Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
BAB 02


__ADS_3

" Mami. . . Daddy Mana?" Tanya Jayda.


" Daddy sudah berangkat duluan sayang , Kalian bareng mami aja ya seperti biasanya?" Jawab April ketika si kembar sudah di depan meja makannya.


Jayda memanyunkan bibirnya , sedangkan Jayden asik melahap sarapannya.


April pun mendekati Jayda dan mengusap lembut kepalanya.


" Sayangnya mami kenapa cemberut sih? Jelek tahu . Daddy pagi ini ada rapat sayang , kan Daddy kerja cari duit buat Jayda , Jayden dan mami. " ucap April dengan lembutnya. " Entar sore kalau Daddy cepat pulang , Jayda kan bisa bermain sama Daddy." Bujuk April.


" Benaran Mi? "


" Iya sayang. . . Entar pulang sekolah kita Video Call Daddy. Mau gak?" Tanya April bersemangat.


" Mau mami." Jawab si Jayden.


Jayda menoleh sinis. " Kan harusnya Jayda yang jawab. Jayda mau ya mami."


" Iya sayang. . . Ayo di habiskan sarapannya. Biar mami antar kalian ke sekolah."


" iya mami." Jawab keduanya.


" Nah ini Bekal Kakak Jayda , Dan ini Bekalnya Adik Jayden." ucap Bi Siti yang memasukan ke dalam tas anak - anak.


" Tsrimakasih Ibu Siti yang cantik." jawab Jayda.


" Sama - sama anak canti." jawab bi Siti.


April tersenyum , melihat kedua anaknya yang tumbuh dengan baik.


---------------


" Selamat belajar anak mami. Tetap semangat ya sayangnya mami , entar siang mami jemput ya."


" Iya mami." jawab Jayda dan Jayden.


" Kiss mami."


Keduanya mengecup pipi April bersamaan. Kemudian anak - anak meninggalkan April berjalan ke arah kelas. Sedangkan April kembali ke arah parkiran Mobil.


Mengendarai Mobilnya , terlintas hatinya untuk sekedar singgah di kantornya. Selang beberapa lama , melintasi depan Hotel Joseph , April sekilas melihat Joseph bersama dengan seorang Wanita. Mereka saling tertawa , sepertinya akrab. Tapi April tidak mau mengambil kesimpulannya sendiri.


Mencoba menenangkan hati dan jiwanya. Mengingat kembali Joseph yang dulunya tidak pernah ada teman wanita sedekat itu dengannya , menjadi aneh.


" Siapa wanita itu?" Tanya sendiri.


Segerah April mengambil ponselnya , dan menghubungi Joseph. Tapi nihil , hanya berbunyi tidak di angkat sama sekali.


April mencoba kembali , tidak juga ada jawaban. Semakin gusar dan risaulah hatinya. Tak tenang , apa mungkin Joseph selingkuh di belakang dia. Akhir - Akhir ini Joseph sering sekali pulang malam dan terkadang pergi sepagi mungkin.


" Sialan , kenapa juga tidak aku ikuti." katanya sambil membanting setir mobilnya.


Kembali ke tujuan awalnya , akhirnya April berada di perusahaannya sendiri. Dengan hormat semua karyawan memberikan salamnya. Hingga tepat di meja Astrid.


" Hallo Pril apa kabar kamu?" Tanya Astrid.


" Hai mba. . . maaf aku gak bilang - bilang nih. Gimana nih kandungan mba? Sehatkan ? "Tanya April sambilan menyentuh perut Astrid.

__ADS_1


Sambilan tersenyum Astrid berkata. " Sehat kok Pril , duh senangnya rasanya yang mau jadi Ibu ya Pril. Akhirnya saya juga bisa merasakan rasanya mau Jdi Ibu " katanya senang.


" Jadi Ibu tuh suatu kebanggaan buat kita seorang wanita kan Mba. Yang terpenting Mba Astrid harus tetap kuat dan sehat selalu ya Mba terpenting harus semangat." ucapnya dengan senyum.


" Terimakasih ya Pril." katanya senang.


" Oiya Mba ini saya bawakan Buah , di makan ya." ucapnya senang.


" Wah. . . Terimakasih banyak ya Pril , senang banget rasanya."


" Saya tinggal ya Mba , mau jumpa sama Carlo dulu."


" Okey Pril."


April pun melangkah ke arah ruangannya yang dulu dia tempati. Mengetuk pintu . " Ya silahkan masuk." kata Carlo dari arah dalam


April pun berjalan masuk , dengan kagetnya Carlo yang menatapnya dengan membelalakkan matanya itu membuat April jadi senyum.


" Apa kabar kak Carlo. Kenapa wajah Kak Carlo kaget begitu?"


" Astaga Ibu Bos ternyata sidak dak dak an judulnya nih."


April tertawa ngekeh. " Bisa aja Ka Carlo , kenapa juga harus kaget? Hayoo nonton film dewasa ya?" ucap April bercanda.


" Agh apaan sih , udah ada istri di rumah kok mesti gituan. Kamu ini bisa aja sih Pril. Seringa ya?" Tanya Carlo meneliti.


" Hahaha. . . enggak dong. Becanda Kok." Jawab April.


" Mau minum apa Ibu Bos " ucapnya sambil duduk di depan April.


" Tidak usah Ka , aku sekalian nunggu jam pulang anak - anak."


" Itu Ka. . .teringat April , untuk kerja samanya yang di Bandung kemarin jadi ka Carlo tangani?"


" Jadi kok Pril , lagi dalam proses , kemungkinan 3 hari lagi kontraknya sudah di kirimkan ke Email. Nanti kakak kirimkan ke kamu."


April terdiam , otaknya tidak bekerja sama dengan hatinya.


" Heyyy. . . kok diam?"


" Agh. . . tidak apa - apa Kak."


Carlo menatap wajah April." Ada sesuatu yang ingin kamu bagikan dengan saya? Kasi tahu saja Pril , siapa tahu itu membuat kamu sedikit nyaman."


April menatap ke Carlo. " Hemmmm. . . Sebenarnya kak , Sebenarnya. . ." ucap nya terpotong.


" Iya. . . sebenarnya kenapa pril?"


" Itu Ka. . gimana ya ngomongnya. April takut salah tanggap."


" Katakan , kalau salah kakak akan kasi tahu ke kamu."


April kembali berpikir sejenak.


" Ini Ka. . sewaktu mau ke sini , April melewati Hotel Joseph. Terus dari kejahuan , April lihat Joseph sedang bersama wanita , ingin pergi sama gitu barengan naik mobil Joseph." ucapnya lirih.


Terus Carlo mencoba mencerna omongannya .

__ADS_1


" Sudah kamu hubungi?"


" Sudah tapi tidak ada jawaban Kak."


" Sebentar coba kakak hubungin." kata Carlo mengambil ponselnya yang di atas meja.


Sama seperti yang dikatakan April barusan. Tidak juga ada jawaban.


" Benar kamu katakan Pril , siapa pula wanita yang bersamanya. Tapi ceritanya ini , kamu cemburu dong?"


April salting. " Cemburunya sih , dikit Ka. Tapi keinginan tahuku lebi besar."


" Sama. . . seingat kakak Joseph itu anti sama wanita yang bukan siapa - siapa dia."


" Nah itu dia Kak , sepemikiran denganku." Jawab April.


" Jadi bagaimana? Apa kakak harus ke Hotel memerikanya langsung?"


" Tidak perlu kak , April tidak mau merepotkan kakak"


" Okey baiklah , terus nih kamu mau diam aja?"


" Lebih baik April menunggu Joseph Pulang Kak , langsung menanyakannya lebih baik dari pada berburuk sangkah duluan."


" hemmmm. . .benar juga yang kamu katakan . Kakak sependapat dengan kamu."


" Harus kak , dari pada emosi duluan , ternyata dugaan April salah , jadi gak enak sama perasaan."


" Benar juga sih , lebi baik di omongkan baik - baik dengan kepala dingin. Tapi yang kakak tahu , Joseph tidak pernah selingkuh Pril. Dia yang di selingkuhi baru benar. " ucap Carlo menguatkan.


April tenang mendaengar ucapan Carlo.


" Terimakasih Kak , mau mendengar Curhatan Adik angkatmu ini."


" Tenang saja , Mungkin kakak kamu ini sudah bisa buka biro Jodoh gak ya?"


April terkekeh. " Bisa aja kamu kak. Oya , April jalan ya kak. kasihan anak - anak menunggu lama." ucap April.


" Loh kok cepat , barusan mau di ajak bareng makan siang sama Astrid dan Istri abang kamu ini , udah main pulang aja."


" Lain hari Kita makan bareng Okey. Untuk saat ini tidak bisa kak , kasihan anak - anak." ucap April sambilan berdiri.


" Okey. . . baiklah. Di maklumi kok , hati - hati di jalan." kata Carlo membukakan pintu ruangannya.


" Iya. . bye kak."


" Bye."


April berjalan melewati meja Astrid.


" Mba Strid , April balik ya. Mau jemput anak - anak."


" Ow. . . okey Pril , hati - hati di jalan. Kirim salam sama si Kembar." ucap Astrid senang.


" Iya mba... Bye Mba." katanya sambil melambai cantik.


April pun sedikit tenang berbagi gunda gulananya. Biarpun perasaannya masi penasaran , menatap sang suami yang tersenyum alami dengan wanita yang tidak di kenal April tadi. Biarlah waktu berlalu , hingga malam pun tiba mengantarkan sang suami kembali ke dalam pelukannya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


.................


__ADS_2