
Resepsi pun usai, para keluarga berpamitan untuk kembali kekota masing-masing. Para kerabat, pembisnis, seluruh yang hadir masi ada yang menetap untuk menikmati keindahan Alam di Bali.
Pagi itu Joseph terbangun diluan, karena efek minuman semalam sedikit pusing rasa dikepalanya. Melihat kearah wanita yang disebelahnya, ditatapnya lekat wajah yang tertidur dengan damai. Diperhatikannya setiap sudut wajah itu. Ingin sekali dicium, tapi tidak ingin juga membangunkan sang Istri yang sudah kelelahan.
Joseph pun beranjak dari tempat tidur, duduk dipinggir Kolam pribadi kamar itu. Menatap ke arah langit. entah apa yang sedang dipikirkannya.
April pun terbangun, merasakan ada sesuatu yang hilang disampingnya. Berdiri mencari sekitar dimana suami tercintanya. Berjalan kearah samping kolam, dia melihat Joseph yang malah ketiduran disamping kolam dengan kepala bersenderkan ketembok penyambung atap. Timbulah keusilan sang Istri. Mengendap pelan, mendekat kearah Joseph. Lalu dia menolak Joseph.
BYURRRRRRRRRRR....
Joseph pun langsung tersadar karena tubuhnya sudah basah kejebur kedalam kolam. April pun dengan kekehnya ketawak sampai perutnya sakit. Hingga ingin meneteskan air mata. Menatap wajah Joseph yang terkaget.
Masi didalam Kolam dia kesal " Kamuu." ucap Joseph.
" hahaha... Sorry sayang... habisnya kamu tuh hahaha... masak tidur dipinggir kolam sih."
" Jiah.. awalnya aku cuma mau menatap keindahan alam. Egggh ternyata malah ketiduran disitu.
Sini tolong aku." ucap Josep mengangkat tangan kanananya.
"Naik sendiri dong masak gitu aja gak bisa." seru April.
Joseph pun berjalan untuk menepi dikolam renang. Lalu mengangkat tangannya lagi. " Tolongin." ucapnya.
Tanpa pikir panjang April memegang tangan Suaminya dan BYURRRRRRRRRR.... April pun ditarik oleh Joseph masuk. Gak mau kalah Joseph tertawa terkekeh, melihat April yang juga sudah basah kuyup.
" Kamu ini." ucap April dan memukul Bahu suaminya.
Masi dengan tertawa Joseph menarik tubuh Istrinya dan memeluknya. " Suasana yang indah sayang."
" Mau apa?" Tanyaknya yang curiga dengan tatapan suaminya.
" Mauuuuu... kamu" ucap Joseph langsung mencium bibir April dengan nafsunya. Sampai April tak mampu menyeimbanginya. " aku kepengen sayang." ucapnya lagi lalu menciumi leher April dengan ganas.
April tak menolak... dia pun menahan rasa yang nikmat itu. Gelik yang dirasakannya sampai keubun ubun. Joseph pun mengangkat tubuh April seakan menggendong dari depan, Dikecupnya semua. Tak sabar dia membuka pakaian April dengan cepat. Dia pun memulai untuk memainkan aksinya. Belum juga puas. Joseph membawak tubuh April keluar kolam dan membawaknya kedalam kamar mandi. Disitula dia menyalurkan nafsunya dengan menggebu-gebu dia menyetubuhi istrinya.
***
Selesai semua urusan melihat kearah ruangan Resort sudah sepi, Keluarga pun sudah tidak ada. Tinggal mereka Berdua. Termasuk Carlo pun tidak ada. Mungkin saja dia sudah mengikuti Linda yang menetap di Hotel Wijaya.
" Yuk kita jalan-jalan sayang. Gak sah mikirin mereka. Mungkin sudah ada yang pulang." menarik tangan April
Berjalan keluar menuju Parkiran Joseph mengambil mobilnya yang sudah tersedia. Membawak April berjalan-jalan. Karena April tidak mau diajak Berbulan Madu keluar Negeri. April cuma mau di Bali. Itu saja sudah cukup baginya.
Joseph juga tidak masalah dengan itu. Asal ada April disampingnya sudah cukup baginya menjalani hidupnya.
Dengan membawa tas ransel memakai kacamata, kaos putih Celana Pendek. Joseph dengan santai menggandeng Istrinya. Tampak kulit putih Joseph dan Tubuh kekarnya Berjalan bersama-sama dengan gadis kecil manjanya.
April pun tak mau kalah dengan Kaos Putih celana Hitam ketat pendeknya dan sendal jepitnya , dia juga sudah bersiap-siap berjalan menikmati suasana Bali. Walaupun tak tau mau dibawak kemana Oleh suaminya. Tak lupa juga kaca mata Hitamnya.
Tidak ingin terus bersembunyi dalam penasaran April pun bertanyak.
" Kita mau kemana sayang?" Tanyak April.
" Pantai.. sayang. Snorkeling yuk" Jawab Joseph dan mengajak.
__ADS_1
" Benarkah? Tapi aku lagi tidak ingin, kamu saja. Aku akan menunggu." ucap April
Jospeh pun menyentuh kepala April yang menatap kearah jalanan dengan keindahan alamnya. Terbentang luas lautan yang biru.
Akhirnya mereka pun tiba di salah satu pantai, yang terkenal dengan tempat Snorkeling terbaik tapi tidak terlalu ramai.
" Tunggu aku ya sayang... kamu berani kan sendirian?" Tanyak Joseph hawatir..
" Berani sayang.. tuh kan masi ada orang."
" Okey.. baiklah aku bersiap." Berjalan menuju Tempat menyediakan Jasa Snorkeling.
Mengoleskan SunBlock yang sudah dibawaknya keseluruh kulitnya. Tiba-tiba seorang pelayan mengantarkan makanan, Kelapa muda, seafood kemeja disamping April.
April sedikit bingung, karena dia tidak sama sekali memesan sesuatu.
" Maaf ibu.. ini pesanan dari Bapak tadi " menunjuk kearah Joseph yang baru siap memakai pakaiannya neyelamnya.
" ouuuu iya... Terimakasih mbak " ucap April.
" Ternyata dia takut aku bosan dan menyiapkan semua ini." ucapnya sendiri dengan senyum.
Menikmati Air kelapa Muda, masi menatap kearah lautan dengan pasir putihnya. Akhirnya April berdiri, menikmati Pasir Putih dibawah telapak kaki telanjangnya. Terasa nyaman seolah sedang dipijat lembut.
" Wah... sudah lama aku tidak kepantai " ucapnya kagum.
Terus berjalan menyusuri pinggir pantai, walaupun sendirian dia menikmatinya dengan matahari yang masi terbilang pagi. Sambil menanti suaminya yang lagi Snorkeling.
Bukannya dia tidak ingin menemani Joseph Snorkeling tapi apala daya, tubuhnya yang masi merasa lelah karena mengikuti permainan suaminya dikolam tadi mengurungkan niatnya.
Dari kejahuan Joseph melihatnya, yang sudah selesai dari Snorkelingnya pun berjalan menghampiri Istrinya yang sedang jongkok itu
" Kamu ngapain sayang?" Tanyak Joseph yang berdiri tepat didepannya.
April pun menengadahkan kepalanya melihat Joseph.
" Agh... ini mencari kulit kerang " ucapnya senang dan berdiri.
Kemudian Joseph memakaikan Topi pantai ke Kepala April.
" Ini buat kamu... supaya rambut kamu gak kenak matahari." ucap Joseph lalu senyum.
" Kamu pengertian banget sih sayang... Hal kecil gini pun kamu bisa tauh."
" Buat Istriku tercinta... perhatianku harus full." ucapnya mencium kening April.
" Terimakasih suamiku."
" yuk kita jalan... aku sudah memesan makanan sudah datang kan?" berjalan dengan kaki telanjang bergandengan Tangan dengan tatapan mesra penuh cinta.
" Sudah.. aku tadi malahan terkejut ada yang ngantar makanan "
" Iya.. sebelum berganti pakaian aku memesannya. Harus dihabisi ya. Makan yang banyak sayang."
" Kenapa harus banyak? nanti aku gendut, jelek, kamu diserempet Pelakor aku bisa gila sayang." ucap April asal.
__ADS_1
" Pelakor? Apa itu?" Tanyaknya bingung.
" OMG... kamu tidak pernah nonton infotaimen ya?"
" Tidak.. aku hanya melihat Info Bisnis tentang kurs, saham segala keungan."
" Wah... langkah." cetus April " Aku walaupun sibuk masi bisa nonton Drama Korea loh." ucap April.
" Iya... aku memang tidak suka aja. Jadi apa itu pelakor "
" Perebut Lakik Orang. kalau akunya nanti banyak makan, terus gendut. Kamunya malah pindah kehati lain."
Joseph menghentikan langkahnya, dan berbalik memegang pipi April. " Mau gendut, mau kurus, mau cantik, mau jelek, Asal itu kamu aku akan mencintaimu sampai aku mati " ucapnya tulus.
April teresenyum senang. " sungguh janji yang tulus." ucapnya lagi.
" Percayalah sayang... kamu wanita keberuntunganku. Gadis kecil yang merubah hidupku." merangkul pundak April dan berjalan.
***
Sampai di pondok depan pantai Mereka berdua menikmati sinar matahari dengan menu yang sudah ada di meja. Muncul pertanyaan Joseph yang pagi tadi membuatnya tertidur di kolam renang.
" Sayang.." panggilnya ke April
" Iya." Jawab April yang sedari tadi menikmati teriknya sinar matahari.
" Boleh aku bertanyak sesuatu?"
" Huum....silahkan. Apa yang mau kamu tanyak."
" Soal.... hemm.. ini yang menggangguku tadi pagi di kolam hingga tidur."
Menatap lekat ke Joseph " Apa itu?"
" Soal anak. Kamu ingin langsung kita punya anak atau menundanya?"
Sontak April berpikir sejenak. " Kamu maunya?"
" Hemm kalau aku sih maunya.... ya kita langsung pumya anak sayang. apa kamu bersedia?"
April menatap wajah Joseph. Lalu iya tersenyum.
" Hemm.. baikla... kemauan kita sama." Serunya girang.
" Benarkah? Huh syukurla kalau kamu bersedia." jawab Joseph dengan senyumnya.
" Huum... semoga apa yang kita inginkan cepat dikabulkan."
" Amen sayang."
Mereka berdua saling menatap penuh mesra. Joseph yang selalu berpikir akan membahagiakan April terus terlintas dipikirannya. Karena Istrinya ini yang mampu mengubah pandangannya terhadap sesuatu.
Bersambung...
Maaf ya kita sambung ya 😁 semoga tetap masi suka sama cerita April dan Joseph 🥰
__ADS_1