Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
" Berjumpa Dengan Sang Mantan" EPS17


__ADS_3

Seorang Pria berdiri tepat dihadapan April dan juga Joseph. Wajah April yang berubah kesal pun membuat Joseph penasaran, siapa Pria itu?


" April." ucap Rendy mantannya yang berjalan melewati Joseph kearah April. Dipegangnya April yang berdiri tepat didepannya.


" April... kenapa denganmu? Apa yang sakit?" dengan mengarahkan tubuh April ke kiri dan kekanan.


" Lepaskan tanganmu." ucapnya tegas.


" April... tolong jangan marah, aku hawatir melihatmu disini. Ada apa denganmu? kau sakit? sakit apa?"


" Ku bilang lepaskan tanganmu!!!" Bentak April.


" Baiklah" mengangkat tangannya. " Ada apa denganmu? Apa maag mu kambuh? kan aku sudah pernah mengingatkanmu, jangan terlalu sibuk bekerja hingga lupa makan."


" Bukan urusanmu." Menepis Rendy dan hendak berjalan. Rendy pun mengejarnya, Joseph yang dari jauh hanya diam,tidak ingin mencampuri urusan kedua orang itu. karena dia tidak tau apa yang terjadi dengan kedua orang itu sebelumnnya.


Siapa dia? kenapa dia langsung tauh April sakit karena maagnya kambuh. apa pria ini yang membuatnya menangis waktu pertama kali berjumpa dengannya?


" April.. dengarkan saya sebentar. Tolong jangan seperti ini." ucapnya menarik tangan April dan April pun terhenti dengan terpaksa, menarik lagi tangannya dari Rendy.


" Lepaskan aku!!! Kau tidak punya malu untuk berbicara lagi ke aku?" Masi berusaha menarik tangannya yang dipegang Rendy.


" Saya hanya ingin tauh keadaanmu, kasi saya kesempatan" ucap Rendy.


" Kesempatan apa yang kau maksud? Setelah yang semua kau lakaukan padaku? Apa kau masi waras!!!"


" Aku mohon... mari kita bicarakan." Menarik tangan April dengan paksa.


" Lepaskan aku... jangan pernah muncul lagi dihadapanku!" Berusaha lagi agar tangannya terlepas .


Joseph yang awalnya tak ingin ikut campurpun mendekati April dan menarik tanganny April dengan lembut karena risih melihat wajah April yang sudah susah payah menghindar.


"Lepaskan tangannya." ucap Joseph menarik tangan April dan menggengamnya menyembunyikan April dibalik Tubuhnya. April melihat kearah genggaman Joseph padanya, dan menurutinya berlindung dibelakang Tubuh kekar itu.


" Anda Siapa! jangan ikut campur urusan kami."


" Anda tidak lihat atau tidak mendengarkannya? Dia tidak ingin ngobrol dengan anda. Jangan paksa dia." ucapnya Sopan.


" Tidak ada urusan saya dengan Anda. Tolong minggir!"


" Kenapa tidak? Emang anda siapanya?" tanya Joseph yang sedikit emosi.


" Aku..." ucapannya pun terhenti dari belakang itu seorang wanita yang tengah hamil muda memanggilnya.


" Rendy... Apa yang sedang kamu lakukan disitu?"


Berjalan menghampiri mereka. Rendy yang mendengar suara itu membalikan tubuhnya.


" Lina.. kau.. sudah siap?" ucapnya gagap.


" April..." ucap Lina kaget dan menutup mulutnya. Mata April pun memandang ke arah perut Lina yang tengah mengandung.


" April... ada apa denganmu? kenapa kau dirawat disni?" tanyanya panik. Joseph pun memandang kearah Linda kemudian ke April yang matanya sudah memerah.


" Cih.. Ternyata kalian berdua sama aja! Jangan sok Care denganku." pinta April.


" April.. aku mohon maaf kan kami Pril..." ucapnya dengan sungguh.


" Tidak ada yang perlu di maafkan untuk perbuatan kalian berdua denganku. Anggap aja aku dulu salah menilai kalian. Dan mungkin ini memang Takdir terbaikku. Kalian berdua emang cocok. Yang satunya penipu dan yang satunya lagi musuh dalam selimut. Terlihat serasi kan?"


" April.. Jangan berkata seperti itu sama Lina. Kamu gak liat dia sedang mengandung?"


" Bukan urusanku!" ucapnya ketus. Joseph yang mulai tidak enak disituasi itu pun membawa April jalan melewati kedua orang itu menuju ruangannya. Menggenggam tanganya dengan lembut. Tak terasa air mata April pun membasahi pipinya.


Tiba di ruangannya Joseph pun melepas genggamannya dan berbalik melihat April yang sedari tadi berjalan dibelakangnya. Menarik nafasnya ingin sekedar bertanya. Joseph pun kaget melihat April yang tanpa dia sadari sedari tadi meneteskan air matanya.


" Kau? kenapa menangis?" Dengan bingung melihat April. April yang tak kuasa menahan tangisnya pun jongkok menutup wajahnya dan terpiar piar menangisi yang baru dilihatnya, Joseph menjadi serba salah.


apa yang harus aku lakukan? kenapa dia begitu sedih. iya..aku harus menghiburnya.

__ADS_1


Tak lama Joseph pun ikut jongkok didepannya. Menepuk bahunya. seaakan akan untuk menyuruhnya diam.


" cup cup cup.. jangan menangis lagi." ucap Joseph.


" Kenapa kau menangisi mereka? Tidak sayangkah dengan matamu? Nanti matamu bengkak loh, kayak panda, jadi jelek." ucapnya menghibur.


April pun tak bergeming, dia tetap menangis dan menutup wajahnya. Batinnya berkata tak terima akan yang dia ketahuin barusan. Pacar yang menjadi tempat persinggahan hatinya dulu sudah berhianat dengan sahabatnya sedari kecil, dan sekarang sedang mengandung anaknya.


Joseph yang tak tega mendengar tangisannya yang tak kunjung berhenti walau sudah dibujuk refleks menarik tangannya dan mengangkat wajahnya menghapus air matanya.


" Kau tidak boleh seperti ini, nanti kau malah jadi sakit lagi" ucapnya dengan sangat lembut dan menarik April memeluknya dengan erat. April yang mendapatkan perlakuan itu pun memeluk Joseph dengan kuat sambil menangis sesugukan.


Lima belas menit kemudian. Tangisannya pun mulai meredah. Dilepasnya perlahan pelukannya dari Joseph, merasa sedikit canggung. Joseph pun memandang wajahnya yang sudah sembab dan mata sedikit bengkak.


" Kau sudah puas?"


" Maafkan aku, membuat bajumu basah." katanya dengan suara senduh.


" Tidak apa apa. Wajahmu benaran kayak Panda. Kaya panda yang dipukuli." sambil mempraktekan tinjuan ke Pipi kiri dan kanannya agar April tersenyum. April pun sedikit tersenyum melihat aksi Joseph itu. Dan April pun memegang kedua pipinya.


" Ah.. iya.. " Tertawa kecil melihat Joseph. " Terimakasih ya." ucapnya kembali.


" Untuk apa?" tanya Joseph.


" Sudah menolong dan juga menghiburku."


" Dengan senang hati" ucapnya sambil senyum. " ya sudahla bersihkan wajahmu, dan pakai yang didalam bungkusan itu. Tadi aku membelinya semoga pas denganmu dan sesuai seleramu" ucap Joseph.


" Ahh.. baiklah." bergegas mengambil bungkusan di sofa dan berjalan ke Toilet. Membuka bungkusan itu.


wah diaaa... benaran berselera tinggi juga, memberiku Gaun Casual bermerek. Padahal koleksi yang lain dengan merek ini pun belum terpakai semua. Hemmm...


Melihat itu pun bisa mengurangi kesedihan April yang baru saja dialaminya.


.


Joseph pun bersiap siap merapikan meja yang digunakannya untuk bekerja. Di simpannya satu persatu dan memasukinya ke Tas pembawa  barangnya. April pun keluar dari toilet dengan rambut panjang yang terurai panjang dengan Dress Casual bermerek ternama.


Kedua mata itu pun menangkap paras Cantik April. Dengan balutan Gaun Casual bermerek itu menambah Anggunnya. Membuat Joseph terhenti berkemas.


" Terlihat sangat pas denganmu " sambil merapikan barangnya lagi.


" Ah iya sangat pas, Kau kok bisa tau ukuranku?"


" Jangan meremehkan aku." Dengan senyuman. " ayo siapkan semua barangmu biar aku antar kau pulang." ucapnya.


" Ahh.. tidak usah. Aku bisa naik Taksi aja." ucapnya malu.


" Jadi mobilmu?"


" Kau bawalah kapan-kapan kau bisa mengembalikannya atau kau suru saja pekerjamu."


" Atau jangan-jangan Kau ingin kerumahku lagi ya?"


" Ahh.. tidak-tidak seperti itu." Dengan gagap dan langsung berjalan kearah ranjang mengambil barang barangnya.


" Sudahla.. aku akan mengantarmu. Lagian ini masih siang. aku nanti bisa menyuruh supir untuk menjemputku."


" Ahghhh...baiklah kalau maumu begitu."


Mereka pun berjalan menuju lift dan keluar dari Rumah Sakit menuju parkiran Mobil. April pun masuk dan duduk didepan langsung teringat ke HP nya dan ingin berniat mengambil Hp nya. Tapi Joseph malah Mendekati dirinya, April sontak mundur perlahan untuk duduk kembali. Joseph terus mendekati dan April pun menutup matanya. " Kau mau apa?"


"aku... ? aku... mau apa ya..? Hemmm... Buka matamu." ucapnya datar. April pun membuka matanya.


" Aku mau memasang Safety Beltmu." sambil memasang " Pikiranmu Ngeres sekali." ucapnya dan berjalan keluar Rumah Sakit. Lalu kembali April membuka Dasbor dan mengambil Hpnya.


Dihidupkannya, dan banyak sekali panggilan tak terjawab serta pesan pesan dari Astrid dan juga David. Dibacanya satu persatu. Dan melotot pada salah satu pesan dari David. Menutup mulutnya karena kaget membaca isi pesan itu kemudian dia tersenyum. Joseph yang melihat tingkahnya itu pun menggelengkan kepala.


Wanita bunglon... secepat itu moodnya sudah berubah. Baru juga berapa menit dia menangis dengan sedihnya, sekarang tersenyum. Aneh... Sungguh luar biasa wanita yang satu ini langkah dimuka bumi.

__ADS_1


April segera menelpon Astrid dengan senangnya. Menekan tombol panggilan ke Nomor Astrid dan tak lama suara Astrid tedengar panik.


" Halo Pril.. kamu kemana aja kenapa gak bisa saya hubungin?"


" Ah iya ni kak.. Hp ku ketinggalan. Eh.. selaamat ya. akhirnya kamuuuu gak Jomblo lagi, laku juga ah aku kan senang." ucapnya girang.


" Ah iya Pril... jadi malu. Kamu kok tauh?"


" Tau dong... David yang kasi tau aku. Gak sangkah Pria itu seberani itu ahh.. kalian so sweet banget aku kan jadi mau." ucapnya manja.


" Kamu yang sabar dong.. pasti nanti ada yang lebih baik untuk kamu pril."


Joseph hanya melirik kearahnya cuma bisa mendengar pembicaraan mereka.


" ya sudahla kak soal itu biarkan aku menjalaninya dulu.. sampai Jumpa besok ya ka. Sekelai lagi selamat dan Jangan lupa kalian traktir aku ya untuk kabar baik ini." ucapnya senang.


" Haha pasti dong Pril... baiklah sampai jumpa besok, Byee..." Telepon pun terputus.


Hanya keheningan didalam Mobil. Joseph pun tak ingin tauh apa yang dibicarakan orang yang disampingnya. Hanya saja senyum yang tadinya disunggingkan April pun sirna dalam diam.


Sesampainya di Area Apartemennya mereka pun turun. Berjalan menuju pintu Loby Apartemen, penjaga maupun karyawan yang bekerja sepontan menundukkan kepala mereka menyapa sang pemilik. " Selamat siang Tuan." ucapnya sopan


" Selamat siang, lanjutkan saja pekerjaan kalian." balasnya dengan senyuman. April pun memandang ke Joseph.


" Kenapa? Kau kaget?" Berjalan kearah lift.


" Tidak... Aku juga sudah tauh gedung ini milikmu. Tapi ingat aku bukan menyewa disni. Aku membelinya." ucapnya membela. " Terus.. kau mau kemana? Kenapa mengikutiku?"


" Hemm... aku harus memastikan kau sampai ke tempatmu dengan selamat."


" Yah.. tidak usah repot repot. Berikan saja kunci mobilku." mengulurkan tangannya.


" Akan kuberikan setelah kau tiba diruanganmu."


April mengerucutkan bibirnya seraya kesal.


TINGGGG.. Pintu lift terbuka. Joseph segera masuk.


Sedangkan April masi mematung bingung.


" Nunggu apa? Ayok masuk." ujar Joseph.


Berpikir kemudian April pun nurut. "Dilantai berapa Apartemenmu?"


" Dilantai 11" ucapnys ketus.


Menekan angka 11 dan mereka berdua pun hanya terdiam. Sesampainya dilantai 11 pintu lift pun terbuka. April segera keluar diluan diikuti Joseph hingga tiba tepat didepan Kamar milik April.


" Sudah sampai ,Terimakasih sudah mengantarku." mengulurkan tangannya meminta Kunci mobil. Joseph pun memberikannya.


" Baiklah aku pulang. Jaga kesehatanmu, jangan lupa makan dengan tepat waktu dan istirahat yang cukup" ucapnya perhatian.


Lah itu mulutku yang ngomong? kesambet apa aku?


" Agh.. baiklah, kau juga jaga kesehatanmu. Terimakasih untuk semuanya." ucapnya lembut.


kok jadi sedih gini. Apa kita bisa berjumpa kembali?


" Masuklah." ucap Joseph. Dan April pun membuka pintu dan ingin segera masuk.


" Sudah buruan masuk. Kau masuk aku akan segera pergi." Perlahan April masuk dan menutup pintunya, Joseph pun segera melangkah turun meninggalkan Apartemen itu dengan jemputan Pak Yanto supir pribadinya dan berjalan pulang kekediamannya.


Bersambung...


***


Buat para pembaca Terutama yang Like ataupun yang komen. Maaf untuk ketidaknyamanannya. Beberapa hari Novel ini sudah saya update dari 13 episode malah kembali jadi 11. Trus ada notif udah up sampai 15 tapi isinya gak ada. Mohon maaf saya juga udah berusaha komplain ke Admin MangaToon. Semoga kedepannya tidak terjadi seperti itu lagi.


Tetap ikutin yah... kelanjutannya. Terimakasih banyak semua...😍

__ADS_1


__ADS_2