
Tepat diulang Tahun Joseph, pagi itu April purak-purak lupa. Dengan kondisi tubuhnya yang sudah kembali Normal April diijinkan Joseph untuk bekerja kembali. Karena memang merasa April hanya kelelahan saja, jadi Joseph yakin tidak ada masalah dengan kesehatan Istrinya.
Sarapan pagi seperti biasa, Joseph juga biasa saja, tidak ada yang berbedah. April sesekali melirik kearahnya. Benaran seperti tidak ada hari spesial bagi dirinya. Bisa jadi si Joseph lupa. Tapi apa mungkin papa dan mamanya juga lupa. Ya mungkin saja juga mau membuat kejutan untuk Joseph.
Benar saja dugaan April, baru saja dipikirkan ternyata papa, mama, clarisa dan Reza sudah membuat Grup di salah satu Aplikasi Chatnya. Sudah menyusun rencana untuk memberikan kejutan pada Joseph dirumah mereka nanti malam. April hanya menyerahkan seluruhnya ke Keluarga Joseph.
Joseph curiga, melirik keApril yang memegang Ponselnya dengan senyum-senyum sendiri.
" Siapa yang membuat kamu tersenyum seperti itu?" Tanyak Joseph datar.
" Agh... ini, Mbak Jorji dia mengirimkan pesan Joke untukku." ucapnya sambil memutar bola matanya.
" Agh.. kalian sangat Akrab."
Usai sarapan pagi, mereka berangkat bersama, Joseph mengantarkan April ke kantornya, untuk memastikan April tiba dengan Keadaan sehat. Usai mengantarkan April, Joseph melajukan mobilnya meninggalkan perusahaan April. April yang sudah kode-kodean dengan Pak Sony yang mengukuti mereka sejak tadi dari belakang. Langsung menghampiri April dan Astrid yang sudah membawakan Cake pesanan April ikut keluar dari persembunyiannya.
" Terimakasih Kak." ucapnya ke Astrid sambil membawakkan Cakenya.
April segerah masuk kedalam mobil dan menuju Hotel Wijaya. Harap-harap cemas untuk ketahuan. April kemudian menelpon Aldi.
" Al.. kalau Jos sudah tiba diruangannya, baru kamu dan Linda turun bantu saya memberikan kejutannya." ucap April.
" Siap buk." ucap Aldi menerima perintah seperti mata-mata.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tak lama April menerima telpon dari Aldi dan mengatakan Joseph sudah masuk keruangannya. Dengan jalan terburuh-buruh Aldi dan Linda turun bersamaan menaiki Lift dan mencari keberadaan April, dan membantu membawakan Cake, Balon, dan Wine untuk Joseph.
Akhirnya mereka bertiga pun menjalankan misinya seperti kemauan April. April ingin sebelum masuk keruangan Joseph dia mau April diluan masuk membawakkan Cake dan Aldi menyusul memberikannya balon, yang memiliki jumlah sesuai Umur Joseph 32. dan Terakhir Linda membawakan Wine dan kado yang sudah dititipnya semalam.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
" KELUAR KAMU DARI RUANGAN SAYA!!!" ucap Joseph dengan nada Tinggi.
Wanita itu dengan menahan emosinya menatap ke Joseph , Saat hendak melangkah berjalan keluar ruangannya Joseph pun tak mau memandangnya dan berjalan kearah meja kerjanya tapi dengan cepat wanita itu berbalik badan dan menarik Joseph , lalu jinjit mencium bibir Joseph. Wanita itu menangkap diluan kedatangan April. April yang sudah hampir didepan Pintu masuk ruangan kerja Joseph dengan membawak Cake ditangannya dan sudah ingin menyanyikan lagu Ulang Tahun, menatap kearah depan pun tak percaya.
April menjadi gugup tak berdaya. Matanya terpakuh pada Pandangannya yang tidak pernah diduganya. Tak terasa air matanya pun terjatuh, Aldi yang dibelakangnya dan Linda pun terkaget tak percaya. Tatapan Joseph menangkap ke April yang berada didepan pintu sejajar dengan posisinya. April yang dilihatnya menangis, menolak Selena didepannya.
April langsung sigap beranjak keluar, Dengan Cake ditangannya terjatuh dan menolak Aldi menggesernya dan berlari. Joseph yang mau mengejar April ditarik oleh Selena. Dengan kasar Joseph melepaskan tangan Selena. " Jangan macam-macam!!!! " Amarahnya memuncak. Wajah Joseph memerah, ingin sekali rasanya meninju wajah Selena, Tapi tidak mungkin kan dia seorang wanita.
Dengan sekencang mungkin Joseph mengejar April. Dan masi mendapatinya ditengah rungan. Karyawan yang melihat aksi itu pun terkaget. Gempar sudah satu lantai itu. Tapi Aldi langsung membereskan.
"Hey.. Hey... Sayang... tunggu aku." ucap Joseph ke April dan menarik tangannya sambil belari kecil.
April hanya diam dan melepaskan tangannya dari Joseph.
" Aku mohon... percayalah denganku." ucap Joseph lagi menangkap Tubuh April dan memandang wajahnya.
" Sudahlah.. aku ingin pulang." ucapnya sambil terisak.
__ADS_1
April Kembali berjalan menuju Pintu Lift. Tapi Joseph kembali menghadangnya dan berdiri didepan April.
" Aku mohon!!! jangan menangis! aku sudah katakan kjangan pernah menangis untuk wanita licik itu!!!"
Akhirnya Joseph meluapkan kemarahannya. Dia sudah tidak tahan melihat air mata April kembali jatuh karena Selena. Dengan wajahnya yang merah padam karena emosi.
April pun terkaget dengan kemarahan Joseph. Dia membalikan badannya. Membelakangin Joseph, dilihatnya Selena yang berjalan kearah Mereka. Dengan senyum liciknya, April kembali membalikkan badannya dan hendak berjalan kedepan untuk menghindari Selena melihat wajahnya yang sedang menangis.
Saat hendak berjalan melewati Joseph, Joseph mengikutinya. Takut terjadi sesuatu pada April, Tapi baru melangkah beberapa langkahan April hendak terjatuh, Joseph langsung menampung tubuhnya dengan wajahnya yang pucat.
Joseph panik gak karuan, dia menopang tubuh April lalu menepuk pipinya " Bangun sayang." ucap Joseph sedikit bergetar. Matanya berkaca-kaca melihat kondisi April.
Linda menghampiri Joseph memberikan minyak Angin dan membantu mengipas-ngipas April.
Dilihatnya Selena yang masi berdiri.
" BAWAK WANITA ****** INIIII KELUARRRR DARI SINI!!! JIKA KAU BERANI MENGINJAKKAN KAKIMU YANG KOTORRR DISINI LAGI!!! JANGAN HARAP KAU KELUAR DENGAN KEDUA KAKIMU!!! JANGAN BERANI MENAMPAKKAN WAJAHMU DIHADAPAN ISTRIKU ATAUPUN AKU!!!" KALAU SESUATU TERJADI PADA ISTRIKU, JANGAN HARAP KAU BISA LOLOS DARIKU!!!!" Teriak Joseph ke Selena.
Aldi segera datang membawak Selena keluar dari tempat itu dengan paksa, tatapan tajam Joseph ke Selena seperti singa yang ingin memangsa lawannya. Tidak ada satu katapun yang keluar dari mulut Selena. Dia tauh Betul bagaimana Joseph marah. Usai kepergian Selena, Joseph mengangkat tubuh April berjalan menuju Lift dan memerintahkan Linda bersamanya untuk membuka Kamar VVIP Hotel itu dan memanggil Dokter pribadi Joseph.
Dibaringkannya tubuh April, digosok-gosoknya tangannya yang dingin. Wajahnya yang pucat pun terlihat sangat menyedihkan untuk Joseph. Diberikannya minyak angin ke hidung April. Linda juga membantu Joseph, mengurut tubuh April dengan hati-hati. Sedikit demi sedikit akhirnya April siuaman. Membuka matanya perlahan, melihat Wajah Joseph.
" Apa yang tidak enak, beri tauh padaku." ucap Joseph panik.
Perlahan April ingin mengangkat tubuhnya, Joseph membantunya dan terduduk dengan bersender ranjangnya. Linda yang melihat April sudah siuman pun permisi meninggalkan mereka.
Mata Joseph berkaca-kaca menahan sakit melihat kondisi April. " Kasi tauh padaku, bagian mana yang tidak enak." Tanyak Joseph lagi. Menggenggam tangannya.
" Maafkan aku.. aku tidak bermaksud seperti itu, harusnya ini kan hari bahagia untuk kamu. Aku malah merusaknya." ucap April kembali meneteskan air matanya.
Joseph menarik tubuhnya dan memeluknya.
" Jangan menangis, aku mohon jangan menangis." ucap Joseph dengan suaranya bergetar dan tak terasa air matanya pun terjatuh. Mencoba menyekahnya, agar April tidak melihatnya. lalu Joseph berkata lagi. " Tidak ada yang perlu dimaafkan." ucapnya
April memegang erat Tubuh suaminya. " Selamat ulang tahun sayang." Bisiknya dengan pelan dan masi dengan suara yang bercampur tangis.
" Terimaksih Istriku." ucapnya.
Kemudian April melepaskan pelukan Joseph dan menatap wajah Joseph. " Kamu menangis?" Tanyaknya karena tubuhnya sedikit bergetar dirasakan April.
" Tidak... " mencoba menutupinya.
April menyentuh wajahnya, dan mengusap-usap sisa air matanya. " Kamu bilang tidak menangis, bukankah ini air mata kamu?" ucapnya yang juga jadi menangis. Joseph pun tak tahan lagi kembali air matanya terjatuh, menarik tangan April dan menciuminya sambil menangis.
" Aku sungguh sangat takut! aku takut kamu tidak percaya. Aku takut terjadi sesuatu sama kamu, aku takut sangat takutttt melihatmu tertidur tidak mendengar panggilanku. Tidak menatap wajahku, tidak membelai wajahku. Aku sangat takut." ucapnya terisak.
April sangat terpukul menatap Joseph yang baru pertama kali menangis didepannya. Sama-sama menangis bersama baru kali ini mereka lakukan.
April menarik tubuh Joseph kedalam pelukannya. Mencoba menenangkan Suaminya. " Sudah jangan menangis." Ditepuknya bahu Joseph. " Kita tidak boleh menangis lagi, ini hari bahagia untuk kamu. Harus bisa tersenyum." ucapnya mencoba menguatkan. Melonggarkan pelukannya, April mengusap lagi air matanya. Dan mengusap bibirnya mencoba menghilangkan bekas ciuman Selena.
__ADS_1
" aku hapus bekas wanita pencuri itu." ucapnya lalu mencium bibir Joseph dengan lembut. Joseph membalasnya. Setelah itu April melepaskan ciumannya. " Hanya ada Bekasku ditubuh kamu." ucap April sedikit tersenyum.
Joseph yang mendengar perkataannya pun tersenyum senang "Iya sayang.. Terimakasih."
Tak lama Aldi memencet bel Pintu kamar Hotel. Joseph melepaskan pelukan April perlahan.
" aku membukakan pintu sebentar. " ucapnya dengan menyekah air matanya dan berdiri membuka pintu kamar.
" Permisi pak Ini Dokter Dermawan sudah tiba." ucap Al.
" Mari silahkan Masuk Dok, istri saya sudah siuaman tapi saya ingin tauh kenapa Istri saya sering merasa pusing."
Mereka berdua masuk kedalam menghampiri April.
Dokter memeriksa dengan seksama. Bertanyak keluhan apa yang dirasakan April. Sudah mengambil kesimpulan.
" Pak Joseph... Selamat." ucap Dokter Dermawan.
" Selamat kenapa Dok?" Jawab Joseph bingung. Dan April juga sama bingungnya.
" Dari gejala yang dialami Istri Pak Joseph, tanda tanda lagi mengandung." ucap Dokter Dermawan pelan dan Tersenyum
Joseph terkaget luar biasa, menatap ke April.
" Sayang... kamu dengar? Kamu hamil!!!" ucap Joseph senang. April tidak percaya " Benarkah Dok?" tanyaknya lagi dalam haru nya April meneteskan air matanya kembali. Air mata kebahagiaan.
" Iya buk April..Tolong untuk menjaga kandungan anda. Tidak boleh capek, tidak boleh stress. Harus selalu bahagia, Karena Trimester pertama sangat rentan apa lagi ibu April baru pertama hamil." ucap Dokter Dermawan. " Kalau saya masi menduga, ini baru berjalan 2 Minggu, seminggu lagi cobalah untuk ke Dokter Kandungan. Mungkin sudah terlihat Jelas kantung Rahim maupun benih janinya, karena dari pemeriksaan saya Buk April memang benar berbadan Dua. Smuanya sehat-sehat saja ini hanya efek dari kehamilan." ucap Dokter Dermawan.
" Baiklah Dokter.. Terimakasih banyak." Joseph menjabat tangan Dokter.
" sama-sama pak. Kalau begitu saya permisi." ucapnya lalu meninggalkan Joseph dan April dalam kebahagiaan.
" sayang apa aku benaran hamil? Karena kemarin aku tes Negatif hanya garis satu." ucap April tidak percaya.
" Itu Dokter terbaik kami sayang dia juga yang menangani kak Clarisa saat sakit karena kehamilannya juga. Aku yakin apa lagi kamu sering pusing. dan kamu ingat aku yang waktu di Singapore ingin makan Soto ayam, dan merasa selalu kepanasan. Bisa jadi itu efek Ngidam dari kamu." Dengan senang hati dia memperjelas semuanya.
" Benar juga ya." ucap April masi tidak percaya.
" Ini benaran kado Ulang tahunku yang sangat spesial. Terimakasih sayang." ucap nya mencium kening April.
**\=\=\=\= BERSAMBUNG \=\=\=\=
NAH SIAPA INI YANG DARI KEMARIN SUDAH PENASARANĀ DAN MENEBAK-NEBAK APRIL HAMIL.
YEAHHHH AKHIRNYA APRIL HAMIL JUGA YA.
MAKASIH KAKAK SEMUA YANG SUDAH NGEVOTE
AKU SAYANG KALIANNNN š.
__ADS_1
HARI INI AKU UDAH UP 3EPS YA. JANGAN MINTA UP CEPAT-CEPAT LAGI YA KAKAK" PEMBACA :)
KARENA AKU UP JUGA DI NOVEL TERBARUKU YANG JUDULNYA "TERPAKSA MENIKAH". SAPA TAU AJA KAKAK SEMUA MAU MEMBACANYA JUGA DAN MENYENGGOL HATI KALIAN SEPERTI KISAHNYA JOSEPH DAN APRIL :)