Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
TAMAT


__ADS_3

Pagi itu sama dengan teh hangat yang di teguknya , menatap kehangatan sinar pagi hari yang memantulkan cahaya terangnya seolah menyapa untuk memberikan semangat memulai aktivitas baru mereka.


Yah ini Jayden setelah beberapa tahun kemudian mengambil ahli pekerjaan Daddynya. Hidup sendiri karena sang Kakak Jayda mengikuti jejak April mengambil S2 nya ke Amerika. Sedangkan April dan Joseph yang memilih tinggal di Luar Negeri di mana Mama nya April yang sudah sakit - sakitan dikarenakan faktor usia , dan memilih untuk menetap di Australia menemani sang Papa yang juga sudah menua.


Kehidupan baru mereka semua bermulai dari Jayden. Sebagai seorang Presdir perusahaan yang didirikan Joseph sebelum kelahiran Jayda dan Jayden. Jayda lebih memilih karirnya sebagai seorang Dokter Anak di Amerika. Usai wisuda dari kampus di Jakarta , Jayda langsung memilih untuk menetap dan melanjutkan pendidikannya. Joseph tidak bisa melarang karena baginya putrinya itu mampu menjaga dirinya dan lebih dewasa dari sebelumnya.


Karena alasan Jayda seperti itu , Jayden lebih memilih mengelola perusahaan yang di wariskan orang tua mereka untuk dia dan kakaknya. Karena alasan itu Jayden memilih menetap di Jakarta.


" Bye Dad , sampai jumpa di lain kesempatan." kata Jayden memeluk erat Joseph.


" Safe flight nak. . Daddy mau kamu dapat sukses seperti Opa dan Daddy kamu. Kamu generasi ketiga di keluarga Wijaya. Kamu paham? "


" Paham Daddy , salam sama mami ya Dad. Sedih karena mami gak bisa anterin Jayden."


" Iya sayang. . . Kamu harus sabar karena Oma kamu sudah sakit - sakitan. Lain kali bisa seperti biasa VC sama mami. Okey."


" Okey Dad , Jayden jalan dulu. Daddy hati - hati berkendara. "


" Siap anakku. Hubungin Daddy kalau sudah tiba di Jakarta."


Jayden hanya melambaikan tangannya dan meninggalkan tempat itu menuju ruang tunggu penerbangannya ke Jakarta.

__ADS_1


Ya itu saat di mana Jayden mendapatkan kerja sama dari perusahaan di Australia , membuatnya senang sekalian bisa berjumpa dengan kedua orang tuanya. Hanya Joseph yang mengantarkan putra semata wayangnya itu . Karena April menjaga mama mertuanya yang sudah sakit keras.



Rumah Sakit Anak Melbourne, Australia .


Seperti biasanya Jayda yang sudah menyandang status Dokter muda itu melakukan perawatan pada pasien yang memang khusus anak - anak. Siapa sangkah Jayda beralih menjadi Dokter anak. Karena kecintaan nya dengan anak - anak mampu merubah pikiran Jayda.


Di situlah Jayda berkarir , menikmati hasil kerja kerasnya. Walupun jauh dari kedua orang tuanya , Jayda berasa dekat karena Joseph dan April mendukung Jayda tanpa ragu. Tanpa memikirkan jarak yang membuat mereka terpisah dalam waktu lama.


" Maaf Dok. . . anak saya bagaimana?" Tanya seorang pria yang masih muda berkisaran umur 28 tahun. Memakai setelan Jas dengan rambut yang di sisir rapi bagaikan Cover boy.


Jayda yang sedang memeriksa anak perempuan yang riang karena kedatangan Jayda menoleh ke arah suara pria tersebut.


" Daddy." panggil Anak kecil pada pria barusan.


Pria itu tersadar dan mengubah sudut pandangnya dari Jayda ke si kecil yang bahagian menatap kedatangan Ayahnya.


" Hallo Felicia. . . maafin Daddy baru lihat Cia sekarang. " katanya memeluk tubuh mungil anak berumur 5 tahun itu.


" Nggak apa - apa Daddy , Tante Dokter yang cantik ini setiap hari datang jengukin Cia , kasih perhatian sama Cia. Jadi Cia tidak sendirian di sini. " balas Cia dengan semangat.

__ADS_1


" Benarkah?" Tanya Pria tersebut dan menoleh hangat pada Jayda.


" Benar Daddy boleh tanya ke tante Dokter ."


" Agh. . iya benar Cia. Cia maafin Tante Dokter ya , tante masih mau periksa teman kamu yang lainnya. Tante ijin keluar dulu ya." kata Jayda kemudian dengan cepat meninggalkan ruangan itu.


" Sayang tunggu sebentar ya jangan ke mana - mana. Daddy mau ngobrol sebentar sama Tante Dokter."


Mendapat anggukan sang Anak , Pria itu pun berlalri mengejar Jayda.


" Jayda. . . tunggu!." serunya pada Jayda.


Jayda mendengar , bukannya menoleh Jayda malahan mempercepat jalannya.


" Jay. . . tunggu!." katanya sambil menarik lengan Jayda.


Jayda menoleh. " Maaf saya tidak punya urusan dengan anda." kata Jayda menepis tangan pria itu dan berlari sekencang mungkin.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


TAMAT!!!.

__ADS_1


Mohon maaf. . . saya tidak bisa menyambung cerita anak Joseph dan April di sini. Kemungkinan saya akan membuat di Novel baru.Biar lebih enak saja gak gabung. Mohon tidak di Unfavorite untuk menunggu kisah mereka kapan di buat . Terima Kasih semuanya yang masih setia mengikuti Joseph , April dan si kembar. ❤


Mampir ke Novel saya lainnya ya.


__ADS_2