
Sesampainya mereka dirumah mereka , istana kecil yang paling sering dirindukan , jika mereka sudah melakukan perjalanan diluar kota. April dan juga Joseph langsung disambut Siti , dengan Jus Jeruk yang sudah disiapkan Siti sebelum mereka tiba dirumah.
" Selamat datang Bapak dan Ibu , mari dimunum Pak buk." ucap Siti memberikan nampah dengan gelas serta teko Gelas diatasnya.
Karena Joseph sudah makan dua mangkok penuh dia menolak.
" Maaf Siti , perut saya sudah full , berikan saja ke April." ucapnya menunjuk April disebelahnya , dan kemudian duduk di sofa ruang tamu.
April pun mengambil segelas jus , meminumnya dan seketika tenggorakannya merasah dahaga.
" Oya siti , makanan ibu yang saya minta tadi kamu sudah siapkan? " Tanyak Joseph.
.
" Sudah Pak , sudah dihidangkan dimeja. " ucap Siti sopan.
" Baiklah , kami akan naik keatas dulu mengganti pakaian , nanti kita keruang makan. Trus itu sama pak Sony ada oleh-oleh buat kalian semua , sudah ada tag namanya masing-masing , tolong kamu bagikan ya Siti." ucapnya dengan senyuman.
Joseph pun menggengam tangan April keatas , menuju anak tangga lalu mereka berlalu masuk kedalam kamar.
April membaringkan tubuhnya keatas kasur.
" Agh... rindu banget dengan kasur ini." ucapnya dengan mata terpejam.
Sedangkan Joseph sudah membuka pakaiannya, dan menatap dengan senyum kecil melihat tingkah Istri manjanya itu. Menghampiri April dengan dada terlanjang.
" Ayo bersih-bersih. Kamu kan mau makan , jangan sampai kelaparan loh. Ingat yang diperut kamu , nanti mereka demo kasihan kamunya. " mencoba menarik tubuh April duduk disampingnya.
Melihat kearah Joseph dengan dadanya yang kekar.
" Wowwww... gemesin deh." ucapnya sambil melihat dada Joseph.
Joseph malah ikut melihat kearah dadanya , dan menoleh lagi ke April.
" Yang gemesin itu punya kamu dong , semenjak Hamil makin besar aja , sexy , bikin aku bergairah."
Menggoda April dengan gaya genitnya dan mendekatkan wajahnya ke wajah April.
" Isss kamu mesum banget sih. " memukul dada Joseph.
" Awww.. sakit tauh. Kan memang benar , semenjak kamu hamil , seluruh tubuh kamu bertambah sexy. Mana aku tidak bisa menikmatinya , bukankah itu sangat menyiksa diriku?" Tanyak Joseph ke April.
" Ha..ha..ha.. gimana jadinya? apa aku harus melayani kamu sekarang? " April berdiri , mencoba menggoda sang suami , lalu April duduk diatas pangkuan Joseph dan memberikannya kecupan dibibirnya.
Tentu Joseph tidak menolak , dia membalas kecupan April dan ******* bibir April yang sexy. Memeluk pinggang April dan dengan ganas menciumi bibirnnya.
" Sayang , jangan dilanjutkan. Aku tidak mau memberikan kamu harapan palsu. " ucap April.
" Tapi aku sangat kepengen sayang. " ucap Joseph.
Lalu April berpikir sejenak , dan berbisik ke Joseph.
" Baiklah , mari kita lakukan. " Jawab Joseph dengan senang.
Usai mandi mereka berdua turun untuk menikmati makan malam yang sudah terhidang sejak tadi.
Dengan wajah yang berseri-seri Joseph menyendokkan nasi ke piring April dan kepiringnya sendiri.
" Kamu makan lagi sayang?" Tanyak April.
'" Iya sayang , lapar lagi setelah bercinta. " jawabnya dengan suara berbisik.
April malah tertawa mendengarnya.
__ADS_1
" Kamu ada-ada saja ya. Cepat banget laparnya ."
" Kan sudah saya bilang sayang , banyak tenaga terkuras. " jawabnya dengan senyum.
" Baiklah kalau begitu." ucap April mulai menyantap makananya yang sudah disendoki Joseph.
Menyelesaikan makan malamnya , mereka bersantai sejenak diruang tamu bawah , menonton TV. Joseph yang berbaring di sofa dengan kepala duduk diatas pangkuan April , sesekali terus menicum perut April. Kadang juga berbisik keperutnya.
Sedangkan April tengah asyik memakan satu cup Ice Cream kesukaannya yang sudah distok Joseph dikulkas mereka. Menonton film Action kesukaan April juga. Joseph pun sudah mulai terbiasa dengan kebiasaan Istrinya.
Siap menyantap ice creamnya , April menatap pada Wajah Joseph yang lagi serius menonton.
" Pak Joseph. " ucap April.
" Ya." Refleks Joseph menjawab , seperti menjawab Linda.
April pun tertawa mendengar jawaban sang suami.
" Kamu sebenarnya menonton atau melamun sih sayang?" Tanyak Eva.
" Kamu jahil ya." ucap Joseph mencoel hidung April.
" Habisnya kamu tuh , kembalilah kekamar jika kamu sudah mengantuk. " Jawab April.
Joseph bangkit dari tidurnya dan duduk disamping April. " Sayang kamu diluan ya , sudah setengah sepuluh. Ibu hamil tidak baik bergadang. Aku besok sudah masuk kerja sayang , mau keruangan kerjaku sebentar mau cek email kata Leo ada sesuatu yang penting." ucap Joseph lalu memegang tangan Apri.
" Kamu diluan saja , nanti aku menyusul ya." ucap Joseph lagi .
" Baiklah , jangan sampai bergadang ya Sayang." ucap April.
" Iya sayangku , kamu bisa naik tangga sendiri?"
" Bisa tidak perlu khawatir." Jawab April.
Menaiki anak tangga dengan perlahan , bersama dia berjalan dengan Joseph , hingga tiba didepan pintu.
Joseph mencium kening April.
" selamat malam sayang , mimpi yang indah. Jangan menungguku ya." ucapnya lalu tersenyum.
April menjawab dengan senyum dan anggukan.
Sebelum turun kebawah dia Mengelus perut April. Lalu April masuk kedalam kamar.
Tepat jam setengah Dua belas Malam , April terbangun. Merasa perutnya sangat lapar , sangat ingin sekali makan Sate Padang.
Dilihatnya kearah Joseph yang sudah ngorok tertidur nyenyak. Dia pun membangunkan Joseph , menepuk pelan tubuh Joseph.
" Sayang... bangun." ucap April.
Tidak ada respon dari Joseph.
" sayangggg...bangun." sedikit menguatkan panggilannya. Dan berhasil , Joseph langsung terkaget mendengar Pangilan Sang Istri.
" Heeemmmm"
Terduduk diranjang , melihat ke April dengan matanya yang berat dipaksa terbuka sangkin kagetnya.
" Ada apa sayang?" Tanyaknya lemas karena mengantuk.
" Sayang.. aku lapar." ucap April dengan wajah memelas.
" Lah masak iya , ini jam berapa? " Tanyak Joseph.
__ADS_1
" Masih setenga Dua belas sayang ."
" Kamu mau makan apa? biar aku masak." sambil mengucek matanya agar kesadarannya kembali normal.
" Aku pengen makan sate Padang sayang." ucap April memegang perutnya.
" Okey kita pesan dari Aplikasi ya. " Jawab Joseph sudah sadar seratus persen. dia tauh April sedang ngidam jadi apapun sebisanya mendapatkannya.
.
" Tapi aku maunya kamu yang membelikannya." ucapnya manja.
Joseph yang sudah memegang ponselnya dan mendengar ucapan April dia mematung , mencoba mencerna kembali ucapan April.
" Kamu yakin aku yang pergi beli? " Tanyak Joseph.
Dengan bibirnya yang dipanjangkan dia mengangguk semangat. " Iya , aku mau kamu yang belikan."
" Baiklah anak-anak , kalian mau menguji Daddy kalian ya???" Sambil beranjak dari tempat tidur menukar pakaiannya dan bersiap untuk mencari sate Padang.
Hendak mengambil kunci mobil dari atas lemarinya.
" Sayang... belinya pakai motor saja." kata April dengan mata berbinar.
" Whattttt??? Kamu yakin sayang? sudah tengah malam"
April tampak sedih , entah mengapa permintaannya memang aneh. Aneh tapi nyata , membuat Joseph serba salah , saat wajah April berubah sedih.
" okeylah.. Aku akan naik motor sayang." ucapnya sambil membuka aplikasi Transportasi onlinenya. Kemudian pesanan nya disambar Driver yang akan mengantarkannya.
" Sebentar , aku ikut kebawah. "
Joseph pun menunggunya dan tersenyum. Ngidam yang aneh pikirnya , karena dia tauh April sebelumnya tidak pernah begitu.
Tiba diluar , Joseph yang sudah menaiki motor dengan memakai Helm itu dengan senyum menatap April.
Satpam yang melihat kearah atasannya tidak bisa berkata-kata , hanya senyum sendiri. Atasannya lagi dilanda Ngidam yang aneh. Tapi dia yakin atasannya memang suami siaga.
" Diluar sangat dingin , Masuklah kedalam , tunggu aku diruang tamu. Okey? " ucapnya dengan senyum manis.
" iya aku tunggu. Bye...Byee... Bye... Daddy , kamu pasti bisa." Teriak April saat ia sudah mengendarai perjalan keluar pagar rumah mereka.
April pun tertawa sendiri , Joseph memang tanggung jawab. Ngidam yang aneh pun tetap diusahakannya untuk sang buah hatinya.
Beberapa menit kemudian , Joseph pulang dengan membawak kantong pelastik dengan sebungkus sate didalamnya. Membuka pintu , dan masuk menuju keruang Tamunya , dilihatnya malahan April sudah tertidur nyenyak diatas sofa.
..
Meletakkan satenya keruang Makan , lalu kembali keruang tamu mengangakat tubuhnya dengan hati-hati kedalam pelukannya. Menaiki anak tangga , dan masuk kekamar. Meletakkan tubuh April diatas ranjangnya , memberikan selimut agar April tetap hangat.
" Kalian bertiga sedang mengerjai Daddy ya? " ucap Joseph yang memandang wajah April yang tenang itu dan duduk dipinggir ranjang.
Sambil tersenyum sendiri , dengan apa yang dilakukannya barusan. Satu hal yang baru dalam hidupnya yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya.
" Ternyata begini menjadi seorang suami yang istrinya tengah mengandung." ucap Joseph lagi.
______ **BERSAMBUNG _________
HALLO JANGAN LUPA TETAP DUKUNG NOVEL SAYA VIA VOTE YA. UNTUK LIKE , LOVE DAN KOMENTARNYA JUGA YA. TERIMAKASIH ♥️
.
SELAMAT MENYAMBUT HARI NATAL UNTUK SEMUA PEMBACA YANG MERAYAKANNYA 🙏****
__ADS_1