
Keesokan Harinya , April mulai membuka matanya sedikit demi sedikit. Menatap pada langit kamarnya , masih dalam pandangan samar , lalu mengucek mata agar pandangannya terlihat lebih terang.
" Hooammmm ." menguap sambil menarik tubuhnya.
Melihat kesamping ranjangnya , Joseph sudah tidak ada diposisi tidurnya. Baru teringat , bukankah semalam dia tertidur disofa ruang tamu bawah.
Mengingat lagi , semalam April menyuruhnya membelikan sate Padang , dengan memakai Ojol. Disuruh menunggu malah tiduran enak-enak. Mana bangun sudah diranjangnya saja.
Bukankah itu kelewatan? Tengah malam membangunkan suaminya , minta dibelikan makan malah tidur.
April memukul kepalanya dengan refleks , wajahnya seperti meringis. " Apa yang kamu lakukan April kesuami kamu sendiri. Minta dibelikan makanan , bukannya menunggu , malahan ditinggal tidur. Aggggghhhh... " ucapnya sambil menggosokan kedua kakinya diatas Ranjang.
Joseph yang berada dibalkon , duduk mengarah ranjang kamarnya , saat meneguk kopinya menatap April seperti itu , dia pun tertawa dan menggelengkan kepalanya. Sungguh sangat manis , cara istrinya berpikir. Benaran Istri yang polos , saat dia melihat April memukul kepalanya sendiri , Joseph berdiri dan hendak menghampiri April.
Berjalan perlahan pada April yang masih duduk diatas ranjangnya dan menatap sedih kedepan. tiba-tiba melihat kearah orang datang , yang dia pikir sebelumnya tidak ada orang dikamarnya dan suaminya itu sudah berangkat bekerja. Dia pun terkaget setengah pingsan , Eh setengah mati maksudnya. Karena dia Kirah Hantu yang tidak punya perasaan Pagi-pagi sudah menampakkan wujud aslinya.
Sontak dia kaget , tapi langsung sadar ketika Joseph sudah berdiri disamping ranjangnya.
" Ternyata kamu!!! Kok kamu belum berangkat Ke Hotel? " Tanyak April melihat Joseph dengan stelan jas dengan dasi sudah sangat Rapi dan tampan.
" Kenapa begitu kagetnya? " Tanyak Joseph yang sudah duduk dipinggir ranjangnya.
" Kamu sih , aku kirain tadi hantu yang datang. Kan semalam kamu bilang mau bekerja. " ucap April santai.
" Aku menunggu Istriku yang cantik ini bangun." ucap Joseph dengan menyunggingkan tawa palsunya dan menarik kedua pipi April.
April menghirup aroma ketidakberesan.
" Hahahahaha... kenapa kamu menungguku sayang? bukannya kamu akan telat? "
" Tidak , hari ini aku tidak keHotel sayang. Aku akan rapat di perusahaan Ferdinan yang di Jakarta. "
" Benarkah? Aku masih dalam masa cuti , jadi aku akan menunggu kamu pulang." ucap April seperti tidak ingin membicarakan tadi malam.
" Baik... aku akan pulang lebih awal jika semuanya sudah beres. Tapiiiii...." ucap Joseph membuat penasaran.
April tertunduk lesuh , pasti dia tauh kemana arah cerita suaminya.
" Kenapa jadi menunduk? Tatap wajah tampan suami kamu. " menarik dagu April.
Wajah April mulai memerah , dia malu dan tidak mengerti sih rasanya menjadi Ibu hamil itu berubah-ubah moodnya.
" Tadi malam , kamu mengingatnya kan?" Ucap Joseph dengan senyuman.
Lantas April malah purak-purak menolak untuk tauh. Dengan cepat dia menggelengkan kepalanya.
Semakin senang Joseph mengganggunya , karena sebelumnya April sendiri yang mengucapnya. Waktu ditanyain malah tidak mau jujur.
Joseph menyentuh hidung April dengan jari telunjuknya. " Hayooo... kamu jangan bohong ya , nanti hidung kamu Panjang Loh. "
Tidak tahan dengan Aksi Joseph , April pun mengalah. " Yaaahh... aku minta maaf sayang , aku ketiduran karena ngantuk. " ucap April merasa bersalah.
Tertawa sampai terbahak , Joseph menatap wajah April yang dia rasa lucu. Mimik wajahnya minta dikasihani.
" Tidak apa-apa sayang , aku tauh itu permintaan anak kita. Jadi apapun yang kamu mau katakan pada suami tampann kamu ya sayang. " ucap Joseph lagi.
" Iya sayang , maafkan aku ya?" Tanyak April.
" Tidak masalah. Baiklah , aku akan berangkat sayang." pamitnya ke April dan mencium Kening dan Bibir April.
Beranjak berdiri , Joseph ingin melangkah keluar.
" Jangan lupa untuk makan sarapan kamu sayang. Maafkan aku tidak bisa menemani kamu makan." ucap Joseph menatap ke April.
April mengganggukan kepalanya. " Tidak masalah sayang . " ucap April juga beranjak dari tempat tidurnya.
" Kamu mau kemana?" Tanyak Joseph.
" Mau mengantarkan kamu keluar."Jawab April santai.
" Tidak perlu sayang , bersih-bersihlah habis itu kamu sarapan. Tidak perlu mengantarkanku. " jawab Joseph membelai lembut Rambut April.
" Hemmm... okey deh Daddy , selamat bekerja." ucap April.
" Baiklah , Daddy berangkat ya anak-anak." ucapnya kearah Perut April.
" Okey Daddy , semangat terus cari uangnya. Hati-Hati dijalan ya Daddy. " seru April.
April melambaikan tanganya , sampai bayangan Joseph sudah tidak ada , barulah dia bergeges mandi dan usai smuanya menuju meja makan.
__ADS_1
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
DRTTTT.....DRTTTT....DRTTTT
Ponsel April bergetar , dilihatnya nama Joseph pada layar telepon masuk. Segera dia mengangkatnya.
" Halo . " ucap April dari sebrang sana.
" Sayang , bisa kamu bantu aku?" Tanyak Joseph.
" Ada apa sayang? "
" Kamu sedang apa sayang?" ucap Raka seperti panik.
" Aku baru saja selesai dari makanku. Ada apa dengan suara kamu yang tergesa - gesa? "
" Wah cocok , kamu boleh tolongi aku? Antarkan berkas dengan kertas kuning yang tertinggal di meja kerjaku. Bisa di antar Kekantor Ferdinan sayang. Sekarang juga?"
" Apa masih sempat? Jika aku mengantarkannya? "
" Aku akan menunggu kamu , baru rapat akan dimulai. Karena berkas itu berisi rencana rapat hari ini. Minta Pak Sony mengantar kamu , tolong jangan terburu-buru. Rapat hanya akan dimulai , jika aku yang memintanya. Kamu mengerti? Ingat hati-hati diajalan. " ucap Joseph lagi.
" Baik sayang , aku segera berangakat."
TUTT...TUTT...TUT...
April langsung bergegegas kekamarnya dan mengambil pakaiannya , mengganti pakaiannya dengan Dress Putih berkerah Hitam , sekilas perutnya yang sudah menonjol dibagian bawah tersumbar dibalik Dress Putih itu. Terlihat sangat anggun baginya. Mengambil Tasnya , dan memberikan riasan sedikit pada wajah dan bibirnya.
April dengan sangat hati-hati turun dari tangga , menuju ruangan kerja suaminya. Dilihat dan diperhatikan serta mencari berkas yang dimaksud Joseph. Ternyata memang diatas mejanya.
" Tumben banget dia bisa kelupaan berkas yang sangat penting ini." ucap April kearah berkas.
Lalu dia berjalan keluar dari ruang kerja suaminya , dan berjalan ke pintu utama , lalu keluar dari rumah mencari keberadaan Pak Sony.
" Pak Sony. " Panggil April kearah belakang Parkiran Mobil mereka.
Pak Sony yang sedang mengelap Mobil April datang ke April.
" Pak Tolong antarkan saya." ucap April memberikan alamat yang tadinya dikirim Joseph sejak awal.
" Baik Nak April , Mari kita berangkat." ucap Pak Sony kemudian membuka pintu belakang.
Mereka menembus jalanan padat Kota Jakarta , dengan membawak berkas yang April tidak tauh menauh isi Berkas itu , tapi dengan harap-harap cemas April ingin tidak terlalu lama sampai ditujuannya. Agar Joseph yang memimpin Rapat dapat menjalankan Tugasnya dengan lancar.
" Ya sepertinya sih tidak masalah Pak , saya hanya takut Rapatnya bisa diundur. Karena Rapat ini Joseph sendiri yang memimpin." ucap April sedikit memberikan senyuman. Agar Pak Sony tenang.
Pak Sony terus menatap kearah lampu Merah yang juga menghentikan mereka. Sedangkan April mengambil ponselnya , melihat-lihat apakah Joseph menghubunginya. Tetapi tidak ada , bukankah itu situasi aman? Pikir April sesaat.
Tak lama kemudian , Mobil pun melaju lancar. Tidak dengan hambatan. Perasaan lega tampak pada raut wajah April. Sedikit tenang , walau dia yakin tetap tidak sampai pada perkiraan.
" Belok kekanan kan Nak April? " Tanyak pak Sony yang meminta arah.
" iya pak , dari sini sudah kelihatan Gedung perusahaannya. "
Setibanya diparkiran Perusahaan , April membawak berkas yang diminta suaminya dan berjalan santai masuk kegedung perusahaan. Semua mata memandang pada April. Sedikit bingung , kenapa sangat Ramai. Seperti ada acara saja , pikirnya.
Lalu sesuai dengan permintaan Joseph tadi , April segera memasuki Lift yang pintunya sudah terbuka. Dan menekan lantai 4 , dimana suaminya berada. Keluar dari Pintu yang sudah terbuka , April dikejutkan dengan petasan , ucapan selamat datang.
" Selamat datang Ibu Bos. " ucap Semua para karyawan.
Wajah kaget April , juga rasa bingung tersirat dari mimiknya yang berubah seketika sampai dilantai 4 itu. Dengan rambut berserakan dari kertas petasan , April tersenyum aneh. Benaknya bertanyak , apa mereka kira dia Istrinya Ferdinan?
" Maaf , saya mencari suami saya yang bernama Joseph. " ucap April ke kerumanan orang yang menyambutnya , agar mereka tauh mereka salah orang.
Seorang wanita cantik dan Juga sexy bak Model itu , datang menghampiri April.
" Boleh mengikuti saya Buk? Pak Joseph ada diruangamnya dan sudah menunggu Ibu." ucap Sintia salah satu serketaris diperusahaan itu.
April pun mengikuti Sintia dibelakangnya , melewati karyawan yang tampak kagum dengan perawakan Istri dari sang pemilik perusahaan.
Sesampainya didepan pintu Ruangan Joseph , Sintia mengetuk dan mempersilahkan April untuk masuk sesudah mendengar suara Joseph.
Joseph berdiri dari kursi kerjanya , April sedikit bingung. Tampak Ferdinan , Juga Jorji memberikan senyuman pada April. Yang berjalan pelan , bagaikan orang yang kehilangan arah. Joseph menghampiri April , menggenggam tangannya , menarik lembut kearah Sofa.
" Duduklah sayang. " ucap Joseph menyadarkannya.
" Ini berkas yang kamu minta. " ucap April. Dan Joseph mengambilnya , meletakkannya ke Meja Sofa.
Jorji yang masih senyum sendiri yakin , Joseph sih usil itu tidak memberitahukannya pada April.
__ADS_1
Membersihkan Rambut April yang berserakan kertas-kertas yang keluar dari petasan satu persatu.
" Padahal sudah aku katakan pada mereka , jangan berbuat seperti ini. Pasti Istriku yang cantik dan anak-anak Daddy yang didalam sana , juga takut." ucapnya manja.
Ferdinan yang duduk didepan Joseph mendengarkan ocehan temannya itu menggelengkan kepalanya.
" Sok imut banget Lo bro , tua Lo." ucap Ferdinan.
" Sirik aja bapak , cepat halal kan Ibu Negara!." jawab Joseph.
April dan Jorji tertawak cengengesan.
" Apaan sih kalian tertawa? " Tanyak Joseph ke April dan Joseph.
" Kalian lucu , tauh!" ucap Jorji. " Ya kan Pril?"
" Iya mbak.... lucu, kocak aja kalau mereka digabungkan. Yang satu usil, yang satunya sok dingin. " Jawab April.
" Sudah bersih." ucap Joseph memotong.
" Sebenarnya ada apa sih sayang? Kenapa ramai banget dibawah dan dilantai 4 ini? "
" Jadi kamu tidak tauh Pril ?" Buru-buru Ferdinan yang menjawab.
" Tidak kak. Ada apa?" tanyaknya heran menatap ke Joseph.
" Kalian tidak tauh si Joseph itu bagaimana. Pasti dia sengaja mau kasi Surprise. " ucap Jorji.
" Apaan sih , aku tidak mengerti. " ucap April melihat mereka satu persatu.
Joseph menarik tubuh April , dan mereka berdua berdiri berhadapan.
"Istriku tersayang. Waktu kamu masuk ke area Parkiran, dan halaman gedung , tidak melihat adanya papan bunga?" Tanyak Joseph.
April menggelengkan kepalanya , seraya menjawab Tidak.
" Loh... jadi tadi waktu masuk , gak lihat jalan dong? Terus matanya kemana sayang?" ucap Joseph sambil tertawak gak jelas karena gelik.
Lantas Ferdinan dan Jorji ikut tertawak mendengar ucapan Joseph.
April sangat malu , April memukul lengan Joseph sangkin malunya. " Aku tuh fokus sama Berkas kamu. Tidak melirik kekiri dan kekanan. Tapi dilantai satu banyak benar orangnya, seperti ada acara saja.." ucap April.
Lalu Joseph tersenyum dan memegang kedua tangannya.
" Sayang , hari ini peresmian perusahaan kita yang baru. Yang aku dedikasikan buat anak kita. Nama perusahaannya Twins Group." Lalu Joseph mengelus perut April.
Ya wajar , April kaget karena memang tidak pernah terpikir dan tidak pernah mendengar Joseph membicarakannya.
" Serius ini?" Tanyak April pada Joseph.
Joseph mengangguk pelan. " Ya.. ini buat anak kita dan juga kamu. Walaupun aku tauh , kamu sudah biasa mendirikan sebuah perusahaan. Tapi ini lain, dengan konsep ku sendiri aku wujudkan buat orang yang aku sayangi." senyum lalu membelai lembut pipi April.
Joseph berjongkok didepan perut April. Tingginya menyamakan perutnya , dan berbisik pada Perut.
" Anak Daddy , ini Daddy dan mami persembahkan buat kalian kelak. Semoga menjadi Berkat untuk semua orang ya sayang." ucap nya pada perut dan mengelus lembut.
April tersenyum , Ferdinan dia geleng-geleng kepala. Ternyata seorang Pria jika Istrinya hamil , mendapatkan ilmu baru , ngomong sama perut. Jorji haru melihat Joseph , sesuatu yang sangat alami pikirnya. Bisa diberikan Joseph pada April.
Joseph kemudian berdiri , dan memberikan ciuman dibibir April. Dengan lembut dikecupnya. Ferdinan dan Jorji ngiri. Saling memandang , terus melihat lagi ke Joseph dan April yang tidak sopan membuat pasangan yang baru menjalin kasih , terpelongok memandang kearah mereka.
" HUk...Hemm " Batuk dibuat-buat oleh Ferdinan. Membuat Joseph sadar ada dua manusia bersama mereka. Joseph melepaskan ciumannya , April menjadi salah tingkah. Wajahnya berubah merah , karena sangat malu.
" Maaf Kadang gua suka lupa , masih ada makhluk Astral disini." ucap Joseph.
Jorji pun menjadi tertawa. " Kamu beruntung punya Joseph Pril." ucap Jorji.
" Kamu ngiri? " Tanyak Ferdinan.
" Ti—dak." ucap Jorji dengan sedikit penekanan.
" Kalau tidak, kamu minta saja pada April untuk membagi dua si Joseph itu." ucap Ferdinan sedikit kesal.
April yang mendengarnya bukan marah , dia ikut tertawa sama Halnya dengan Joseph. Tapi Joseph tidak tinggal diam.
" Maaf la yau bro... hati gua hanya untuk Istri gua seorang. Lo itu yang sadar , wanita itu harus dimengerti. Dimanja Bro , biar selalu bahagia. Ini kagak , sama pacar sendiri lo dinginnya kayak Es Batu." Sental Joseph ke Ferdinan. Karena Ferdinan urusan wanita sangat lambat. Tapi Jorji sangat setia sama Pria macam dia.
" Kalian ini , sudah-sudah. Acara akan dimulai beberapa menit lagi. Persiapkan yang harus dipersiapkan." ucap Ferdinan memotong pembicaraan.
Jorji hanya bisa tersenyum. Cuma Jorji yang sangat mengerti dan mengenal Ferdinan.
__ADS_1
Mereka semua akhirnya bersiap-siap untuk menyambut dewan perwakilan, direksi , serta April yang diperkenalkan untuk mengelola perusahaan bersama dengan Joseph.
______ BERSAMBUNG______