
Kilas balik kedatangan Selena
Seperti hari-hari biasa, Joseph yang sudah tibah di Hotelnya, langsung menuju ruangannya. Keluar dari Lift Joseph memasuki koridor area lantai kantornya. Menyapa Aldi dan Juga Linda seperti biasanya. Sesudah memastikan sang atasan masuk kedalam ruangannya, Aldi dan Linda menjalankan misi Rahasia mereka bersama Istri si Bos. Saat memasuki Lift hanya hitungan detik, pintu Lift ke dua terbuka.
Dengan santainya seorang wanita berjalan keluar memasuki Koridor. Tanpa adanya Aldi dan Astrid, Selena melenggang dengan santainya langsung memasuki ruangan kerja Joseph.
Tanpa sopan santun, Selena masuk tanpa mengetuk pintu ruang kerja Joseph terlebih dahulu. Joseph yang baru saja duduk dikursi kerjanya, saat ingin menghidupkan layar komputernya terhenti melihat kedatangan tamu tak diundang itu.
Melihat Selena berjalan masuk, tatapan wajah Joseph berubah menjadi kebencian. ingin sekali rasanya Joseph memaki wanita yang tidak punya malu, tapi Joseph masi punya hati karena Selena itu seorang wanita, yang harusnya tidak boleh dikasarin.
Saat Selena tiba didepan meja Kerja Joseph, Selena berdiri dihadapan Joseph yang memandangnya dengan tatapan tajam.
" Selamat pagi Jos. Apa kabar kamu?" Tanyak Selena.
Joseph menarik nafasnya dan mengendurkan sedikit dasinya. " Mau apa lagi kamu kemari? bukannya sudah ku katakan jangan pernah menginjakkan kakimu di Hotelku!!."
" Wuuuuhhh... kenapa setegang itu melihat kedatanganku. Pagi-pagi di hari bahagia kamu, bukankah harusnya mood kamu baik? " Mengambil barang dari tasnya. " Ini kado dariku. Selamat Ulang Tahun untuk kamu." ucapnya dan neletakkan kadonya di meja kerja Joseph.
Joseph menatap kekado Selena. Dia terheran, menyunggingkan sedikit senyum kekesalannya. Selena yang melihat reksi Joseph tanpa kata, dia pun berjalan kearah sofa dan duduk disitu.
__ADS_1
" Apa Sebenarnya mau kamu!!" Tanyak Joseph tiba-tiba.
" Mau ku? Hemmm apa ya?" Purak-purak berpikir dengan telunjuk di dagunya.
"Mau ku itu ya.. seperti yang ku katakan sama Istri kamu. Tolong kembali padaku Jos, aku akan memperbaiki yang sebelumnya." ucapnya ke Joseph.
Joseph tertawa sambil berdiri dan berjalan duduk disofa, sedikit merundukkan lehernya kearah Selena Joseph berkata . " Apa kamu itu tidak punya malu Selena? Harusnya kamu itu sadar diri. Aku sudah mempunyai Istri, seorang wanita yang jauh lebih baik dari kamu. Jangan pernah kamu berpikir untuk memisahkan aku dari April. Walaupun suatu saat nanti kamu mampu merasuki pikirannya, kemanapun dia pergi akan aku cari walupun nyawaku taruhannya. Apa kamu paham!!!!" Jawab Joseph dengan pelan dan penuh penekanan.
Selena yang menatap mata Joseph penuh kebencian padanya tidak menjadi gentar. Mendengar perkataan Joseph barusan dia tertawa licik. " Terdengar sangat romantis." ucapnya. " Kamu jangan terlalu naif Jos. Apa kamu yakin dengan perkataan Kamu, April itu jauh lebih baik dari aku? Dia tidak jauh berbedah denganku. Karena dia terlahir dari anak orang kaya saja hidupnya lebih baik dibandingkan aku. Setiap wanita itu memandang Uang dari Pria kaya seperti kamu. Tak terkecuali dengan Istri kamu kan?" Tanyaknya dengan nada sombongnya.
Joseph mengepalkan tangannya geram, mulut Selena yang mengatain April pengen sekali ditamparnya. Tapi sayang... Joseph tidak bisa kasar pada wanita.
Selena mulai panik mendengar jawaban Joseph. Dia mencoba menggunakan alasan lain. " Apa tidak pernah sedikitpun kamu mengingat aku Jo?" Tanyaknya mulai sedih.
Joseph menatap ke Selena. " Jangankan mengingatmu, melihat kamu saja aku sebenarnya jijik. Tingkahmu tidak pernah berubah."
Meneteskan air matanya. " Sebegitu bencinyakah kamu kepadaku Jos. Dulu kamu bilang, kamu tidak bisa hidup tanpaku. Tapi sekarang... buktinya apa Jos."
Joseph yang mendengarnya pun sigap berdiri dari duduknya " Jangan bersandiwara didepanku Selena."
__ADS_1
Selena kemudian berbicara lagi. " Tidakkah kamu ingat janji kita dulu? saat kita di Jerman, apa kamu lupa Jos?" Berdiri menghampiri Joseph yang sudah kacau karena emosinya, dipegangnya tangan Joseph. " Sedikitpun rasa itu tidak ada dihati kamu?" Tanyaknya lagi.
Joseph yang melihat Selena menangis, sebenarnya tidak tega Ada rasa kasihan untukknya. Dia tidak ingin kasar terhadap Selena, walaupun dia seperti itu. Selena juga pernah menjadi bagian dari kehidupannya. Tapi Joseph bersikeras tidak ingin menampakkan kesedihannya saat Air mata Selena jatuh dipipinya. Selena hanyalah kenangan masa lalu, gak lebih.
Joseph memegang tangan Selena, mencoba menyekah air matanya. " Tolong Selena, lupakan aku. Carilah kebahagiaan kamu, seorang Pria yang bisa mencintai kamu dengan tulus. Aku mohon, jangan pernah menggangguku ataupun Istriku. Jangan bebankan masa laluku ke April. Aku mohon. Apa kamu mengerti?" Ucap Joseph membujuk dan menyadarkan Selena.
Selena yang mendengarnya tidak terima. Dia malah murka. " Aku tidak mau Jos... aku tidak akan berhenti mendapatkan kamu!!! Aku tidak mau mengalah pada April!!!." Teriaknya.
Joseph sudah kehabisan akal menghadapi Selena tidak terima dengan ucapanya barusan. Menarik nafasnya " Baiklah... kalau itu kemauan kamu. Aku tidak akan tinggal diam lagi. Jika kamu berani sekecil apapun menyentuh kulit April, Kamu langsung berhadapan denganku. Kamu tauh April itu sangat berharga untukku, melebihi nyawaku. cukup terakhir kali di Perusahaan Salman, mulutmu membicarakan masa lalu jahanam itu ke April. Aku tidak akan pernah tinggal diam lagi. Cukup kamu menyakiti hatinya Selenaaaaaa!!!!" Teriak Joseph penuh amarah.
" Josss... jangan terlalu Naif untuk satu hal. Kamu Har-" ucapnya yang terpotong oleh Joseph.
" CUKUPPP!!!! " Teriak Joseph lagi, dan Joseph berjalan kearah Pintu keluar, dan membukakan pintu ruangan kerjanya. Dan berdiri dengan tegap serta berkata penuh emosi. " KELUAR KAMU DARI RUANGAN SAYA!!!!" Teriaknya yang membuat Selena takut.
Mau tak mau Selena pun berjalan ingin keluar ruangan. Saat didekat Joseph dia menatap Joseph tapi Joseph berjalan masuk tanpa menatap Selena. Kelicikan Selena timbul, saat melihat dari arah luar April datang dengan membawakan Cake serta Aldi dan Linda dibelakangnya. Timbullah Ide liciknya untuk menghancurkan Joseph dan April. Dengan cepat dia menarik tangan Joseph, membuatnya diposisi Pinggangnya lalu berjinjit mencium bibir Joseph saat Joseph langsung berbalik kearahnya.
Terjadilah sesuai kemauan Selena. April kemudian datang didepan pintu melihat pemandangan yang diluar dari pikirannya.
\=\=\=\= BERSAMBUNG \=\=\=\=
__ADS_1