapan. Gak taunya sampai dirumahnya mama dan papa mikir aku ini ceweknya. Sial banget kan mbak. disuruh masuk ke kamar Jos suruh nunggu didalam, ternyata dia masuk molor mbak."


" Hahahaah.. kamu tidak tauh seberapa pintarnya Jos. Aku jadi terharu sih lihat perjuangan dia mendapatkan kamu. Jos itu butuh beberapa tahun buat buka hatinya Pril. Dan kamu benaran orang yang tepat untuk Jos." ucap Jorji.


" aku sangat bersyukur sih mbak, baru putus dari mantan brengsek, dapat berlian kayak Jos. Pria yang penuh tanggung jawab sih menurut aku. Tapi kalau diingat saat aku ngambil mobil dirumahnya Selena tiba-tiba datang mbak. Minta balikkan, karena dia juga sih aku bisa jadian dengan Joseph." ucapnya sedikit mengenang kisahnya bermula dari ciuman pertama Joseph ke April saat memberikan jaminan ke April.


" Sudahlah kalau Selena, dia sudah mendapatkan ganjarannya sendiri. Selena wanita licik yang hanya mau harta si Jos. Pacar pertama yang buruk bagi Jos. Tapi sekarang lihatlah, dia punya kamu." ucap Jorji dengan tatapan senang.


" Iya mbak. Hemmm sekarang giliran mbak Jorji, bagaimana Dengan Kak ferdinan. Kata Jos kalian sudah lama, tapi tetap tidak jadian."


Jorji sedikit malu. " Ahhhh tidak ada yang spesial Pril." Keluh Jorji.


" Ayolah Mbak ceritain dong."


" Hemmm okeylah. Ferdinan itu tidak romantis Pril, juga tidak sekeren Gaya Joseph. Tampangnya saja yang tampan, tapiii soal wanita lambat. Tidak ada wanita yang berani dekat dengan dia. Karena dia selalu masam melihat wanita keganjenan. Waktu aku mau resain, dia memohon sampek datang segala kerumahku. Katanya dia tidak bisa tanpaku. Masi gak jelas Pril, Mbak sempat bosan sama atasan kayak Ferdinan , lambat laun mbak Terbiasa juga sampai 7 tahun mbak nemani si Ferdi itu. Tapi pernah mbak lagi kencan Buta dia tauh dan datang ke Cafe dimana mbak lagi kencan tuh, dia tarik tangan Mbak. Terus dia bilang ke Pria itu " Maafin Istri saya sedang khilaf" Mbak kan kaget Pril. Terkadang Mbak bingung sama dia. Setiap mbak mau kencan sama pria dia gak ngijinkan mbak cepat pulang dari kantor. sampek sekarang mbak Jomblo Pril. Jomblo Akut." ucapnya bersedih.


April yang serius mendengar saja bingung. Tapi lucu juga sih. " Cuma kalau April tangkap sih, Kak Ferdina sukanya sama Mbak. Mungkin aja suatu saat nanti mbaknya langsung dilamar." ucap April.


" AMIN" Buru-buru Jorji mengaminkannya. " Tapi senang banget rasanya bercerita dengan kamu Pril, aku terus berpikir Jos beruntung banget punya kamu."


" Terimakasih mbak.. saya juga beruntung. "


" Hoaaaaammmmmm" Jorji menguap dan mengangkat tanggannya. " Rasanya mbak ngantuk banget Pril. Boleh mbak tidur disini."


" ya boleh dong mbak.. April tinggal kalau gitu. Nanti kalau butuh sesuatu panggil saja April ya mbak." ucapnya terus berdiri dan ingain keluar dari kamar.


" Baik Pril."

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\= BERSAMBUNG \=\=\=\=\=\=


        MOHON VOTENYA 🥰


__ADS_2