Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
WEDDING 01


__ADS_3

Endro anak sang Tuan Rumah , menatap pada April yang sedang berbicara dengan Joseph. Dia melihat April yang sangat cantik dan anggun. Tapi sayangnya wanita yang anggun ini sedang hamil , berarti sudah bersuami batin Endro berkata. Saat April ingin kembali kedalam , Endro yang sengaja keluar dari persembunyiannya menghampiri April.


" Hello nyonya , apa yang kamu lakukan disini?" Tanyak Endro dengan sopan.


" Agh. . . maaf , saya hanya menerima panggilan , dan berjalan asal. " ucap April sedikit bingung melihat Endro.


" Perkenalkan saya Endro." Ucap Endro memberikan tangannya.


" Maaf . . . " ucap April tidak ingin sembarangan.


Endro menatapnya sejenak , dan memundurkan tangannya " Agh. . . takut ya. Tidak apa - apa. saya anak yang punya rumah ini. Saya cuma bingung aja , setauh saya selama mama saya arisan anggotanya mamak-mamak semua. Baru pertama kali lihat kamu , jadinya saya heran. " ucap Endro lagi dengan senyuman.


" Ow saya hanya menemani mama mertua saya , kalau begitu saya permisi." ucap April cepat. Dan berbalik kearah ruangan sebelumnya.


Endro tersenyum. Andai saja , dia bukanlah istri orang. Mungkin udah gua taksir juga. Batinnya berkata.


" April kamu dari mana saja sayang? mama cariin." ucap Mama mertuanya.


" Agh ma itu , tadi Joseph Nelpon. " ucap April.


" Ya sudah , kita pulang yuk. sudah siap juga disini."


Mereka pun berjalan keluar menuju Mobil. Dengan Supir pribadi mama mertuanya mereka menyusuri jalanan raya sore yang sudah padat karena pulangnya pekerja.


Setibanya mereka dirumah , Mama mertua langsung ijin tidak singgah lagi. Dan kembali pulang. Sedangkan April , disambut dengan Siti.


" Bapak sudah pulang buk, ini silahkan diminum buk." ucap Siti dengan membawakan Jus Jeruk seperti biasanya.


April pun menegus Jusnya. " Terimakasih banyak Siti. Enak." ucap April dengan senyuman. " Baiklah saya keatas dulu ya Siti."


April melangkah ke kamar , mencari keberadaan sang suami yang sudah sangat dirindukannya.


Perlahan dia masuk kekamar , tampak Joseph sedang tertidur dengan bertelanjang dada. Terlihat atletis sekali pikirnya.


April pun perlahan berjalan untuk bersih - bersih dan mengganti pakaiannya. Kemudian menghampiri Joseph , mencoba membangunkannya.


" Sayang . . . aku sudah pulang." ucap April lembut.

__ADS_1


Lantas Joseph masih belum terbangun. April mencoba lagi.


" Sayang. . . bangun dong , hari sudah sore. Bangunlah." ucap April menggoyangkan tubuhnya.


Joseph pun bergerak perlahan , menatap ke April yang tersenyum pada dirinya.


" Sayang. . . Ternyata kamu sudah kembali. " ucap Joseph menarik tubuh April dan memeluknya dengan erat.


" Aku rindu banget sama kamu , pergi gak bilang - bilang kamu ih. " ucap Joseph manja.


" Iya maaf , tadi buru - buru sama mama. "


" Jadi mama mana? "


" Sudah pulang , gak sempat singgah karena papa sendiri dirumah."


" Ya sudah kita makan malam ya. " ucap Joseph mengajak April turun kebawah.


---------------------------------------------


Sebulan kemudian , Pernikahan Linda dan Carlo.


" Selamat buat Lo Bro. Akhirnya gua liat juga lo nikah." ucap Joseph saat menghampiri Carlo di kamar Hotel.


" Emangnya Lo aja Bro yang bisa , gua juga kan kepengen Bro. Belah Duren." Carlo pun ngakak sendiri.


" Pikiran Lo itu Bro Jorok!!!" ujar Joseph gelik.


" Hahaha. . . Lo mah yang Jorok , urusan gitu aja lo cepat Bro , munafik Lo!"


" Udah beli obat Kuat gak Lo? Biar tahan berjam-jam."


" Gak usah pakai itu kita juga udah kuat Bro." Jawab Carlo dengan penuh keyakinan. Joseph pun akhirnya ngakak.


Pertengahan acara berdansa bersama sang pengantin. Joseph dan April pun ikut meramaikan. Dengan perut yang kian bertambah besar , April masih piawai bergerak mengukuti lantunan musik dan gerakan Joseph. Joseph tersenyum melihat Istrinya yang semakin bulet dirasanya.


" Kamu sangat cantik." ucap Joseph berbisik kekuping April.

__ADS_1


" Kamu juga Tampan." Balas April berbisik.


Saling tersenyum satu sama lain. Usai dari berdansa , pengantin di minta untuk mengganti Pakaian malam. Jadilah Joseph dan April mengambil kesempatan untuk menghampiri Carlo dan Linda kekamar Ganti.


" Hallo Bro!!!" ucap Joseph mengejutkan Carlo yang sedang menggoda Linda.


" Merusak aja Lo Bro. Mau apa lagi?" Tanyak Carlo kesal.


" Woles Bro , gua ama April cuma mau kasih kalian hadiah Pernikahan. " ucap Joseph sambil tertawa.


" Iya nih , kita mau kasih ini." ucap April sambil memberikan kertas yang dibalut Amplop Putih.


" Ini Lin , selamat Ya." ucapnya lagi dan memeluk Linda.


" Terimakasih Buk April , Pak Joseph." ucap Linda senang.


" Apaan tuh Pril? " Tanyak Carlo penasaran.


" Buka dong ." Jawab April membuat penasaran.


Akhirnya Linda dan Carlo bersamaan membukanya dan WOW. . . Linda gak menyangkah April dan Joseph memberikan Tiket Honey Moon. Dengan semua fasilitas ditanggung mereka. Joseph yang melihat mereka bahagia pun ikut merasakannya. April dan Joseph tidak setengah - setengah memberikan Hadiah mereka ke Paris untuk Honey Moon.


Serangkaian acara demi acara pun dilalui. Dimana saat mereka hampir diambang acara. Tak satu tamu yang ketinggalan untuk berphoto bersama sang pengantin. Tak disangkah , Carlo mengundang Selena. Tapi Selena datang sebentar , tidak berani berlama - lama karena Joseph sudah memperingatkan Dia untuk tidak muncul dihadapannya. Selena jadi menyelinap saat dipesta agar kehadirannya tidak terlihat. Selena pun keluar sebelum acara benaran habis. Saat April yang sedang berjalan dari kamar mandi , ingin kembali lagi masuk dia berpapasan dengan Selena yang berjalan kearah Lift.


Tak disangkah , mereka bertemu. Saling bertatap Wajah. April tidak menghindar , karena dia yakin Selena pasti tidak berani berulah setelah kejadian tempo hari. Mata Selena melihat April dengan perutnya yang sudah membesar , dia tersenyum. Lalu Selena hanya memberikan senyum kecil ke April dan langsung masuk kedalam Lift yang terbuka. Meninggalkan gedung itu segerah mungkin. April hanya bingung dengan situasi seperti tadi. Joseph yang mencari April pun , melihat dia terdiam dan menghampirinya.


" Kamu dari mana saja sayang? Kok jadi diam disini?"


" Agh. . . itu sayang , baru saja aku jumpa Selena.Tapi sepertinya Selena berbedah dari yang sebelumnya. Tidak angkuh seperti dulu." ucap April ke Joseph.


" Sudahla tidak usah dipikirkan , ini anakku yang dua ini udah ngantuk. Mari kita pulang sayang." ucap Joseph mengelus perut April.


" Sebelum pulang , kita beli martabak ya sayang." ucap April semangat.


" Boleh , ayo kita jalan." ucap Joseph lagi.


Mereka pun berjalan masuk sebelum pulang berpamitan dulu dengan Carlo dan Linda. Lalu berjalan menuju Mobil dan melaju ketempat tukang martabak. Istrinya lagi kepengen , mau tidak mau Joseph mencoba mencarikan martabak terenak untuk mereka santap bersama.

__ADS_1


Sesampainya dirumah , April dan Joseph pun langsung menyantap Martabak manis itu bersama. Ditemani dengan segelas Teh hangat buatan Siti. Mereka pun melepas hari itu dengan penutup yang manis.


__ADS_2