Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
Tertawa Bersama


__ADS_3

Kediaman Wijaya, Pondok Indah, Jakarta Selatan


Pantulan sinar Matahari menyinari ruangan Kamar yang ditempati April seakan memberitaukan bahwa malam sudah berganti pagi. Waktunya untuk memulai hari yang baru.


April yang awalanya masi tertidur nyenyak tersentak lalu terbangun dengan mata yang masi berat. Dikucek kuceknnya matanya, melihat kearah sekeliling ruangan itu.


" Benaran dia kembali kekamarnya." Ucap April yang tidak melihat Joseph disisinya. " sangat bisa dipercayai." Ucapnya senang.


April pun bergegas masuk ke toilet dan membersihkan dirinya dengan sisa pakaiannya yang dibawaknya. Karena sangat mendadak persiapan pun tidak ada.


Selesai membersihkan diri, April pun menuju lantai bawah, masi sepi, melewati ruang makan, juga masi sepi.


" Kenapa sepi sekali ya?" Tanyaknya sendiri.


Lalu dari arah dapur pembantu rumah tangga itu menghampiri April yang bingung.


" Selamat pagi non." Ucap Mbok arsih salah satu orang terlama yang bekerja dirumah Joseph. Sudah di anggap Keluarga untuk mereka. Walaupun usianya sudah kepala 6 dia tapi kelincahannya pun tak berkurang. Masi seagresif jaman mudanya.


" heh.. selamat pagi buk." Ucap April sopan.


" Panggil saja saya mbok Arsih non." Katanya senang.


" Eh iya.. mbok Arsih." Ucap April sungkan.


" Saya kesiangan ya mbok?" Tanyak April malu.


" Tidak... non, seperti biasa kalau sabtu pagi gini, Ibu dan bapak itu suka joging. Kalau nak Jos itu kadang juga ikut joging keluar rumah. Walau fasilitas olahraga semua disini lengkap, mereka juga bangun pagi untuk sekedar joging ketaman komplek." Ucap Mbok Arsih menjelaskan.


" Ah... iya.. kenapa saya gak di ajak ya?" Tanyaknya pada simbok.


" Saya juga ndak tauh non. Duduk disitu aja dulu non bentar lagi mereka juga sudah kembali. Mbok tinggal dulu ya kedapur."


" Mbok... ikutttt." Ucapnya manja.


" Jangan non.. nanti gak enak dilihat nak Joseph calon mantu disuru kerja disini. Saya ndak mau." Kata simbok takut.


April yang sangat senang melihat Mbok Arsih yang sangat baik dirasanya pun secepat itu akrab dengannya.


" Mbok... gpp.. saya ikutt bantuin. Saya juga ahli dalam masak memasak." Ucapnya dengan penuh yakin. " Dari pada sendiri disini." Ucapnya lagi.


" Jangaannn non.. kamu liat sendiri didapur sudah rame." Timpal mbok Arsih. " Baru kali ini ada wanita nginap dirumah besar ini non, wanitanya nak Joseph." Ucap si mbok berbisik. " jadi dari pada nak Joseph melihat wanita nya didapur, entar dia ngomel gimana? Non April mau mbok dimarain?." Ucapnya mengancam


" Baikla mbok... saya kedepan aja dari pada disini tidak ada yang nemani." Ucapnya sedih.


" Iya.. nanti sarapan bersama keluarga besar aja ya non, atau mau mbok siapkan segelas susu dan roti untuk mengganjal dulu?" Tanyaknya perhatian.


" Tidak usah mbok... saya tunggu tuan rumah saja." Ucapnya sungkan.


***


Joseph dan kedua orang tuanya yang memang sudah terbiasa untuk hidup sehat, selalu menyempatkan waktu berolahraga.


Dengan keringat yang berkucuran, joseph berlari mengikuti ritme kakinya. Mama dan papa Joseph yang masi ketinggalan jauh pun tak mampu mengikuti kakinya yang berlari. Bukan tidak mau menunggu, tapi Joseph yakin April sudah menunggu kedatangannya.


Dengan memacu dengan cepat Joseph terus berlari memasuki area rumahnya. Yang saat itu gerbang pintunya sengaja dibuka untuk menyambut yang empunya rumah.


Terlihat dari kejuahan April yang sedang duduk dibangku taman yang menghadap kematahari pagi itu, lagi menikmati kehangatan sinarnya.Rambutnya yang terurai rapi pun membuat pemandangan pagi itu sunggu indah. Terpejam matanya mengadah kesinar itu. Joseph yang melihatnya memacu larinya dengan cepat.


Nafas yang terengah engah berdiri tepat didepan wajah April dan menutupi sinar yang menempel diwajah putihnya.


April menyadari seseorang sudah berdiri didepannya. Perlahan dibukanya matanya tampak wajah joseph yang tersenyum menyambut tatapannya.

__ADS_1


" Morning sayang." Ucapnya mesra.


" Morning." Ucap April tersenyum.


Lalu Joseph mencium pipi April dengan lembut.


April terkaget " kamu... aku kan sudah mandi." Rengeknya ke Joseph.


Joseph pun tersenyum " Aku sangat senang ada seseorang yang menungguhku disini." Ucapnya duduk disebelah April dan mengeringkan Keringatnya yang bercucuran sambil melirik ke arah April.


" kamu kenapa tidak membangunkanku?" Tanyaknya lembut.


" Agh.. kamu pasti sangat lelah, aku tidak mau mengganggumu." Ucapnya tersenyum dan meneguk minum yang dibawaknya.


" Kenapa kamu diluar?" Mengusap lembut kepalanya.


" Seperti yang kamu katakan tadi, aku menunggu calon suamiku kembali." Ucapnya menggoda dan tersenyum geli .


" Hah... sudah berani menggodaku ya?" Tanyaknya dan menggelitik April.


April pun memukul tangannya " Apaan sih.. geli tau." Ucapnya lagi dengan tawa.


" Benaran nih.. aku sangat senang, dari kejauhan melihat kamu menungguku disini." Ucap Joseph serius. " kamu sudah siapkan jadi istriku?" Tanyaknya kembali.


" Kalau aku tidak siap.. mana mungkin aku terima lamaranmu" ucapnya yakin.


" Benar juga... aku akan segera menikahimu. Kita harus memberi taukan kedua orang tuamu kan?"


" Ha.. kamu ini ngebet banget ya.." jawab April asal. Karena canggung


" Iya.. aku ngebettt.. aku takut nanti ada yang mendahulukan." Ucapnya tegas.


" siapaaa? Aku kan cuma punya kamu."


" Jos....aku bukan wanita seperti itu mempermainkan perasaan pria." Menggengam tangan Joseph agar dia pecaya.


" Aku.. tauh sayang.. makanya aku memilihmu tanpa ragu." Ucapnya dan menggenggam erat tangan April.


" Aduh so sweet nya anak mama dan calon mantu ini." Ucap mama mengagetkan kedua insan itu.


" Agh.. mama merusak momen aja." Ucap Joseph kesal.


" Pagi tante, om.." ucap April menyapa.


" Huuuhhh.. kamu ini Jos. Pagi calon mantu mama." Menarik tangan April dan mengajaknya masuk.


" Yuk.. kita masuk." Kata simama.


" Pa.. mama itu kok jadi lebi sayang ke April ketimbang aku ya?"


" Hahaha.. Jos. Jangan cemburu, mamamu itu sayang banget sama kamu, melihat calonmu itu dia bertambah sayang denganmu."


" Papa suka banget membela mama. Payah ah... ngomong sama papa." Ucapnya becanda dan berlari masuk.


Joseph masuk dan menghampiri April yang sudah duduk disofa dengan mamanya.


" yuk sayang kekamarku." Ucapnya ke April.


" Heyyyyy.. kamu itu belum sah, jangan sembarangan mengajak." Pinta si mama.


" Kemarin mama sendiri yang menyurunya masuk kekamar Jos, lagian kalau April disini menunggu kita mandi kan juga kesepian mam.."

__ADS_1


" Oiya ya.. lupa. Ya sudah naikla. Ingat kamu jangan macam-macam. Awas saja kalau berani." Ucap si mama mengancam


April aja senyum melihat kedua orang itu yang tidak pernah akur tapi lucu.


Memegang tangan April menaiki tangga dan kekamarnya.


" Duduklah disitu, aku hanya sebentar saja habis itu kita sarapan." Ucapnya dan mengedipkan mata ke April


" Baiklah.. jangan lupakan handukmu." Mengingatkanya pada momen waktu iti.


" okeh honey." Berjalan dan mengambil handuk dan berlalu ke kamar mandi.


***


Dimeja makan tersedia hidangan yang sangat banyak. Bermacam macam menu hidangan tersajikan. karena pagi ini berbeda dengan hari sebelumnya, adanya April membuat santap pagi itu penuh kagum.


" dimakan nak." ucap si mama.


" iya jangan sungkan ya." ucap Si papa.


" agh.. iya om, tan. " ucapnya sopan.


Joseph yang memandang kearah April yang canggung dengan perhatian kedua orang tuanya itu pun melirik senyum. mengambil menu dan menyendokan Ke piring April.


" Makanlah.. tidak usah malu." ucap Joseph lagi.


"Iya.. Terimakasih."


Seperti biasa siap menyantap sarapan mereka keruangan tamu dan duduk bersama dengan teh yang sudah terhidang dimeja.


" Jos... mama mau nanyak ni. seriuss loh." ucap si mama yang memegang cangkir tehnya.


" Tanyak apa mam?" ucap Joseph


" Ini.. kalian kira kira kapan menentukan Tanggal pernikahan kalian." Tanyak mama lagi.


Joseph menatap kearah April yang masi terdiam disampingnya.


" Mam.. rencana Jos dan April kita mau menanyakan dulu kan keluarga April. karena papa dan mama April tinggal di Sydney saat ini mam, ya kan sayang?"


" Iya tante.. maksud saya, saya mau papa dan mama bisa kenalan dulu dengan Joseph. " Timpal April.


" Jika orang tua April setuju baru kita buat pertemuan kedua keluarga mam.." ucap Joseph melengkapi.


" Benar itu, harus seperti itu. Karena keluarga April kan belum tau kan Joseph itu gimana. Apalagi tuh yang jadi calon mantunya untuk anak tunggal, cewek lagi. biasanya sih susah susah gitu deh dengar-dengarnya menghadapi papanya. kayak papa dulu sama Reza." ucap sipapa yang sengaja membuat panik Joseph.


Joseph pun yang mendengar itu menelan ludah, karena dia tau dulu kakaknya Clarisa bersusah payah mendapatkan hati sang papa, membujuk papanya menerima Reza menggantikannya untuk menjaga putri semata wayangnya. Walaupun Reza itu seorang Direktur Perusahaan juga.


Menatap Ke April.


" Sayang papamu gak galak kan?" Tanyaknya panik.


April yang mendengarnya hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu tertawa, dia sungguhan percaya dan hanyut dengan kata-kata papanya yang sengaja menggodanya. Papa dan mamanya yang melihat tingkahnya itu pun ikut tertawa.


" Kok malah tertawa sih?" ucapnya lagi


April pun berkata " Papaku gak galak kok... cumaaaaaaaaa..... makan orang." ucapnya lalu terbahak. kedua orang tua itu pun juga tertawa karena April ikut menakutinya.


" Awas aja kalian ya." ucapnya kesal dan beranjak dari kursinya.


Si mama pun mengangkat kedua jempolnya dan tertawa.

__ADS_1


Aku sangat senang dengan keluarga ini. sama kayak mama dan papaku.. penuh kasih sayang untuk anak-anaknya ♡


__ADS_2