Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
Istana kita


__ADS_3

Cafe sebrang Gedung Kantor Anugerah Corp


" Jangan ketus gitu dong. Santai saja." ucap Rendy.


" Aku tidak bisa sesantai itu dengan Pria brengsek sepertimu. Cepat katakan! Kalau tidak aku keluar."


" Tenang dulu." ucapnya lalu tidak sengaja menatap kearah cincin April.


" Ouu.. Sekarang sudah ada seseorang yang bisa menggantikanku ya?"


" Apa maksudmu?"


" Itu cincinmu... Mewah pasti harganya mahal. Apa sangat kaya raya calon suamimu?"


" Bukan urusanmu!" menutup cincinnya.


" Jika kamu masi marah padaku, berarti selama ini, cintamu ke aku, masi ada dihatimu kan." berkata dengan tampang brengsek.


" Sangat konyol!! Pria brengsek seperti kau itu tidak pantas disesali. Buruan ngomong!" Bentaknya ke Rendy. Semua mata pengunjung pun kaget.


" Kecilkan suaramu jika kamu tidak ingin dipermalukan." ucap Rendy mengancam.


April pun hanya terdiam.


" Langsung saja, aku kesini ingin meminta tolong padamu, seperti dulu saat aku membutuhkanmu untuk mencari kerja sama perusahaan dengan perusahaan tempatku bekerja,tapi sekarang aku ingin kau membantuku meminjamkan 500 juta untuk menambah modal perusahaanku.Tapi kalau dipikir pikir Pantas saja dulu muda bagimu mendapatkan kerja sama perusahaan, ternyata selama ini kamu menutupinya dariku bahwa kamu sebenarnya bos dari perusahaanmu sendiri. Bukankah 500 juta itu kecil bagimu? Anggap saja kau berinvestasi diperusahaan tempatku bekerja." ucapnya dengan santai.


" Cih... Pria brengsek sepertimu bukan hanya tidak punya malu! Tapi juga tidak punya OTAK! Jangan kau pikir aku mau membantumu, perusahaanmu itu bisa saja ku beli, atau ku hancurkan sekaligus." ucapnya merendehkan. " Maaf aku muak berlama lama dengan pria brengsek seperti kau." Berdiri dan melangkah.


" Jangan kamu pikir aku melepaskanmu begitu saja, aku akan terus mengganggumu sampai kau memberikan bantuan itu padaku." ucap Rendy.


April yang mendengarnya, berhenti sejenak. Tanpa membalikan wajahnya, dia hanya tersenyum sinis lalu melangkah keluar cafe dan berjalan menuju kantornya.


***


" Pak ini yang bapak minta semalam" ucap Aldi yang menyodorkan foto ruhma-rumah di Menteng.


" wah.. Terimkasih Al. Sebentar aku melihatnya." membuka lembaran photo, dengan seksama berpikir untuk membeli yang mana.


" Maaf pak.. Kenapa memilih rumah diMenteng? Apa bapak tidak terlalu jauh ke Hotel?" Tanyak Aldi yang memang tauh rumah itu dipersiapkan untuk keluarga atasannya.


" Tidak apa-apa Al, saya hanya ingin mencari suasana yang berbeda saja. Rumah saya disekitar sini kamu kan sudah tau, walaupun kosong, seenggaknya aku ingin membeli yang lebi besar untuk anak dan istriku.' ucap nya dengan tersenyum.


Wanita yang sangat beruntung dia yang menikahi Tuan muda ini, walau kadang angkuh, tapi dia berdarah dingin juga. Syukurlah sekarang si bos sudah melupakan wanita tidak tau berterimakasih itu. menyianyiakan ketulusannya.


Aldi memang selalu tau yang diinginkan Bosnya itu. Soal cinta pun terkadang, dia menjadi tempat sekedar untuk bertukar pikiran sebagai sesama Pria. Joseph acap kali meminta usulannya.


" Al.. saya mau yang ini. " menunjuk kearah Rumah mewah besar yang gak kalah jauh dengen kediaman orang tuannya. " Tolong kamu cek semua dari sudut ke sudut, jika ada yang kurang tolong kabarin saya, Jika memang sudah pas, tolong juga kamu buat pelunasannya."


" Baik pak.. siap saya laksanakan."


" Terimakasih Al." ucapnya senang.


Menyenderkan tubuhnya ke kursi dan melipat tangannya keatas.


" Rumah sudah, apa lagi yang perlu aku siapkan ya?"


***


Sesampainya di ruangan kantornya, April pun emosi sendiri, menghembuskan nafasnya secara kasar.


" Berani-beraninya dia sembarangan ngomong denganku, tidak tau malu Pria brengsek itu."


Tok.. Tok..Tok..


" ya silahkan." ucapnya yang masi menahan emosi dengan berkacak pinggang.


" April? ada apa denganmu?" melihat wajah April.


" ituuu ka... aku sangat emosi banget sama Pria gak tau malu itu." ucapnya meluap.


" Siapa yang kamu maksud?" Tanyak Astrid.


" Itu si Rendy kak, yang barusan aku temui itu si Rendy si mantan brengsek, minta ketemuan malah minta uang 500 juta. Gak punya malu kan?"


" Parah amat tu orang. Jadi kamu kasi?"


" Ya enggakla ka... enak banget dia, emang aku ini budaknya apa. Aku mau kak Astrid kamu coba cari tau itu perusahaan yang dikerjain, posisinya sekarang itu bagaimana. Jika macam-macam dia denganku, akan aku hancurkan sekaligus biar dia tau diri."


" Wow.. baru kali ini Ibu bos semarah ini, jarang marah tapi sekali marah serem juga kamu ah. Saya aja takut." ucap Astrid agar suasana tidak sepanas emosinya.


" Jangan becanda kak... aku tuh benaran lagi marah ini. Gak liat apa ini mukaku jadi sedikit keriput." ucapnya menunjuk wajahnya.


" Hahaha.. walapun lagi marah tetap aja kamunya cantik. Yah uda...akan saya laksanakan. Saya tadi kesini cuma mau kasi tau, dokumen yang dikirim ke Bali sudah ditanda tangani sama Tuan Joseph Wiajaya. Itu saja Pril." ucapnya tersenyum.


" Ow.. okey kak.." ucapnya dan duduk dimejanya.


Notif ponsel April berbunyi. Dibukanya aplikasi chatnya.

__ADS_1


Pria Angkuh : 15 Menit lagi aku gerak jemput kamu ya sayang. Tunggu aku datang, kita lunch bareng ❤


Selalu saja ketika masa masa sulit begini, dia hadir tepat waktu. Suasana hatiku yang panas langsung berubah dingin.


April segera membalas chat Joseph.


Joseph yang memang sudah bergerak turun dengan senang berjalan menuju depan Lobi Hotel. dan membuka balasan dari chat April.


My Love : Hati-hati di jalan ya sayang, aku menunggumu dilobi 🥰


Hanya tersenyum Joseph bergegas memasuki mobil dan melaju menjemput sang pujaan hati.


***


Tiba didepan pintu Lobi gedung kantor April, Joseph mengambil ponselnya dan menghubungi April.


" Sayang aku udah didepan ya."


" Baik.. tunggu aku keluar " menutup ponselnya dan berjalan keluar lobi, lalu masuk ke mobil Joseph.


Mereka pun berangkat menuju restoran prasmanan.


Untuk menikmati makan siang bersama, April yang hanya terdiam sedari tadi. Masi bimbang, urusan Rendy apakah harus mengatakannya ke Joseph atau tidak.


Joseph yang memandang kearah tatapan kosong April menyentuh tangannya dan menggenggamnya.


" Sayang... apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanyaknya bingung


" Agh... tidak. tidak ada." ucapnya yang kaget dengan sentuhan Joseph, dia bisa menyetir mobil hanya dengan satu tangan saja, hanya untuk membuyarkan lamunannya.


"Jangan pendam sendiri kalau ada masalah. apa pekerjaanmu banyak hari ini?" Tanyaknya.


" ow.. tidak.. sudah normal kok."


" baguslah.. berarti hari ini kamu punya waktu dong."


" Emang kita mau kemana?" Tanyaknya heran.


" Habis makan siang.. aku ingin membawakmu kesatu tempat. apa kamu bersedia?"


" Ooo.. bisa dong." ucapnya dengan senyum, tanpa bertanyak mau ke mana. asal bersama dengannya April pasti nurut.


Mereka pun tiba direstoran mewah yang kusus untuk mengambil sendiri makannya. Sengaja Joseph membawanya kesitu, supaya April bisa mengambil sendiri apa yang dia mau.


Menyantap makan siang dengan santai, saling becanda dan ngobrol bersama. April yang merasa sangat kenyang pun tak mampu untuk banyak bergerak.


" Kamu sih..suru aku makan banyak. Aku kan gak sanggup" ucapnya dengan bibir dikerucutkan.


" Kalau aku gendut gimana? Entar kamunya malah pindah kelain hati dong. Akunya kan sedih."


Joseph pun menarik tangan mungil April.


" Aku tidak akan pernah berpindah kelain hati, mau kamu berubah jadi apapun itu, atau bentuk tubuhmu seperti apa jika itu kamu yang punya, aku tetap mencintaimu." ucapnya lembut.


" Wah... entah kenapa kalau Tuan muda Joseph sudah berkata seperti itu rasanya ada yang ngetuk ngetuk gitu dihati aku." jawabnya menggoda.


" Emangnya hati kamu ada pintunya, diketuk ketuk gitu?" Tanyaknya heran.


" Iya... pintu Doraemon." ucapnya mengejek.


" haahah bisa aja... ya sudah, aku akan mengajakmu kesuatu tempat."


***


Memasuki pintu komplek Perumahan Joseph yang disapa security itu diijankan masuk melewati portal.


" Loh kok kita kesini Sayang?" Tanyak April heran.


" Seperti yang kamu lihat."


" Iya kenapa kesini, emangnya kita mau kerumah siapa? "


" Kita.. mau kerumah dimana saat aku pulang, disambut anak dan istriku."


" Maksudnya?"


" Masak gitu aja adek kecil ini gak nyambung sih." ucapnya lagi mengacak rambutnya dengan tangan kirinya.


April yang masi kurang pekah melihat seluruh jalanan yang sepi di perumahaan itu, ada Danau buatan yang dikelilingi dengan pohon pinus dan bunga bunga Indah. Sangat memukau jika melewati perumahannya. baru saja masuk sudah disambut pemandngan yang enak dilihat oleh mata.


" Indah banget disini." ucapnya sekilas


" Iya... sangat indah cocok untuk kita." ucapnya lagi.


" Kita.. maksudnya kita mau tinggal disini?" Tanyaknya mengulang.


" Iya.. kita. Sehabis nikah kita akan tinggal diistana kita ini" Ucap Joseph yang tak lama tiba depan irumah mewah yang bertembokan cat Putih.

__ADS_1


Memasuki halaman rumah itu Joseph memarkirkan Mobilnya.


" Ayo kita turun melihat-lihat sebentar."


April pun mengikutinya dan turun perlahan, Kaget bukan main, dia tau itu rumah pasti sangat mahal harganya. karena dia sendiri memiliki sejenis rumah mewah yang tak kalah mahalnya yang dibeli oleh papanya untuk mereka maupun yang dibelinya sekedar untuk berinsvestasi.


karena rumah itu sangat besarlah dia malas untuk tinggal disitu, walaupun banyak pembantu rumah tangga tapi tak bisa mengusir kesepiannya. Masalahnya kali ini berbeda, Joseph sendiri yang sudah merancang masa depannya dalam ikatan keluarga, apa harus dia protes dengan keinginan baik calon suaminya, yang memberikan tempat tinggal yang nyaman untuk dia kembali.


" Selamat siang pak, ini sudah selesai pembayarannya." ucap Aldi yang sedari tadi memang menunggu atasanya datang.


" Baik terimakasih ya Al."


" sama-sama Pak." jawabnya sungkan.


Al yang masi belum mengenal calon istri atasannya itu menebak yang bersamanya itu pasti calon atasannya. Joseph yang hampir lupa untuk mengenalinya pun tersadar.


" Oiya Al.. ini kenalkan calon istri saya, dan pria ini sayang dia asisten pribadi saya" ucapnya.


" Ow iya... pak." saat ingin mengangkat tangannya Dan April juga sudah mengangkat tangannya ingin berkenalan malah di larang Joseph dan menarik tangannya.


" sudah tidak perlu salam-salam, yang penting kamu sudah tauh kan, calon istri saya yang mana. kedepannya urusan Istri saya nanti juga masuk dalam list pekerjaan kamu." Perintah Joseph.


" Jos kamu ini... gak sopan kita mau kenalan malah kamu larang."


" Oya siapa tadi nama kamu?" Tanyak April ke Aldi.


" Ow saya Aldi buk, salam kenal." memberikan hormat dengan membungkukan sedikit badannya.


" saya April. Maafkan atasanmu ya, kadang dia memang suka begitu. cemburuan orangnya."


Disambut tawa oleh Aldi. Joseph hanya melirik April.


" Kamu ini menertawai saya ya! "


" Maaf Tidak pak.. mulut saya cuma salah urat pak " ucapnya takut. " Maaf buk April saya pamit dulu, kalau soal Pak Joseph ibu gak perlu takut, saya sudah tauh beliau luar dalam, mari pak buk, saya ijin."


Lalu Aldi segera bergegas lari dan menaiki mobilnya meninggalkan mereka berdua. Kata kata Aldi barusan itu membuat mimik wajah April berubah. Joseph yang sadar maksud dari perubahan itu pun berteriak ke Aldi.


" Heyyyy.. jangan pergi lo brengsek, maksudnya apa yang luar dalam. mau minta dipecat ya!!!"


" Heyyy.. sudah ah. jangan teriak teriak. Belum tinggal disini aja kita entar sudah di gosipin orang." ucap April yang memberhentikan kekesalannya Joseph.


" Sialan tuh orang, aku kan takut kamunya berpikir macam-macam hubungan aku dengannya."


" Aku tidak sebodoh yang kamu pikirkan jangan takut." ucap April melunakan hatinya.


" Ya sudah mari kita masuk" ucap Joseph kemudian.


Membuka pintu ruang utama, sudah disambut dengan interior yang sangat mewah, memakai kesan modern dengan gaya rumah berlantaikan corak kayu dengan dinding yang dihiasi ornamen dan lukisan mahal.


Joseph mengajaknya berkeliling. Rumah dengan 2 lantai 6 Kamar tidur dengan setiap kamar ada Kamar Mandi, 6 Kamar Tidur kusus Pembantu dengan 4, Kamar Mandi Pembantu, Dapur dengan barnya, Ruang makan, Ruang Keluarga, RuangFitness, Swimming Pool ,Taman Belakang , Garasi 3 Mobil , dan Carport untuk 8 Mobil serta Pos Satpam.


Semewah itu rumah yang dibeli Joseph dengan harga yang fantastic, untuk keluarga kecilnya kelak.


April hanya terdiam takjub, berdiri menatap kearah taman dari lantai dua ruangan itu, akan ada cerita baru dirumah ini. Akan ada lembaran baru untuk kehidupan baru. Joseph yang memandangnya, memeluknya dari belakang.


"Apa kamu menyukainya?" Berbisik kearah kuping April.


April menggenggam erat tangan Joseph. " iya aku sangat suka, tempatnya sangat cocok untuk kita dan anak kita kelak." ucap April juga menyentuh wajah Joseph yang bermanja dipundaknya.


Joseph pun memutar badan April menghadap dengannya.


" Aku sudah tidak sabar sayang, ingin membentuk keluarga denganmu disini."


" Aku juga.. sabarlah sedikit lagi , aku yakin dalam waktu dekat mama akan mengabarkan kabar baik untuk kita." ucapnya


Joseph yang memandangi wajah April pun menariknya lembut dengan kedua tangannya.


" aku akan selalu menunggumu sampai hari itu tiba." Lalu melayangkan kecupan lembut dikening April, lalu turun kebibir April. Rasa yang tidak bisa ditahannya, untuk ******* bibir sexynya.


April tak menolaknya dia pun mengikuti gerak lembut bibir Joseph, lalu joseph menggigit sedikit bibirnya, agar dibuka, dan menyambut lidah Joseph yang menyusuri bagian dalamnya. Semakin memanas, Joseph pun akhirnya menjilati bagian lehernya, sangat harum baginya, April pun menahan rasa geli yang mengalir sampai keubun ubunnya, hingga bernafas saja sulit. Dia tidak pernah merasakan seperti itu sebelumnya.


Joseph kembali menciumi bibir April, dan ********** hingga terasa bibir April yang mulai membengkak pun dilepasnya. Masi menahan rasa birahinya, dia tidak ingin kebablasan mengingkari janjinya.


Memeluk April dengan erat " Maafkan Aku." ucapnya berbibisik kekuping April yang merasa tubuh April membeku.


" Bernapaslah." ucap Joseph lagi dengan senyum.


Akhirnya April bisa bernafas lega.


aku sangat malu. kenapa ini. Batin dan Pikiran April bertolak belakang.


" Mari kita turun" ucap Joseph menggenggam tangannya, berjalan keluar ruangan dan turun.


Keruang tamu utama pun terlihat sebuah Piano yang sangat mirip dengan Piano di Hotel Joseph.


" Aku sediakan untukmu." ucapnya lagi.

__ADS_1


" Terimakasih untuk semuanya." ucapnya kemudian.


Bersambung...


__ADS_2