
Seperti hari-hari biasa, setiap makan siang April selalu ditemani oleh Joseph. Kali ini sehabis makan siang, April meminta Joseph untuk mengantarkannya ke Mall Grand Indonesia. Seperti biasanya juga, dia ingin melakukan perawatan tubuh di salon langganannya.
" Hubungi aku, jika kamu sudah selesai." ucap Joseph saat menurunkan April di area Lobi Mall.
" Iya.. hati-hati dijalan ya."
Joseph hanya tersenyum dan melambaikan tangan dan melaju pelan untuk keluar dari area Mall.
April juga melangkah masuk, menyusuri keramaian Mall itu. Segera dia menuju ketujuan utamanya. Melakukan perawatan kecantikan suatu kesenangan tersendiri untuk April menjaga kecantikan wajah, rambut dan tubuhnya.
Kenapa Joseph tidak menenaminya? Karena April yakin seorang Pria itu paling malas menunggu lama, berdiam diri ditempat kusus wanita. Joseph yang menawarkan diri ingin menemaninya pun ditolaknya karena pasti seorang Direktur itu masi punya kesibukan yang harus dikerjainya. Berbeda dengan April saat kerjaan dan jadwalnya kosong, dia memilih untuk menghabiskan waktunya diluar kantor.
Waktu pun terus berjalan, sampai dimana April melakukan perawatan tubuhnya dengan menikmati pijatan demi pijatan dari sang Terapis, Ponselnya pun berdering. Dilihatnya Joseph yang menghubunginya.
" Iya Jos."
" Sayang... maaf aku tidak bisa menjemput kamu, ada rapat mendadak, boleh suru supir kamu menjemput? atau aku suru Aldi yang jemput kamu?"
" Tidak apa-apa sayang, aku suru pak Sony aja yang jemput ya." Jawab April.
" Okey sayang... jangan marah ya, nanti siap rapat aku ke Apartemen kamu. Hubungi aku jika kamu sudah gerak dari Mall."
" Baiklah... makan malam di Apartemenku, aku akan memasak untukmu." ucap April.
" Siap Bos... aku tutup ya. Love you sayang."
" Love you to....Bye."
Terapis yang mendengar percakapan dua insan itu senyu-senyum sendiri. Ya karena dia sangat kenal dengan April. Setidaknya dia tau April itu tidak pernah seperti itu.
" Mbak April udah punya pengganti nih." ucap Terapis salon.
" Loh.. mbak Tika kok tau?" Tanyanya Heran.
" Iya toh mbak.. biasanya mbak juga gak pernah kan ada yang nelpon begituan, selama saya yang pegang mbaknya." ucapnya.
" Heheeh iya juga sih mbak... akunya dulu kaku banget mbak sama pacar sendiri, mungkin juga itu penyebabnya Pacarku pindah kelain hati mbak." Jawab April membenarkan ucapnya si Terapis.
" Sepertinya mas nya baik ya mbak.. perhatian banget."
" Iya ni mbak... sangattt baik, bedah jauh sama yang dulu."
***
Selesai melakukan perawatan diri, April menuju Swalayan yang ada di Mall itu. Membeli sayu mayur, buah-buahan, daging, seafood dan lain lain. Masuk kedalam swalayan dia mendorong Troli mengambil barang-barang yang diperlukan.
Tak jauh dari tempat April, sepasang bola mata menatap lekat pada April. Seorang Pria yang seperti kehilangan akal pikirannya. Mengikuti April dari jarak tak jauh dari April memilih barang.
Sampai dikasir dia mengeluarkan cardnya, membayarnya lalu bergegas turun menggunakan Eskalator. Pria yang sedari tadi menguntitnya, masi tetap mengikutinya turun. Sesampainya dibawah April yang sudah ditunggu Pak Sony berjalan masuk ke Mobil. Membawa semua barang belanjaanya dan bergegas meninggalkan Mall itu. Pria tadi juga bergegas masuk ke Mobilnya, mengikuti arah mobil April.
Menyusuri jalanan yang macet sore itu, tepatnya di jam jam usai kerja, jalanan menjadi padat dan ramai. Perlahan mereka menembus kemacetan hingga sampai diarea Gedung Apartemen April. Pak sony pun membantu menurunkan barang belanjannya hingga tepat didepan pintu kamar April lalu dia pamit untuk pulang.
Satu persatu dia meletakkan belanjaanya masuk kedalam Dapur lalu menuju kamar dan mengganti pakaiannya. Selesai itu mencoba merebahkan tubuhnya dan Mengambil ponselnya menghubungi Joseph yang dirasa April sudah selesai dengan Rapatnya. Sudah dua kali dia menghubungi Joseph tapi tak kunjung diangkat.
Membuka Aplikasi pesan singkatnya dan mengetik pesannya.
Sayang aku sudah sampai di Apartemenku, jangan lupa makan malam disini ya. Aku akan memasak untukmu.
Sesudah mengirim pesannya, April bergegas untuk turun dan ingin memulai memasak. Tak berapa lama suara bel Pintunya berbunyi. Dia bergegas membukanya, karena April menebak itu pasti Joseph yang sedari tadi dihubungi tidak mengangkatnya, mungkin tadi dijalan. Tanpa mengintip terlebih dahulu, April membuka pintu kamarnya dengan senyum senan " Jos" Ucap April dan melihat kearah depan itu. Tak disangka, Ternyata lagi-lagi Rendy yang datang menemui April. Terkejut, Refleks April menutup pintunya, Tapi nihil Rendy menahannya dan memaksa untuk masuk. April sepontan mundur.
Perlahan Rendy masuk dan mengunci pintu itu, April yang merasakan ada yang tidak beres berdiri jauh dari Rendy.
" Kau... mau apa kau datang kesini!! Pergi dari sini!!" Teriak April.
" OOO Tenang sayang... jangan takut, aku hanya ingin ngobrol denganmu."Ucapnya dan melangkah perlahan menghampiri April." Kau pikir aku ini calon suami mu ya, kau sudah bersiap ternyata untuk menyambutnya, selama aku pacaran denganmu dulu, perlakuanmu tidak seperti ini terhadapku." Berjalan memasuki ruang tamu ingin menangkap tubuh April.
Melempar Bantal Sofa ke arah Rendy " Pergi kau BRENGSEKKKKK!!! Jangan salahkan aku, jika Joseph tahu kau menyentuhku, kau akan dibunuh!!!!" ucapnya perlahan.
Semakin dekat Rendy datang, April melemparinya dengan barang barang yang ada didekatnya. kemudian dengan cepat menaiki anak tangga menuju kamarnya. Rendy yang melihat dia lari pun mengikutinya, berjalan pelan dengan partentengan " Mau main-main denganku ya sayang? Okey... mari kita bersenang-senang sebentar." Satu demi satu Rendy menaiki anak tangga.
__ADS_1
April yang sudah dikamarnya mengunci pintunya dari dalam, dengan tangan gemetar April mulai kalut, bingung dan sangat takut, apa yang harus dilakukuan, Ponselnya tak lama berdering, diambilnya dengan cepat dilihatnya panggilan masuk itu ternyata Joseph.
"Sayang kok lama banget mengan—" Ucapanya pun terpotong oleh April.
Joseph yang sedari tadi menghubungi April hingga 10kali itu pun merasakan ada yang tidak beres.
"Jos.. Tolong aku!!! " sambil menangis dia berkata.
Joseph yang mendengar April meminta tolong menjadi gusar " Ada Apa sayang, Tolong tenang, bicarakan dengan jelas. Ada Apa denganmu?"
" Jos Rendy, ada disini, aku takut Jos" Ucap April dengan isak tangis.
Rendy yang sudah berada didepan pintunya teriak memanggil April.
"Sayang.. buka pintunya... mari kita bermain-main sebentar."
Joseph menangkap suara Rendy dari ponsel April pun, bergegas untuk datang.
"Sayang.. jangan matikan ponselmu, tetap tenang dan tetap disitu jangan membuka pintunya, aku akan segera kesana."
"Iya" hanya isak tangis ketakutan dari balik Ponsel Joseph mendengarnya.
Tak lama Joseph menghubungi Aldi lewat Telpon di mobilnya.
"Iya pak?" Ucap Aldi.
" Al tolong kamu hubungi Security Apartemen Wijaya segera, Pacar saya disekap. Tolong segera telpon polisi juga. semua pihak keamanan sekarang kamu perintahkan mereka langsung kelantai 11 nomor xxx sekarang!!!'
"baik pak" Ucap Al segera melakukan tugas atasannya.
Mendengar isak tangis ketakutan dari April, Pikiran Joseph semakin kalut, melaju kencang dengan kecepatan diatas rata-rata.
"SIALLLL!! Tunggu aku Pril... " Ucap Joseph membanting kasar setirnya, yang merasa menyesal tidak bisa menjemput April sore tadi.
***
"Sayang.. buka dong kalau tidak aku dobrak nih" ucap Rendy mulai meninggi.
"Baiklah.. aku akan membuka pintu ini dengan paksa. kalau kamu tidak menurut."
BRUKKKKKKK... BRUKKKKK...BRUKKKK.... Pintu pun terbuka. April yang berada dibalik ranjangnya pun refleks berdiri dengan tubuh yang gemetaran.
"Apa maumu!!"
"aku??? kemarin aku kan sudah bilang, aku mau 500juta, tapi kamu menganggap omonganku itu omong kosong belaka." terus berjalan kearah April.
"Josss.. TOLONG AKU!!!" Teriak April dengan sekuat tenaganya.
" Josmu itu tidak akan datang sayang, mari kita bersenang-senang." Mengunci April dengan tubuhnya dan menarik tubuh April dan menindihnya. dibukanya dasinya dan mengikat tangan April kearah belakang.
" Lepaskan aku Ren.. jangan sentuh aku!!" Bentak April
"Ternyata harum tubuhmu ini, masi sama seperti dulu. Baikla biarkan aku mencicipinya sebelum
pacarmu yang angkuh itu."
April merontah dengan sekuat tenaganya, mencoba melepaskan pelukan Rendy dari tubuhnya, Mengecup area leher April hingga ingin menciumi bibir April.
"Aku mohon Rendy.. lepaskan aku. aku akan memberikan yang kau mau" mencoba bernegoisasai
"Tidak sayang... sudah terlambat, aku sudah kehilangan semuanya , yang aku mau menginginkan tubuhmu, yang sedari dulu kuminta tidak kamu berikan."
Mulai melucuti pakaian luar April, April.yang mulai melihat aksi nekat Rendy itu pun terus meronta, ingin menciumi bibirnya April pun meludah kearah wajah Rendy.
"Aku tidak sudi pria Brengsek sepertimu menyentuhku!!!" Teriak April.
Mengusap bagian pipinya yang diludahi April, lalau dijilatinya ludah April "Sangat nikmat" ucapnya penuh senang.
"Kau sudah gila Ren, Ingat Lina yang sedang mengandung anakmu, Jangan kau nodai ketulusannya denganmu." pinta April ingin menyadarkan Rendy.
__ADS_1
" Tulus? kalau dia tidak menggodaku, seharusnya kamu masi milikku."
Memeluk kembali tubuh April dan menciumi lehernya dan ingin mencium bibir April, dengan refleks bibir Rendy digigit April. "AUWWW" Rendy pun merintih kesakitan.
April mencoba kabur dengan tangan terikat, tetap nihil Rendy mendapatkannya lalu dia menampar April.
PLAAAAAAAAAAAAAAAKKK...
Dengan keras April pun tersungkur jatuh.
"Jangan macam-macam denganku, jika tidak ingin semakin terluka, turuti kemauanku."
***
Joseph yang sudah tiba langsung bergegas menuju lift sedangkan security sudah didepan pintu April membuka dengan paksa karena dikunci dari dalam.
Aldi yang juga sudah tiba memerintahkan dengan cepat agar tidak terjadi sesuatu hal yang membuat masalah dengan atasannya.
Joseph tiba didepan Pintu kamar April dan tergesa menghampiri Aldi dan para Security.
" Masi belum terbuka pak, terkunci dari dalam walaupun pintu utamanya sudah terbuka" Ucap Aldi dengan tegang.
"Gimana kalian ini semua gak becus kerja kalian!!!." Bentak Joseph kearah mereka semua dengan nafas yang masi terengah engah " menjauh kalian semua! biar saya dobrak"
BRUKKKKKK...
Dengan tenaga dalam Joseph mendobrak langsung terbuka.
Langsung secepat kilat Joseph berlari menaiki anak tangga dan masuk kekamar April. dibukanya pintu kamar dicarinya dilihatnya Rendy yang sedang melucuti baju luar April dengan paksa. Melihat kondisi April yang seperti itu Amarah Joseph pun naik. Rendy yang menyadari kedatangan Joseph pun menghentikan aksinya.
Tidak pikir panjang Joseph menarik kerah kemeja Rendy, melayangkan tumbukannya tepat dimuka Rendy.
BUKKKK...!!!
" Keparattttt!! MATI AJA LO!!!! " Teriak Joseph. "Berani tangan kotor mu menyentuh dia"
BRUKKKK....
Bertubi tubi Joseph menghajar Rendy, April yang sudah lemas dengan kekuatan terakhirnya mencoba meraih tangan Joseph yang sudah penuh dengan darah Rendy. "Jos.. Cukup. aku tidak mau kamu dipenjara." Ucap April lemah dan terisak.
Joseph yang mendengar suara April tersadar menghentikan aksinya, dengan nafas kasar dan matanya penuh kebencian. Dilihatnya April yang hanya memakai pakaian dalamnya. Dipegangnya tangannya, tubuhnya yang awalnya putih bersih terdapat goresan goresan cakaran dan gigitan Rendy, Dibuka Jasnya, dipakainya ketubuh April yang menggigil ketakutan. Dipeluknya dengan erat.
Menenangkan April yang masi gemetaran didalam dekapannya.
" Maafkan aku Pril..." Ucap Joseph lirih, meneteskan air mata penyesalannya.
Bukan cengeng... tapi Joseph tak kuasa melihat keadaan April yang hampir diperkosa. sedetik saja dia terlambat, dia gagal melindungi wanita yang dia cintai
" Maafkan aku, jika saja aku terlambat, tidak akan aku maafkan diriku." Memeluk erat tubuh April, membayangkan hal yang terjadi. sangat membekas dibenak Joseph.
" Tidak bukan salahmu... aku yakin kamu datang diwaktu yang pas. kamu selalu hadir disaat aku membutuhkanmu." Ucap April yang semakin erat memeluk Joseph. "Pria keberuntunganku itu dirimu" Tambah April.
Dengan sekuat tenaga April mencoba tenang, agar Joseph juga tidak semakin merasa bersalah.
Tak lama para aparat keamanan dan yang lainnya pun masuk, membawak Rendy keluar. kenapa tidak dari awal mereka masuk, karena Aldi melarang. dilihatnya saat April tidak mengenakan pakainnya. dia pun mundur keluar dan melarang orang lain untuk masuk. Biar saja bosnya itu yang bertarung. karena dia mengenal Joseph jika saat benar benar marah Langit pun akan runtuh.
***
Joseph kedapur untuk membuatkan teh hangat untuk April. April yang berendam untuk memulihkan tubuhnya, terpejam sejenak mengingat masa dia pacaran dengan Rendy, beberapa kali Rendy meminta untuk tidur dengan April, tapi selalu ditolak April dengan alasan menunggunya hingga dia siap. April bukan wanita munafik ataupun kolot, dia hanya tidak ingin mengikuti perkembangan jaman yang seenaknya tidur bebas dengan status Pacar.
Walau Rendy itu pacar pertamanya, dia tidak mau matokan itu sebagai alasan untuk menunjukkan cinta terhadap pasangannya. Ia kalau berjodoh. kalau tidak? bukankah wanita yang rugi?
Dulu April memang tidak ingin menjalin hubungan spesial dengan para pria, banyak pria yang menyatakan cinta ke April dengan sopan dia menolak. karena April dulu mengejar cita-cita nya yang sudah ditekatkannya sejak dia bersekolah, hanya belajar dan belajar. saatnya tepat barula dia berani menjalin kasih. Selama Tiga Tahun dia menjalin kasih dengan kepalsuan Rendy dan sahabatnya Lina.
Mungkin juga karena April yang sering menolak ajakan Rendy melakukan hubungan intim atau sekedar bermesraan yang membuatnya pindah kelain hati, hanya sebagai ajas manfaat dalam pekerjaanya. Karena selama Rendy bekerja menjadi penghubung perusahaan satu dengan lainnya berjalan mulus dengan adanya April dia mempertahankan posisi April disisinya.
"Sayang.... Apa kamu sudah siap?" Tanya Jos dari balik pintu Kamar mandi April.
April pun tersadar " Iy Sayang.. sebentar lagi aku keluaar" Ucapnya bergegas.
__ADS_1
Bersambung....
Buat Para pembaca yang baik hati... Tolong bantu vote dong Novel ini. saya mendaftarkan April dan Joseph mengikuti kompetisi lomba Novel di NovelToon dan MangaToon. caranya buka Judul Novel lalu pilih dibagian halaman muka Novel dibawah judul, lalu klik Tip via koin sebanyak banyaknya ya... like dan komen juga. Supaya saya juga semakin semangat ngetiknya. Terimakasih semuanya :) Doakan saya bisa menang ya :)