
Setibanya Jayda di Fakultas KeDokteran ia menelusuri tempat yang bakal dijadikan Lokal oleh mahasiswa dan mahasiwi stambuk baru. Seperti halnya dengan Jayden , Penyambutan Mahasiswa dan Mahasiwi juga di adakan oleh Setiap Fakultas. Walaupun merasa baru , tanpa ada kecanggungan dalam diri Jayda karena ia sendiri anak yang pemberani.
" Hallo." sapa seorang gadis anak baru seangkatan Jayda juga.
" Haii." balas Casandra dengan senyumnya.
" Sini duduk sama aku , aku juga sama dengan kamu." katanya dengan menunjukkan bangku kosong di sebelahnya.
Jayda tersenyum dan mengikutinya kemudian duduk di sampingnya.
" Hay. . . salam kenal sesama mahasisi baru namaku Lani." katanya mengulurkan tangannya.
" Hay Lani nama aku Jayda salam kenal juga." Balas Jayda dengan ramah.
Yang lainnya dalam barisan seluruh mahasiswa dan mahasiswi baru mencari teman yang bisa di ajak berkawan. Setidaknya basa basi untuk lebih mengakrabkan diri.
Usai dari pemyambutan anak baru Jayda yang di temani sama teman barunya Lani berjalan menuju Kelas di mana mereka akan di perkenalkan oleh masing - masing penghuni kelasnya.
" Jayda . . . mungkin itu ya kelas di Fakultas Kedokteran."
Kata Lani menunjuk ke arah kelas waat mereka berjalan dan sudah berada di area lapangan kelas yang sudah di penuhi mahasiswa.
" Mungkin iya.. aku juga sempat lewat sini." balas Jayda seadannya.
" Ya da kita langsung ke sana aja. " Kata Lani.
Mereka pun berjalan menuju kelas dengan bertuliskan FKK20-01. Tampak semua orang menatap kedatangan Jayda dan Lani.
Ada yang tersenyum , ada yang cuek , ada juga yang sinis , ada juga yang mengagumi keduanya.
Jayda ingin bercerita sediki tentang pandangannya pertama melihat Lani dan dirinya.
Lani anak yang ramah dia mudah bergaul dengan orang di sektarnya walau dia tidak mengenalnya Lani sangat Ramah. Lani juga memilik tinggi yang hampir bersamaan dengan Jayda , berkulit putih , berambut hitam sebahu. Murah tersenyum itu pandangan pertama Jayda untuknya sebagai teman pertama bagi Jayda.
Sedangkan Jayda sendiri orangnya tidak seramah Lani , dia kadang suka jutek , tidak terlalu ramah. Taoi kalau sudah dekat sangat Gokil. Berkulit putih , berambut lurus panjang berwarna hitam.
Lumayanlah bagi Jayda mendapatkan teman baru yang cantik.
" Jay. . . aku tetap duduk di sebelah kamu ya?"
" Iya. . . tidak masalah Lan kita barengan aja okey." balas Jayda sedikit berbisik.
Tidak lama Dosen muda datang dan memasuki kelas mahasiswi dan mahasiswa stambuk 2020. Para mahasiswi menatap girang akan ketampanan sang Dosen itu. Tingginya yang pas dengan postur tubuhnya , berkulit putih dan memakai kaca mata membuat kharismanya menjadi di idola para mahasiswinya.
" Hallo selamat siang semuanya." Sapa Dosen muda tersebut.
" Perkenalkan nama saya Herry kalian bisa panggil saya Pak Herry. Saya selaku Dosen Anatomi , tapi hari ini saya mau kasih kesempatan buat kalian untuk saling mengenal. Jadi mata kuliah yang akan saya bawak tidak di pelajari hari ini. Apa kalian bersiap?" Tanya Pak Herry.
" Siap Pak." kata semuanya.
" Siap Pak ganteng." salah satu mahasiwi yang telat menjawab.
Refleks semuanya satu kelas itu tertawa.
__ADS_1
" wah siapa nama kamu?" Tanya Pak Herry dengan Ramah.
" Egh. . . hallo Pak Nama Saya Merika."Jawabnya dengan malu.
" Mericaaa???" Balas salah satu mahasiwa mengundang tawa sekelas.
Merika emosi. " Merikaaa. . . enak aja Lo ganti nama gua. Mahal itu bikinnya." Jawab Merika dengan lantang.
" hey. . . sudah jangan begado. Malu baru aja ketemuan udah begado." Pak Herry menengahi.
" Kamu tadi yang bilangi Merika dengan Merica sini maju kedepan untuk memperkenalkan diri kamu." kata Pak Herry dengan tampang coolnya.
" Agh Pak Herry gak usa kedepan dong Pak dari sini aja. Nanti banyak yang naksir lagi." Balasnya.
Sontak yang mendengar di diketnya pada nyoraki. Termasuk manusia dengan tingkat kepedeannya di atas Rata - Rata tuh.
" Saya bilang maju ke depan. Buruan."
Tidak bisa menolak Mahasiswa itu yang duduk di belakang menuju kedepan melewati bangku Jayda. Dengan rasa usilnya Jayda menjegal kaki nya saat melewati Jayda. Alhasil terjatuhla dia dan dapat sorakan lagi terutama si Merika paling semangat.
Jayda tertawa penuh kemenangan. Dengan rasa malunya dia menatap ke Jayda dengan matanya yang penuh kebencian menatap Jayda. Jayda seperti tidak ada kejadian dan tidak merasa atas perbuatannya.
Sedangkan Lany yang di sebelah Jayda berbisik takut di kupingnya.
" Berdiri. . . ! " kata Pak Herry ke Mahasiswa itu.
" Kamu kemari . . . maju ke depan dampingi dia." kata pak Herry ke Jayda.
" Loh kok saya sih Pak?"
Dengan rasa berat hati Jayda berdiri dan berjalan ke depan. Lany dia merasa kasihan ke Jayda , akibat si Jayda usil sih.
" Kamu yang menjegal dia kan?"
Dengan tampang acuh Jayda menatap pria yang di sampingnya.
" Habisnya dia sih Pak sok keren." kata Jayda seadanya.
" Betul itu Pak." Timpal Merika.
" Saya tidak bertanya ke kamu."
" Maaf Pak." kata Merika.
" Ayo kalian dua bernyanyi bersama."
" Apaaa!!!!." balas keduanya bersamaan.
Jayda dan Pria itu saling menatap.
" Apaan sih Lo ngikuti gua." kata Jayda.
" Siapa juga yang ngikuti Lo gak tahu malu."
__ADS_1
" heyy. . . saya nyuru kalian itu nyanyi. Bukannya bertengkar. Cepataaan!!!."
" Nyanyi apaan Pak." Tanya Jayda.
" Duet bareng terserah kalian dua nyanyi apa. Buruan kalian berdua kompromi." balas Pak Herry.
Pria itu mengernyitkan keningnya lalu tersenyum ke Jayda. Seakan bertanya sementara Jayda memasang wajah kesal.
" buruannnn woiiii kelamaan!" Teriak mahasiswa yang duduk paling belakang.Jayda memandangnya dengan kesal.
" Lo mau nyanyi apa?" tanya Jayda.
" Gua? "
" Ya Lo! Emangnya siapa lagi? Pak Herry?"
" Oya Pak Herry boleh gak kita duet lagu Potong Bebek Angsa." kata Pria itu mengundang tawa seluruh di ruangan.
" Boleh tapi ada syaratnya." balas Pak Herry dengan penasaran.
Merinding bulu kuduk Jayda.
" Apa pak?" Tanya Pria itu.
" Kalian nyanyikan dengan huruf O."
" Astaga Pak Herry , itu kejam namanya." Balas Jayda.
" Ya kalau cuma nyanyikan gitu doang mah udah biasa , jadi kalian berdua harus berduet seperti yang saya katakan tadi."
" Sudah jangan protes ayo kita mulai." kata Pria itu.
Bersamaan keduanya bernyanyi dengan penghayatan penuh. Jadilah keduanya bahan ledekan.
Pria itu ingin berjalan kembali ke bangkunya tapi langsung di hentikan Pak Herry.
" Mau kemana? di sini dulu saling kenalan dulu." kata Pak Herry.
" Pak nanti sajalah." balas Jayda.
" Sekarang kenalkan nama kalian siapa ke teman - teman kalia. Di mulai dari kamu." kata Pak Herry ke Pria itu.
" Apes apa saya inj pak?"
" Buruan Kenalkan nama kalian jangan protes kalau tidak saya suruh kalian berdua berdiri di luar!"
" Baiklah teman - teman saya semua yang ada di sini , di sana dan di mana - mana. Perkenalkan nama Saya Dika , umur saya masih 20 Tahun ke samping. Status saya Single alias Jomblo sapa tahu ada yang mau daftar monggo pendaftaran masih terbuka hubungi Admin di bawah ini , sudah pak." Kata Dika Pria aneh itu.
Sambutannya di sambut dengan tawa teman - teman mereka termasuk Pak Herry sendiri.
" Okey giliran kamu." kata Pak Herry menunjuk ke Jayda.
" Hallo semuanya nama saya Jayda , umur saya 20 Tahun , sudah Pak." kata Jayda dengan malas.
__ADS_1
" Baiklah silahkan kembali ke tempat duduk kalian."
Bersamaan itu keduanya berjalan bersama dengan rasa masih kesal jayda dan Dika saling bertabrakan hingga sampai di bangku mereka masing - masing.