
Kediaman Keluarga April, kemang Jakarta Selatan.
Dengan mata tajam papa April menatap ke Joseph.
Gila gua pas datang tampak wajah papanya tuh adem ayem. Gua duduk langsung kenak serangan maut. sakit jantung gua. Berdarah dingin nih orang tua.
" Minum dulu nak Joseph." ucap mama
" Iya tante Terimakasih." Meneguk minumannya dengan rasa kecut.
" Sudah... bisa jawab pertanayaan saya tadi?" Tanyak papa balik.
" Agh..iya om... maksud kedatangan saya kesini." menatap kearah April yang tersenyum dengannya.
" saya ingin menikahi anak Om secepatnya." ucapnya dengan mantap, dan tegas.
" Jaminan apa yang kamu berikan keanak saya."
" Jaminan saya... nyawa saya sendiri Om. " ucapnya singkat.
April yang mendengarnya kaget , sang mama juga. terkaget dengan jawaban Joseph yang singkat padat dan tepat. Sementara papa si April terdiam.
Hebat juga anak muda ini, jawabannya membuat aku kagum.
April yang melihat mimik wajah papanya berubah dan mamanya yang tidak kala kagetnya mendengar jawaban Joseph itu pun menjadi heran.
" Pa... kenapa diam?" Tanyak April
Joseph yang memandang April juga ikut terheran.
" Om.. maaf kalau saya lancang atau salah kata, saya tidak bermaksud apa-apa, karena memang Jaminan saya untuk April itu nyawa saya. Saya yang akan menggantikan Om melindungi April." ucapnya penuh ketulusan.
Aduh bang... kelepek kelepek adek bang jadinya.
April pun terpanah melihat Joseph yang gigih untuk meyakinkan papanya dengan tulus dan keseriusannya.
" Tidak... bukan seperti itu. saya hanya kagum aja dengan jawabannya kamu. " ucap papa
" Jawaban nak Joseph sama, saat papa ini melamar mama ke kakeknya April." ucap sang mama Yang yakin Joseph sudah lolos uji.
" Ah...benarkah ma?" ucap April yang juga kaget.
Menggelengkan kepala dan senyum mama menjawab " Iya nak.. sama percis, tuh lihat papamu aja sampai keget seperti itu." ucap mama menunjuk ke papa.
" Hahahaha.. iya Sayang, jawabannya Nak Joseph sama sewaktu papa melamar mama kamu dengan kakekmu."
" Terussss.. papa diterima kan?" Tanyak April " Berarti Joseph lulus tes dong pa." ucapnya dengan girang.
"Iyaaa... Nak Joseph sebenarnya papa ini sudah setuju dari kemarin sejak mama cerita, terus papa lihat kamu yang memang punya latar belakang baik, saya yakin kamu mampu menjaga April. Jadi papa hanya mencoba mengetaui dari kamu sendiri. Seberapa berharga April untuk kamu. Ternyata memuaskan." ucap papa dengan kagum.
__ADS_1
" Wah... jadi saya udah diterima om.. tante?" ucapnya yang langsung berdiri dan memeluk papa dan bersalaman dengan mama April yang langsung terduduk dihadapan orang tua April.
April pun ikut terduduk disebelah Joseph, bersama menggenggam tangan Joseph dan mengucapkan rasa syukur kepada kedua orang Tuanya.
" sudah-sudah jangan seperti ini, berdirila. Ayo kita ketaman, para koki sudah menyiapkan makan malam kita. " ucap papa.
" Ayo nak Joseph " ucap mama juga mengajaknya.
" Iya tante.. Terimakasih. "
Papa menghampiri Joseph berjalan bersama menuju taman yang sudah disulap menjadi meja makan dengan Koki handal yang disewa papa April di tempat Hotel langgannanya. Sudah tersedia juga panggangan untuk Barbecue bersama.
" Om bangga dengan kamu, masi umur segitu udah sukses." ucap papa sambil merangkul pundak Joseph berjalan bersama.
" Agh om.. biasa aja sih om." ucap Joseph sungkan.
April dan mamanya yang masi diruang tamu.
" kamu hebat nak... Joseph tampan banget ya. pantesan saja kamu nya kelepek-klepek kan waktu Joseph melamar kamu. " ucap mama menggoda
" Diihhh mama ini, mau tau aja ah." April yang sudah malu.
" Yeee.. kan memang seperti itu kan nak? itu nak Joseph benaran anak yang beribawa, sama percis kayak papa kamu nak. mama bangga, bisa melepaskan kamu dengan orang yang benar-benar mencintaimu dengan tulus." sambil membelai rambut April.
" Iya ma.. ini semua pasti doa mama juga kan?"
" Hahaha... mamaku ini emang paling top, yuk ma."
Melewati waktu bersama, malam itu penuha kehangatan dari Keluarga April untuk menyambut Joseph. Nilai plus papanya Aprik ke Joseph sewaktu Joseh mampu menjaminkan kehidupan Putrinya. Itu suatu keharusan yang hakiki untuk seorang Ayah terhadap Putrinya. Ya tentu saja, Ayah dimuka Bumi ini pasti paling susah melepas putrinya untuk menikah, suatu hal keharusan bagi seorang Ayah dengan kuat mengantarkan putri maupun putranya.
Joseph masuk mencari April yang kedapur. Disusurinya jalanan Dapur mencari sosok April yang sedari tadi untuk berduaan itu susah. seenggaknya bisa mengecup keningnya saja sudah melepaskan rindunya. Di lihatnya April yang sedang mengambil buah untuk dibawak ke Taman.
" Sayang... " ucap Joseph berbisik.
" Hah.. iya. kok kamu kesini " ucap april berbalik kearah Joseph.
" Aku rindu banget sama kamu." ucapnya mendekat dan mencium keningnya.
" Hey.. nanti ada yang lewat ah.... " ucap April.
" Cuma sebentar saja kok. Aku tuh senang banget, akhirnya kita direstui sama kedua orang tua kita. tinggal mengatur pertemuan Keluarga kita." ucapnya mengusap lembut tangan April.
" Iya.. gak sangka ya secepat ini, baru saja kita bertemu trus pacaran sekarang kita sudah mau nikah aja. Waktu itu sungguh teramaat cepat."
" Itu namanya Jodoh sayang, aku dulu yakin banget kamu tuh Jodohku." ucapnya lalu tersenyum.
" Hahaha iya Jodoh pasti bertemu ya kan sayang " ucapnya lagi.
" Mari kita kembali ketaman, siap mengantar buah ikut aku ke Mobil " ucap Joseph menarik tangannya dan berjalan.
__ADS_1
" Ada apa emang di Mobil kamu?"
" Apa ya? sesuatu ah. Nanti juga kamu tauh. Yuks..."
Meletakan buah ketaman dan pamit untuk keparkiran sebentar. lalu mereka menuju parkiran Mobil. Joseph pun ingin membuka kedua pintu.
" Tutup mata kamu." ucap Joseph.
" Ada apaan sih?"
" Sudah ayo tutup."
April menutup matanya lalu Joseph membuka kedua pintu kanan dan kiri. keluar semua balon berbentuk love. Di ambilnya balon itu dan Boneka yang dibelinya seukuran manusia dengan bertulisan
I LoveYou Mrs.Wijaya.
" Sekarang boleh dibuka." ucapnya dengan memegang balon nitrogen dan boneka.
Perlahan April membuka matanya.
" ceng ceng." ucap Joseph. " Ini untuk kamu." ucapnya lagi menyerahkan semuanya.
" Seriusss.. ini untuk aku?" ucap April kaget dan senang.
" Iya buat Mrs.Wijaya." ucapnya mantap.
" aghh.. Terimakasih sayangku..." lalu menerima Boneka dan Menicium Pipi Joseph.
" Iya sama-sama. Anggap aja itu aku, yang bisa menemanimu setiap waktu " ucap Joseph. " Balon ini.. bole kamu terbangkan, agar semesta Tauh aku bersyukur untuk semua cinta yang kudapat dari kekasihku ini." ucapnya memeluk April
" Kamu ternyata romantis banget ya. Tapi sayang.. Boneka ini kan tidak seperti dirimu. ini gendut sayang, kamu kan tidak."
" Huum ketika sama kamu aja aku jadi romantis. Dulu juga enggak, soal boneka anggap aja seperti itu sayang." ucapnya " Ya sudah terbangkan balonnya. Akan aku videokan untuk menjadi momen dimulainya awal tujuan kita."
April pun mulai mengambil posisinya, tangan kananya memegang Sekumpulan balon yang akan diterbangkan, Boneknya tepat disampingnya.
" Baiklah." ucap April
Mulai bersiap untuk melepaskannya.
" Balon.. sampaikan pada langit, awan dan Udara, aku sangat bersyukur untuk Pria yang didepanku, Tuhan mengirimnya disaat waktu yang tepat. Biarlah kalian menjadi saksi akan cinta kita, hingga maut memisahkan kami." ucapnya lalu melepaskan balon-balon itu.
joseph yang merekam aksinya pun tersenyum
Wanita itu... diala penyelemat cintaku.
Bersambung...
Jangan lupa Vote ya kakak terkasih. Bantu Novel ini menjadi yang teratas. Terimakasih semua para pembaca 🥰
__ADS_1