
HOTEL WIJAYA , BANDUNG.
Menikmati embun pagi nan sejuk, dibawah atap Hotel Wijaya yang berlokasi di Bandung. Joseph dan April ternyata menginap di Hotel Wijaya yang terletak di Bandung. Sebenarnya Joseph ada rapat juga di Hotel cabang Bandung. Harusnya Ferdinan yang bertugas, Tapi karena kebetulan Joseph yang di Bandung jadilah Menggantikan Ferdinan.
" Sayang , aku ada Rapat . Nanti jangan melupakan sarapan kamu. Aku sudah memesannya , liatlah di meja ruang tamu."
Isi pesan Joseph disecarik kertas didekat ranjang April. Joseph tidak ingin membangunkannya , biarlah April beristirahat.
Aldi ternyata sudah menunggu Joseph di Loby Hotel. Bersama dengan Joseph , mereka menghadiri Rapat Bersama Angkasa Group yang dinaungi Oleh Andrew.
Setibanya di ruang rapat , Joseph disambut hangat oleh para anggota rapat . Mempersilahkan Mereka duduk . Kali ini Joseph yang memimpin Rapat.
________________________
" Aghhhhhhh...."
Ucapan pertama Saat April terbangun dari tidurnya. Menerawang setiap ruangan, yang dipikirnya adalah kamarnya. Efek kehamilan membuatnya sering terbangun sampai siang , tepatnya jam sembilan pagi.
Melihat kearah ranjang sebelahnya, tampak kosong Joseph tidak ada disebelahnya. Mencari-cari ke kiri dan kenan , tak sengaja melihat kearah secarik kertas. Mengambilnya dan membacanya, April pun tersenyum.
Bergegas untuk turun dari atas ranjangnya, dan berjalan menuju ruang tamu Hotel . Fasilitas Presidential Suite Hotel milik suaminya sangatlah mewah . Menu makannya saja menggugah selera April pagi itu . Dia mulai memakan menu yang sudah disiapkan oleh suaminya. Tak lupa segelas susu dan juice juga tersedia.
Usai acara santap sarapannya, April melihat-lihat suasana Didepan Hotel dari Balkon, pemandangan yang sangat Indah. Udaranya yang sejuk, membuat April merasa sangat betah.
Kemudian April bergegegas membersihkan diri. Seenggaknya selama masi di Bandung, bukankah lebih baik untuk berjalan-jalan sekitaran Hotel selagi Joseph rapat.
Memakaian Dress Biru laut, dengan sepatu Flatnya, April sudah terlihat sangat cantik dan anggun. Keluar dari kamar Hotel, April menyusuri Koridor berjalan kearah pintu Lift. Setibanya dia dibawah, Loby Hotel April menyusuri Loby Hotel, tampak seorang yang tidak asing bagi April.
Dari kejahuan, seorang karyawan Hotel itu sedang bertugas melayani tamu yang datang. Mencari tauh, apa yang membuatnya bisa sampai di Kota ini. Yang April tauh dia tinggal di Jakarta bersama keluarganya.
April pun mengendap dibalik dinding besar Hotel itu. Mencoba mengintip dari balik dinding, melihat-lihat kearah Wanita yang tidak asing baginya.
" Selamat pagi Nyonya." suara karyawan wanita mengagetkan April.
Mengusap perutnya " Agh iya selamat pagi." ucap April dengan senyum.
Kemudian karyawan Hotel beranama Merry memberikannya senyuman.
" Maaf mengagetkan anda Perkenalkan nama saya Merry, Ada yang bisa saya bantu nyonya?" Tanyak Merry.
" Owww saya April, tidak ada yang saya butuhkan. Bekerjalah seperti tidak mengenal saya." ucap April.
Merry tersenyum. " Maaf sebelemnya Nyonya saya terlambat. Saya diutus Tuan Joseph untuk menemani anda, beliau memerintahkan saya untuk berjaga-jaga jikalau anda membutuhkan sesuatu. Karena Tuan Joseph mengatakan, Rapat akan berlangsung hingga Sore hari. Saya sebelumnya sudah mencari anda dikamar tapi tidak ada jawaban, saya berinisiatif keruangan CCTV untuk mencari anda." ucap Merry menyampaikan pesan Joseph.
" Ahhh begitukah. Baiklah... kamu bisa didekat saya. Oya saya ingin bertanyak, wanita yang disana, apakah dia sudah bekerja disini sejak lama?" Tanyak April menunjuk pada sosok customer service.
" Maksud anda Lina nyonya?"
" Iya benar, Lina namanya."
" Beliau sudah bekerja selama setahun, semenjak suaminya di penjara, dia mulai bekerja untuk menghidupi anaknya." ucap Merry yang ternyata tauh tentang identitas karyawan Hotel Wijaya.
Kemudian April mengangkat satu alisnya, menerawang pada Wajah Merry. Melihatnya dari atas hingga kebawah. Menyipitkan matanya lagi, April merasa Merry sangat terlatih untuk mengetahui Identitas karyawanya. Apa jabatan si Merry ini pikirnya, pasti dia bukanlah orang sembarangan yang diutus Joseph untuknya.
Dengan senyum Merry menatap Istri atasannya yang bingung.
" Maaf nyonya apa ada yang salah?"
" Agh tidak. Mari ikut saya, saya hanya ingin berjalan-jalan." ucap April kemudian melangkah melewati koridor Loby.
__ADS_1
Lina melihat sosok April yang sedang berjalan keluar. Tak disangkah April yang malah tadinya ingin menghindar, Malah dengan santainya berjalan dari depan posisi Lina.
Dengan cepat Lina berlari, ingin menghampiri April.
" April" Teriak Lina.
April yang sudah dihalaman luar Hotel, menoleh kearah Lina.
" Pril." ucap Lina lirih.
" Maaf nona Lina, panggil Ibu atau Nyonya. Ketahuilah Nyonya April istri dari atasan kita." ucap Merry.
" Tidak apa-apa Merry, dia sahabat saya, Dulu." ucap April ke Merry.
Merry mengangguk mengerti. Dengan pakaian Merry seperti Bodyguard tampak sangat sangar bagi orang lain yang melihatnya.
" Ada apa Lina?" Tanyak April.
" Bolehkah kita berbicara?" Tanyak Lina.
" Baiklah, sudah lama juga kita tidak berbincang.” Ucap April.
April berjalan kearah Taman Hotel, Lina dan Merry mengikutinya berjalan. Sesampainya di bangku taman yang memiliki tempat yang cocok untuk sekedar ngerumpi, dipilih April suasana yang memang cocok untuk bercerita.
April kemudian duduk, “ Silahkan duduk.” Ucap April ke Lina. “ Merry kamu bisa berjaga-jaga dari bangku itu saja, saya ingin mengobrol dulu.” Ucapnya menunjuk ke bangku ujung.
“ Silahkan Lin, apa yang ingin kamu omongin?” Tanyak April Spontan.
“ Maaf Pril, aku minta maaf atas semua kesalahanku dimasa lampau.” Ucapnya lirih dan menunduk.
“ Sudahlah Lin, kamu jangan membuka goresan masa lalu, aku sudah bahagia dengan diriku yang sekarang.”
“ Maaf Pril, aku tidak tauh Rendy sangat keji terhadap kamu waktu itu, ingin memperkosa kamu. Aku minta maaf atas semuanya.” Ucapnya kemudian menangis.
“ Apa yang kamu mau sebenarnya Lin ? “ Tanyak April.
Berlutut dibawah kaki April. “ Pril... Aku mohon , bebaskanlah Rendy Pril. Agar anakku bisa melihat Ayahnya. Anakku dari lahir tidak pernah melihat Rendy Pril, aku mohon Pril. Kasihanilah anakku.” Ucap Lina dengan isakan tangisnya.
April terkaget saat Lina bersujud, dia kemudian menyuruhnya untuk duduk. Memegang tangan Lina dan mengangkat tubuhnya.
“ Jangan seperti itu Lin , Duduklah. “ Ucap April ibah.
April yang juga tengah mengandung malah berpikiran ke dirinya sendiri. Bagaimana jika itu diposisinya , apa dia bisa setegar Lina. April tidak ingin dendam , tapi dia juga tidak mau gegabah.
“ Baiklah Lin, akan aku bicarakan dengan suamiku. Urusan bisa apa enggaknya , aku tidak bisa menjanjikannya. “ ucap April.
“ Terimakasih Pril. Aku tauh kamu tidak dendam denganku. Aku minta maaf Pril , semoga aku bisa membalas kebaikan kamu selama ini denganku. “ ucap April.
“ Tidak perlu Lin , bekerja saja yang baik. Tetap sehat memperjuangkan anak kamu , itu saja sudah cukup buatku. Jangan remehkan atasan kalian , suamiku atasan yang peduli dengan bawahannya. Jadi bekerjalah dengan sungguh-sungguh.” Ucap April memberikan sedikit senyumannya.
“ Baiklah Pril , terimakasih untuk waktu kamu yang sangat berharga. “ ucap Lina kemudian dia bangkit dari bangkunya. “ Saya permisi Pril , ingin melanjutkan pekerjaan saya.” Ucap Lina dengan anggukan April menjawabnya.
Lina pun meninggalkan April bersama pengawalnya. Sebenarnya April ingin bertanyak dan mengetahui kenapa Lina bisa sampai diBandung , bekerja sendiri. Tapi dia tidak mau terlihat lebih akrab. Biarlah begitu , begitu saja sudah cukup.
“ Maaf nyonya , Tuan Joseph sudah selesai Rapat lebih awal. Belia berpesan untuk mengajak anda makan siang bersama anggota Rapatnya.” Ucap Merry yang tiba-tiba menghampiri April yang masi melamun.
“ AGH iya.. mari kita kesana.” Ucap April bangkit dari duduknya dan melangkah menuju tempat yang dituju.
Dengan pengawalan Merry yang berjalan didepannya , memberikan arah masuk kearea Loby dan kearah pintu Lift dan menuju ruang makan yang sudah ditetapkan.
__ADS_1
Pintu rungan makan dibukakan oleh Merry, tampak dengan anggunnya April berjalan masuk dan mencari keberadaan Joseph. Tak lama tampak Joseph yang sedang berdiri bersama Pria yang mungkin saja teman bisnisnya , Joseph juga menoleh ke April yang baru saja hendak menghampirinya.
“ Sini Sayang . “ ucap Joseph.
“ Kenalkan ini Pak Dico, Direktur dari PT. Trico. “ ucap Joseph.
“ Senang berkenalan dengan anda Pak, saya April. “ ucapnya dengan senyum.
“ Sepertinya saya tidak asing dengan Istri Tuan Joseph ini , bukankah?” mencoba mengingat.
“ Bukankah April ini CEO di perusahaan Anugrah Corp ya? “ Tanyak Dico.
“ Ingatan anda sangat tajam Pak Dico. Benar Istri saya CEO dari perusahaan Anugrah Corp. Ternyata anda mengenalnya. “ ucap Joseph dengan senyum, begitu juga dengan April.
“ Siapa yang tidak kenal dengan perusahaan Anugrah , bukankah sudah memecahkan rekor dimancanegara?.” Ucap Pria berkepala plontos itu.
“ Terimakasih Pak , Pak Dico bisa saja meninggi“ ucap April tersenyum.
“ Bukan seperti itu , semua perusahaan pasti tauh tauh itu. " Jawabnya menyunggingkan senyuman. "Silahkan dinikmati hidangannya. “ Ucap Pak Dico.
“ Iya Pak , saya membawak Istri saya dulu kesana. “ menunjuk kearah meja makan.
April dan Joseph bersiap untuk mengambil menu yang sudah terhidang. Menyendokan satu persatu kepiring April. Joseph sangat teliti dalam memilih makanan untuk istrinya itu. Usai itu mereka ke Meja bulat yang sudah disedikaan untuk 10 orang. Saat hendak dituju , tampak Andrew tengah asik dengan makanannya , Joseph pun tidak perduli dia menarik bangku untuk April di meja yang sama dengan Andrew.
“ Silahkan Tuan Joseph dan nyonya Wijaya.” Ucap Andrew mempersilahkan bangku kosong dari mejanya.
April menatapnya sekilas , sedangkan Andrew memuji kecantikan April dalam hatinya. Melihat lagi ke Joseph , memang mereka sangat serasi.
“ Terimakasih Tuan Andrew “ ucap Joseph setelah duduk.
Menatap kearah April. “ Nikmati makan siang kamu sayang , dihabiskan ya.” Ucap Joseph lemah lembut.
Andrew melihat dengan sekilas perlakukan Joseph yang sangat anggun itu ke Istrinya , membuatnya merasa Joseph Pria yang sangat bertanggung jawab. Iri rasa dihatinya , bisa memperistrikan seorang April. Mereka berdua keliahatan sangat pas dalam bentuk apapun.
“ Makan yang banyak. “ bisik Joseph ke April.
April pun menganggukan kepalanya. Tatapan Andrew kembali lagi ke April. Wanita yang sangat menggugah hati pikirnya.
“ Tuan Joseph , apakah kerja sama tadi sudah bisa dilaksanakan untuk minggu depan?” tiba-tiba Andrew membuka pembicaraan.
“ Ow itu akan dibicarakan langsung oleh Ferdinan dan dikantor Ferdinan , kita akan bicarakan langsung disana Tuan. Untuk saat ini , biarkan saya untuk menikmati makan siang saya , karena istri saya tengah mengandung , biarlah dia fokus dengan makanan , bukan dengan pembicaraan kita soal Bisnis. “ ucap Joseph sedikit dengan penekanan.
Andrew berasa kenak sental. “ Owww baik Tuan Joseph , maafkan saya.” jawabnya sopan.
Berpikir dengan perkataan April yang tengah mengandung , benaran saja mereka keluarga yang sudah pas. Lengkap , tidak bermaksud ingin mengganggu mereka. Andrew pun akhirnya beranjak dari meja makan mereka.
“ saya permisi Tuan dan nyonya. Silahkan dilanjutkan.” Ucap Andrew sedikit merasa malu.
“ Agh.. silahkan Tuan Andrew. Terimakasih.” Jawab Joseph.
Kemudian dia berjalan meninggalkan mereka , dengan hati yang sedikit dongkol. Sedangkan April merasa jadi tidak enak hati , karena Joseph langsung saja mengutarakan ketidak enakannya.
“ sayang... bukankah tadi itu sangat kelewatan?”
“ Tidak usah dipikirkan sayang , dia saja yang tidak melihat situasi. Habiskan makanan kamu , siap ini aku akan mengajak kamu keliling kota Bandung.” Ucap Joseph dengan senyuman.
“ Benarkah” wajahnya berubah menjadi senang.
“ Kapan suami kamu ini bohong sayang?” mengacak rambut April.
__ADS_1
April pun tertawa senang. “ Baiklah aku akan menghabiskannya deengan cepat.” Ucap April menyantap makanannya.
___________ BERSAMBUNG _________