Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
BAB04


__ADS_3

DUAAARRRRR. . .


Hujan membasahi bumi di malam yang sepi. Setiap mata yang terpejam harusnya masi terpejam. Karena suara gemuruh kilat , menerjang langit malam. Jayda dan Jayda maupun Jayden , sama - sama kontak batin , terbangun.


" Mami , Jayda takut." Kata Jayda sambil menangis.


Mana listrik padam juga. membuat ketakutan Jayda menjadi - jadi.


" Kak Jayda jangan menangis , Jayden kan di sini. Nih pegang tangan Jayden , sebentar lagi Daddy dan mami pasti ke sini."


DUARRRRR!!!!!


Semakin takutla si Jayda mendengar petir yang sangat mengusik kuping. Akhirnya April mendengar suara petir , dan merasa seluruh ruangan itu mati , karena listrik padam. Mana di lihatnya , jam sudah mengarah ke Pukul 11:45 Joseph belum juga pulang. Karena ada Perusahaan yang bermaslah , akhirnya dia bekerja sampai larut malam.


Eva yakin kedua anaknya pasti sangat ketakutan , mana sekeliling rumah gelap. Akhirnya April menggunakan ponselnya , menerangi langkahnya ke kamar kedua bocahnya.


" Jayda." ucap April saat anaknya sudah menangis.


" Mami." Seru Jayda sambil menangis.


" Sini peluk mami. Jayden juga sini sama mami."


Ketiganya saling berpelukan.


" Daddy mana Mi?" Tanya Jayden.


" Daddy masi bekerja sayang." Jawab April seadanya.


" Mami tidur di sini dong sama Jayden dan kakak."


" Iya. . . kita ke kamar mami aja yuk. Mau?" Tanya April untuk menenangkan kedua anaknya.


" Mau Mi." Jawab keduanya bersamaan.


" Ayok , Jayda dan Jayden pegang tangan mami ya?" ucap April.


Mungkin semua pekerja sudah terlelap , hingga listrik yang biasanya di gunakan untuk pengganti sementara , tidak hidup sama sekali.


" Nah sini naik sayang , Jayda dan Jayden sebelah mami."


Keduanya pun naik bersamaan.


" Bobok sayang , jangan takut di sini ada mami bersama kalian."


April mengusap lembut tubuh kedua anaknya. Bergantian walaupun matanya sudah mengantuk , dia lebih memilih untuk menunggu sang anak untuk benaran terlelap.

__ADS_1


Keduanya pun tertidur sangat lelap , Akhrinya April mencoba membaringkan tubuhnya di sebelah Jayda dan menyisahkan sedikit ruang untuk Joseph.


Beberapa jam kemudian , Joseph pulang. Barula Penjaga tersadar bahwasannya listrik padam. Segerah Joseph meminta agar menghidupkan mesin agar rumah mereka terang.


Tiba di kamar , dilihatnya ketiga orang yang sangat di cintainya itu tidur seranjang. Betapa sedih hati Joseph. Demi perusahaannya , waktu untuk keluarganya Berkurang. Apa lagi April yang sendirian bersama kedua buah hatinya , pasti sangatla lelah.


Joseph memilih untuk membersihkan tubuhnya dahulu. Kemudian mendekat pada April memberikan kecupan lembut di keningnya. April tersadar , merasakan sentuhan bibir Joseph. Dia terbangun.


" Maaf sayang membuat kamu terbangun." kata Joseph .


" Kamu sudah makan?" Tanya April.


" Belum sayang. Aku gak sempat , tadi sibuk banget."


" Ayo turun , biar aku masakkan." Ajak April.


" Tidak usah sayang , sudah larut malam."


" Jangan seperti itu , kasihan lambung kamu nanti. Mau kek aku punya sakit lambung?"


" Kamu sudah lelah sayang , aku tahu diri." katanya sambil memeluk erat tubuh April.


" Ayo aku masakin Mie Instan. " ajak April karena dia tahu Mie Instan selalu bisa membuat Joseph selera.


Mereka berdua turun dan berjalan ke arah dapur. Dengan wajah setengah mengantuk , Joseph menunggu masakan April .


" Ini , ayo di makan sayang." ucap April membuat mata Joseph kembali mekar.


" ini nasi , ini makan malam yang di masak tadi aku suru simpan buat kamu."


" Terimaksih sayang."


" Gak boleh begitu sayang , ini susunya di habiskan biar kamu enakan."


Joseph melahap pelan setiap makannanya , April menatap nya penuh Rindu sambilan senyum - senyum sendiri.


" Enak sayang." ucap Joseph.


" Syukurlah , aku rindu banget sama kamu." ucap April.


" Aku juga sayang , sangat merindukan kamu dan anak - anak. Satu harian ini aku selalu memikirkan kalian. Karena team audit butuh secepat mungkin menyelesaikannya , mau tidak mau aku bantu urus." ucap Josep dengan mengunyah makanannya.


" Tidak masalah sayang , aku sudah memberikan pengertian juga ke anak - anak."


" Tapi sayang , aku sudah membuat cuti untuk kita berempat berlibur. " kata Joseph serius.

__ADS_1


April mendelik. " Benarkah sayang?"


Sambil menyendokkan Mienya dia menganggukan kepalanya. " Benaran sayang."


April senang benar mendengarnya , akhirnya kemauannya dan keinginnanya yang gak mau dia ucapkan ke Joseph , takut menambah pikirannya. Di rasakan oleh Joseph juga. Joseph ingin memberikan waktu baiknya untuk ketiga orang yang disayangnya itu.


" Habis." ucap Joseph lagi. " Terimakasih sayangku." katanya menarik tubuh April , dan memberikan ciuman di bibirnya.


" Bauk Mie." ucap April.


" Mie nya enak , kek bibir kamu yang enak untuk di nikmati."


" Jangan gombal sayang."


Joseph menatap intens dan tersenyum ke wajah April.


" Kamu cantik sayang. "


" Mulai dech."


" Benaran , kamu cantik banget. Walaupun sudah jadi Ibu semakin cantik saja."


April tersenyum malu. " Aku kok sepertinya ingin terbang dan melayang."


" Kalau kamu terbang , akan kau tangkap. Biar gak jadi terbang."


April tertawa , Joseph yang merasa gemas menempelkan hidungnya ke Hidung April. " Kamu mau ke mana sayang Liburan kita tahun ini" Tanya Joseph.


" Hemmmm . . . aku sih tergantung sama kamu aja. Ke mana kamu bawak aku dan anak - anak pasti senang. Karena ada papanya." Jawab April.


" Hemmmmm. . . benar juga. Baiklah , akan kita pikirkan bersama. Okey sayang."


" Okey Daddy."


" Yuk kita kembali ke kamar , anak - anak pasti tadi ketakutan ya?" Tanya Joseph sambilan berjalan naik ke tangga.


" Iya. . . kan kamu tahu sendiri , Jayden paling takut dengar suara petir. Syukurnya aku tersadar lampu juga sudah padam semua. "


" Maafin aku sayang."


" Jangan seperti itu , selagi aku masi bisa. Kenapa tidak kan?"


" Istriku sangat pengertian." jawab Joseph senang.


Setibanya di kamar , Joseph dan April meringkuk masuk ke dalam selimut bersamaan dengan anak - anaknya. Dengan saling berdenpetan agar anak mereka tidak keganggu , Joseph dan April tidur dengan berpelukan. "Selamat malam." ucap Joseph mengecup kening April.

__ADS_1


__ADS_2