
🥰 Hello Kakak - Kakak Tersayang , Kembali lagi berjumpa dengan Joseph , April , Jayda dan Jayden. Jika berkehendak jangan Lupa Like , Komentar dan VOTE nya. Biar Author semakin bersemangat. Jangan pernah Bosan ya 🙏
****
" Kita ke rumah oma dan Opa Yuk?" ajak Joseph usai anak - anaknya pulang sekolah , dan Joseph mempunyai waktu senggang untuk keluarga kecilnya.
" Ayoooo. " ucap Keduanya bersamaan.
Joseph tertawa senang melihat kedua buah hatinya itu senang. " Kamu mau kan sayang? " Tanyanya ke April.
" Mau dong , ayo kita berangkat." Jawab April.
Lantas Joseph memegang Jayda dan Jayden , April mengikuti dari arah belakang. Mereka pun menaiki Mobil dan melaju ke kediaman Mama dan Papa Joseph.
Beberapa jam kemudian tibalah mereka , di sambut hangat oleh Pembantu di rumah mama Joseph. Jayda dan Jayden langsung berhamburan masuk mencari sang Oma dan Opa..
" Hallo Oma." Teriak Jayda.
" Hey. . . cucu Oma datang." Katanya dengan semangat memeluk dan menciumi pipi gembul Jayda. " Cucu Oma yang cantik ini apa kabarnya?"
" Baik Oma , oma cantik baik?"
" Pasti Oma baik - baik aja nak."
" Omaaaa. . . Jayden mau di peluk." Kata Jayden cemburu.
" Agh. . . sini sama oma , oma peluk sini sayang." Jawab Mama Joseph kemudian memeluk keduanya.
" Cucu oma yang cantik dan ganteng ini dari mana? Udah mamam ciang?"
" Udah oma." Jawab keduanya.
" Kami tadi mamam Pizza sama Mami dan Daddy Oma. Itu Daddy sama mami di depan." Jawab Jayden polos.
" Ouw. . . mamam Pizza enak dong. Ada beli buat oma?" Tanya nya serius.
" Enggak ada oma , oma emangnya masi bisa mamam Pizza?" Jawab Jayda.
" Bisa dong , nih lihat gigi Oma masi pada rapat - rapat kan? Enggak ada yang busuk kan?" Ucap mama Joseph.
Jayda dan Jayden tertawa melihat tingkah oma Gaulnya.
" Sana sapa Opa kalian , di kamarnya. Pasti Opa juga kangen sama kalian berdua. Oma mau ketemu Daddt dan Mami ya."
" Siap oma." Jawab Jayda.
Jayda dan Jayden berlari ke arah kamar yang terletak di bawah paling sudut. Sedangkan si mama berjalan keruang tamu mengampiri Joseph dan April yang tengah duduk di ruang keluarga.
" Halo sayang." sapa mama Joseph.
" Halo mam , sehat?" Tanya April sambil memberikan salim dan cipika cipikinya.
" Sehat sayang , sudah lama kalian tidak kemari?" Tanya mama.
Joseph pun memeluk dan menciumi mamanya.
" Iya ni mam , Jos akhir - akhir ini sangat sibuk. Baru ini punya waktu full buat anak - anak dan April." Jawab Joseph.
" Pantesan saja , mama rindu banget sama si kembar. Mau ke rumah kalian , mama juga sibuk Jos. Tapi kamu juga harus jaga kesehatan Jos , jangan terlalu capek , kasihan April dan si kembar. Mana April jaga si Kembar sendiri." ucap mama serius.
Joseph tertawa. " Mama jangn khawatir , Jos punya tukang urut pribadi kok Mam." liriknya ke April.
April pun tersenyum. " Benar itu mam , April tiap malam ngerokin si Jos. Kecuali kalau April sudah ngantuk berat tuh , di tinggal tidur."
" Syukurlah , kalian saling mengerti. Jangan sampai karena kesibukan kalian , kebahagiaan kalian terbagi. Dan waktu si kembar juga tidak sepenuhnya di dapat dari Papa dan mamanya. "
" Tenang aja mam , Jos gak akan menelantarkan menantu mama yang gemesi ini."
" Syukurlah , mama jadi tenang. Tapi kalau April kesepian saat gak ada Jos , bisa bermain ke sini sayang , hitung - hitung mama bisa bantu kamu jagain si kembar." kata mama mertuanya.
" Iya mam , pasti April bawa kalau April kesepian."
Si mama mertua pun senang , menantu yang tidak salah pilih pikirnya. April memiliki nilai Plus bagi mama Joseph , sejak pertama kalinya. Mama Joseph yakin , April itu anak yang bisa di andalkan.
" Mam , papa mana?"
" Di kamar , sama si kembar. Susul sana , papa kamu rindu. April kalau mau makan , ambil sendiri ya nak. Kalau mau bobok ke kamar Joseph atau kamar manapun yang kamu suka , mama mau bersihkan kebun bunga mama dulu baru nanti mama nyusul kalian. Okey?"
" Iya mam." Jawab April sambilan senyum.
Mama pun beranjak meninggalkan ruang keluarga menuju perkebunan mini miliknya. Sedang April dan Joseph , berjalan ke arah kamar mama dan papanya.
" Naik Delman istimewa ku duduk di muka."
Sepenggal lagu itu terdengar saat April dan Joseph menyusul si Kembar di kamar opanya. Jayden duduk di pangkuan Opa , sedangkan Jayda berdiri di sebelah. Sambilan bernyanyi senang , cucu dan opa dengan santai melantunkan lagu anak - anak.
" Haloo." ucap Joseph membuat mereka terjeda.
" Hallo Jos , Nak April." ucap si papa.
Mereka berdua memberikan salam terhadap Papa mereka. Jayda dan Jayden melihat kedatangan orang tuanya bertambah senang.
" Daddy , ayo nyanyi bersama opa."
" Daddy ikut?"
Jayda menganggukan kepalanya. " Okey , ayo adik Jayden , mami kita nyanyi." ucap Joseph gembira.
__ADS_1
" Pake Gitarnya dong Daddy , punya opa kan ada tuh." Tunjuk April.
" Oiya , kita pinjam ya Daddy?" Ucap Joseph.
Opanya malah langsung ngijini , senang adanya kedua cucu kesayangannya. Sambilan memetik Gitar mengiringi , anak , papa dan Istrinya Joseph bernyanyi merdu membawa Lagu anak - anak.
Jayda bernyanyi sambil menari di hadapan semuanya. Tanpa ada rasa malu , dia berlenggok , bergoyang , maju , mundur cantik. Sedangkan Jayden , melihat sang Daddy sambil bernyanyi.
" Yeee Habis. . . " ucap Joseph.
Semuanya bertepuk tangan gembira.
" Jayda senang bernyanyi ya sayang?" Tanya Opa.
" Oya Opa , kalau besar nanti Jayda mau jadi penyanyi terkenal." ucapnya dengan semangat.
" Serius? Tapi katanya mau jadi Balerina." Balas April senang.
" Iya mami , mau jadi penyanyi dan Balerina." ucapnya polos.
Joseph gemes gimana lihat si Jayda , putri kesayangannya itu. Manja tapi pemberani. Kalau Jayden Joseph juga sayang , karena Jayden juga sangat manja dengannya.
" Kalau Jayden mau jadi apa?" Tanya Opa.
" Jayden , mau jadi kayak Papa Opa. Punya mami yang cantik dan baik."
April tersenyum sendiri , melihat kepolosan Jayden yang mengagumi mami dan daddynya.
" Hanya itu?" Tanya Opa lagi yang juga tersenyum.
" Iya Opa , tapi enggak tahu kalau Jayden uda gede nambah lagi."
Joseph dan April jadi ikut tersenyum.
" Anak pintar." Tambah Joseph.
" Baiklah , itu hal biasa sayang. Yang penting Jayden harus giat belajarnya ya. Biar pintar kayak Daddy dan mami." kata opa
Jayden menganggukan kepalanya.
" Ayo kita bobok di kamar Daddy." Ajak Joseph.
" Pa. . . kita naik ke atas dulu ya. Anak - Anak belum ada tidur siang." Pamit Joseph pada sang Papa
" Iya Jos , bawa mereka tidur siang." jawab Opa.
" Ayo sayang - sayangnya papa. Tapi cium opa dulu , biar boboknya mimpi indah."
Cup
" Met bobok kesayangan opa.,"
" Daa opa nanti kita main lagi ya." ucap Jayden.
" Bye Jayden dan Jayda , iya nanti kita main lagi sama opa ya." kata Papa Joseph bersemangat
" Oke Opa. . . Bye " ucap Jayda.
Jayden hanya melambaikan tangannya , kemudian mereka berempat naik ke atas , tempat di mana kamar sang Daddy berada.
" Ayo sini Jayden sama Daddy ganti pakaiannya." ucap Joseph. " Jayda sama mami ya , habis itu kita bo—?"
" Bobok." Jawab keduanya.
" Benar , mami mana baju Jayden?" Tanya Joseph yang sudah membuka pakaian Jayden.
" Ini Daddy , cuci tangan , kaki dan Wajahnya dulu ya Dad?"
" Siap mami." kata Joseph membawa Jayden dalam gendongannya.
" Jayda sini sama mami." Kata April.
Kemudian Jayda pun mendekat , rambutnya yang panjang di kuncir oleh Maminya agar tidak menghalangi. Jadila keduanya sama - sama saling membantu. Mengurus kedua buah hatinya. April memang tidak mau anaknya di urus oleh orang lain. Baginya , Jayda dan Jayden adalah tanggung jawab April.
Usai mengurus kedua buah hatinya , Joseph yang di sisinya Jayda , sedangkan Jayden di sisi April. Saling mengeloni , keduanya bernyanyi dengan merdu , hingga keduanya pun tertidur.
Jadilah satu ranjang besar , di isi dengan keluarga kecil mereka. Tertidur dengan lelapnya. Mama Joseph yang melihat pemandangan keluarga kecil itu merasa sangat Gemas. Apalagi Joseph tuh , kelihatan benar dia lelah , tapi buat buah hati dan Istrinya apapun dia lakukan.
--------------------
" Kapan - kapan main ke sini lagi ya cucu oma dan opa yang cantik dan ganteng." kecup oma dengan mesra pada kedua pipi cucunya.
" Iya. . . main ke sini lain hari ya. Opa kapan - kapan juga main ke rumah Jayda dan Jayden , boleh?"
" Boleh dong opa." Jawab Jayda.
" Pintar banget cucu oma ini kek Omanya."
Joseph dan April saling melempar senyuman. Semuanya yang baik - baik dari anak mereka di kata nurun sama Omanya.
" Kita pulang ya Mam , lain hari kita main ke sini lagi." ucap Joseph sekalian memberikan salim dan pelukannya.
" Iya nak. . . kapan - kapan mama ke sana ya."
" Salam Oma sayang." Ucap April pada Jayda dan Jayden sebelum membawa mereka keluar.
" Oma , Jayda pulang dulu Ya. Sampai Jumpa." ucap Jayda.
__ADS_1
" Opa. . . Jayden Pulang ya. Opa sehat - sehat terus."
Saling bergantian pamit , hingga April pun Pamit pada kedua orang tua Joseph.
" Ma kita pulang ya , sampai jumpa lain hari mam." kata April memeluk tubuh Ibu Mertuanya.
" Iya sayang , kamu yang sabar ya ngurus si kecil lagi lasak - lasaknya."
" Iya mam , sudah biasa , yang penting anak - anak sehat." April pun tersenyum.
" Iya benar itu." jawab mama.
" Pa , April pulang ya. " ucapnya ke papa mertua.
" Iya nak , hati - hati kalian ya. Kamu harus tetap kuat dan sehat ya nak. Kalau butuh bantuan kasi tahu mama atau papa. Jangan di pendam sendiri. Kalau bosan juga bole telpon papa atau pun mama. Kami siap untuk membantu kamu." ucap papa Joseph.
Josephn yang mendengar perkataan papanya ke Istrinya pun menjadi tersenyum. Betapa sayangnya mereka pada Istri Joseph. Syukurlah pikirnya.
" Iya pa , Terimakasih pa." Jawab April.
" Ya sudah , hati - hati Jos nyetirnya pelan - pelan sudah malam." kata papa ke Joseph.
" Iya pa. Sampai jumpa pa."
Mereka pun berpisa , opa dan oma menatap kepergian mobil Joseph. Betapa senangnya di kunjungi anak , menantu dan cucu.
--------------------
Selama dalam perjalanan Jayda dan Jayden kembali tertidur.
" Sini sayang , aku gendong Jayden." ucap Joseph menarik tubuh Jayden dari pelukan April , dua buntut April itu paling doyan kalau tiduran di tubuh April.
" Kamu hati - hati , biar aku buka dulu pintu kamu." kata Joseph lagi yang di jawab anggukan oleh April.
Mereka berdua berjalan ke arah rumah yang disambut dengan bibi yang bekerja di rumah.
" Sini bibi gendong Bu." ucap Bi Siti.
" Gak apa Bi , biar Saya aja." ucap April sambil tersenyum. " Bibi bantui Pak Joseph Gantikan baju Jayden ya? Biar Jayda saya yang urus."
" Baik Bu."
Usai anak - anaknya benar terlelap. April pun menyusul Joseph yang sudah ke ruang kamar duluan. Di Lihatnya Joseph sudah di atas ranjang dan memegang Laptop.
" Anak - Anak masi tidur sayang?"
Dengan berjalan ke arah Ruangan Pakaian. " Sudah Dad , aku mandi dulu." ucapnya Ke Joseph.
Sekilas Joseph memandang April yang berasa berat. Entah apa yang di pikirannya. Joseph pun berinisiatif mengambil minyak gosok , mungkin April kelelehan.
Beberapa menit kemudian , April pun keluar dari kamar mandi dengan memakai Dress Piyamanya. Di Lihatnya Joseph yang baru saja masuk ke kamar.
" Dari mana Dad?" Tanyanya Bingung.
Joseph mengangkat botol minyak gosoknya.
" Ini , Sini duduk sama Daddy , biar Dady gosok. Kamu lelah ka?"
April tersenyum , Joseph dari dulu tidak pernah berubah perhatiannya. April mendekati Joseph yang sudah duduk di tepi ranjang , dan memberikan ciuman di bibir Joseph dengan lembut.
" Terimakasih Ya Daddy."
" Sudah tugas seorang suami." ucapnya sambil tersenyum. " Rebahan di sana biar aku urut kaki kamu."
April pun mengikuti perintah sang suami. Menarik kaki April dan memberikan minyak gosok , Joseph memulai gosokan lembutnya. Sedangkan April menikmatinya.
" Berasa?" Tanya Joseph.
" Berasa kok Dad."
" kalau sakit katakan , biar aku kurangi nih kekuatan superku."
April tersenyum." Iya Daddy , gak usa lama - lama. Besok kamu sudah bekerja sayang."
" Iya. . . yang penting Istriku tidak kelelehan. Apa kamu tidak mau aku panggilkan penjaga untuk anak - anak?"
April berpikir sejenak. " Tidak sayang , aku tidak mau. Biarkan saja aku yang menjaga mereka dengan kedua tanganku. Lagian aku tidak tiap hari ke kantorku. Biarlah mereka menjadi tanggung jawabku penuh." Protes April.
Joseph tersenyum pada April , benar saja. Selama Jayda dan Jayden berumur 5 Tahun , April sendiri yang menjaga mereka , dan setidaknya pekerja rumah hanya memperlengkapi April. Tidak pernah mengeluh , itu yang paling Joseph suka. Kedua buah hatinya terawat dengan baik selama Maminya di sisi mereka. Segala yang terbaik April curahkan ke Jayda dan Jayden.
Terkadang kalau Joseph tidak sibuk di pekerjaanya , dia yang berinisiatif menjaga anak - anaknya. Mereka selalu saja saling membantu , Joseph yang saat bayi pun buah hatinya membantu untuk memandikan sang anak , membuat susunya , mengganti popok dan membersihkan kotorannya. Semua itu Joseph lakukan karena dia tidak mau , April terbeban sendiri.
Buatnya sama - sama membesarkannya pun sama - sama. Begitula pikiran Joseph yang selalu di pegang.
" Sudah enakan sayang , badanku juga sudah baikann. Tidak seberat tadi." ucap April.
" Bagusla , saatnya kamu untuk tidur. Aku menyusul nanti sayang , lagi mempelajari laporan dari perusahaan luar." ucap Joseph.
" Iya sayang. Jangan lupa , besok kamu juga ada rapat di Hotel. Jangan sampai telat , harus tidur yang cukup."
" Okey sayang."
Joseph membenarkan selimut April dan memberikan ciuman hangat di kening April.
" Selamat malam sayangku." kata Joseph.
" Selamat malam juga sayang." Jawab April tersenyum.
__ADS_1
Joseph pun mengambil Laptopnya dan berpindah ke ruang kerjaannya. Mematikan lampu kamar , karena Joseph takut April terganggu dengan kerjaannya.
---------------