Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
Hati yang Tersakiti


__ADS_3

Hotel Wijaya Park Ballroom, Kawasan Jakarta Barat


" Jos " ucap Selena yang menghentikan Langkahnya.


Joseph pun membalikan badannya melihat kearah Selena. Selena yang tahu arah tatapannya kemana ingin menahannya agar tetap bersamanya.


" Mau kemana kamu Jos?"


" Ada apa? Apa aku harus ijin padamu?"


" Agh tidak sih." jawabnya kaku.


MC pun tiba diatas panggung


Hadirin yang berbahagia, seiring berjalannya acara saya diminta kedua mempelai pengantin, untuk mengundang Sahabat terkasih dari kedua mempelai, untuk dapat maju ke panggung menyumbangkan suara emasnya. Sahabat kedua mempelai ini katanya Muli Talent, Bisa bernyanyi, Bisa bermain Piano, Ternyata juga Seorang Pengusaha muda. Apalagi dengar dengarnya Dia Jomblo loh. Hayooo... siapa yang disini Jomblo. Sapa tahu


aja ya kan jodohnya disini. Hahahaha... Baikla penasaran ya siapa dia.


Semua mata memandang kearah MC itu. Joseph masi berdiri diposisinya yang berdekatan dengan Selena.


Apa ini yang dimaksud Bang Danish tadi?


Rendy dan Lina juga penasaran siapa yang dimaksud MC tadi. Rendy yang memandang kecantikan April malam itu pun tak menghiraukan Lina yang disampingnya, Terkadang dia mencuri pandang ke arah April.


April yang mendengar ucapan MC itu senyum senyum karena dia pikir sangat Manis sekali yang dia katakan, padahal itu orang sedang membicarakan dirinya.


Para hadirin yang berbahagia marilah kita sambut sahabat kedua mempelai untuk menyumbangkan sebuah lagu. Siapa dia? (bikin penasaran)


Kami persilahkan Nona April .


Kaget bukan kepalang, April yang tahu namanya disebut mematung tak bergeming. Tapi mau tak mau pun dia l harus mengikuti kemauan kedua pasangan itu.


sial....afa afaan ini. Kenapa harus begini. Aghhhhh..


Joseph, Selena, Rendy dan Lina pun gak kala kagetnya menatap kearahnya yang masi mematung. Joseph yang sedang memandangnya terlihat oleh April.


agh sial.. dia juga disini.


" Ayo maju." ucap Joseph komat kamit ke April dan mengarahkannya ke panggung dengan telunjuknya.


April hanya menatapnya dan memasang wajah cemberut. Dilihatnya juga Selena berdiri didekatnya. Dan saat ingin berjalan kedepan, pandangannya pun terhenti melihat Rendy dan Lina.


Gila moment apa ini semua disini Kacau.


Nona April kami mengundang anda untuk menyanyikan sebuah lagu permintaan kedua mempelai. kami persilahkan untuk naik keatas panggung.


April yang mendengar panggilan MC lagi mau tak mau dia tak bisa menghindar, lari pun tak mungkin.


Berjalan dari belakang dengan anggunnya April siap menerima tugas Negara itu. membelah kerumunan para tamu undangan dia pun melangkah maju dengan santai ditengah tengah ruangan padahal dia sangat Grogi.


Joseph pun tak henti memandangnya hingga dia berjalan sampai diatas panggung dan duduk di kursi Grand Piano Bermerek.


Danish dan Melani yang menyambut hangat tatapan April ke mereka dengan senyum senyum meledek April yang tiba tiba tanpa ada persetujuannya untuk maju keatas panggung.


Dekorasi nan mewah setiap panggung membuat April yang duduk dikursi Piano terkesan Indah bak Seorang Putri yang duduk diistananya. Kecantikannya yang memang Natural itu pun sangat menggoda kaum Adam untuk menatap kearahnya. Apalagi tubuhnya yang berbalut Gaun sexy ketat yang menampakan lekukan tubuhnya.


Sang MC pun menyambut April


Terimakasih Nona April sudah mau bergabung bersama kita disini. Tapi tunggu dulu ya sebelum Nona April ini bernyanyi kita tanya-tanya dulu yuk.


" Nona April ini benaran ya lagi Jomblo seperti yang dikatakan kedua mempelai? " ucap MC meledek.


April pun tersenyum , Tersenyum malu tepatnya.


" Bisa dikatakan seperti itu." ucapnya Ramah.


" Wah... cantik cantik gitu kok Jomblo sih. Hahaha.. ya sudah siapa tau disini ada yang mau daftar ke Nona April, Monggoooo.." Ucap MC meledek lagi.


Baikla waktu dan tempat saya serahkan ke Nona April. (disambut tepuk tangan meriah)


Joseph pun tersenyum dan bertepuk tangan Tentu Selena yang disebelahnya pun cemburu dengan senyuman manis itu.


Selena memandang benci ke arah April. Berbeda dengan Rendy yang melihatnya seperti kehilangan barang mahal. Penuh penyesalan hatinya berucap. Wanita secantik dan sebaik April disia siakannya demi Hasrat.


Memegang Mic didepannya " Baiklah para tamu Hadirin yang terkasih, Hahaha saya disini sepertinya yaaa atas kemauan kedua mempelai yang disana itu mereka mau mengerjain saya. Tanpa ada persiapan sama sekali dan juga pertanyaan kesaya. Wuh.. saya jadi sedikit nervous" ucapnya becanda. para tamu yang mendengarnya pun tertawa.


" Baiklah saya akan mempersembahkan lagu ini untuk kedua mempelai yang tengah berbahagia."


Memulai menekan Tuts Piano April pun bernyanyi dengan penghayatan dan Keanggunan nya terpancar dari depan sana. Lampu Lighting pun menyeroti bergantian.


Heart beats fast


Colors and promises


How to be brave


How can I love when I'm afraid to fall


But watching you stand alone


All of my doubt, suddenly goes away somehow


One step closer

__ADS_1


I have died everyday, waiting for you


Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


Time stands still


Beauty in all she is


I will be brave


I will not let anything, take away


What's standing in front of me


Every breath, every hour has come to this


One step closer


I have died everyday, waiting for you


Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


And all along I believed, I would find you


Time has brought your heart to me, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


One step closer


One step closer


I have died everyday, waiting for you


Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


And all along I believed, I would find you


Time has brought your heart to me, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more***.


Sukses membawakan lagu dari Christina Perri yang berjudul A Thousand Years itu disambut tepukan meriah dari para tamu semua. Suara April yang lembut dan memang bagus dengan Harmoni Piano yang dimainkannya sungguh menyita perhatian orang yang mendengar suara emasnya. Bakat terpencilnya pun akhirnya diketahui, Joseph yang berbinar binar mengikut alunan lagu yang dibawa April tadi seakan akan mereka berduet, mengikuti lirik demi lirik, Joseph sangat menikmati itu karena memang itu lagu Favorit Joseph. Walaupun dia tau mantannya yang berada disebelahnya memperhatikannya begitu intens.


Terimakasih kami ucapkan untuk lagu yang sudah dibawakan oleh Nona April kami sunggu berkesan dengan suara yang begitu indah. Waktu selanjutnya saya persilahkan untuk semua kerabat Mempelai yang ingin berphoto bersama bisa maju kedepan sebelum kita tutup acaranya. ucap sang MC


Tiba Joseph ingin maju untuk mendatangin April yang memeluk hangat kedua mempelai itu, Danish yang melihatnya pun turun dan mejemput Joseph langsung keatas pelamanin. untuk Berphoto berempat. April yang sadar pun memandangin Joseph, saling melemparkan tatapan, Danish pun menarik Joseph merangkulnya.


" Jos.. itu wanita yang kumaksud." ucapnya berbisik dan tertawa. " Cantikkan? berbakat lagi, dia sangat baik." ucapnya penuh meyakinkan. Ingin menjodohkan mereka.


" hahah.. Iya Bang." Jawabnya malu.


Melani yang tahu suaminya itu ingin menjodohkan mereka juga berbisik ke April.


" Pril.. itu cowok Jomblo. Gak mau mencoba kenalan dulu." ucapnya


April tertawa padahal tidak ada yang lucu membuat kening Melani berkerut.


" Pril.. aku tidak becanda. Serius ni Pril." ucapnya lagi.


" Nanti aja Mel jangan sekarang ah. Malu." jawabnya singkat.


Ayokk liat kekamera semuanya. " ucap Photografer


Say cissss... krek...


Photo berempat pun tertangkap penuh mesra.


Selena, Rendy menatap penuh cemburu kearah mereka.


Ternyata pria kemarin yang bersamanya itu pacarnya. cepat juga dia melupakanku. ucap Rendy


Awas kau April... aku akan membuat perhitungan padamu. ucap Selena


Joseph yang merasa bahagia bisa bersama wanita yang mulai mengisi kekosangan hatinya itu, walaupun cuma sebentar, seenggaknya dia bisa bertemu walaupun cuma sebentar.


Akhir dari sesi photo, April berjalan turun diikuti Joseph.


" Ternyata kau pintar bernyanyi, Pintar bermain piano juga. Sangat menarik." ucapnya yang berjalan berdampingan dengan April.


" Agh.. biasa aja, semua orang juga bisa kalau mau." ucapnya tersenyum.


" Kau merendah..." ucapnya tersenyum.


Melewati Rendy dan Lina.


" April.." ucap Lina

__ADS_1


" Ah.. kalian ruapanya." Berhenti sejenak. " Maaf saya permisi." ucapnya meninggalkan mereka. Rendy menatapnya Tajam. Dan April pun menatanya acuh lalu Berlalu ingin keluar ruangan.


" Jangan mengikutiku, aku mau ke Toilet" ucap April Ke Joseph dan berhenti.


ngapain juga aku mengkitunya. Memangnya aku pengawalnya.


Joseph pun terhenti menatap kearah April yang berjalan dengan langkah cepat berlalu melewati Pintu.


Tiba di Toilet April pun memandang ke arah Kaca. berkata sendiri dengan kesal.


" Kenapa malam ini begitu aneh. Semuanya ada disini. Bikin pusing kepala saja."


Tak berapa lama dari pintu masuk kedatangan seorang wanita yang sedari tadi mengintainya.


" Agh.. Mbak Selena." ucapanya kaget


" Sudah puas?" ucapnya langsung menekan ke April.


" Puas apanya Mbak?" ucapnya bingung


" Jangan sok Lugu dihadapanku, sok suci." ucapnya bernada tinggi.


" Maksudnya Mbak apa! kok kasar banget ngomongnya kayak gak beretika saja."


Menarik lengan April " Jangan menasehatiku, tanggung jawab omonganmu kemarin padaku. Kau bilang apa! kau bukan pacarnya Jos tapi kenapa kau selalu nempel dengannya. kemana pun aku berjumpa dengannya kau selalu ada. Apa itu yang kau bilang tidak punya hubungan dengannya!" Teriaknya pada April.


April pun menarik lengannya " Maaf.. saya tidak pinya hak meladeni wanita seperti anda." ucapnya melangkah keluar yang dikuti Selena. Selena mengejarnya penuh amarah yang memuncak.


Ditariknya rambut panjang April, seketika itu juga April terhenti dan merintih sakit.


" Kau tidak bisa lari dariku wanita murahan seperti kau harus aku kasi pelajaran." ucap Selena.


" Lepaskan Tangan kotormu." Menarik rambutnya "Baiklah cara kau ini sudah keterlaluan denganku. Mau mu apa sekarang!" bentak April yang sebenarnya malas untuk ribut meladeni wanita gila.


" Mau ku? Kau tanya mau ku. Pakek Otakmu! Aku mau kau menjauh dari Jos." ucapnya penuh marah.


" Cih.. dasar wanita tak tau malu. Apa kau tak sadar dia tidak mengharapkanmu." ucapnya santai


Selena yang mendengarnya pun melayangkan tamparan ke pipi kiri April. Plaaaakkkkk


April pun tersentak dan memegang Pipinya yang terasa panas itu, Amarahnya kali ini tak tertahan, perbuatan Selena sudah menjadi jadi. Belum pernah ada yang berani menamparnya.


siapa wanita gila yang berani menamparnya itu.


Dari kejauhan Rendy yang baru saja keluar melihat ke arah Toilet itu. Terkaget melihat wanita menampar April. Berjalan pelan untuk mengetahui pembicaraan mereka.


" Kenapa? kau tidak senang? Jaga bicaramu padaku kalau kau tak ingin aku menamparmu."


" Kau wanita Gilak!!! Berani sekali kau menamparku." April pun mengangkat tangannya untuk membalas tamparannya.


PLAKKKKKK.!!!! lebih keras. Selena pun memegang pipinya.


Joseph yang juga keluar ingin mencari April untuk mengajaknya pulang pun terhenti melihat pandangannya ke April yang menampar Selena.


"Apa yang dilakukan kedua wanita itu." berjalan ingin menghampiri.


"Kau pantas mendapatkan itu, Wanita MURAHAN!!! ucapnya penuh amarah. " Jika kau mengingikan Joseph, Kau datang padanya, Jangan menggangguku. Dasar Wanita tak tahu malu." Bentaknya kasar.


" Kau.. berani sekali kau padaku." ucap Selena menahan marah.


" Caramu ke aku terlalu menjijikkan. Kau suka padanya? Tapi kau harus sadar kau itu sudah dibuang olehnya. Bukankah itu namanya Murahan kau mengejar ngejar orang yang sudah membuangmu?" Bentak April angkuh.


" Jaga ucapanmu." Bentak Joseph yang menghampiri Selena Dan April.


" Siapa kau pantas ngomong begitu ke Selena." Sambung Joseph lagi.


April pun merasa kecil dihadapan Selena, yang mendapatkan pembelaan dari Joseph yang berlagak tersakiti didepannya. Menundukan kepalanya, menatap lagi pada Jos dan Selena penuh sakit.


" Jos.. lihat ini pipiku memerah.. bekas tamparannya, sangat sakit."


April yang mendengarkan rengekanya pun tertawa kecil.


" Pintar sekali ternyata kau berakting." Tatapnya tajam pada Selena.


" Owww..Berani sekali kau menamparnya." memegang keningnya seakaan tak percaya.


" apa ada aku memintamu untuk ikut campur masalahku dengannya, jangan kau kotorin tanganmu" ucap Joseph datar menatap ke mata April yang mulai memerah.


" Jos.. dia ini hanya purak purak baik saja samamu. cuma ingin menarik perhatianmu. Jangan percaya sama setiap ucapannya."


April yang menatap Joseph sedari tadi melempar tatapan sinis ke Selena. Tertawa kecil sekaan ada yang lucu.


" Baiklah.. Kalau itu yang kau bilang." ucapnya kearah Joseph. Dan melanjutkan lagi " Bukankah waktu itu kau sendiri yang mengatakannya, menjaminku dengan ciuman yang kau layangkan padaku, Agar wanita busuk ini memang tidak mencariku? Apa kau tahu yang dilakukannya padaku?" ucapnya perlahan dan tak terasa air matanya yang ditahankan sedari tadi pun menetes saat dia memandang tatapan Joseph penuh benci padanya.


Diusapnya dengan kasar air matanya yang tidak tahu situasi pemilik tubuh itu.


" Maaf aku sudah terlalu jauh ikut campur seperti yang kau katakan barusan. aku memang terlalu bodoh dengan mudah mempercayaimu." Berjalan melewati Joseph menuju Lift. Rendy yang melihatnya menangis pun menarik lengannya. Joseph yang membalikan wajahnya kearah April yang berjalan meninggalkan mereka merasa gusar membuatnya menangis di lihatnya Rendy menarik lengannya.


April pun terhenti " Lepaskan tanganmu." ucap April ke Rendy.


" Jangan menangis Pril."


April pun menepis tangannya dan menuju lift. ditekannya tombol itu dengan cepat. Tapi tak kunjung terbuka. Di carinya tangga darurat sekedar untuk keluar dari tempat hina itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2