Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
" Ciuman Pertama" EPS13


__ADS_3

Mobil April yang sudah keluar dari area parkiran berada tepat didepan mereka berdua , pekerja jos turun dan memberikan kuncinya ke Joseph.


" Ini Tuan " ucapnya sambil meninggalkan mereka dan membuyarkan tatapan antara mereka dan menoleh ke Mobil itu. Kemudian April yang melihat Joseph yang langsung berjalan cepat kearah Kemudi dan masuk ke mobil membuat tanda tanya dihati April. Dia pun jadi mematung sambil menatap aneh kearah samping kaca depan, tak lama kaca itu terbuka.


" Kenapa diam? Ayo masuk buruan" ucap Joseph.


" Lah... kenapa kamu ikut?" tanyanya penasaran.


" Sudah masuk aja dulu nanti baru cerita." langsung menutup kaca. April terpaksa mengikuti kemauannya masuk dan duduk dibagian kursi penempung. Joseph refleks memutar badannya kearah kursi belakang seraya protes.


" Heyy... kau pikir aku ini supirmu? Pindah kedepan!" ucapnya dengan tegas. Menatapnya sebentar dengan tajam, menarik nafas, Tahan April Tahan lalu bergegas pindah kedepan. Mobil pun segera meluncur keluar menyusuri pagi yang hendak berganti siang.


Dipakainya sepatunya yang sedari tadi dipeluknya. Joseph yang disebelahnya pun melirik kearahnya yang sedang sibuk mengikat tali sepatunya. Setelah siap batinnya berkata ingin protes sama semua yang dilakukan Joseph didepan orang orang tadi.


Diangkatnya wajahnya lalu melihat kearah Joseph dengan terang terangan dengan wajah kesalnya. Joseph refleks kaget melihat April yang menantang, melirik lagi ke jalan, melirik lagi ke April yang masih tetap memandangnya dengan mata tajam dan bibir dikerucutkan.


" A.. ada apa denganmu? kenapa wajahmu seperti itu. Apa ada yang salah denganku?" tanyanya gagap.


" Kauuuuuu...!!! sedikitpun tidak ada rasa bersalah padaku? apa maksudmu tadi memegang tanganku didepan keluargamu, didepan wanita yang menangis tadi?" tanyanya dengan suara lantang.


" Kau keberatan aku melakukan itu?"


" Kenapa malah nanya balik? Ya Pasti aku keberatan dong. Mamamu yang sedari awal sudah menganggap aku pacarmu, papa dan kakakmu juga seperti itu, dan satu lagi wanita yang memelukmu tadi juga beranggapan seperti itu. Apa kau pikir aku benaran pacarmu? Menarikku keluar dan pergi jalan bersamamu seperti ini. Jangan membuat aku yang tidak tau menau alasanmu membuatku masuk kedalam rana pribadimu, seakan akan caramu tadi membenarkan itu semua." Ucapnya dengan cepat.


" Tidak.. aku tidak membuatmu masuk kedalam rana pribadiku. Justru kau ada disitu menyelamatkanku dari situasi itu." ucapnya dengan santai tanpa melihat April.


" Apaaa... menyelamatkanmu? kau pikir aku satria baja hitam, pahlawan bertopeng? yang bertugas menyelamatkanmu?" ujarnya kesal.


" Hahaha.. ternyata kau lucu juga. Tapi yaa enggak juga sih ,kenapa aku memasukimu ke masalah Pribadiku, kau siapa aku juga gak mengenalmu, kita juga baru ketemu beberapa kali." Lagi lagi hanya santai.


" Wah... memang susah berhadapan dengan pria spertimu. Kau bilang tidak mengenaliku dengan entengnya kau berkata seperti itu. Dengan seenaknya juga kau tadi menarikku didepan semua orang." ucapnya sambil membuang pandangannya kearah jalan.


" Jangan marah marah lagi dong, kayak cewek aja marah marah terus." ucapnya dengan candaan sambil tertawa dan langsung di tatap tajam April.


Terdiam sebentar berpikir lalu tiba-tiba April pun memulai pembicaraan lagi.


" Jangan bilang itu tadi pacarmu? kau sengaja memegang tanganku kan untuk membuatnya cemburu?"


Sedikit lama menjawab April berpikir sejenak dan berucap. " Pacarr?" tanyanya bingung "Pacar kau bilang? kan tadi aku sudah bilang aku tidak punya pacar atau pun teman wanita yang ku ajak kerumahku. Dan mamaku tadi yang melihatmu datang mengira kau itu pacarku kan?" Jawabnya melemah.

__ADS_1


Melirik kearah Joseph, memandangnya.


" Hah... bener juga sih. Trus apa mungkin dia mantanmu? Photo yang dimeja kamar mu tadi itu dia kan?" menebaknya ingin tau karena dia memang penasaran pada Selena yang banyak ditentang untuk masuk kerumah Joseph apalagi sampai memeluknya dan menangis.


" Kenapa? apa aku punya hak harus menjelaskannya padamu?"


" Iya enggak juga.. cuma kau membuatku masuk dalam rana pribadimu. Apa kau sadar? Jika dia itu mantanmu apa kau berpikir dia akan melepaskan aku begitu saja?"


" Tidak.. mana mungkin dia mencarimu. jangan berpikiran yang aneh aneh. Santai saja."


Mengepalkan tangannya dan menahan emosi yang sedari tadi ingin dia keluarkan. Tapi pikirnya melawan orang macam Joseph sama aja dengan melawan angin yang tak bisa digenggam.


" Mungkin kau hanya menganggap semuanya semudah itu." ucapnya pelan.


" Ya kan memang semudah itu. Kau saja yang membuatnya rumit. Jika dia mencarimu karena yang aku lakukan padamu tadi , kau bisa menjelaskannya kan? Segampang itu. lagian aku juga tidak ada hubungan lagi dengan dia. Jadi tidak usah khawatir, dia tidak akan mencarimu." ujarnya dengan dingin.


" Owww berarti benar dia mantanmmu." Menarik nafas panjang dan berucap lagi " Aku tidak mau berurusan dengan mantanmu, apa yang bisa kau jamin padaku jika dia tidak mencariku. Apa kau bisa tanggung jawab untuk semua yang kau lakukan padaku itu? apa kau tidak waras? kau tidak tau sisi wanita yang lagi patah hati. Dan aku juga sudah tidak mau lagi berurusan denganmu!!! ucapnya dengan penuh luapan emosi.


Joseph yang mendengar kemarahan April pun tersentak karena ucapan April mengenak ke hatinya. Dia menghentikan mobil disisi jalan. Kemudian menggenggam wajah April dengan cepat dan menarik nya serta mencium bibirnya. April yang kaget terdiam dan matanya melotot menatap Joseph yang menciumnya dengan menutup matanya. Menikmati hangat bibir yang disentuh dengan lembut. Lalu dilepaskannya bibirnya perlahan dan menatap April tanpa rasa bersalah. April pun terdiam hingga menahan nafasnya.


" Itu jaminanku... jika dia mencarimu aku akan tanggung jawab." katanya dengan santai dan melanjutkan perjalanannya. Dia hanya terdiam atas apa yang barusan diterimanya.


" Aku belum sarapan pagi, dan kau juga belum sarapan kan? Pasti kau lapar. Jadi temani aku sarapan habis itu antar aku kembali kehotelku kemarin, selebihnya kita berpisah disitu."


" Ha ha ha ha... " ketawak karena bukan ada yang lucu. " Seenaknya aja kau memberi perintah padaku. Dan yang kau lakukan barusan padaku juga seeenakmu. kau pikir kau siapaaa!!! Aku tidak mau!!!" Hentikan mobil ini." ucapnya panas.


" Hei tenang dulu." Ucap Joseph.


" Aku bilang hentikan mobil ini!! Bentaknya. Tak terasa air matanya jatuh. Joseph yang menatapnya pun menghentikan mobilnya. Lalu April keluar dengan cepat hingga Hpnya jatuh dibawah tempat duduknya dia pun tak menyadarinya. Joseph yang melihatnya keluar pun tak bisa menahannya. April langsung memanggil Taksi yang lewat dan segera meninggalkan Joseph.


" Apa yang kulakukan? Apa aku melakukan kesalahan?" tanyanya pada dirinya sendiri. Dan Tak lama ingin melanjutkan perjalanannya dilihatnya Hp April yang jatuh. Mengambilnya lalu berucap dengan percaya diri. lihatlah kau meninggalkan hpmu disini. kau benaran tidak ingin jauh dariku kan? Sambil tersenyum melanjutkan perjalanan nya mengejar dan mengikuti Taksi April.


***


Memberikan alamat Apartemennya kepada sopir Taksi yang hanya menatap bingung melihat keadaan April.


April menarik napasnya berkali kali untuk mengilangkan rasa gemetarnya sedari tadi. Dia masi tidak percaya dengan apa yang dilakukan Joseph kepadanya. Diusapnya air matanya Kenapa pria yang ku temui sebrengsek itu. suka-suka nya aja memegang tanganku , menarikku dan tadi dia berani menciumku. Entah kenapa aku ini, kenapa bodohnya meneteskan air mataku didepannya. Bodoh sangat bodoh. Batinnya berkata.


April menangis karena tidak mampu melawan untuk menolak ciuman tadi. Dia marah Joseph yang bukan siapa siapanya berani menciumnya sesuka hati.

__ADS_1


Kemudian April merogoh saku jeans nya mencari Hp nya hendak menghubungin Pak Sony untuk mejemputnya di Apartemen untuk mengantarnya mencari makanan. Karena Mobilnya yang biasanya terparkir di Apartemen dibawa pak Sony yang tadi pagi mengantarnya. Sial Ke mana Hp ku? apa jatuh di mobil itu? Ujarnya dalam hati dan terus mencari tapi tidak ditemukan.


Aghhh benaran kesialan apa ini. bertemu sama pria Angkuh itu saja tidak menyelesaikan masalah sebelumnya malah kian bertambah.


Memegang kepalanya yang tiba tiba mulai terasa pusing kemudian perutnya yang terasa mulai sakit, sangatt sakit. Dipegangnya lagi perutnya, wajahnya pun meringis kesakitan. Sopir yang melihat dari kaca depan melihat April menahan sakit.


" Maaf buk.. Wajah ibu sangat pucat, ibu baik baik saja?" tanya sang Sopir.


" Ahh.. iya pak gak apa apa ,cuma sedikit nyeri" jawabnya


" Gak mau langsung ke rumah sakit aja buk? Soalnya wajah ibu terlalu pucat."


" aghh.. gak usah pak sudah mau sampai kok." menolak dengan sopan.


" Baikla buk..." Kata sopir Mengalah.


Tak lama kemudian Taksi pun tiba di depan Loby Apartemen mewah itu. April pun membayar dan segera turun dengan memegang kedua tangannya. Berjalan lambat dan perlahan.


Sedangkan Joseph yang sedari tadi mengikuti Taksi yang ditumpangin April pun tiba dan masuk ke area Apartemen yang sangat dia kenal. Bangunannya sangat familiar dimatanya.


" Lah Apartemen ini kan punya gua. Dia tinggal disini?" tanyanya sendiri. tak lama di lihatnya April turun dari Taksi dengan memegang perutnya.


" Ada apa dengannya?" tanyanya penasaran. " Wajahnya sangat pucat, apa dia sakit?" ucap Joseph yang masi penasaran.


Dari kejauhan itu April kemudian Jongkok dengan memegang perutnya dengan kedua tangannya. Wajahnya pun ikut tertunduk.


Joseph yang melihat pemandangan itu refleks dengan cepat memajukan Mobil dan berhenti tepat didepannya. Melepas safety belt nya dan bergegas membuka pintu mobil menghampiri April.


" Ada apa denganmu?" Sambil menyentuh Tangan April dengan rasa khawatir.


April menengadakan wajahnya melihat keatas ke arah Joseph.


Bersambung...


***


***Halo para pembaca, saya berterimakasih sekali atas komentar kalian dan yang sudah Like juga :)


Benar benar membuat saya semangattt untuk cepat cepat update malah cepat update tapi gak nampil. Terimakasih untuk kesabaran kalian yang dari kemarin ada kendala untuk lanjutannya. Semoga tetap suka dengan cerita Joseph dan April ya***.

__ADS_1


__ADS_2