Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
Berjumpa Sahabat


__ADS_3

Siang hari yang terik ditembus Pak Yanto supir pribadi Joseph untuk mengantarkan mereka menuju Bandara. Sepasang suami istri yang sudah bersiap untuk menyambut hari dimana Resepsi mereka akan digelar di Bali tepatnya esok hari dimana lokasinya diadakan di salah satu Resosrt terkenal yang dimiliki Joseph. Joseph sendiri hanya beberapa kali saja menyempatkan diri mengunjungi lokasi itu.


Dengan bantuan para WO dan semua orang yang sudah ditunjuknya, segala urusannya sudah disusun dengan semaksimal mungkin, Joseph hanya membawak diri kesana.


" Sini saya angkat nak Joseph." ucap pak Yanto yang meilihat sang majikan membuka bagasi mobilnya.


" Tidak usah Pak.. biar saya saja. Pak Yanto besok nyusul ya dengan para pekerja lainnya.


" Baik nak Joseph. Tapi kenapa tidak naik pesawat Pribadi nak Joseph?"


" Ouw.. itu buat para pekerja saja pak. Istri saya menolak. mungkin nanti waktu kembalinya saya saja. saya juga sudah terbiasa." ucapnya dengan nada pelan.


" Owww baiklah nak Joseph, saya pamit. Selamat sampai Tujuan."


" Terimakasih pak." ucapnya tersenyum.


April yang menunggu kedatangan suaminya karena panas dia diturunkan langsung ditempat yang teduh.


Melihat kearah depan kedatangan Joseph membawa koper, April menghampirinya.


" Sini sayang... biar aku bantu." ucapnya menarik salah satu koper.


" Tidak usah.. jalan saja biar aku yang bawak." Dengan sopan dia menolak.


" Nanti kamu capek loh."


" Enggak... gini kekarnya otot " ucap Joseph lagi. " ya sudah yuk jalan, nanti ketinggalan pesawat."


Mereka pun menuju masuk dengan santainya mereka berdua, seperti pacaran, tetap layaknya pacaran sebelumnya semua mata banyak tertuju ke arah Joseph, ketampanannya yang maksimal itu dengan memakai kaca mata bertambah aura untuk memilikinya. Begitu juga dengan April tak kalah dengan Joseph, banyak juga Pria yang disekitar mereka memandang iri. Cantik dan Tampan sangat cocok. Bukankah sempurna?


***


Setibanya mereka di Bandara Bali, kedatangan April dan Joseph langsung disambut penuh hangat oleh Carlo. Sahabat baik Joseph, yang dimintanya untuk menjemput.


" Hallo Bro." ucap Carlo menjabat tanganya dan memeluknya.


" Hallo juga Bro." Jawab Joseph penuh semangat


Lalu melihat kearah April dan menyapanya dengan ramah.


" Hello Pril." menjabat tangan April dan ingin memeluk April. Tetapi Carlo langsung ditarik Joseph.


" Jangan peluk-peluk binik gua, mau gua kuret lo." dengan tatapan sangarnya.


" Hahaah... becanda juga bro, jangan dimasuki kejantung." jawab Carlo lalu dia berkata lagi


"Hoping you two Have a beautiful life and an Endless Love Story. Congrats on Your Wedding Day." ucap Carlo lagi.


April pun tersenyum dan menyambut Carlo juga.


" Hello Car Thank You." ucapnya " Terus manggil apasih saya, namanya susah amat." ucap April yang sungkan dan tertawa kecil.


Joseph terkekeh Geli mendengar pengakuan sang istri.


" Ketawa Lo!!! " lalu mengarahkan pandangannya ke April " Panggil saja saya kak Carlo, karena jarak umur kita terpaut 6 Tahun ya." ucapnya dengan sedikit membungkukan tubuhnya dengan tangan kanan didada.


" Cih.. Kak Carlo." ucap Joseph terkekeh melihat sahabatanya itu.


" Maaf Pril.. kali ini saya gak akan sungkan lagi dengan kamu. Walaupun kamu itu atasan saya. Sekarang kamu Istri dari sahabat saya yang pekok ini, jadi mulai sekarang, saya juga menganggap kamu Sahabat saya." ucapnya dengan senyum manis.


April pun tertawa dan menggelengkan kepalanya. Lucu aja melihat tingkah keduanya yang dibilang sudah tua, tapi tingkahnya masi kekanakan.


" Baik kak Carlo... saya terima dengan senang hati." ucapnya dengan tawa.


" Kalau dia macam-macam potong gajinya sayang." Kata Joseph penuh penekanan.


" Enak aja loh.. Lets Go." Dengan jempolnya menunjuk kearah jalan keluar.


" Heyyyyy" ucap Joseph yang menghentikan langkah April dan Carlo yang baru saja bergerak.


" Whattt?" Ucap Carlo.


" Tolong itu koperrrr... kamu bawak." ucapnya dengan angkuh menunjuk ke Koper.


" saialan lo Bro.. gua disini cuma untuk menjemput lo. Bukan untuk jadi babu Lo ngangkatin barang lo." Dengan gaya menantang ke Joseph.


" Pengertian kek... kita kan pengantin baru, seenggaknya masi lelah karena kemarin dan juga tidak boleh kelelahan Untuk menyambut acara besok." Pinta Joseph .


" Eleh.... malam pertama aja lo gak kelelehan. Yakin banget gua, si otak mesum." Dan menarik Koper lalu berjalan komat kamit sendiri kesel dia.


" Bilang apa tadi lo hah??" Joseph mengejar Carlo dan menarik lehernya memiting Carlo. " Ampon...?"


Carlo pun menyerah... " Ampon Bro... gua tau lo memang otak lo mesum" ucapnya lagi.


" sialan lo... gua putus juga ni leher."


April yang sedari tadi hanya menonton aksi mereka pun mendatangin mereka.


April memukul lengan Joseph yang masi memiting leher Carlo " Issss...kamu ini, malu tau dilihat orang banyak, lepaskan dia kan sakit."

__ADS_1


" Jadi kamu bela dia nih sayang?" ucapnya purak-purak cemburu.


" Bukan gituu... malu tuh di liat orang, diliat Bule itu tuh.. liat. Lagian sih kamu... memang yang dibilang Kak Carlo juga ada benarnya." ucapnya dengan enteng.


"Astaga... kamu benaran dipihak dia ni sayang." ucapnya merajuk.


" Tidak... sudahla.. ayo kita keluar aku sudah lapar Jos."


Joseph pun melepas tangannya dari Leher Carlo. Carlo langsung membuang nafas dalam-dalam akibat sesak.


" Terimakasih Pril sudah dipihakku " Dengan sengaja dia berucap seperti itu agar Joseph makin merajuk.


" Sialan lo.."


" sudahlah.. kalau kalian main-main lagi, saya yang pergi nih." penuh penekanan menggertak.


" Sudah ayo jalan... " Takut suaminya, lihat wajah April yang berubah menakutkan.


Mereka bertiga pun berjalan, dengan Carlo yang didepan mereka membawak kedua koper mereka.


" Kamu kalau marah menyeramkan tapi cantik" bisik Joseph ke April.


April hanya memukul bahu Joseph. Dia pun tertawa.


Tak lama Joseph iseng menunjang Bokong Carlo. Carlo pun langsung terhenti.


" sialan lo bro." dengan memegang Bokongnya.


Joseph tertawa puas " Hahahaha... bokong lo Bahenol bro, jadi nafsu gua." Ucapnya menggoda Carlo.


" Setan Lo!!! "


Dua pun melanjutkan jalannya.


" Kita makan dimana Sayang?" Tanyak April ke Joseph.


" Di sekitaran Seminyak ada Restaurant yang terkenal sayang."


" Wah.. pasti tempatnya menyenangkan."


" Iya.. pasti kamu suka." lalu menyentuh kepala April mesra.


***


Sesampainya di salah satu Restaurant Seminyak Bali mereka pun menyantap hidangan yang sudah dipesan. Khas Bali menjadi salah satu menu di meja mereka.


" Disini salah satu Favorite kita Pril." ucap Carlo " Tapi yang lebih sering ke sini sih aku. Suamimu itu super sibuk."


" Kamu mau berlama-lama disini? Boleh kok.Besok tinggal aku jemput." ucap Suaminya yang asal ngomong aja.


April pun membuat wajah kesal dan mencubit pinggang Joseph. Dia pun tertawa senang.


" Kamu benaran mau seperti itu? biar saya disini saja, kamunya sama Carlo tuh pasangan diresepsi besok."


" Wuhhhhhh... Sorry la yau, eke tak sudi bersanding dengan suamimu itu." ucap Carlo meniru gaya wanita.


" Sialan lo... gua juga gak mau pasangan sama lo, gua normal. " Jawabnya ketus memukul bahu Carlo.


" Kamu juga sayang.... segitunya menjodohkan aku dengan sikampret Jomblo tingkat tinggi."


April pun menatapnya " Habisnya kamu sih, mau ninggalin aku disini."


" Bejanda sayang, gitu aja marah, kayak cewek kamu kalau marah-marah."


" Yeee aku kan emang cewek. Emang situuu.. Macow"


" Ya kan Emang macow aku nih, nih liat keren kan." mengangkat kedua tangannya.


" Macow maksudku MACAM COWOK!!! " Teriak April ke Kuping Joseph.


Carlo benaran puas melihat April seperti itu ke Joseph. dia terkekeh sampai ingin menangis.


" Ketawak lagi lo, benaran guaaa kuret lo."


" Hahaha.. habissnya istri lo sendiri gak dipihak Lo Jos. Malu lo." ucapnya masi terbahak.


" Ya sudahla.. mari kita ke Resort!." Melirik ke April dengan bibir cemberut dan langsung berdiri.


" Woii enak aja main pergi, ini siapa yang bayarrr." Tanyak Carlo yang protes.


" Percuma kalian berdua sebagai atasan dan bawahan perusahaan ternama, bayarrrr sendiri!!!."


ucap Joseph acuh dan kembali berjalan menuju pintu keluar.


April pun tertawa gak menyangka suaminya benaran marah " Hahaha.. aku tidak pernah melihat sisi ini dari dia." ucap nya menunjuk Joseph dan bicara ke Carlo.


" Belum liat aslinya sih, dia tuh pencemburu, terus suka ngambek gak jelas. Kamu harus hati-hati" Kata Carlo dengan tawanya dan suara baritonya.


" hahaha.. harus perlu kuingat itu kelemahannya. Ya sudahla..biar saja aku yang membayar. Kamu susul dia, dia gak suka menunggu lama." ucap April dan beranjak menuju kasir.

__ADS_1


***


Dalam perjalanan menuju Resort yang di Seminyak, Joseph masi terpaku diam. Benaran dia Ngambek.


" Sayang." goda April.


" Hemmmm." ucap Joseph yang purak-purak melihat Ponselnya.


" Kamu marah ya?" Tanyak April.


" Hemmm."


" Sayang." Panggilnya lagi


" Hemmmmm." Jawab Joseph


" benaran marah nih."


" Hemmm" Jawabnya lagi tanpa melihat ke April.


April pun berpikir sejenak, bagaimana caranya agar Joseph tidak marah lagi.


Tiba-tiba " Aduhhhhh... sakit" meringis dan memegang ke arah perutnya.


Joseph langsung melempar ponselnya dan menyentuh perut April " Yang mana sakit, disini? yang mana? maag kamu kambu?" Tanyaknya yang panik, masi teringat April waktu itu masuk Rumah Sakit.


" Sudah sembuh." ucap April tertawa.


Carlo yang melirik dari kaca depan pun ketawak terbahak "Kenapa Tipu Lo.. ******!!! Hahaaha." ucap Carlo.


Joseph langsung melirik sinis ke Carlo, Carlo langsung menutup mulutnya dan kembali menatap April dan menarik nafas pengen marah, tapi tak mampu.


" Kamu ini..." ucapnya dengan menarik kedua pipi April " Jangan seperti itu lagi, awas saja kalau berani mengulangnya lagi."


Tak mau kalah, April pun menarik Pipi Joseph " Kamu jugaaa... jangan merajuk lagi, awas saja kalau merajuk aku bogem kamu."


Joseph pun akhirnya ketawa menatap wajah April yang dipetakkan. dengan bibirnya yang dipanjangkan.


" teng tengggg... Ronde 2 " ucap Carlo.


" Setan memang Jomblo yang satu ini."


" Hahaha... kutu kupret, sok merajuk ente."


***


Sesampainya di Resort tempat mereka menggelar Resepsi, disambut dengan musik dan Tarian Khas Bali lalu para pegawai Hotel mengalungkan Bunga ke April dan Joseph pertanda sambutan untuk kedua mempelai yang tak lain juga pemilik Resort.


Carlo yang juga mengawal mereka pun mendapatkan perlakuan yang sama. Tak lama mereka diantarkan ke ruangan mereka masing-masing. Sebagai salah satu Bridesman Carlo mendapatkan perlakuan istimewa dari Joseph.


Sedangkan Bridesmaids sudah dipilih April salah satu dari mereka ada Astrid, dan salah satu dari Joseph itu Linda. Sisanya disiapkan oleh WO.


***


" Kamarnya lebar bangettt " ucap April yang menelusuri ruangan kamar itu. " pemandangannya juga sejuk banget."


Joseph mengahampiri April. " ini kamar kusus buat kita. Tempatnya agak jauh dari kamar lainnya. Tadi kamu liatkan?"


" Iya..Pintar ya yang Desain." ucapnya melirik Joseph.


" itu.. buka pintunya." Tunjuk Joseph kepintu samping.


April membuka kedua pintu " Wowww... ada Kolam renangnya juga nih..Backgroundnya gilaaa.. keren amat. Tapi konsepnya juga bagus, tertutup tapi bisa lihat pemandangan luarnya." ucapnya kagum.


Joseph pun menangkap tubuh April, dan memeluk dari belakang. " Kita bisa bermain-main disitu." menunjuknya ke kolam renang.


" Kamuu mulai lagi nih." ucapnya melirik kearah Joseph dibelakangnya.


" Iya dong sayang... ya sudah mandi sana. Baru kita keluar ketempat resepsi kita, sekalian keruangan pakaian besok semua sudah disiapkan. Habis itu kita makan malam dengan keluarga di Hotel kita." ucapnya


" Baiklah... gak mandi sama kan?" ucapnya menggoda.


" Jangan menggodaku, nanti kamu gak kuat. Mandi sendrii sana."


April lalu mengedipkan matanya menggodanya lagi.


Joseph pun ancang-ancang ingin menangkap April tetapi April langsung sigap berlari dengan kencang dia lari dan tertawa masuk kamar mandi dan menguncinya.


Menggedor pintu kamar mandi dari luar " Sayanggg...Jangan macam-macam denganku sayang. Jangan membangunkan dedek yang lagi tidur " ucap Josep penuh tawa.


" Hahaha.. tunggu aja ade ya bang... "


" Iyaaaa sayangkuuu..." ucap Joseph lagi dengan penuh tawa, dan meninggalkan April.


Mandi dan bersiap-siap, begitu juga Joseph bergantian sesudah April. Joseph pun masuk kamar mandi, sedangkan April bergegas bersolek seadaanya. Dengan Dress Biru dia mempersiapkan dirinya bertemu Keluarga, kerabat,sepupu semua tamu yang sudah memenehui undangan Mereka. Diberikan segala fasilitas selama acara berlangsung.


Nantikan Acara Resepsi Joseph dan April.


***Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa VOTE dong... jangan pelit-pelit dong...😄


Terimakasih untuk Love dan Likenya*** :)


__ADS_2