
Beberapa Tahun kemudian.
" Akhirnya anak mami dan Daddy udah Lulus sekolahnya." ucap April memeluk kedua anaknya.
" Siapa dulu mami dan Daddynya." Ucap Jayda.
" Mami April dong." Balas Jayden senang.
Mereka bertiga tertawa dan berpelukan.
" Oya Daddy mana mi?" Tanya Jayda.
" Hallo anak - anak." Sapa Joseph dari arah belakang.
" Daddy." Teriak Jayda manja berlari menghampiri sang Daddy.
" Hey Putri Daddy yang manja , sudah gadis dan sekarang sudah lulus kamu nih. Selamat ya sayang? " ucap Joseph dan memeluk Jayda.
" Thank You Dad." Balasnya memeluk erat Joseph.
" Ayo samperin mami dan adik kamu." ajak Joseph.
" Hello Dad." kata Jayden memberikan tos an ke Joseph.
" Hallo jagoan papa , gimana Kata mami kalian mendapatkan predikat murid terpintar ya?"
" Iya tuh Dad sama mami." menunjuk ke Penghargaan yang di pegang April.
April pun mengangkat penghargaan kedua anaknya untuk menunjukkan ke Joseph.
" Wow. . . anak Daddy dan papa memang terbaik." Joseph memeluk tubuh kedua anaknya.
" Tapiii Dad." ucap Jayda sedih.
Joseph menoleh ke Jayda. " Ada apa sayang? kok jadi murung?"
" Mereka berdua mendapatkan Beasiswa di Kampusku dulu Sayang." kata April.
Jayda dan Jayden menole ke Wajah Joseph.
" Waaaah Bagus dong , kalian berdua mengikuti jejak mami kalian." ungkap Joseph senang.
" Tapi Dad , kok daddy senang gitu sih?" Kata Jayda cemberut.
" Lah jadi Daddy harus apa? Harus nangis ya? "
" Jayda kan sedih jauh dari mami dan Daddy."
Joseph merangkul pundak putrinya yang tingginya selengan Joseph.
" Loh kenapa harus sedih sih. Bukankah itu harusnya menjadi pemicu kalian untuk sukses kedepannya. Ya Daddy bangga kalian bisa sukses. Biar Daddy bisa pensiun dari pekerjaan Daddy. Sudah jangan bersedih , kita bicarakan di rumah sayang."
" Iya mari sayang." ajak April.
" Mami sama Daddy ya , Jayden aja yang bawak mobil." ucap Jayden.
" okey sayang. Kamu hati - hati , ikuti daddy dari belakang." kata Joseph.
" Siap komandan." Jawab Jayden tegas.
" Jayden." Teriak seorang siswi.
__ADS_1
Jayden menoleh , sedangkan April , jayda , dan Joseph sudah berjalan ke parkiran.
" Iya?" Jawab Jayden.
" Kamu benaran nih gak ngelanjutkan kuliah di Jakarta?" Tanya Lena.
" Maaf Len , kenapa kok tiba - tiba nanyanya begitu?"
" Jay , aku selama ini sebenarnya suka sama kamu." ucap Lena mengutarakan perasaannya.
Jayden tersenyum , gila ni perempuan pikirnya.
" Lena , kamu kenapa tiba - tiba seperti ini. Ayola , selama ini kita bersahabat baik. Bukankah persahabatan lebih baik ketimbang harus bersama untuk hubungan yang lebih?" ucap Jayden lembut.
Jayden itu kriteria anak yang lembut , Ramah dan pengasih , Gen April lebih banyak di tubuh Jayden. Kalau Jayda kebalik , Gen Joseph lebih banyak. Walaupun dia manja , itu hanya pada kedua orang tua , oma , opa , Tantenya Clarisa , om Rendy dan sepupunya Clayren dan Rayen. Kalau sama orang diluarannya , orangnya pendiam , matanya suka tajam.
" Benar sih , Tapi Jay... "
" Sudah jangan bersedih , aku akan kabari ke kamu kalau aku dan Jayda sudah berangkat. See You Lena." kata Jayden mengedipkan matanya dan tersenyum. Kemudian meninggalkan Lena dengan tatapan sedihnya.
" Lena." ucap Mark.
" Hah." jawabnya kaget.
" Ngomong sama siapa barusan? "
" Bukan urusan kamu , aku mau balik." katanya meninggalkan Mark teman sekelas Jayden dan Lena
****
Sesampainya Joseph , April dan kedua anaknya di kediaman mereka. Tanpa sepengetahuan kedua anaknya , Jayda dan Jayden kaget halaman rumah mereka sudah berdiri saja tenda , dan kursi serta tamu keluarga yang sudah di undang oleh April dan Joseph. Termasuk Carlo , Linda , Astrid , David maupun Aldi. Semuanya berkumpul meramaikan acara syukuran kedua anaknya.
" Omaaa." Ucap Jayda di ikuti Jayden.
" Memang benar kata pepatah , buah itu jatuh tak jauh dari pohonnya. Kalian memang cucu oma yang pintar. "
" Terima Kasih oma." jawab Jayda dan Jayden.
Jayda dan Jayden pun menyapa seluru tamu dan keluarga yang hadir.
****
" Mi , sepertinya Jay lebi memlih kuliah di Jakarta aja." kata Jayden di ruang keluarga.
" Loh kenapa sayang?"
" Jay gak sanggup jauh dari mami sama Daddy." ungkapnya lagi.
" Yang iyanya Jay gak bisa jauh dari Lena Mi." balas Jayda.
Jayden pun melirik tajam ke Jayda. Jayda yang duduk di samping Joseph pun menjulurkan lidahnya.
" Siapa Lena sayang?" tanya mami April ke Jayden.
" Itu Mi yang pernah datang bareng Kartika dan Michael waktu itu mi." Jayda lagi yang jawab.
Joseph hanya tersenyum dengan ulah anak gadisnya.
'" Kok kamu mulu sih yang ngejawab pertanyaanku." Protes Jayden.
Jayda pun tertawa diikuti dengan dengan April.
__ADS_1
" Gimana Daddy? " tanya April ke Joseph.
" Apa alasan kamu cuma itu nak?" Tanya Joseph ke Jayden.
" Iya Dad , Jay malas agh gitu jauh. Bukannya di Jakarta masi banya kampus ternama." kata Jayden.
Joseph pun tersenyum. " Baikla kalau itu pilihan kamu , Daddy setuju asal kamu bisa masuk ke Universitas terbaik di Jakarta. Enggak tahu kalau mami." ucap Joseph menatap ke April.
April tersenyum , Jayden ikut memandang April.
" Gimana kalau mami? Bole Mi?" Tanya Jayden mendekati April.
" Mami sependapat dengan Daddy kamu. Apa pun keputusan Daddy , mami dukung. Karena Daddy kamu itu jenius."
" Mami juga." Puji Joseph.
" Cieee mami sama Daddy kok so sweet." kata Jayda.
" Yeee kamu uda ngerti so sweet." ledek Joseph malu.
" Wuh Daddy gak tahu aja , Di sekolah tuh si Jayda banyak banget yang ngejar. Di tolak semuaa."
Joseph melirik ke Jayda. " Benarkah itu sayang?"
Jayda salah tingkah , karena malu agh ngomong begituan di depan orang tua.
" Iya Dad , Jayda gak mau pacaran dulu. Mau belajar aja." Alasan Jayda.
" Serius alasannya begitu?" tanya Joseph sambil menelusuri wajah sang Putri.
" Alasan dia tuh Dad , yang Jay tahu dari teman Jay. Si Jayda mau cari pacar kek Daddy katanya."
April pun jadi tertawa sendiri , polos amat sih nak.
Joseph yang mendengarnya pun menarik tubuh Jayda ke dalam pelukannya , bibirnya yang manyun karena tidak terima Jayda mengungkapkan pendiriannya di depan kedua orang tuanya.
" Tidak apa - apa. Semoga Jayda berjodoh sama pria yang sayang banget sama Jayda ya."
" Idih Daddy udah gitu aja ngomongnya. Kan Jayda masi mau Kulia , bekerja Dad." kata Jayda.
" Iya kan itu doanya Daddy."
" Agh jadi sedih dengarnya. Dad , mam kalau Jayda ikut Jayden tetap kuliah di Jakarta juga bole?"
" Wah itu namanya kamu ngikut - ngikut." kata Jayda protes.
" Heyy gak bole gitu sama kakak Kamu." Tegur April.
" Daddy setuju , karena Daddy gak mau juga kamu sendiri di sana. Kalau tadi ada Jayden , papa bisa tenang melepas anak gadis papa yang manja ini."
" yeeee , Terima Kasih Dad. I love You." ucapnya memeluk Joseph.
" Love you to. Sana Peluk mami kamu juga." kata Joseph.
Jadila percakapan mereka berempat di putuskan dengan hasil suara ke empatnya. Jayda dan Jayden memutuskan tetap tinggal bersama kedua orang tuanya. Banya hal yang mereka timbang - timbang jika ada jauh dari mami dan Daddynya sangatlah susah untuk dilakukan. Karena memang selama ini , keempatnya tidak pernah terpisahkan oleh jarak terkecuali Daddy nya yang bertugas di Luar kota.
BERSAMBUNG
............
MAAF LAMA UPDATE ya kakak - kakak. Karena saya masi meneruskan cerita di Novel saya yang berjudul Terpaksa Menikah. Jadi mohon maaf Apabila saya tidak bisa up setiap hari. Terima Kasih.
__ADS_1