Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
"Kedatangan Tamu" EPS12


__ADS_3

LANJUTAN KEKASIHKU SEORANG CEO. UNTUK YANG PERTAMA KALI BACA, MOHON MAAF YA INI MASIH BANYAK KATA TIDAK BAKU, ADA YANG K URANG DAN LEBIH. BERHUBUNG INI NOVEL PERTAMA SAYA. DAN AKAN DI REVISI SETELAH SELURUH NOVEL ON GOING SAYA TAMAT. TERIMA KASIH, MAAF ATAS KETIDAK NYAMANANYA.


Kediaman Wijaya , Pondok Indah, Jakarta Selatan


Kedatangan April kerumah Joseph membuat Mama dan Papa Joseph sangat bahagia. walaupun tak tahu apa tujuan Anak Gadis ini kerumah mereka. Paling tidak mereka bahagia karena Putra tunggalnya sudah membuka hatinya membawa seorang Gadis kerumah mereka setelah Dua Tahun menutup diri untuk memacari gadis lain. Jangankan memacari, berteman saja tak sudi.


" Ah iya nak... Joseph masih tidur. Sebentar tante kedapur ya." ucapnya dengan cepat untuk memberi perintah kepelayan menyiapkan minuman atau pun sekedar cemilan. "Sini biar saya aja yang bawa" ucap mama Joseph kepada pembantu rumah tangganya.  Lalu berjalan kembali keruang tamu dan duduk didekat April. Papa yang tadinya membaca koran pun ikut melirik kedua wanita didepannya itu. Dengan senyum kecil dibibirnya. anak yang berkelas ucapnya dalam hati.


" Silahkan diminum nak." ucap sang mama.


" Ah iya terimakasih Tante." sambil meneguk teh nya dan melirik pada kedua orang tua itu.


kalau gak gua minum bisa bisa gua nginap di sini.


" Oya nama kamu siapa nak?" Tanya sang mama dengan ramah.


" Aah iya.. perkenalkan nama saya April, Tante" tersenyum dan merasa salah tingkah.


" April... namanya cantik seperti orangnya ya pa? " ucap si mama dengan genit.


Gak salah anakku milih yang begini. Udah cantik, sopan, berkelas lagi.


" Terimakasih tante" Tersenyum dan merasa sungkan .


" Ada perlu apa nak April dengan Jos?" tanya sipapa yang penasaran dan menuguk kopinya.


" Maksud kedatangan saya kesini sa-" mau menjawab langsung dipotong oleh mama Joseph dan menarik lengan April untuk membawanya ke kamar Joseph. Karena si Mama ini mikirnya April pacar si Joseph.


" Ntar aja nanyanya pa tunggu Jos turun. Ayo nak April.. langsung ke atas aja."


April yang ditarik lengannya bingung antara mau nolak atau mengikuti mama Joseph. Sedangkan papa Joseph hanya geleng geleng kepala dan tersenyum melihat Istrinya yang terlalu memaksakan.


Sambil berjalan dari ruang tamu April pun menjadi gugup " Agghh tante.. ma.. maaf... saya.." dengan gelagapan tapi tak bisa berkata karena tangannya sudah ditarik mama Joseph menaiki anak tangga menuju ke kamar Joseph.


" Sudah gak apa apa nak... dari pada kamu menunggu lama, kan kasian kamu dibawah nemani orang tua duduk. Gak usa takut.. Jos gak makan orang kok" ucapnya penuh keyakinan.


gak makan orang tapi makan hati tan.


" Bukan begitu tante.." dengan muka meringis. dan berjalan di lorong rumah yang bagikan Hotel itu. " Saya cuma maaa.." Lagi lagi dipotong oleh mamanya Joseph.


" Nah ini dia kamarnya si Jos. Kamu duduk di dalam aja, dia bisa berjam jam kalau tidur." ucapnya dan membuka pintu kamar dengan pelan.


" Nah duduk disitu aj ya nak" menunjuk ke arah sofa kamar Joseph.


" I.. iya tante.. Terimakasih" bingung dan gelagapan.


Sang mama pun meninggalkan April dan merasa geli sendiri. Dengan malu April melangkah lalu masuk ke kamar Joseph dan duduk ke Sofa yang jaraknya tak jauh dari tempat tidurnya. Dilihatnya desain kamarnya yang minimalis, ruangan berkelas, meja kerja, TV layar datar yang sangat lebar, kamar yang bisa dibilang sangat mewah untuk satu orang dilengkapi fasilitas yang membuat betah dikamar. Ditelusurinya dari jauh ranjang Joseph.


" Apa mereka pikir aku ini pacar anaknya kali ya? ahhh.. kesalahan besar ini" Gumamnya menyesal.


" Tapii mama dan papanya sangat baik. Tidak seperti anaknya yang satu ini" ucapanya dengan kesal.


Lima belas menit kemudian. April yang sudah merasa bosan beranjak dari tempat duduknya, April pun berdiri dan berjalan dengan pelan agar tidak mengganggu tidurnya Pria angkuh itu. Dilihatnya Joseph yang tertidur membelakangi arah pintu masuk. Berjalan lagi hingga tiba tepat didepan meja lampu disebelah ranjang Joseph. Dan melihat kearah Photo yang berada di meja. Dan menundukkan sedikit badannya melihat dengan seksama.


" Apa ini pacarnya?" ucap April yang penasaran, karena photo itu menampilkan kemesraan Joseph dan Selena. Joseph yang memeluk Selena dengan hangat . " Serasi." ucapnya.

__ADS_1


Joseph yang tertidur pun merasakan kehadiran seseorang disampingnya. Wangi parfumenya sangat khas, wangi yang pernah tercium sebelumnya. Mata yang masih terpejam itu membuka perlahan kedua matanya, lalu melihat kearah sosok yang disampingnya. sangat cantik ucapnya dalam hati. lalu Joseph tersadar April yang dikamarnya dan sedang melihat kearah Photo keramat itu pun langsung sigap menarik lengan April dan membuat April terjatuh tepat disampingnya. April yang kaget pun mengerang karena ulah Joseph. wajah ketemu wajah.


" Awww" dipeganya lengannya yang ditarik tadi lalu melihat kearah kiri berhadapan dengan wajah Joseph. Masih dalam keadaan kaget April memandang wajah Joseph yang memandangnya dengan diam.


" Kauu... Ternyata Kau sudah bangun?" tanyanya dengan ketus dan malu karena Joseph memangdangnya tanpa mengedipkan matanya.


Joseph hanya menganggukan kepalanya. Karena jauh didalam hatinya dia sendiri bingung melihat April yang datang, sekarang berada di kamarnya. Memandang wajahnya dari dekat. sangat cantik ucapnya dalam hati. April yang juga bingung dengan keheningan itu hanya diam memandang ke arah Joseph pun jadi salah tingkah.


Mukanya mulai memanas karena pipinya memerah. Jantungnya berdebar kencang. April pun ingin beranjak dari tempat tidur agar tidak merasa canggung. Tapi apa daya Joseph yang disebelahnya malah menarik tangannya agar tetap tertidur disebelahnya.


" Isss... apa sih mau mu Tuan." kata April Ketus.


" Apa yang kau lakukan dikamarku? siapa yang mengijinkanmu masuk?" dengan santai dan tetap memandang April.


" Ahhh...a.. aku tadi menunggumu dibawah. mungkin karena mamamu mikir aku ni siapamu, aku dipaksa naik ke kamarmu, menunggu disitu" ucapnya membela diri.


" Kenapa kau tidak menolak? kau mau dekat dekat denganku ya?" tanyanya santai.


" Apaaa? dekat dekat denganmu? enak saja. memangnya kau siapa harus didekati, kau menyuruhku untuk datang tepat waktu , tapi kau malah masih enak-enak tiduran disini" memandang Joseph kesal dan ingin beranjak dari tempat tidur, lagi lagi Joseph menarik tangannya agar tetap disebelahnya.


" Kauuuu.. maumu apa sih? Jangan seenaknya begini." ucap April yang sudah menahan marah juga canggungnya.


" Wajah mu memerah" ucap Joseph dengan menunjuk wajah April dan tersenyum. sengaja agar April makin malu. walaupun lagi marah wajahnya tetap cantik dan imut.


Ditutupnya wajahnya dengan kedua tangannya. sungguh aku malu . " Jangan main main dan enggak usah senyum senyum. Kau pikir kau tampan?" kata April.


Sedangkan Joseph tersenyum melihat tingkah April dan wajahnya yang memerah. Lalu tak lama kemudian terdengar suara perut April yang protes karena belum terisi. Joseph yang diseblahnya pun ikut mendengarnya. Perlahan April membuka wajahnya melihat kearah Joseph dan kearah perutnya. lengkap kesialanku.


" Kau lapar?" tanyanya dengan memandang wajah April.


" Bukan urusanmu." sambil beranjak dari tempat tidur dan kali ini Joseph tidak menariknya. Joseph pun ikut beranjak lalu berdiri dengan cool nya. April yang melihatnya bertelanjang dada dan hanya memakai Celana ketat pendek refleks menutup kedua matanya dan membalikkan badannya kearah pintu keluar. " Maaf aku keluar" ingin berjalan ke arah pintu.


" Ya aku mau keluar, aku tunggu dibawah. Atau berikan saja kunci mobilku." berkata dan membalikkan badannya menghadap Joseph. kali ini dia hanya salah tingkah dan gugup memandang ke arah Joseph. Body kekar Joseph, perutnya yang sixpack, otot lengannya yang berisi sungguh sempurna untuk dilihat mata.


" Tunggu aku disitu." sambil menunjuk kearah sofa," Dan jangan kemana mana kalau kau mau aman turun kebawah. Mamaku tidak akan semudah itu untuk membuatmu keluar dari rumahku. Dia akan menahanmu jika kau turun sendiri."


" Kenapa bisa seperti itu?" tanyanya bingung.


" Hemmm.. ya mungkin karena aku tak pernah bawa wanita kesini. jadi mamaku pikir kau itu pacarku" tersenyum sambil berjalan menuju kearah kamar mandi.


"pacar? bukannya yang diphoto itu pacaranya? gak mirip kak Clarisa."


Mau tak mau April yang tak habis pikir dengan ucapan yang tak masuk akal pun mengikuti perintah Joseph. Dia pun duduk disofa dan mengelus elus perut nya yang lapar. " Aku sangat lapar" ucapnya dengan sedih.


Joseph yang dari jauh sebelum masuk kamar mandi melihat yang dilakukan April. Bergegas mandi agar dia tidak menunggu lama dan akhirnya siap. Tapi dia lupa membawa Handuknya.


" Heiii... kau yang disana. Tolong ambilkan handuk ku." dengan kepala setengah keluar.


" Kau ngomong denganku?" melihat ke kiri dan ke kanan.


" Iya denganmu.. kau pikir dengan siapa lagi aku bicara? cuma kita berdua disini."


" hemm.. dimana handukmu." sambil berjalan pelan


" Itu dilemari pintu ke 3 ruangan sebelah."

__ADS_1


berjalan menuju ruangan yang khusus baju dan barang barang lainnya. Sepatu, tas, jam tangan, dasi semuanya tertata rapi. Dia pun membuka lemari handuk itu dan berjalan kearah kamar mandi.


" Nih..." ucapnya acuh. Bukannya malah hanya handuk yang diambil, Joseph malah sengaja memegang tangan April dan Handuk dengan bersaamaan. April yang refleks menarik tangannya dan berjalan kearah sofa dengan canggung. Joseph hanya tersenyum dari balik pintu. apa yang kau lakukan jos.


Menutup bagian bawahnya dengan handuk, berjalan santai keluar menuju kaca yang berada didepan ranjangnya. memakai segala wewangian. April yang melihat pemandangan itu pun merasa gusar. santai sekali dia berjalan didepanku seperti itu .


Lalu Bersiap untuk masuk ke ruangan kusus pakaiannya, dan mengambil pakaian yang warnanya sama dengan April. Kaos putih, celana jeans biru, sepatu Sport putih dan jam tangan hitam bermerak. Lengkap sudah, lalu berjalan keluar ruangan menata Rambutnya didepan kaca. Selesai semua dia berjalan menuju sofa April dan mengajaknya keluar. " Aku sudah siap. mari turun" ucapnya


April yang melihatnya sungguh terkesan, “wah sangat tampan Ucapnya dalam hati. Tapi tunggu dulu kenapa pakaianya percis seperti yang kupakai? bagaikan couple benaran. Gak gak.. jangan pikirkan yang aneh aneh pril.” menggelengkan kepalanya


" Kenapa kau diam apa yang sedang kau pikirkan?" tanyanya.


" ah..itu.. bukan urusanmu" sambil berdiri dan berjalan menuju pintu keluar menutupi malunya dan diikuti Joseph dari belakang. Kemudian menutup pintu berjalan bersamaan menuruni anak tangga.


Dari lantai dua itu pun terdengar suara keributan yang berasal dari bawah. April yang bingung menatap Joseph. Joseph pun bingung dengan apa yang terjadi dibawah. Joseph yang melihat April yang juga penasaran menyadarkan langkahnya agar tidak terburu buru.


" Lihat jalanmu. Pelan pelan saja" hanya dijawab dengan pandangan ke Joseph. Hingga tiba dilantai bawah Kaki Joseph tiba tiba terhenti melihat sosok yang didepannya dan April juga berhenti tepat disebelahnya.


Wanita itu sadar kemunculan Joseph dibawah dan dari arah depan seorang wanita berlari menuju kearah Joseph,merangkul pundak Joseph memeluknya dengan erat, tetapi tidak sedikitpun Joseph membalasnya. April yang melihat adegan itu pun merasa tidak enak berada di sampingnya dan ingin berjalan ke luar, dengan refleks saat hendak berjalan Joseph memegang tangannya untuk mencegah April berjalan. April pun terhenti dan melihat tangan yang menggengamnya.


" Maaf tuan tadi saya sudah melarang Nona ini masuk, tapi dia memaksa." pelayan yang tahu kisah lama Jos pun menjadi takut, takut karena Majikannya murka.


" Iyaa... Mama juga sudah melarang Selena masuk Jos" timpal sang mama yang membelah pekerjanya. Papa yang tak kala kagetnya melihat Selena dari ruang tamu hanya bisa berdiam.


Joseph hanya terdiam dan April pun juga bingung apa yang hendak dilakukannya terhadap situasi seperti itu.


" Selena tolong jaga sikapmu, ada pacar Joseph disini" ucap sang mama sopan.


apa apa... pacarrrrr? aduh tante saya bukan pacar anakmu. Matila aku.


Selena yang mendengar kata pacar pun melepas pelukannya dan melirik kearah sebelah Joseph dengan tampang sendunya, melihat tangan Joseph yang memegang April. April yang menangkap pandangan Selena pun refleks ingin melepas tangan Joseph. Tapi apalah daya Genggaman Joseph semakin erat.


Joseph sama sekali tidak bergeming. menatapnya saja dia tidak mau. Luka yang dibuat Selena pun sangat membekas dihati dan ingatannya. Seakan tak tahu malu, Selena kembali memandang Joseph dan mendekatinya.


"Jos... aku sangat merindukanmu." ucapnya lirih


" Kasi aku kesempatan jos." dengan nada memohon Joseph tidak menjawab.


" Selamat pagi sem...u ..a " ucap Clarisa yang baru saja tiba didalam rumah orang tuanya. bingung karena banyak orang didekat ruang tamu itu. Apa lagi ada April dan juga Selena. menatap ke April dan melihat tangan Joseph menggengamnya. " hai April" kata Clarisa senang dan melambaikan tanganya.


April pun membalas sapaan Clarisa dengan tangan kanannya dengan kaku, Tak lama Joseph yang sudah tak ingin melayani Selena pun menarik tangan April dan berjalan keluar melewati semua orang. April yang tangannya tertarik berjalan tergopoh gopoh mengikuti jalan Joseph. Semua mata memandang mereka, April sangat malu tapi tetap saja dia menjaga kesopananya.


" Tante, om saya permisi" ucapnya dengan cepat hingga berpapasan dengan Clarisa. " kak Clarisa saya permisi" Clarisa sangat senang melihat adiknya dengan April. dengan senyum dia melambaikan tanganya. " Bye... sampai jumpa lain hari ya pril" April hanya melihat kebelakang dan memberikan senyuman. Mata Joseph tetap memandang kearah depan tanpa melirik ke arah lain. Sedangkan Selena terpaku dan sedih hingga air matanya jatuh.


" Tunggu sebentar... sepatuku." ucap April yang sudah tiba didepan pintu.


" Yang mana sepatumu?" tanyanya ketus.


" Itu" Lalu April segera melepaskan tangannya dari genggaman Joseph. Joseph pun tak menghalanginya.


" Pakai di mobil aja." lalu keluar meninggalkan April yang masih bingung dengan perubahan sikapnya, Menuju ke area Parkiran Mobil. April pun mengikuti perintah Joseph. Dengan membawa kedua sepatunya dan berdiri disamping Joseph. Sementara Joseph memerintahkan pelayan yang mengurus mobil- mobilnya untuk mengeluarkan Mobil April yang sangat dirawatnya.


Josephpun memandang kearah April yang disebelahnya memegang kedua sepatunya seraya memeluk kucing. April yang disampingnya menatap kemobil yang dipinjamkannya ke Joseph. wah kilat terawat ucapnya dalam hati.


Lalu tanpa sadar memandang ke Joseph yang sedang mencuri pandang padanya. Joseph pun gagap saat kedua mata itu menangkap matanya. Menjadi salah tingkah...

__ADS_1


Bersambung.


UNTUK YANG PERTAMA KALI BACA, MOHON MAAF YA INI MASIH BANYAK KATA TIDAK BAKU, ADA YANG K URANG DAN LEBIH. BERHUBUNG INI NOVEL PERTAMA SAYA. DAN AKAN DI REVISI SETELAH SELURUH NOVEL ON GOING SAYA TAMAT. TERIMA KASIH, MAAF ATAS KETIDAK NYAMANANYA.


__ADS_2