Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
Pertemuan Kedua Keluarga


__ADS_3

Joseph menginfokan ke April untuk pertemuan kedua belah pihak keluarga dan juga sekedar makan malam bersama untuk mengenal masing-masing Keluarga di Restorant Hotel Termewah milik Keluarga Wijaya.


Tepat malam itu tiba, April yang sudah bersiap dandan dengan makeup yang Natural tidak mencolok seperti kepribadiannya sendiri sudah siap untuk melangkah dipertemuan Keluarga, Papa dan mamanya juga sudah menyiapkan diri.


Sedangkan Keluarga Wijaya, sudah rempong mengurus segalanya, harus menyambut calon Besan dengan penuh hormat. Joseph mengenakan Jas Abu agar tampil maksimal dengan ketampanannya yang diatas Rata-Rata. Dan seluruh keluarga mempersiapkan diri masing-masing.


Berangkat sesuai Jadwal yang telah disepakati. Keluarga April dan Joseph pun bergegas menuju Hotel.


Sesampainya Keluarga April di Lobi Hotel.


" Ma... April gimana penampilannya?" ucap April yang membalikan badannya ke arah mama.


" Sudah... cantik banget. Anak mama itu dipakaikan apapun cantiknya sudah sejak lahir. " ucap mama membelai rambutnya dan tersenyum.


" Iya.. anak papa dan mama memang sudah cantik dari dulu."


" Terimakasih Ma, pa." ucapnya tersenyum


Mereka pun melanjutkan berjalan menuju pintu Lift. Lalu menekan tombol restoran Hotel itu berada.


Keluarga Joseph yang sudah tiba lebi Awal, sudah menempati meja mereka. Menunggu kedatangan Keluarga April. Joseph sendiri terfokus kearah pintu masuk, menanti sosok yang ditunggu-tunggu.


Sebelum masuk ke ruangan, papa April pamit untuk ke Toilet yang tak jauh dari arah Restoran. Mama dan April berjalan pelan, karena papanya tidak ingin mereka menunggu.


Hingga tepat didepan Restoran April dan mamanya pun masuk, semua mata diruangan itu tertuju pada tamu yang baru datang.


Mama April pun terhenti ketika melihat mamanya Joseph. April yang melihat mamanya itu pun sangat heran.


" Ada apa ma?" Tanyaknya membuyarkan keterkejutan mama .


Saat papa hendak keluar dari Toilet tak sengaja berjumpa dengan Papanya Joseph yang baru saja kembali dari lantai Atas yang sekedar melihat Hotel milik anaknya, Terhenti didepan pintu, saling berpandangan sebentar tak lama Papa Joseph pun mengingat.


" Loh.. ini kan Ludi ya?" Sambil menunjuk ke arah papa April " Ludi Laksmono." ucap papa Joseph lagi.


" Hahaah.. iya saya Ludi, ternyata masi ingat dengan saya. Kau ini Jason Wijaya kan, Si kura-kura Ninja, sahabatku semasa Sekolah, teman yang hobinya ngajak bolos." ucap papa April menghampiri papanua Joseph lalu berjabat tangan.


" Hahaaha...Iya.. lama kita tidak jumpa Lud, sehat kan bro." ucap papa Joseph.


" Ya seperti ini, seperti yang kau lihat Son." ucapnya


" Terus mau kemana kau ini Lud, berpakaian Rapi, Terlihat ada acara kusus nih. Sekarang kau makin Oke aja tuh." ucapnya memandang papa April.


" ow itu mau kerestoran ini, anakku dilamar" Ucapnya menunjuk ruang restoran.


" Lah... anak kamu yang mana? Soalnya aku juga mau pertemuan calon Besan disitu."


" Loh apa iyaa... Itu Putri tunggalku, si April namanya." ucap papa yang mulai merasa ada yang aneh.


" Astaga Lud.. April anak kau rupanya? Anakku si Joseph Lud, berjodoh dengan anakmu. Adow.. aku merasa bersyukur Lud, ternyata kau calon Besanku. Mari kita masuk."


Papanya April sangat terkejut tak menyangka waktu mempertemukan Dia dengan Sahabat lamanya semasa dia bersekolah, bertemu dalam ikatan Keluarga.

__ADS_1


Sedangkan mama Joseph yang bingung pun disambut oleh mamanya Joseph. Mendekati mama April yang masi samar-samar dalam ingatannya.


" Ini kan Jeng Karina kan?" ucap mama Joseph


Joseph, Clarisa, Reza dan April menatap mereka berdua.


" Iya Jeng Chatrine.. saya mamanya April."


Langsung mama Joseph teriak Histeris.


" Ahhhhhhhhh... Jeng Apa kabar, duh pantesan anak kamu cantik banget, sama dengan mamanya. "


'Ah.. Jeng terlalu memuji."


" Loh...Mama kenal dengan mamanya Joseph?" ucapnya menatap mereka berdua.


." Iya nak..Papa Joseph itu sahabat papa kamu waktu sekolah, dari SMP DAN SMA bareng. Nah tante Chatrine ini istrinya dari SMA kita sudah jalan bareng, masa-masa kita pacaran dengan papa kalian."


Joseph yang mendengarnya pun berdiri dan menyambut hangat rasa kekelargaan yang sudah terbina saat mereka belum ada.


" Tante... senang mendengarnya." ucap Joseph


" Mari kita duduk dulu tan, sayang yuk duduk dulu." ucap Joseph mempersilahkan.


Mereka pun kembali duduk. Clarisa yang melihat April pun menyapa, lalu tersenyum bersama memperkenalkan suaminya ke April.


Masukla kedua sahabat itu tak menyangka bisa menjadi keluarga benaran dalam ikatan Pernikahan anak mereka.


" Halo juga kura-kura Ninja." ucap mama April menyambut tangan papa Joseph dengan tawa.


Anak-anak mereka yang mendengar kura-kura ninja pun mengernyitkan alisnya, sedangkan si mama tertawa.


" Hey.. dudukla. lihat anak-anak kita tuh, pada bingung."


" Hahaaha.. Jos ternyata papa kamu ini, teman lama papa sekolah. itu dulu papa mu punya gelar di kelas. Kura-Kura Nina sering lompat pagar pakai sarung, biar gak ketauan Guru, Bolos waktu mata pelajaran Matematika. Kadang juga gak masuk kelas sampe 1 Minggu hampir di keluarkan dari sekolah." ucap papa April.


" Hahaa... papa dulu memalukan." ucap Joseph.


" Enak aja kamu... papa dulu itu walau kayak gitu banyak digandrungi kaum Hawa nah salah satunya tu mama kamu, kecantol dia sama papa "


Anaknya semua geleng geleng kepala, sang mantu Reza pun hanya bisa mendengarkan dan tersenyum.


Gak sangka papa mertuanya tu nampaknya aja berkelas, berwibawa tak taunya masa lalunya konyol.


" kalau papa kamu nak April.. tukang tidur. Dikelas sukanya duduk di pojok, untuk tidur. ketauan guru ditanyak tu kenapa kamu tidur dikelas Lud? Jawabnya karena dikelas saya didongengin sama ibu. kenak gampar dia, disuru keluar kelas. Terus papa kamu ini kalau sama cewek takut dia kayak lihat hantu. Tapi ketemu mama kamu yang dulu katanya masi PDKT , papa kamu ini cuma beraninya sama mama kamu, mama kamu itu Sekolahnya gak jauh dari sekolah papa, ya sudah kadang kita bolos untuk ketemuan sama mama kamu. Minta dikawani." ucap papa panjang lebar.


" Ternyata para papa dan mama lucu lucu ya. " ucap April Polos.


" Dulu.. mama juga pernah janjian dengan mamanya Jos. Kalau punya anak inginya salah satu anak kita menikah, gak taunya ini benaran terjadi ya jeng."


" iya Jeng Karin.. gak sangka saya, sudah puluhan tauh kita tidak berjumpa, sekalinya jumpa kita sudah jadi keluarga." ucap mama Joseph.

__ADS_1


" ya sudah.. kasihan anak-anak yang mulai bosan dengan temu kangen kita ini." ucap papa Jos.


" iya.. mari kita bicarakan soal pernikahan sehabis santap malam bersama " tambah mama Joseph.


Seluruh pelayan restoran pun masuk menghidangkan menu demi menu. Menyantap makan malam itu dengan keheningan, sama dengan Keluarga Joseph papa dan mama April yang sudah terbiasa makan tanpa berbicara.


Joseph curi-curi pandang ke April yang sedang mengunyah makanannya. April pun menangkap pandangan Joseph, lalu mengedipkan matanya.


" Kamu cantik banget malam ini." ucap Joseph komat kamit


" kamu juga sangat tampan."


Lalu mereka tersenyum bersama.


Selesai siap menyantap makan malam itu akhirnya masalah pernikahan pun direncanakan.


" Apa yang ingin di minta April dalam hantaran nanti, bisa dibicarakan ke Joseph langsung ya nak, karena Joseph sendiri yang membiayain pernikahan ini." ucap papa Joseph.


" Baik om..." Jawabnya sambil melirik April.


" terus untuk akad dan resepsi itu mau ditanggal berapa ya?" ucap papa Joseph. " Ada usul Lud?"


" saya serahkan ke anak-anak saja ya Son."


" kamu Jos gimana? April juga bole kasi saran nak "


" saya ikut Joseph aja om." ucapnya sungkan.


" Pa.. aku maunya Akad pas hari Ulang Tahun April saja. Dan Resepsi Jos mau di buat 3 Hari stelah akad Di Bali." ucap Joseph.


" Boleh nak... ulang Tahun Aprilnya kapan nak?" ucap mama.


" Tangal 1 April mam... bisa kita buat disitu kan?" Ucap Joseph.


" Itu pas hari Sabtu, bisa dong." ucap Mama. " berarti tinggal sebulan lagi dong?" Tanyak mama lagi.


" apa masi sempat Jos?" Tanyak Clarisa.


" Bisa ka..tenang aja , sudah ada bagian yang mengurusnya." ucap Joseph angkuh.


" wuww.. kamu ini ngebet banget." ucap mama Jos yang disambut dengan Tawa.


" Bukan seperti itu lo mam.. lagian sudah okey ngapain juga nunggu lama-lama."


" ya sudah kamu kerahkan orang-orang kamu, pakai WO aja biar kalian tidak terlalu keter nantinya." Timpal sang mama.


" Siap ma " ucap Joseph.


***Bersambung...


Jangan lupa vote dong 😔 masi di peringkat Ranking 50 an hihihi seperti tidak ada harapan untuk menang Joseph dan April nih. Tapi gpp semangattttt terus. Komen dan Like kalian buat saya semakin panass untuk ngetik, walaupun kadang sampai terkantuk ka tuk hahaha.. jadi maklumi ya kalau Typonya banyak.😁***

__ADS_1


__ADS_2