Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
J&J : EPS04


__ADS_3

Mikha mengikuti apa yang di perintahkan oleh Jayden padanya, Ia mendudukkan tubuhnya tepat di depan Jayden, Mikha masih sama, Ia tidak punya muka menatap wajah Jayden , yang terus saja memandang ke arahnya.


 


“Silahkan berbicara padaku, Apa yang sedang terjadi pada dirimu dengan para pria yang mengejarmu tadi, siapa mereka?” tanya Jayden.


 


 


Mikha menaikkan wajahnya dan mencoba menatap Jayden, “Jayden, Maaf aku tidak bisa bercerita tentang hal pribadiku denganmu,” ucap Mikha dengan wajahnya yang memohon.


 


 


“Kenapa? Apa Aku boleh menebak? Apa yang sedang kau lakukan di Hotel tadi?” tanya Jayden dengan memiringkan kepalanya menatap Mikha, “Apa Kau…” ucapnya dengan mata menelusuri tubuh Mikha.


 


 


Mikha beranjak berdiri, “Kau jangan sembarangan Jay!” ucap Mikha dengan nada tinggi.


 


 


Jayden yang sedang duduk dengan kedua tangannya terlipat di dada, menatap  Mikha yang tersulut emosi karena perkataan Jayden.


 


 


“Lalu? kalau bukan itu, apa yang kau lakukan di Hotel tadi?” tanya Jayden.


 


 


“Ak-Aku… Sudah ku katakan, ini bukan urusanmu!” katanya dengan berjalan ke arah pintu.


 


 


Jayden berdiri dengan cepat dan menarik lengan Mikha, “Kenapa kau takut? Katakan padaku apa masalahmu!” teriak Jayden.


“Sudah Aku katakan padamu, ini bukan urusanmu Jay, Kau dan Aku juga barusan ketemu hari ini, cukup waktu yang lama, kenapa kau harus perduli denganku?” tanyanya dengan sedih, “Jadi.. tolong lepaskan Aku, Aku mau pulang, sebelum aku terkena masalah,” ucapnya memohon.


 


 


Jayden menatap kedua mata Mikha dengan sangat dalam, perasaannya sangat terenyuh, ketika kedua mata itu tidak lagi sama seperti yang dulu, mata yang menyimpan kebahagiaan, berbeda dengan sekarang, kedua mata itu menyimpan kesedihan menurut perasaan Jayden.


 


 


“Baiklah.. Jangan pikir, aku tidak  bisa mencari tahu segalanya, Aku akan mencari tahu sendiri, siapa pria yang mengejarmu tadi,” kata Jayden dengan dinginnya.


 


 


Mikha menepis kasar tangan Jayden, Ia tahu Jayden memang anak yang berasal dari keluarga yang kaya raya, apa yang tidak bisa dia lakukan.


 


 


“Baiklah.. Kau ingin tahu? Jika kau sudah tahu, biarkan Aku pergi, dan jangan menggangguku!” ketus Mikha dengan air mata yang tertahan di kedua matanya.


 


 


“Kau tahu, betapa susahnya hidupku selama ini! Tidak.. lebih tepatnya, setelah kepergian Mamaku! Aku hidup sendiri, setelah itu Aku di pungut oleh Bibi ku dan Pamanku angkatku, yang ternyata adalah adik papaku yang sudah tidak di anggap oleh kakekku, yang tidak punya hati nurani bersama anak-anaknya, karena mereka berhutang, Aku menjadi kambing hitam mereka, dan kau di sini berpikir, Aku menjual diriku di Hotel itu! benarkan! Aku tidak menyangka Jay, Kau serendah itu berpikir Aku ini murahan!” kata Mikha dengan air mata yang tertumpah dengan sendirinya, Mikha mengusap air matanya dengan kasar.

__ADS_1


“Jadi.. Apa yang kau lakukan di Hotel itu?” Jayden masih penasaran, walaupun Ia merasa sakit mendengar kehidupan Mikha selama ini.


 


 


“Kau juga mau tahu? Apa kau masih tidak percaya denganku?”


 


 


“Mungkin saja, anggap saja begitu. Katakan padaku, Apa yang kau lakukan di Hotel itu?” tanya Jayden lagi


 


 


Mikha tertawa kecut, “Baiklah… Akan aku beritahu semuanya kepadamu, Kata Mamaku, Hotel itu adalah salah satu dari warisan yang di tinggalkan Kakeku untukku, tetapi…Karena anak yang tidak di anggap oleh Kakeku datang ketika Mamaku sedang sekarat, menghancurkan semuanya, semua mimpiku! Menjual aset kepemilikan yang di rebut oleh mereka sekeluarga, Apa kau sekarang sudah merasa puas!” kata Mikha berapi-api.


 


 


Mikha tidak menunggu jawaban Jayden, dia berjalan menuju pintu keluar, Jayden sendiri masih mencerna pernyataan yang di katakan oleh Mikha barusan, serasa tidak percaya, dengan apa yang barusan di ungkapkan Mikha pada dirinya, Mikha yang dulu Ia kenal sangat terluka, Mikha yang dulu sangat ceria, berbeda dengan sekarang, Ia terluka, Ia sendiri, tanpa tahu kepedihan yang Ia rasakan. Ketika sadar, Jayden mengejar Mikha yang sudah tidak tampak di koridor Apartemennya, dengan cepat Jayden menekan-nekan tombol lift, dan tak lama pintu pun terbuka, dan langsung memilih untuk langsung ke lobby.


 


 


Sesampainya di Lobby, Jayden mencari sosok Mikha dengan perasaan bersedih, belum lagi bertukar nomor ponsel dengan Mikha, selama ini Jayden berpikir, Mikha mungkin saja mengejar cita-citanya, bekerja di luar negeri, seperti perkataannya terakhir, setelah mereka Wisuda, Mikha sama sekali tidak bisa di hubungi, Rumahnya juga tidak berpenghuni, membuat Jayden merasa kecewa dengan keadaan, tidak mampu mencarinya, karena berpikir, jika memang berjodoh, waktu akan mempertemukan mereka kembali.


 


 


Sampai di area parkiran, Jayden langsung saja mengambil mobilnya dan melajukannya mencari keberadaan Mikha di pinggiran kota Jakarta. Kedua mata itu menelusuri setiap sisi jalan, tak lama tampak sosok Mikha dengan wajah sedihnya, melangkah masuk ke dalam Bis.


 


 


Jayden melajukan mobilnya mengikuti Bis yang di tumpangi Mikha, Jayden mengemudikan mobilnya dengan memikirkan perkataan yang terlontar dari mulut Mikha.


 


 


 


Beberapa menit kemudian, Bis terhenti di depan persimpangan, tampak Mikha barusan saja turun dan melangkah dengan perlahan, kakinya membawanya masuk kedalam permukiman rumah warga, lalu masuk ke perumahan yang jalanannya tampak sunyi, Jayden terus mengikutinya.


 


“Ternyata area rumahnya di sini, dekat dengan perusahaanku, tetapi… kenapa selama ini aku tidak pernah melihat dirinya?” tanya Jayden lagi pada dirinya.


 


 


Tiba-tiba langkahan kaki Mikha terhenti, saat di ujung sana tampak Bibi Mikha dan anak gadisnya yang menoleh ke arahnya dengan para pria yang mengejar Mikha.


 


 


“Mikha,” teriak Bibi Lili.


 


 


“Mikhaaaaa!!!” teriak Micel sepupu Mikha.


 


 


Semua pasang mata menoleh ke arahnya dan bersiap Mikha berlari, saat orang-orang itu hendak mengejarnya.  Jayden yang melihat situasi itu bingung, Ia pun memutar mobilnya dan mengikuti Mikha, seraya melirik orang-orang yang mengejar dirinya. Mikha berlari ke pinggiran kota Jakarta, Jayden yang melihatnya dengan cepat meminggirkan mobil tepat di depan Mikha, Mikha yang ketakutan mengenal mobil Jayden yang sudah terbuka pintu depannya pun merasa bersyukur.

__ADS_1


 


 


“Cepattt… Naiklah!” perintah Jayden dengan penekanan.


 


 


Mikha dengan cepat masuk ke dalam mobil seraya menoleh ke belakang melihat pria-pria itu mendekat. Dengan nafas yang memburu, Mikha memasang seatbeltnya dengan tangan gemetaran,


 


 


“Apa kau tidak menyesali pilihanmu sebelumnya?” tanya Jayden dengan datar.


 


 


“Jayden… tolong bawa Aku, Aku sangat takut,” kata-kata itu terucap dengan bibirnya yang bergetar, peluhnya membasahi keningnya dengan menyentuh lengan Jayden serta air matanya yang membasahi pipinya, tubuh Mikha gemetar dan tak beraturan.


 


 


Jayden menatap dengan sakit, melihat Mikha yang dulu dengan yang sekarang, sangat jauh berbeda.


 


 


“Tenangkan dirimu, Aku sudah katakan padamu, untuk tetap di Apartemenku, kau sangat keras kepala.” kata Jayden tanpa menoleh ke arah Mikha.


 


 


“Aku tidak punya siapa-siapa lagi Jayden, Aku cuma punya kamu. Sekarang cuma kamu, mungkin ini cara  Tuhan mempertemukan aku denganmu, Aku mohon… tolong Aku Jayden, Aku lelah hidup di siksa,” katanya dengan haru dan terisak menutup wajahnya.


 


 


“Di siksa?” gumam Jayden dalam hatinya.


 


 


Mikha kembali menoleh ke Jayden, “Aku mohon padamu, Aku tidak mau pulang ke sana lagi, Aku takut, Aku tidak punya siapa-siapa yang bisa Aku percaya .”


 


 


Jayden menarik tangan Mikha, menggenggam erat telapak tangannya, sangat dingin, sangat menyedihkan, perasaan itu mengalir dalam diri Jayden, Ia bisa merasakan apa yang Mikha rasakan saat sekarang di depannya menangis dengan harunya. Melihat Mikha hancur, hatinya panas, dia bertekad untuk mencari tahu kisah kehidupan Mikha selama 3 tahun, selama Ia tidak bisa menemukan Mikha.


 


 


“Tenanglah.. Sudah Aku katakan padamu, Aku tidak  akan melepaskanmu, percayalah padaku Mikha,” ucap Jayden dengan penuh keyakinan.


 


.


Jangan lupa tekan like dan juga VOTEnya terima kasih :)


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2