Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
Bertemu Lagi


__ADS_3

Hotel Wijaya Park, Kawasan Jakarta Barat


Setelah pertemuannya dengan Carlo selesai, mereka pun berpisah didepan Restaurant. Kemudian April dan Astrid menyusuri Lobi Hotel hendak melangkah keluar. Tetapi tiba tiba hasrat ingin buang hajat April memanggilnya untuk ke Toilet.


" Kak Astrid tunggu saya di lobi ya. Saya ingin ke Toilet sebentar."


" Mau saya temani Pril?"


" Gak sa ka, sendiri saja. Udah gedek kok" jawabnya dengan candaan yang disambut tawa oleh Astrid.


" Baikla... saya akan menunggu disana" sambil menunjuk tempat dilobi.


Berjalan meninggalkan lobi dan mencari Toilet April pun melangkah sambil melihat arah tulisan Toilet. Sebelum mendapatkan arah yang dituju, April malah memasuki arah ruangan yang mengalikan pandanganya dari petunjuk arah panah Toilet. Dan berjalan pelan memasuki Ruangan besar yang mewah.


"Wah Ruangannya bagus banget, dengan interior arsitektur berkesan klasik tempo dulu." sambil mengamati setiap sudut ruangan. Dan langkahnya terhenti tepat diphoto yang sebesar setenga dinding ruangan itu.


" Laki laki ini" ucapnya sambil menunjuk ke photo didepanya.


"Kenapa laki-laki itu?" Ucap seseorang yang berdiri didepan pintu dan menyenderkan badannya juga menyilangkan kakinya dengan tangan terlipat kedada. Dengan cepat April Membalikan badannya ke sumber suada tersebut. Seketika itu juga April kaget seperti melihat hantu. Karena dipikirnya tadi tidak ada orang sama sekali.


"Kau..." katanya menunjuk ke arah Joseph dan "Ini?" menunjuk Photo didepannya. " Kenapa kau di sini? kau menguntitku y?!! " sambung April curiga.


Memakai jas, pakaian formal. apa mungkin dia orang yang berkaitan dengan Hotel ini? Photonya terpampang jelas diruangan ini.


" Apa kau katakan? Menguntit? Siapa kau harus ku untit? Kenapa aku disini? bukan seharusnya itu pertaanyaanku? Kenapa anda disini nona?"


Sambil berjalan masuk dan bersenderkan meja dengan tampang acuh tak acuh. Menyilangkan kakinya dan melipat tangan memandang intens ke arah April.


" Ahhh itu... iya.. aku ta.. di.. salah masuk ruangan He he he..." Dengan terbata bata menjawab karena merinding liat tatapan Josep yang mengintimidasinya.


" Hey Nona... anda bisa baca gak? " Menunjuk ke arah pintu.

__ADS_1


"Itu yang di situ tuh... jelas-jelas ada tulisan masak gak bisa dibaca?"


April yang menengok kearah tulisan yang ditunjuk dan Joseph yang berjalan kearah April menghampirinya membungkukan sedikit badanya untuk menyeimbangkan tingginya dengan April dan berucap dengan lafal yang tegas " DILARANG MASUK KECUALI KARYAWAN HOTEL" ucapnya tepat dikuping April. Refleks April mundur dan membuat jarak.


iii merinding aku, auranya bener bener mencekam jiwa. tapi wangi parfumnya sungguh menggoda imanku. ahh... sadar April sadar... dia tu cowok aneh yang baru kau kenal kemarin.


" Apa yang sedang kau pikirkan? kau ngerti gak? jadi tunggu apa lagi? silahkan tinggalkan ruangan ini" kembali bersender dimeja dan memandang intens pada April.


Hari ini dia tampak lebih cantik dari pertama berjumpa kemarin. Rambutnya yang panjang terurai bagus. wanita ini sangat anggun berbeda dari wanita yang ku jumpai. Dia natural, wanita yang memperlihatkan sisi Aslinya. Tidak seperti wanita lainnya melihatku saja langsung memasang wajah bertopeng mengodaku. Hey hey.. tunggu dulu.. apa yang barusan kau bilang HATI ? kenapa kau memujinya.


" Baiklah.. tanpa anda suru pun saya memang mau keluar" sambil berjalan kearah pintu.


" Hey tungguu.." Refleks berhenti dan membalikan badannya.


" Apa lagi!" Dengan tatapan kesal.


" Itu soal Mobilmu... besok tolong datang kerumahku bawak kembali Mobilmu. Tidak berguna untukku, malah menambah pekerjaan pekerjaku saja."


jemput mobilku yang tidak berguna itu.!"


" Tidak.. Mobilmu harus kau jemput sendiri. Jangan tanpa perantara." ucapnya tegas Dengan senyuman sinis menatap April.


" kau... jangan seenaknya begitu dong. kenapa mesti aku langsung yang harus mengambilnya? Sementara aku punya orang yang bisa ku utus ketempatmu"


" Saya tidak mau orang lain tau tempat tinggalku. Kau pikir aku orang yang sembarangan. Jadi kau dengar.. kau harus datang tepat waktu jam 08:00 pagi dirumahku. Jika telat jangan salahkan aku membuang waktumu."


Menahan kesalnya April menarik nafas panjang seaakan pengen menonjok muka si Joseph. Syukur aja kau tidak didekatku..kalau tdak udah aku tonjok muka mu. Dan nilai Plus nya syukur aja mukak lo tampan kalau jelek. Hedeeeeh...


"Jangan mengatainku, aku bisa mendengarnya" Menduga April sedang mengumpatnya didalam hati.


" Ngah" kaget menatap ke Joseph tanpa sadar mulutnya pun ikut ngangap. Mungkin benaran keturunan jin pria yang kuhadapin ini .

__ADS_1


" Baiklah... berikan Alamat rumahmu, kehabisan Oksigen jika aku berlama lama dengan pria sejenis kau" ucapnya ketus sambil mengipas ngipas wajahnya.


" Pria sejenis apa aku yang kau maksud?" Memicingkan matanya ingin tauh. secepat kilat April menjawab.


"Sejenis Kingkong. Berucap tanpa cela. "Upppsss keceplosan" kata April dengan menyentuh bibirnya. Mendengar jawaban April, Joseph terbelalak dan hampir jatuh dari senderan meja yang menopangnya. Melotot kearah April tidak terima.


Gini tampannya aku kau bilang sejenis Kingkong. Dibandingkan dengan Lee Min Ho mah lewat akunya. Eh dianya. Dasar wanita aneh. Ngomong sendiri dalam hati.


" Kingkong? Kau bilang aku sejenis Kingkong? berani beraninya Kau–" April pun langsung memotong perkataannya.


" Ah maaf maaf... bukan maksudku seperti itu. Sudah berikan cepat Alamatmu." Dengan gusar dan terburu buru karena sudah menahan rasa ingin buang hajat.


Joseph yang masi bingung melihat tingkah April yang berubah hanya diam dan tidak menjawab.


"Kenapa diam? Cepaaaat berikan Alamatmu." bentaknya tak sabar sambil menggoyangkan tubuhnya.


" Akan ku kirim lewat WA ke nomormu kemarin." Jawabnya santai.


" Kenapa gak ngomong dari tadi , buang buang waktuku saja." pintah April dan bergegas keluar ruangan menuju Toilet. Dan disusul Joseph yang masi penasaran memandangnya dari depan pintu. berjalan, hingga April pun tiba diujung koridor menuju arah Toilet Carlo pun muncul tiba-tiba.


" April" Ucapnya


" Oh hai... maaf saya lagi buru buru" melambaikan tangannya meninggalkan Carlo yang masi bingung dan langsung menuju Toilet.


Merusak image ku aja. Hanya mau ke Toilet perjalananku sungguh panjang melewati gunung dan lembah. ah... sialnya aku berjumpa dengan mereka saat genting begini.


Joseph dari kejauhan menggeleng gelengkan kepalanya. Ternyata panggilan Alam. Kemudian melihat Carlo yang sempat sekilas ngobrol dengan April. "loh mereka kenal?" Nanyak sama diri sendiri.


" Carlo..."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2