Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
SAKIT


__ADS_3

\=\=\=\= GEDUNG PT GROUP \=\=\=


April menoleh kebelakang setelah mendengar suara Wanita dibelakangnya. " Ow.. Kamu." ucapnya datar.


" Iyaa saya! Sudah lama kita tidak berjumpa." ucap Selena.


April menatap acuh, hanya santai menganggap wanita itu orang yang tidak dikenalnya. April mesti berhati-hati menghadapi wanita licik seperti Selena. Salman yang melihat kedua wanita itu berbincang dengan yakin mereka saling mengenal. Berjalan menghampiri mereka.


" Selena kamu mengenal Nyonya Wijaya?" Tanyak Salman.


Sedikit kaget kedatangan Salman " Iya pak... saya lupa kalau Buk April ini sudah berganti nama."


" Selena, kamu tauh Nyonya Wijaya dan team perusahaannya yang akan bekerja sama diPerusahaan saya, Tolong jaga sikap kamu. Nyonya ini juga yang akan menjadi sponsor dari Desain yang kamu rancang!" Dengan tegas Salman berbicara.


Menatap Salah tingkah ke Salman " Maaf Pak." ucapnya kemudian.


April menyunggingkan senyum kecilnya. " Maaf Tuan Salman, saya tidak punya urusan dengan Nona ini, Saya permisi." ucapnya lalu berjalan.


" Tunggu." ucap Selena, kemudian berjalan kearah April. " Saya ingin berbicara ke Nyonya Wijaya, kalau Nyonya berkenan saya ingin membicarakan tentang Desain saya ke Nyonya." ucapnya Ke April sengaja berbicara sopan didepan Salman .


" Maaf jika ada yang diperlukan, Tolong katakan saja dengan Serketaris saya Astrid" menunjuk ke Astrid dan Astrid menganggukan kepalanya. Waktu saya sudah tidak banyak disini." ucapnya lagi.


" Tolong berikan saya waktu Buk." ucapnya lagi.


April kemudian terhenti kembali. Salman yang melihat Selena merasa curiga ada sesuatu diantara mereka.


" Baiklah... sepertinya Nona Selena mungkin banyak yang ingin dikatakan kesaya." ucapnya sambil berbalik memandang ke Selena yang memasang muka memelas. " Dimana kita berbicara? saya hanya punya waktu 10 menit." ucapnya angkuh. Sebenarnya April mempunyai firasat aneh.


" Mari ikut saya, kita keruangan kerja saya." ucapnya ke April. " Pak Salman, saya minta maaf, berikan saya waktu sedikit." Pamitnya ke Salman.


" Baik silahkan." ucap Salman.


April pun berjalan, sebelum mengikuti Selena dia berbisik ke Astrid. " Kak...tolong ikutin saya dalam jarak yang tidak jauh, jangan sampai kelihatan, pantau saya." ucapnya berbisik yang dijawab Astrid dengan anggukan.


Selenan berjalan didepan , April mengikuti dari belakang. Tak lama Astrid mengikutinya dari kejauahan. Hingga tepat diruang kerja Selena.


" Silahkan duduk Pril, maaf saya tidak bisa Formal jika kita berdua."


" Tidak masalah. Silahkan mau berbicara apa kesaya." ucapnya keintinya.


" Saya mau Joseph kembali ke saya Pril." ucapnya kemudian.


Mata April sedikit melotot menatap Selena karena tidak percaya dengan omongannya barusan.


Memang gak tauh malu wanita ini!!!


" Kenapa diam Pril? Aku mau Joseph kembali ke aku seperti kata-katamu dulu di mall kemarin."


Lalu April tertawa seakan lucu. " Mbak Selena... apa kamu benaran tidak punya malu, atau memang akal sehat mbak Selena sudah tidak waras? Jos itu sudah memilih saya mbak, saya Istri sahnya, kalau dulu saya berkata seperti itu karena saya tidak tauh Mbak Selena itu memperlakukan Jos bagaimana. Dan sekarang, Jos itu jauh lebih berharga untuk saya Mbak. Jangan samakan waktu itu dengan sekarang. Dan juga tolong mbak sadar, mbak masi bisa carik Kebahagiaan mbak sendiri, yang bisa mbak sayang dengan Tulus." ucap April masi dalam nada sopan.


Menyunggingkan sesdikit senyumnya. " Terlalu sombong perkataan kamu Pril. Kamu yakin Jos itu benaran cinta sama kamu? Kalau kamu tauh perlakuan Jos dulu ke aku begitu mesranya kami berdua, Apa kamu mau mendengarkan, apa saja yang kami lakukan dulu saat di Jerman berduaan?" Tanyaknya dengan Senyum licik.


April menggelengkan kepalanya. " Masa lalu mbak. Itu masa lalunya kalian, masa depan Jos sekarang bersama saya, jangan berani merusak momen yang sekarang. Kalau dulu wajar, Jos itu mencintai Mbak Selena, karena memang Mbak dulu pacarnya. Dan untuk sekarang, yang ada dihatinya cuma saya mbak. Masa lalunya sudah tertutup rapat-rapat. Baiklah... saya tidak ingin membuang waktu saya untuk kisah lamanya Mbak. Jangan berharap saya akan melepaskan Jos untuk masuk kedalam jurang yang terjal." menyindir Selena dan bersiap berdiri meninggalkan ruangannya.


Kemudian Selena kembali berkata dengan emosi yang tertahan. " Aku akan mencoba untuk mendapatkan Jos kembali dari tangan kamu Pril." ucapnya dengan penekanan. Dan April kembali menoleh ke Selena.


" Maaf mbak Selena, Jos itu bukan barang yang sesuka hati kamu untuk dipermainkan. Ingatlah Jos tidak pernah berharap untuk kembali dengan kamu dari dulu. Oya.. bekerjalah dengan baik, jika memang ingin menjadi kaya." ucapnya lalu keluar meninggalkan ruangan.


Menarik nafasnya dan mengepalkan kedua tangannya. Astrid memandang April dari jauh dengan wajahnya penuh menahan emosi. April terus berjalan dan Astrid menyusul.


" Kamu tidak apa-apa kan?" Tanyak Astrid.


Menggelengkan kepalanya. " Sedikit emosi saya kak. Ada ya wanita gilak kayak dia." ucapnya ke Astrid. " Masak dia minta Jos dikembalikan ke dia kak. Emangnya Jos barang apa."


Astrid tercengang " Apa sebaiknya tidak kamu kasi tauh ke suami kamu?" Tanyaknya ke April dan sambil berjalan keruangan Devisi perencanaan.


" Nanti saja kak..saat dia pulang, aku tidak mau menambah beban pikirannya. Kenapa juga kita tidak tauh wanita itu bekerja disini."


Mereka pun menuju ke Ruangan Devisi . Setibanya Mereka disana April menghampiri James selaku ketua team.


" James" ucap April.


" Saya buk." Jawab James.


" Saya akan kembali kekantor diluan. Kalian jika sudah selesai dari sini, ataupun memang sudah siap bisa langsung kembali kekantor. " ucap April.


" Baik buk."


April dan Astrid meninggalkan ruangan dan berjalan keluar, dengan hati yang masi kesal. Saat hendak menaiki mobil April merasa pusing dan sempoyongan. Astrid yang disampingnya menangkap tubuh April dan memegang bahunya.


" kamu tidak apa-apa Pril?" Tanyak Astrid khawatir.


Memegang keningnya dan memejamkan matanya sebentar. " Tidak apa-apa kak, saya hanya sedikit pusing."

__ADS_1


" Ayo masuk kedalam." membantu April masuk dan duduk dibelakang.


Mobil yang dibawak pak Sony pun melaju kencang menuju kembali keperusahaan. April yang sedikit pusing membaringkan kepalanya. Terasa lemas tak berdaya. Apa itu efek dari perkataan Selena membuatnya pusing, tidak bisa berpikir dengan baik. Mungkin juga dia merasa terkejut, sebagai seorang Istri, Mantan pacar suaminya masi menginginkan dirinya. Entahlah April tidak mau mengada-ngada terlalu jauh.


Astrid tidak bisa berbuat apa-apa, April yang sedang memejamkan matanya, dia tidak ingin mengganggunya. Kecuali April membuka suaranya.


" Kak Astrid." ucap April tiba-tiba.


" Ya Pril, ada apa? apa yang tidak enak, kasi tau saya." ucapnya khawatir.


" Tidak kak, saya tidak apa-apa. Saya mau untuk kerja sama perusahaan PT Group saya serahkan ke Kak Astrid. Saya tidak ingin campur tangan langsung."


" Baiklah Pril." Jawab Astrid singkat.


\=\=\=\= Perusahaan Anugrah Group \=\=\=\=


Tiba diruangannya, April masi merasakan pusing dikepalanya. Biasanya tidak pernah juga seperti itu. Perasaannya yang tidak tenang pun mengganggu sesaat. Tubuhnya sedikit terasa hangat.


April pun menghubungi Pak Sony , untuk menunggu dibawah. April berinisiatif untuk kembali pulang saja.


Keluar ruangan April pun berjalan dengan pelan.


Astrid melihat wajahnya yang sedikit pucat menganjurkannya kerumah Sakit.


" Pril.. wajahmu pucat. Tidak mau ke Rumah sakit aja?"


April buru-buru menggelengkan kepalanya. " Tidak usah kak, mungkin saya kecapekan saja. Saya mau pulang diluan Kak, jika ada yang mencari saya kamu bisa hubungin ke nomor saya langsung."


" Baik... mari saya antar kebawah."


April tidak menolak, karena dia juga takut terjadi sesuatu padanya. Astrid membawaknya memasuki lift setibanya di Loby pak Sony sudah berada didepan membuka Pintu untuk April. Dan melaju menyusuri jalan kediaman April.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setibanya dirumah, Siti yang tauh dari Pak Sony , April sakit sudah didepan rumah menunggu kedatangan April. Membawak April masuk kedalam pintu utama, menuju anak Tangga.


" Nyonya masi kuat?" Tanyak Siti.


" Tidak apa-apa Siti, saya cuma kecapekan saja. " berjalan dengan dipapah siti masuk kedalam kamarnya.


April kemudian berbaring, Siti cepat-cepat mencari minyak gosok.


" Nyonya sini Siti urut." Seru Siti dari belakang tubuhnya. April mengijinkannya.


" Terimakasih Ya Siti, syukur ada kamu." ucapnya kemudian


TOK...TOK...TOK..


" Sebentar saya bukakan Nyonya." ucap siti lalu beranjak turun membuka Pintu.


" Nyonya besar." ucap Siti.


" Halo Siti.. bagaimana keadaan April?" Tanyak mamanya Joseph, kemudian masuk kedalam kamar berjalan keranjang April.


" nyonya April sudah sedikit enakan Nyonya." Jawab Siti.


" Mama" ucap April yang melihat kedatangan Mama mertuanya dan hendak duduk.


" Sudah sayang, berbaringlah. Mama tauh dari Astrid, katanya kamu sakit dan pucat. Mama tauh Joseph lagi di Singapore jadinya mama kesini lihat kamu."


" Maaf membuat mama Khawatir." ucapnya pelan.


" Mama tidak bisa, kalau tidak melihat langsung keadaan kamu."


" Jangan kasi tauh Jos ya ma."


Mama berpikir " Maaf sayang... mama sudah kasi tauh Jos tadi karena mama sangat kawatir ada apa-apa sama kamu."


" Iyakah.. pasti dia jadi pikiran ma."


" Gak apa sayang. Ya sudah... Siti kamu urut lagi, saya mau masak sup untuk anak saya dulu."


" Baik nyonya." ucap Siti kembali naik keatas kasur April.


Mama kembali mundur kearah April.


" Sayang... apa kamu tidak hamil?" Tanyak si mama.


April tersenyum " Belum ma... beberapa hari lalu, April sudah tes dua kali ma, tapi tetap sama satu garis ma."


" Agh iya... mungkin kamu kelelahan sayang. Sebentar mama kebawah masak Sup untuk kamu. Kalau Jos demam mama buat seperti itu dia sembuh."


" Terimakasih mama. Maaf merepotkan mama." ucap April tersenyum

__ADS_1


" Heyy... Hemmm" menggoyangkan jari telunjuknya. "Tidak boleh berkata seperti itu, mama Ini kan mama kamu juga." ucapnya lalu tersenyum dan berjalan keluar kamar.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Joseph yang disana mendapat kabar dari mamanya yang sedang melakukan Rapat terakhir pun, buru-buru permisi meninggalkan Rapatnya. Meminta ijin kesemua anggota terkait, tidak bisa mengikuti Rapat hingga akhir. Ferdinan yang melihat ada ketidak beresan menatap Joseph. Joseph mengisyratkan ke Ferdinan akan menghubunginya. Berjalan dengan langkah seribu keluar ruangan, menuju Hotelnya.


Tiba di Hotelnya Joseph mengepakkan barangnya memasuki asal kedalam Koper. Pikirannya kacau, hanya tertuju Ke April. Karena Joseph pernah melihat April terbaring Sakit, dia sangat Hawatir jika mengingatnya.


Buru-buru mengambil Taxy dari Hotel langsung menuju Bandara. Mengurus semua keperluan pulangnya. Kepengen pulang dengan tibah lebi awal pun terhalang, penerbangan yang didapat Joseph 1 jam kemudian. Mau tak mau Dia menunggu. Kali ini dia tidak bisa berpikir dengan baik.


Adanya Aldi sebagai asisten Pribadinya pun tidak teringat dipikirannya. Karena sibuk memikirkan April seorang. Tapi Aldi memang tidak di Jakarta, mengurus perusahaan Joseph yang lain. Tapi Aldi bisa diandalkan saat kapanpun. Sudah tidak keburuh Joseph pun pasrah. Duduk diruang tunggu, Joseph mengucek wajahnya dengan kedua tangannya. Kakinya juga digoyang-goyangkan serasa tidak sabar menunggu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


" Ayuk sini sayang mama suapin ya." ucap Mama Joseph.


Mengangkat tubuh April untuk duduk. " Terimakasih ya ma." ucapnya ke Mama Joseph.


" Iya sayang... Sini buka mulut kamu" mams menyendokkin makanan. " ammmm" ucap mama dan ikut mengangak.


April mengikuti perintah sang mama mertua. Dia pun memakan sup yang sudah dimasak dengan tangan mama mertuanya sendiri dan mama meyuapinya untuk Memastikan April memakannya dengan baik.


" Sudah enakan?" Tanyak si mama.


" Sudah mendingan ma" ucapnya tersenyum.


" Baiklah berbaring lagi kalau kamu masih terasa pusing." ucap Sang mama.


" Iya ma."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tiba dibandara Jakarta Pak Yanto sudah berada di area penjemputan Bandara.


Dengan langkah besar Joseph yang tiba malam itu melihat keberadaan Mobil pak Yanto. Seketika itu dia langsung segerah masuk kedalam Mobil.


Melaju kecepatan sedang keluar dari area Bandara. menyusuri jalanan malam Ibu Kota. Hatinya sedikit gundah, tapi sudah lumayan tenang karena tiba di Jakarta dengan selamat.


Akhirnya Joseph tibah juga, tak berpikir panjang Joseph berlari. Tiba diruangan Tamu didapatinya sang mama yang juga mau naik keatas.


" Jos... kamu pulang?" Tanyak mama histeris yang mendapati sang anak didepannya.


" Iya mam... Jos gak tenang mendengar dari mama tadi."


" Ya sudah naiklah lihat langsung keadaan Istri kamu."


" Thank you mam " ucapnya meneyentuh lengan tangan mamanya.


Dengan cepat Joseph berlari menaiki anak tangga.


Membuka pintu kamarnya, dilihatnya April terbaring diatas Ranjang dengan wajah yang terpejam. Tidak tega dia membangunkan istrinya. Joseph pun mencium kening istrinya. Duduk ditepi ranjangnya, menatap lekat ke April.


Joseph memegang tangan mungilnya. Tak lama mata April dibukanya perlahan, merasakan ada sentuhan tangan dari orang yang dirindukannya.


" Sayang." ucap April sedikit serak.


Joseph langsung menatap ke April.


" Hey Darling... aku membangunkan kamu?" ucapnya dengan senyum manisnya. April ingin duduk, dengan bantuan Joseph dia pun akhirnya duduk bersenderkan bantal yang dibuat Joseph.


" Kenapa kamu pulang lebih awal, apa ini karena aku?"


Joseph membelai rambutnya " Hemmm aku tidak bisa berpikir dengan baik, mendengar kamu sakit. Aku juga merasa sakit, jadinya aku buru-buru pulang untuk melihat Istri yang sangat kurindukan ini."


April tersenyum " Maaf kan aku yang tidak bisa menjaga diriku saat kamu tidak ada. Maaf membuat kamu khawatir." ucapnya lagi.


Joseph memegang bibir April dengan jarinya


" Sssttt... Tidak baik berkata begitu. siapa juga yang mau sakit kan. Tadi pagi kamu tidak apa-apa, apa ada masalah?"


April kembali tersenyum. " Tidak... sayang. Mungkin saja aku terkaget." ucap April.


" Apa yang membuat kamu kaget, katakan padaku, biar aku kagetin balik dia." ucapnya sedikit becanda.


Memegang tangan Joseph kemudian tersenyum lagi. " Boleh tidak aku bercerita kalau sudah enakan."


Menatap mata April , dan tersenyum " Baiklah sayangku... sini kamu, aku sangat rindu dengan sentuhan tubuh kamu ini." ucapnya manja dan menarik April kepelukannya.


April juga membalas pelukannya dengan erat. Orang yang sangat dirindukannya. Aroma Tubuh Joseph yang paling sangat dirindukanya juga. Joseph kembali menatap wajahnya. Kemudian mencium bibir April dengan sangat lembut dan penuh kehangatan.


" Istrihatlah aku akan menemani kamu disini. Tapi berjanjilah, jika tidak baik esok hari kita akan kerumah sakit. Kamu janji?"


April menggelengkan kepalanya. Dan terus memeluk erat sang suami yang sudah berbaring disebelahnya menemani dia tidur.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\= BERSAMBUNG \=\=\=\=\=\=


__ADS_2