Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
MAKAN MALAM


__ADS_3

April dan Joseph menuju kediaman orang tua April. Menyusuri jalanan, dengan Mobil yang dibawak Joseph sendiri.


" Hey baby.. apa yang kamu pikirkan, kenapa tidak bersemangat??" saat menatap sekilas ke April yang berdiam menatap kedepan, wajahnya sedikit murung tidak biasanya.


April kaku dan menoleh kearah Joseph " Ow.. ii.. eh gak ada kok, hanya sedikit kelelahan." ucapnya ke Joseph.


" Serius kamu kelelahan?" Tanyaknya kembali dan mengangkat tangan Kirinya mengecek kening April.


" Tidak demam kok."


Menarik sedikit keningnya karena kaget lalu menoleh lagi kearah Joseph " Kan aku tidak bilang Demam sayangg. Jangan hawatir, fokus saja kedepan." ucapnya lalu tersenyum.


Kembali menatap kedepan, kemudian sekilas lagi melihat kearah April. Kemudian Dia menggenggam tangan April. " Katakanlah jika ada sesuatu yang membuat kamu sedih, berbagilah denganku." ucap Joseph.


April menatap ketangan hangat Joseph yang memegangnya lembut penuh kehangatan. Menenangkan setiap Jiwa dan Pikirannya.


Kemudian dia menatap ke Joseph " Aku tidak apa-apa sayang." ucapnya dengan senyum.


" Baiklah... mungkin waktunya belum pas. Jika kamu siap untuk mengatakannya, kamu boleh katakan padaku. Jangan menanggungnya sendiri. Aku tidak mau melihat kamu bersedih." ucap Joseph kembali.


\=\=\=\= KEDIAMAN ORANG TUA APRIL \=\=\=\=


Petugas penjaga Rumah mewah Orang tua April membuka Gerbang dan menyambut kedatangan April dan Jos serta memberikan Salam. Setibanya di Parkiran Mobil rumahnya, Mereka pun turun dan berjalan bersama masuk kedalam.


Memberikan salim terhadap kedua orang tuanya, Mama dan Papa Joseph menyambut dengan hangat. Mempersilhkan mereka untuk duduk dan berbincang bersama.


" Gimana kabar kalian, Sehat?" Tanyak papa dengan Senyumnya yang mirip sekali dengan April.


" Kita baik kok Pa." ucap Joseph.


" Terusss gimana selama sebulan menikah? Sudah ada tanda-tanda cucu Papa?" si papa langsung To The point.


" Sih papa... gak sabaran. Kalau sudah ada kan pasti kita dikabarin sama anak-anak." Jawab simama.


" Belum ada sih pa." ucap April sedikit sedih.


Joseph menatap kearah April yang duduknya bsersebelahan, memegang tanganya dan berkata


" Jangan bersedih sayang, kita akan terus berusaha. Pagi ini kita tes belum ada tanda-tanda pa, ma, Mohon doa kalian untuk kita berdua." Ucap Joseph kembali melengkapinya.


April pun sangat kaget, karena Joseph bisa tauh apa yang dilakukannya tadi pagi dan dengan diam dia menyimpan kekawatirannya. Tapi tetap saja, tidak bisa disembunyikan dari suaminya.


" Jangan bersedih nak, kami akan terus berdoa buat kalian ya kan pa?" Ucap si mama.


" Iya sayang, anak papa gak boleh bersedih. Kan masi sebulan juga, masi punya banyak waktu untuk berduaan, nanti jika punya anak susah loh untuk berduaan, nah sekarang harus kalian nikmati dengan sebaik-baiknya." ucap papa.


" Iya pa.. April yakin kok. Cuman hanya sedikit khawatir saja." ucapnya lagi.


" Tidak ada yang perlu kamu khawatirkan, jangan sampai stress ataupun kelelahan ya nak." ucap si mama menyemangatinya.

__ADS_1


" Iya ma." Seru April dengan senyum.


Kemudian pekerja dirumah Orang Tua menghampiri mereka. " Maaf nyonya, Tuan, Makanan sudah terhidang dimeja makan." ucapnya sopan.


" Baik... Terimakasih" ucap si mama.


" Mari kita keruang makan, isi perut dulu." ucap sipapa sambil beranjak dari Sofa.


" Mari nak." mama menghampiri April.


Sedangkan Joseph sudah berjalan bersama papa April.


Mereka tiba diruang makan, duduk ditempat masing-masing. Menyantap makanan dengan hening, dan dengan elegannya mereka makan.


" Nak...tuangkan nasi tambah kepiring suami kamu." ucap sipapa. " Jangan malu, ayo dihabiskan. Besok papa udah berangkat." ucap si papa.


" Papa juga harus makan yang banyak ya." ucap Aprik kemudian.


Usai makan malam Joseph menemani sang Papa mertua bermain catur diruang Tamu. sedangkan April kekamar mamanya untuk sekedar bercerita, ataupun bertukar pikiran.


Seperti biasanya April akan tiduran dipangkuan mamanya, dengan lembut mama April membelai rambut panjangnya, memberikan kehangatan dan ketenangan untuk semata wayangnya.


" Jadi menurut mama April seperti mama gak?"


Mama pun tersenyum " Jangan dipikirkan nak. mama yakin, kamu cepat dapat keturunan asal kamu tida boleh stress ataupun kelelahan." ucap mama.


Kembali tersenyum " Kamu yakin? Jika kamu yakin lakukan nak, jika tidak jangan, karena itu salah satu yang bisa membuat kamu stress. Tapi kamu seorang Atasan, apa salahnya terkadang beristirahat. Asisten kamu juga bisa menghandle pekerjaan kamu. Jika kamu lelah, refreshinglah bersama suami kamu, hilangkan penatmu nak." ucap Mama April.


" Baik ma... bisa di pertimbangkan" ucapnya menyunggingkan tawanya.


April bangkit dari Pangkuang mamanya, dan mengecup pipi mamanya " Terimakasih ya ma untuk semangatnya, April akan tetap merindukan masa ini ketika mama sudah jauh dari April." ucapnya lalu memeluk Mamanya.


" Mama juga akan selalu merindukan kamu sayang, Baik-baiklah disini dan selalu hormati suami kamu."


April pun menganggukan kepalanya.


" Sudah jam 10 malam, ajak suami kamu pulang gih. Besok mama dan papa berangkat pagi-pagi sekali. Kalian tidak usah mengantar."


" Baikla ma... kita turun yuk ma." Ajaknya lalu berjalan keluar dari kamar mamanya.Menuruni anak tangga menghampiri papa dan Joseph yang tengah asik bermain.


April memegang bahu Joseph dari belakang " Suami.. mari kita pulang, papa dan mama besok pagi-pagi sudah berangkat."


" oiya.. pa saya ngakuh kalah." ucap Joseph dengan tawanya menampakkan gigi rapatnya.


" Hahaahah... kamu masi perlu belajar lagi Jos untuk ngalahkan papa." Jawab Papa senang.


" Baik Pa, saya sepertinya perlu banyak latihan mulai sekarang." ucap Joseph.


" Iya nak Joseph latihan yang serius, biar bisa jadi juara."

__ADS_1


Mereka berempat tertawa bersamaan.


" Kami pulang ya pa." April berbicara.


" Iya sayang, mari papa dan mama antar kalian kedepan."


Berjalan kearah Parkiran mobil didepan, Mama dan papa memberikan pelukan ke anak dan mantunya.


" Kalian sehat-sehat ya, selalu akur, jika ada sesuatu jangan disembunyikan." pesan papa kemereka.


" siap pa " ucap mereka serempak.


" Papa dan mama selamat sampai tujuan, sampai berjumpa lagi ma pa." ucap April memeluk kembali kedua orang Tuanya.


" Iya nak... sudahla pulang sudah malam. Nak Joseph berkendara dengan Aman ya."


" Siap pa... kita pamit ya ma, pa Sampai jumpa kembali." memberikan salamnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Dimobil April kembali diam, matanya sudah berat seperti tinggal beberapa watt lagi untuk terus menatapa kedepan. Joseph melihatnya yang mulai menahan kantuk pun menepikan mobilnya.


" Kenapa berhenti sayang?"


" Sebentar, kamu duduk yang benar. aku turunkan kursinya biar kamu enakan tidurnya."


Menekan tombol disamping kiri bangku April, dengan otomatis bangkunya menurun. " Sudah.. tidurlah. Nanti saya bangunkan kamu jika sudah tibah dirumah." mengelus keningnya.


" Kamu tidak apa-apa menyetir tanpa teman?"


" Kan ada kamu.. Tidurlah. Aku putarkan musik klasik biar kamu nyaman." ucap Joseph memutarkan musik dari Mobilnya. Kemudian dia melajukan kembali Mobilnya menyusuri dinginnya malam Kota Jakarta yang tidak sepadat pagi hari.


Mata April pun terpejam dengan ditemani alunan musik klasik yang memberikan kenyamanan pikiran dan Jiwa April. Joseph melihatnya sekilas, Tertidur dengan nyenyak.


Setibanya dihalaman rumahnya, Joseph tidak membangunkan April. Dia dengan perlahan dan pelan-pelan melepas Safety Beltnya, kemudian mengangkat tubuhnya kedalam pelukannya. Kemudian masuk kedalam rumah, disambut dengan siti.


" Ada yang bisa saya bantu Tuan?" Tanyak Siti.


" Sssttt... jangan berisik Siti." Bisik Joseph. " Tidurlah biar saya yang urus." bisiknya kembali.


Dengan gagahnya Joseph melanjutkan jalannya keatas, menaiki anak tangga menuju Kamarnya. Masuk kedalam kamar, Dia meletakkan April diatas ranjangnya. " Kamu benaran sangat lelah." ucapnya sendiri sambil membenarkan posisi April.


Joseph kekamar mandi, mengambil air hangat dan handuk kecil, mulai melepas sepatu April dan membasuh kakinya. Kemudian mencoba melepaskan Pakaiannya dengan sabar dan sangat pelan dia menggantikan pakaian April dengan Piyama Tidurnya.


" Bermimpilah dengan Indah Istriku". kecupnya kening April dan membenarkan Selimutnya ketubuh April.


Joseph juga membersihkan dirinya dan segera ikut terlelap disamping Istrinya. Menutup hari dengan malam tenang. Pagi esok bersiap Untuk menyambut hari baru yang Indah.


\=\=\=\=\= BERSAMBUNG \=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2