
Memasuki masa Kuliah , Jayda dan Jayden Lulus di Salah satu Kampus Ternama di Jakarta. Janji mereka ke Joseph agar tetap bisa melanjutkan studinya di Jakarta.
" Selamat untuk anak mami yang pintar." kata April pada si kembar.
" Terima Kasih mami karena sudah memberikan semangat untuk kakak dan adik." ucap Jayda.
" Iya itu juga karena kerja keras kalian. " Balas April.
" Sudah sana berangkat." Kata April lagi.
" Mami. . . tapi kenapa sih dari Sekolah sampai ke jenjang perkuliahan si Jayda nempel terus sama Jay?"
April senyum." Biar kamu bisa sekalian jaga kakak kamu dong."
" Tapi mi Jayda kan sudah besar. "
Jayda menjulurkan lidahnya mengejek Jayden.
" Walaupun sudah besar bukannya Jayda kakak kita satu - satunya?"
Jayda langsung berdiri dan memberikan salim ke April.
" Bye mami , Jayda berangkat ya?" Kata Jayda langsung meninggalkan Jayden.
" Ngeselin Lo , kakak bedah 3 menit aja songong."
" Hey gak baik begitu. Sudah sana berangkat , jangan sampai hari pertama telat Loh."
" Iya mi ." Jawab Jayden memberikan salim ke April.
****
Hari pertama bagi Jayda dan Jayden untuk masuk ke jenjang perkuliahan. Walupun satu kampus Jayda lebih memilih di antar Pak Sony ketimbang bareng sama Jayden. Kakak beradik ini susah sekali akur karena perbedaan mereka cuma 3 menit , jadilah keduanya sama - sama keras.
Jayda memilih Jurusan sebagai Dokter di kampus ternama itu sedangkan Jayden memilih Jurusan Manajamen. Sebenarnya Jayden ingin memilih Jurusan Arsitektur tapi entah kenapa jika mengingat Daddy nya dia lebih memilih ke manajemen.
Hari pertama itu sangatla ramai , tapi itula awal pengenal Jayden dengan sosok gadis yang cantik.
Ketika Jayden buru - buru mencari Kelas tidak sengaja Jayden menabrak gadis yang juga sama - sama sedang mencari kelas. Karena mereka sama - sama bingung jadilah keduanya terjatuh.
Gadis itu terjatuh dalam pelukan Jayden.
" Agh Maaf saya tidak sengaja." katanya sopan.
Jayden pun berdiri. " Tidak masalah , saya yang salah. Maafi saya." balas Jayden sambil mengusap debu pada celananya. " Apa ada yang terluka?" Tanya ke Gadis itu.
" Tidak. . . Terima Kasih. Saya sedang terburu - buru mencari kelas."
__ADS_1
" wah kamu anak baru juga?" Tanya jayden tersenyum.
" Iya saya anak baru ."
" Sama dong , kamu jurusan apa?"
" Saya. . . Jurusan Manajemen." Balasnya malu.
" Wagh. . . kita sama lagi." Balas Jayden senang.
" Serius nih? "Tanya Gadis itu.
" Iya tapi seingat saya hari ini bukan mencari kelas sih ya. Karena ada penyambutan untuk mahasiswa dan mahasiswi baru di gedung pascasarjana di lantai 4. Infonya seperti itu. Saya cuma ingin tahu Fakultas Manajemen itu di mana." Balas Jayden.
" wah saya malahan tidak tahu infonya. Baiklah harusnya kita ke sana. Pantasan saja di sini tidak seramai di depan."
" Okey ayo kita ke sana. Tapi kenalan dulu dong dari tadi saya tidak tahu nama kamu." balas Jayden.
" Agh nama saya Mikha. " katanya sambil menjabat tangan Jayden.
" Nama yang cantik. Kalau saya namanya Jayden."
Mereka berdua saling tertawa . Sepertinya langsung akrab saja keduanya. Kemudian Jayden dan Mikha bersamaan berjalan ke arah gedung tempat penyambutan mahasiswa baru.
Ternyata penyambutan itu di khususkan untuk Fakultas Manajemen. Jadilah si Jayden senang , tanpa si Jayda yang terus menempel pada dirinya.
Kedatangan Jayden membuat mahasisiwi seangkatannya menatap penuh kagum. Ketampanan Jayden tidak kalah sama Daddynya. Para kaum hawa itu berkata sendiri dalam hatinya mensyukuri adanya pria tampan dalam satu Jurusan mereka.
Usai penyambutan Mahasiswa dan Mahasiswi baru mengikuti beberapa pertemuan untuk saling mengakrabkan diri, perkenalan pun di mulai hingga Di ruangan lokal mereka di saat itu juga Jayden di pilih sebagai Komting.
Singkat nya usai melakukan beberapa pertemuan Jayden yang di ajak teman - teman Pria untuk gabung bersama mengakrabkan diri lebih memilih mencari Mikha. Meminta ijin dengan alasan mau pulang lebih awal. Mencari - cari keberadaan Mikha Jayden malah ketemuan dengan satu kelasnya.
" Hay Jayden." sapa Gloria dan teman - teman barunya. Ada Gloria , Merry , dan Siska.
" Hay semua." Balas Jayden dengan senyuman.
" Mau ke mana Jay?" Tanya Siska.
" Apa kalian melihat Mikha?"
" Mikha?" Tanya Merry.
" Mikha yang mana?" Tanya Siska.
" Mikha yang tadi sama - sama kamu di gedung ya?" Timpal si Gloria.
" Iya benar , apa kalian melihatnya? "
__ADS_1
Gloria merasa iri dia pun memasang wajah purak - purak baik. " Tidak , untuk apa kamu mencarinya sama kita saja di sini kan masih bisa saling mengenal." ucapnya .
" Agh. . . maaf saya ada perlu sama Mikha. Maaf saya permisi." kata Jayden cepat dan segerah meninggalkan tempat itu.
Jadilah si Gloria marah - marah. " Sombong namget tuh cowok ,Lihat saja nanti Gue buat dia jatuh cinta sama Gue. " katanya ketus.
" Idiiii emangnya Lo aja wanita di kampus ini. Gua kan juga mau." kata Siska.
Merry hanya menatap aneh pada keduanya.
" Awas Lo itu bagian gue." Balas Gloria.
Di sisi lain Jayden terus menyusuri tempat - tempat di dekat Fakultas lain hingga dia kembali ke Fakultas Manajemen . Entah kenapa hati Jayden tertarik dengan si Mikha.
Tak lama tampaklah si Mikha dengan salah satu teman cowok duduk bersamaan di depan lapangan jurusan Manajamen . Tapi Jayden melihat bukan ekspresi senang yang tergambar pada wajahnya. Ketakutan ya bisa di bilang takut. Jayden berinisiatif mendekati Mikha.
" Di sini kamu ternyata." kata Jayden dengan ngos ngos an.
Mikha langsung berdiri. " Maaf Kak , pacar saya datang." katanya dengan memegang lengan Jayden.
Mata Jayden melotot kaget.
" Owww ini cowok kamu. Okey. . . kalau begitu." katanya langsung meninggalkan mereka berdua.
Dengan cepat Jayden melirik ke arah Mikha. Mikha langsung saja melepas lengan Jayden dan menatap Jayden malu.
" agh Maaf Jay. Saya terpaksa." katanya dengan menunduk.
" Apa yang dia lakukand denganmu?"
" Agh tadi katanya dia kakak kelas di kampus ini, untuk anak baru harus jadian dulu sama dia. Lalu ya aku jawab saja aku sudah punya pacar. Egh baru ngomong gitu kamunya datang. Hehehe. . . " jawabnya cengengesan.
" Syukurlah saya datang dengan tepat waktu."
" Emangnya kenapa kamu mencari saya?" Tanya Mikha.
" Saya ingin pulang bareng kamu." kata Jayden dengan senyuman.
" Seriuuus?"
" Iya serius pulang bareng yuk , saya antar."
" Emangnya rumah kamu di mana?"
" Ngah. . . di mana ya? kenapa kamu mau mampir?"
" Bukan siapa tahu saja kita tidak satu arah."
__ADS_1
" Tidak masalah soal itu , ayo saya antar." kata Jayden menarik tangan Mikha.
Mikha terkaget melihat tangannya di pegang Jayden. Karena Merasa bingung Mikha melambat dan Jayden tersadar melepas kan tangan Mikha dan berjalan ke area parkiran.