
Masuk kekamar April pun merebahkan dirinya kekasur. Menatap langit langit kamar Hotel itu. Lalu duduk kembali diatas kasurnya.
" Kenapa sekarang duniaku ada dia di mana-mana? Sampai ke Negara yang jauh pun dia juga ada."
" Tapiiii... bersyukur juga ada dia, jadi aku ada yang menemani." ucapnya kembali merebahkan tubuhnya kekasur. mencoba beristirahat untuk mengisi amunisi acara Pagi hari itu.
Pertemuan para pejabat tinggi perusahaan ini pun tak bole dianggap remeh. Karena para Investor pemegang saham tertinggi pun akan turut hadir. Jadi April kau harus cepat bersiap pagi nanti aku akan menunggumu, kita akan Breakfast bareng. Do You Understand Baby. ❤
Itulah pesan singkat yang masuk ke ponsel April. Tapi sayangnya April sudah terlanjur tidur nih.
***
Melangkah keluar kamar Hotel, Joseph yang sudah megenakan pakaian formalnya Jas Abu, daleman kemeja Putih dan Dasi bercorak garis itu sudah sangat tampan. Direktur ternama yang bergelimang harta itu sudah mantap membuka pintunya lalu berhenti didepan pintu sang Pujaan hatinya.
Melihat kearah jam tangannya. wah sisa 45 menit lagi. Kenapa dia belum keluar juga. dibukanya pesannya semalam masi centang satu.
Tak ingin melewatkan sarapan paginya. Dia pun menggedor pintu kamar April. Sampai Lima kali dengan ketukan yang lumayan mengganggu.
April pun tersentak dengan ketukan itu. dengan lunglai berjalan kearah pintu tanpa melihat siapa yang datang diapun membuka pintunya.
'Siapa sih.. mengganggu saja." Ucapnya yang masi dengan mata merem menggaruk kepalanya.
Joseph yang menatapnya dengan bercacak pinggang langsung menerobos masuk dan menarik tangannya. serta menutup pintu.
" Kau ini. Lihat dirimu." ucap Joseph menyadarkannya.
" kau ternyata" Melihat kaget lalu melihat dirinya ke keca. "Hahhhhhhhhh.. kenapa kau sudah tampan." tanyaknya bingung , lalu dilihatnya dirinya sendiri refleks merapikan rambutnya.
Joseph pun tertawa lucu melihat keanehan April itu.
" Kau ini tidur bagaikan mayat. Aku sudah mengetuk pintumu selama Lima kali kau pun masi belum sadar. Waktumu cuma 15 Menit dari sekarang. Kita akan, buruan mandi." ucap Joseph
" 15 menit? kan masi ada 30 menit lagi." Tanyaknya heran.
" Sudah sana masuk. aku akan menunggumu, setelah masuk kamar aku juga sudah mengirimkan pesan singkat untukmu kau tidak membacanya."
" ah.. aku sudah tertidur. baiklah aku harus bergegas." lalu buru buru ke Toilet.
April pun keluar dengan menggunakan Handuk. Dia pikir Joseph menunggunya diluar. Tapi salah kaprah Joseph malah menunggunya diruang duduk kamarnya.
" kau kenapa masi disini? Bukannya menungguku diluar?"
Joseph pun tersenyum. " Sudahla buruan pakaian, aku tidak akan melihatmu." ucapnya lagi
Pria gilak.. walupun tidak melihat kan gak etis juga aku harus dengan santai seperti yang disurunya.
Mengambil pakaiannya lalu masuk kembali ke Toilet. Joseph yang melihatnya pun cuma menggelengkan kepalanya.
Wanita itu sangat ribet. Tapi karena dirinya berbedah., aku sangat suka.
" selesai" ucap April yang sudah memakai pakaian Casual kantor. Pakaian bermerek dengan celna hitam , atasan Blezer hitam berlapiskan Blouse Putih. Dengan sepatu Heels sungguh sangat sepadan dengan Joseph. Direktur dan CEO ini bergabung dalam satu rapat.
" Kau sangat cantik dari segi manapun." Ucap Joseph yang berdiri dihadapannya.
" Jangan menggodaku dipagi hari. aku tak tertarik dengan gombalanmu." ucap April yang malu.
" Tidak..aku tidak menggombal. Rambutmu..." memegang rambut April. " Seperti ini sangat cantik." ucapnya dengan sedikit membelai rambutnya.
" Agh.. sudahla ayuk kita keluar." Terasa panas tubuh April rasanya kalau lama lama seperti itu.
***
Memasuki restaurant Hotel, untuk menyantap sarapannya. Joseph dengan perhatian mengambilkan menu dan menyendokinya ke Piring April. Mengisinya dengan sayur-sayuran, salad buah, serta daging dan teman temannya. Lumayan penuh piring April di isinya. sedangkan piringnya hanya terdapat beberapa macam saja.
" Hei.. kenapa kau mengisi piringku segini banyak." Ucapnya berbisik tepat didekat kuping Joseph.
" kau harus makan banyak, biar tetap kuat dan sehat kayak Popaye, harus makan sayur." ucap Joseph yang juga berbisik kearahnya karena disekitar mereka sudah banyak juga tamu hotel yang ikut sarapan.
__ADS_1
April jinjit kembali untuk berbisik dikupingnya, ya karena Joseph jauh lebih tinggi dari April.
" Tapi popaye cuma makan Bayam Jos, bukan segini banyak." bisiknya lagi.
" Apa.. bisa mengulang yang tadi?" ucapnya yang sangat senang mendengar namanya disebut dengan lembut.
" Aghh sudahla buruan kemeja, aku malu tauh. Dikirain aku kurang makan." ucap April yang mendorongnya agar berjalan.
Joseph yang didepanya pun berjalan dengan senyum senang. Senang kali ini sarapan pagi penuh cinta, seperti orang yang baru pacaran itulah yang dirasakan Joseph sekarang.
" Ayo makanlah." ucap Joseph yang sudah mengunyah.
" segini banyak gimana aku menghabiskannya" ucap April sedih.
" Tidak usah takut, ada aku. Cepat makanlah, aku tidak mau kau kelaparan, dan aku... tidak mau kau sakit. Ucapnya lagi dengan senyum.
April pun menurut dan memakan makanannya. Tiba tiba Joseph pun tertawa.
" Kenapa tertawa?" Ucap April berhenti dari makannya.
" Kau ini.. memang sangat suka mencari perhatian padaku ya." Mengambil tisu dan membersihkan bibir April yang terkena Mayones saladnya.
" aghh.. Terimakasih." ucapnya malu dan memegang bibirnya.
***
Dari kejauhan restaurant itu seseorang wanita memperhatikan mereka dari awal mengambil makanan hingga mereka duduk untuk menyantap menunnya. Sungguh sangat romantis. aku tidak pernah melihat wanita yang disebelahnya. siapa dia? kenapa Joseph sepertinya lebi bahagia. apa itu pacar simpananya. Apa mungkin seorang Joseph Selingkuh?
Wnaita itu mengambil ponselnya dan merekam aksi mereka dari mengambil makanan hingga saat Joseph menyeka bibir April.
Tidak pikir panjang wanita itu mendekat kearah mereka. Berjalan dengan langkah pasti menghampiri Joseph.
" What's up Jos." ucap Arta
Sontak kaget kedatangan wanita ditengah tengah mereka. April yang melihat kewanita itu pun langsung berubah mimik wajahnya.
" What's Up Arta." berdiri dan merangkul Arta dengan senang.
" Long Time No See." ucap Arta melepaskan pelukannya.
" Yeah. It’s been too long" Ucap Joseph dengan senyum.
April dikacangin. Dia pun mulai kesel gimana gitu. Cemburuuu yaaa... 😁
" Hahaha.. aku senang bisa jumpa denganmu. Tapiii... " menggerakan matanya kearah April pertanda siapa dia.
" Hah.. kenali dia pacar aku, tepatnya calon pacar yang masi digantung." melotot dengan senyum ke arah April yang diliatnya mulai kesal.
April yang mendengar ucapan Joseph pun berdiri memperkenalkan dirinya tanpa diminta. Dia kesal karena wanita itu melukmeluk Joseph didepannya dan dibalas oleh Joseph.
"Good morning. Allow me to introduce myself. I’m April" ucap April dan memberikan tangannya. Joseph yang melihatnya mengernyitkan Alisnya melihat April yang seperti itu.
"Good morning. My name is Arta. Nice to meet you" ucapnya sopan.
" Nice to meet you to" ucapnya kembali senyum." Tapi maaf nih saya diluan ya karena saya ada urusan." ucapnya tersenyum dengan kaku. merasa jengkel.
emangnya dia saja yang bisa Berbahasa Asing. Tak ladeni bahasa setan nyahok loh.
" Agh silahkan" Jawab Arta sopan.
April pun bergegas mengambil tasnya. Ingin berjalan dengan sigap Joseph menggenggam tangannya. April pun terhenti.
" Arta.. aku ada rapat. Sorry.. aku tidak bisa lama-lama." ucapnya sopan. " ayuk kita bareng." ucap Joseph dengan senyuman. Tapi wajah April kembali kesal padannya.
" Wait..." ucap Arta menghentikan langkah mereka dan berbalik badan lagi. " Berapa nomor kamarmu Jos. Aku ingin mampir jika kau tidak sibuk."
" Hah.. 303 ruangan Presidential Suite" ucap Joseph.
__ADS_1
" Baiklah.. selamat bekerja." ucapnya dengan senyum, tetapi sinis ke arah April . Arta menangkap wajah April yang cemburu.
Mereka pun berjalan keluar dengan Tangan yang digenggam Joseph. Lalu April melepaskan tangannya. Joseph pun terhenti, memandang ke April.
" Ada apa denganmu?" Tanyaknya Bingung.
" Tidak apa-apa. Jalanlah." Kemudian April pun jalan meninggalkan Joseph yang masi merasa keanehan itu.
Apa dia barusan cemburu. Agh.. apa iya. Benarkah dia cemburu.
Joseph pun mengejar April yang sudah hampir masuk kedalam Lift menuju raung Konfrensi rapat.
" kau cemburu ya." Ucap Joseph meledek.
' Tidak... ngapain juga aku cemburu denganmu." jawabnya ketus.
"Itu... wajahmu." menyentuh pipi April dengan telunjuknnya.
" Jangan kegeeran.. sudah aku bilang aku tidak cemburu." Marah dia sekarang.
seenaknya saja dia memberikan nomor kamarnya dengan wanita. dasar playboy cap kampret .
Tak lama pintu lift terbuka para tamu Bule pun masuk bergabung. April yang sengaja berdiri agak jauh dari Joseph untuk membelah diri uppsss.. memisahkan diri maksudnya... karena lagi SKT hahaah malas dekat dekat dengan Joseph. Tapi Joseph malah berdiri didepannya. berhadapan dengan wajahnya langsung menyembunyikan dirinya dari Pria Bule disekitar mereka.
April pun membolangkan matanya. Tapi Joseph membalasnya dengan senyuman. Sungguh sesak banyak orang. Tak lama pun pintu lift terbuka mereka tiba di lantai ruangan pertemuan.
" Excuse me" ucap Joseph dan menarik tangan April keluar lalu berjalan menyusuri lantai Konfrensi Hotel.
" sudah lepaskan tanganku, nanti tidak enak dilihat para tamu serta yang lain."
" Aghah.. iya.. baikla masukla diluan kalau kau tidak mau masuk bersamaku."
April pun masuk, dan dismbut dengan para tamu undangan serta semua Dewan direksi yang sudah hadir lebih dulu. Menjabat tangan lalu duduk ditemparnya yang telah tersedia. Joseph kemudian masuk juga seperti April dia disambut hangat. karena dia juga tamu penting perusahaan itu. lalu duduk didepan April.
Acara itu pun berlangsung dengan sangat sukses. April pun mendapat Apresiasi dari perusahaan cabang serta para pemegang saham tertinggi yang selama ini tidak mengenal Joseph sebagai rekan bisnisnya. Sebagai pemegang saham Tertinggi Joseph pun dipersilahkan memberikan penghargaan yang sudah disediakan dan diberikan ke April. saling berpandangan Joseph menatapnya lembut dan Photografer mengabadikan momen itu. lalu Joseph yang berdiri disebelahnya berbisik. " Selamat untuk kerja kerasmu. Tetap dilanjutkan ya Gadis kecilku." ucap Joseph dengan senyum.
" Apa-apan si kamu, ini dimuka umum tauh." ucapnya dengan mengatupkan gigi dan mulutnya yang tersenyum.
Disambut Tepuk tangan meriah acara pun ditutup.
Seorang dewan direktur perusahaan pun menghampiri Joseph dan April yang masi diruangan mendapatkan ucapan selamat atas kerja sama yang menguntungkan untuk Miracle Group.
orang tua yang berkisaran 50 tahunan berkata kepada mereka.
" Kalian sangat mirip." ucapnya dengan tertawa. " kalau kalian berjodoh bukankah sangat serasi hahahaha.( intonasi bapak bapak ya). anak muda seperti kalian ini saya sangat bangga bisa sampai kesini membangun perusahaan. Lanjutkan ya nak."
" Pak Budi bisa aja. Bapak dulu pasti seperti kita kan. masa mudanya sudah jaya dengan perusahaan dimana mana." ucap Joseph.
" Iya pak.. kita juga bangga bapak juga ada diperusahaan ini. orang yang bisa kita andalkan." Timpal April.
" Ha..ha.. ha.. karena kerja keras kalian. Saya juga berharap kalau kalian dua ini berjodoh ya. Nak April masi Sendirikan. Nah.. Nak joseph jangan kelamaan. Wanita yang seperti ini jangan disia siakan." ucap bapak itu.
Lah.. sibapak aja bisa berkata begitu. Biar umur sudah tua tapi kalau soal begini dia tetap ngerti coi. hahaha.
"' Agh iya ni pak.. doakan saya ya pak." ucap Joseph memohon.
April hanya menanggapi dengan senyuman pembicaraan kedua pria itu.
" Pasti saya doakan. semoga kalian berjodoh. saya pamit ya." ucapnya melangkah keluar ruangan.
" Kau ini apa-apaan sih.." ucap April yang masi melanjutkan kekesalannya yang tadi dan berjalan keluar ruangan.
" Heyyyy sayang... masi marah ya. jangan cemburu dong." Teriak Joseph yang dtinggalkan April sendiri.
" Gilaaaaaaakkkkkk." ucap April dan berlari kearah Lift.
Bersambung...
__ADS_1