Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
J&J : BAB 21


__ADS_3

Tolong VOTE nya di My Chosen Wife ya :)


.


.


.


"Benarkah itu Mikha?" tanya Joseph.


Mikha dengan berani mengangkat wajahnya dan membalas tatapan dari Joseph.


Mikha menganggukan kepalanya. "Benar Om. Apa yang di katakan Jayden memang benar. Saya adalah cucu yang di jodohkan dengan Jayden." balasnya dengan pelan.


Joseph akhirnya tersenyum, begitupun dengan April.


"Baguslah. Bukankah ini suatu kebetulan yang sangat berharga? akhirnya, keinginan kakek kalian terwujud. Baiklah, Papa menyetujui keinginan Jayden. Kapan kalian akan melangsungkan pernikahan?" tanya Joseph dengan bergantian menatap Mikha dan Jayden.


Mikha menatap Jayden dengan menggigit bibir bawahnya.


"Minggu depan Pa." balas Jayden dengan mantap.


Joseph dan juga April terperanjak dengan ucapan Jayden.


"Kau tidak salah Nak?" tanya Joseph.


Jayden tersenyum.


"Tidak Pa... Jayden benar-benar serius. Karena Mikha dan Jayden sudah mengenal sejak dulu. Jadi, tidak ada lagi kata penjajakan Pa. Jayden sudah yakin, akan menjadikan Mikha Istri." Jayden menoleh ke arah Mikha dan tersenyum.


"Tapi bukan masalah itu Nak. Bukankah pernikahan itu mebutuhkan waktu untuk bisa menggelar pesta yang baik untuk kalian berdua?" April yang mengerti maksud Joseph, sehingga dia menyampaikan isi dari pikirannya.


"Ouuu.... soal itu gak penting Mama. Yang Jayden mau, Mikha dan Jayden sah saja." balas Jayden dengan mantap.


"Apa kamu setuju Mikha?" Joseph meminta pendapat Mikha.


Mikha membalas tatapan Jayden yang sangat teduh, kedua manik mata hitam Jayden, terpancar ketulusan. Kenapa Mikha harus ragu? bukankah perkataan Jayden ada benarnya.


"Iya Om... Mikha setuju. Yang di katakan Jayden pastilah yang terbaik." balas Mikha dengan sangat lembut.


Joseph menarik nafasnya.


"Baiklah Ma... Anak-anak sudah memantapkan hatinya. Keduanya saling sepakat, kalau begitu Papa dan Mama mana bisa melarang. Baiklah, kalau begitu apakah pernikahan kalian mau kalian urus sendiri atau papa yang urus?"


"Kita aja Pa." balas Jayden semangat.

__ADS_1


"Oke, baiklah. Aku sungguh kalah dari anakku." Joseph menggaruk-garuk kepalanya.


Semuanya pun tertawa. Setelah selesai pembicaraan mereka, Joseph dan April meminta mereka untuk makan malam bersama, hingga berpamitan pulang ke April dan Joseph. Kedua orang tua itu juga mengingatkan ke Jayden, agar tidak melakukan hal-hal sebelum pernikahan berlangsung.


Seusai kepulang Mikha dan Jayden, Joseph langsung meminta orang-nya mengurusi masalah Mikha dengan aset keluarganya yang harusnya jatuh ke tangan Mikha. Joseph merasa kasihan, dengan keadaan Mikha sesungguhnya.


***


Tiba di Apartemen, Mikha dan Jayden bersama-sama masuk, hingga tangan Jayden menarik lengan Mikha hingga mendekap tubuh Mikha.


Mikha kaget dan meletakkan kedua tangannya di atas dada Jayden, keduanya saling memandang.


"Apa kau bahagia?" tanya Jayden dengan seulas senyuman yang mengembang.


Mikha merona, Ia pun tersenyum.


"Sangat. Pastilah Aku semangat, akhirnya selama ini orang yang Aku cintai, memang mencintaiku juga. Kenapa tidak?"


Tangan Jayden meyentuh rambut Mikha yang sedikit berantakan, menyelipkannya di bagian belakang daun telinga Mikha. Kedua manik mata Jayden, menelusuri setiap wajah Mikha.


"Aku sangat beruntung." ucap Jayden memuji.


"Bukanya Aku?"balas Mikha.


"Aku yang harusnya bersyukur, mendapatkan cinta dari wanita yang mampu merebut hatiku. Kau tau? tidak ada yang mampu menggantikan dirimu di hatiku. Selama Aku tidak mendapatkan dirimu, selama itu aku menutup hati. Bukankah Aku yang beruntung?"


Kedua mata Mikha membulat sempurna.


"A-Aku.."


Jayden menarik tengkuk leher Mikha dan langsung membenam ciuman yang dalam ke bibir Mikha. Sesuatu yang sangat dia nantikan, menikmati momen menyalurkan rasa cintanya yang telah lama di nantikannya. Tidak ada penolakan dari Mikha, Ia memejamkan kedua matanya dan menikmati setiap sentuhan dari kehangatan bibir Jayden.


Kedua mata Jayden menatap wajah Mikha yang menghujam jantungnya, hingga Jayden merasa cukup, melepas sentuhan akhir dari bibirnya.


Jayden tersenyum, Mikha menunduk. Masih berasa getaran yang di timbulkan bibir Jayden di bibir Mikha. Wanita itu merasa malu untuk bertatap muka dengan Jayden.


"Apa kau malu?" Jayden menarik dagu Mikha dan mengakat wajahnya agar bisa saling memandang.


"Wajahku sangat panas Jay." balas Mikha menutup kedua pipinya dengan tangannya.


"Kau ini, sangat pemalu ternyata. Sekarang naiklah ke atas, mari kita beristirahat. Mulai besok akan kita persiapakan pernikahan kita." balas Jayden dengan seulas senyuman.


Mikha menganggukan kepalanya.


"Baiklah." jawabnya dan mencoba menarik tubuhnya dari dekapan tangan Jayden. Jayden bukannya melepaskan tubuh Mikha, dia kembali memeluk tubuh Mikha dengan sangat lembut.

__ADS_1


"Jay." panggil Mikha.


"Biarkan Aku memeluk tubuh kamu sebentar lagi. Aku masih sangat merindukan kamu." ucap Jayden, kemudian dia memejamkan kedua matanya. Merasakan hangatnya dekapan tubuh Mikha.


Mikha pun tersenyum, dengan berani Mikha juga membalas pelukan tubuh calon suaminya. Kedua tangan Mikha merangkul pinggang Jayden, hingga keduanya sama-sama menenggelamkan rasa kerinduan yang telah lama mereka pendam.


"Selamat malam dan selamat tidur calon pendamping hidupku." bisik Jayden ke Mikha.


"Selamat malam dan selamat tidur juga, calon suamiku." balas Mikha dengan berani.


Seusai melampiaskan rasa rindu yang bergejolak, keduanya saling menatap di depan pintu kamar mereka masing-masing, dan berlalu ke dalam kamar.


Mikha langsung saja merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Seperti berada di alam mimpi, tidak berapa lama lagi, Ia akan melepas masa kesendiriannya bersama Jayden, pria idamannya. Pria yang mampu mengisi hatinya.


"Ma... Pa... Kakek... apakah kalian bisa melihat dari atas sana? semua yang di mau Kakek, hampir semuanya terjadi. Mikha akan menikah dengan pria pilihan Kakek dan Mikha sendiri. Mikha merasa sangatt bahagia, Ma, Pa. Akhirnya, di pertemukan dan di persatukan, dengan orang yang tepat. Semoga kalian bisa merestui Mikha dari sana ya." ucapnya, tak lama butiran kristal tampak di kedua sudut matanya. Hingga tangisan bahagia, sempat meliputi momen malam Mikha.


Sedangkan Jayden yang di kamarnya, langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan mengambil ponselnya untuk mengirimkan pesan singkat ke Jayda.


Jayden.


✔ Sempatkan waktu lo buat pulang ke Jakarta empat hari lagi. Karena di hari ke tujuh, gue akan menikah dan melangkahi lo, kakak gue yang karatan. Masih setia menjomlo gak lo?


Jayden tertawa, dia sangat senang meledekin Jayda. Kakak yang sangat galak pikirnya. Karena kegalakannya itu, acap kali Jayden gemar mempermainkan Jayda. Sungguh menggemaskan pikir Jayden.


Tidak lama, suara pemberitahuan ponsel Jayden terdengar. Ada balasan dari Jayda, membuatnya buru-buru membaca.


Jayda.


✔ Jangan bercanda! siapa juga yang mau sama lo! jelek gitu.


Jayden.


✔ Yeeee selepeh lo sama adik lo yang tampannya mirip Lee Min Ho.


Jayda.


✔ Terserah lo! nanti Kakak lo yang cantik ini, menghubungi Papa langsung. Jangan ganggu gue!


Jayden tertawa sendiri. "Gemesin banget sih, jadi rindu sama kegalakanmu."


Bersambung.


****


jangan lupa berikan VOTE nya ke MY CHOSEN WIFE ya.

__ADS_1


__ADS_2