Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
BAB 03


__ADS_3

" Mamiiiii!!!" teriak si kembar melihat kedatangan April.


April pun membuka kedua tangannya , dan memeluk kedua anaknya yang berlarian dengan semangat.


" Hallo anak mami , gimana hari ni sekolahnya?"


" Baik mami , semua PR rumah kemarin Nilai 100 mami." ucap Jayda.


" Wow. . .keren anak mami pintar. Yuk kita pulang , PR di rumah nanti kita siapkan bersama." Ajak April pada kedua anaknya.


Mereka bertiga pun berjalan ke arah Mobil , dengan senang hati April mengemudikan Mobil ke arah kediaman mereka.


***


Setibanya di rumah , anak - anak yang tertidur selama perjalanan di bantu oleh Aldi yang melihat kedatangan April.


" Aldi? "


" Iya Bu April? "


" Kenapa kamu di sini? Kok enggak di Hotel?"


" Saya ke sini untuk mengambil berkas Pak Joseph yang tertinggal Bu , sini biar saya bantu gendong Jayden Bu." ucap Aldi.


" Ow iya , silahkan."


Aldi pun menggendong Jayden , Dan April menggendong Jayda masuk ke dalam rumah. Kemudian Bik Sinta dan Siti bersamaan datang mendekat ke arah April.


" Bi Sinta tolong bantu Buatkan air Hangat untuk anak - anak ya? "


" Baik Bu."


Aldi dan April pun menuju ke kamar anak - anak. Meletakkan Jayden dengan perlahan , begitu juga Jayda.


" Thank You Al."


" Tidak masalah Bu ."


" Ayo ke ruang kerja Jos , biar saya bantu berkas mana yang mau kamu bawa."


Aldi mengikuti perintah April , menuruni anak tangga hingga tiba di ruangan kerja Jos.


" Yang mana Al?"


" Kata Pak Jos , berkas di Amplop kuning di atas meja Bu."


" Agh ini ya? " Tunjuk April ke Al.


" iya Bu Benar " Aldi mengambil Berkas dari April.


" Okey , Apa Jos masi Rapat?"


" Sudah tidak Bu , ini berkas mau di kirim ke Perusahaan Yang memberikan Ijin lapangan Bu."


" Agh begitu , Oya saya mau tanya ni? Tadi siang siapa yang datang ke Hotel?"


" Maksud Ibu? Maaf Bu , saya kurang paham. Karena yang di Hotel kan tamunya banyak Bu."


" Bukan Al , maksud saya itu , Pak Jos kira - kira jam 11 siang tadi ke mana? "


" Oww. . . Sama Ibu Merry Bu , mengunjungi Perusahaan keluarga."


" Siapa Ibu Merry?" Tanya April penasaran.


" Ibu Merry itu anak dari adiknya Pak Jason Wijaya Bu."


" Agh. . . begitu. Pantesan kelihatan akrab." kata April kemudian. " Ya sudah , kamu jangan bilang saya tanya ke kamu. Okey."


Aldi pun tersenyum , ternyata seperti itu misi tersembunyi Istri seorang Bos.


" Siap Bu April , saya permisi dulu Bu." ucap Aldi.


Aldi meninggalkan Ruangan kerja Joseph , sedangkan April masi diam , melihat sekeliling ruangan Joseph. Di lihatnya , Foto mereka berempat terpajang di atas Meja kerjanya. April tersenyum , syukur pikirannya tidak di rasuki oleh kecemburuan. Dia tidak mau , cemburu menguasai pikirannya. Dan yang April tahu , kepercayaannya terhadap Joseph lebih besar dari kecemburuannya.


April pun bergegas keluar , mendapati Siti yang baru saja mendekati April.


" Bu... Guru Piano Jayda dan Jayden sudah datang di ruangan Musik anak - anak."


" Ouw iya , kasi Teh dan makanan ringan ya Siti. Saya coba lihat anak - anak."


" Iya Bu."


April berjalan naik ke tangga , dengan sigap dia berlari kecil ke arah kamar kedua anaknya. Terdengar suara Bi Sinta yang bernyanyi bersama Jayda dan Jayden. April pun tersenyum , mendengar ke dua anaknya yang ikut bernyanyi.


" Halooo." kata April yang baru saja masuk.


" Mami , Bantui Jayden pakai ini." Menunjuk Bajunya.


" agh sini mami bantu sayang." ucap April berjongkok menyeimbangkan tingginya dengan Jayden dan memakaikan bajunya.


" Kalian kapan bangunnya?" Tanyanya dengan senyum.


" Tadi mami , dengar Jayden ngorok." Ucap Jayda.


" Enggak tu Mi , Jayden enggak ngorok , Ka Jayda aja yang salah dengar." Dengan wajah sedihnya.


" Hehehe... Iya iya , jangan sedih. Kalaupun ngorok kenapa? Kan bobok , siapa yang bisa melarang sayang? Tidak usah sedih , mami juga kadang ngorok. Apa lagi daddy kalian. Wuh. . . ngoroknya besar tahu." ucap April dengan semangat.


" Benarkah itu mami?" Tanya Jayden.


" Benar , mami enggak Bohong. Ayo sudah rapi , buruan sama Ibu Sinta ke ruangan musik. Ibu Rita sudah datang sedari tadi. "


" Siap mamiku yang cantik." ucap Jayden.


" Siap mamiku yang baik." ucap Jayda.


April gemesin lihat tingkah bocil - bocilnya. Yang semakin hari semakin pintar , bijak dan baik budi.


" Semangattt terus belajarnya ya?" ucap April.


" Iya mami."


" Yuk sayang - sayangnya Bibi."

__ADS_1


****


Di Hotel , Joseph yang baru saja tiba diruangannya , mendapati Aldi dan menerima berkas yang di ambil kerumahnya. Walaupun rasa lelahnya menyelimuti tubuh dan pikirannya , jika mengingat April dan kedua buah hatinya itu , mengurangi rasa capeknya.


" Gimana tadi Anak dan Istri saya Al?"


" Ketika saya tiba , Ibu April baru pulang menjemput anak - anak Pak."


" Owww. . . syukurlah. Anak - Anak saya gimana?"


" Tadinya Jayda dan Jayden tertidur Pak , jadi saya membantu Ibu April mengangkat Jayden."


" Terimakasih Al."


BRUGGG...


Suara pintu yang terbuka dengan keras , Aldi dan Joseph pun terkaget , hingga berdiri dan menoleh ke arah Pintu.


Tampak wajah ngeselin dari Carlo , berjalan menuju Joseph.


" Apaan si Lo bro , datang - datang kayak orang gila!!!" protes Joseph.


" Selingkuh sama siapa Lo?" Tanya Carlo dengan Intens.


" Selingkuhhhh???"


" Jangan pura - pura bodoh di depan gua. Iya Lo selingkuh sama siapa???"


" Gua gak punya selingkuhan , Lo jangan ngada - ngada gak jelas!".


" Jadi binik Lo lihat Lo sama cewek senyum - senyum gak jelas gitu di parkiran , terus Lo bawa naik Mobil Lo , itu siapaaa hah?"


" Maksud Lo?" Joseph mencoba mencerna perkataan Carlo barusan. " Ya ampun Carlo , itu si Merry Loh. Astaga Salah tanggap binik Gua." mencoba mencari ponselnya.


Sedangkan Carlo menelan air liurnya.


Mampussssss gua , gua yang salah tanggap iya. Hadeehhhh


Di lihat Joseph ponselnya , panggilan tak terjawab 10 kali dari April , 15 kali dari Carlo.


" Hp Lo juga gak di angkat , ya mana April tahu."


" Terus Lo kok tahu?"


" Binik Lo tadi mampir ke Perusahaan , waktu ngelewati Hotel dia lihat Lo. Awalnya juga dia gak cerita , karena gua lihat wajahnya kayak kosong gitu ya gua paksa ngorek biar dia cerita." Bela Carlo.


" Hadehhhh ****** Gua , kalau April salah tanggap. Ya sudah gua Pulang. Jadwal saya tidak ada lagi kan Al?"


" Sudah tidak ada Pak , tinggal berkas yang tadi Pak Joseph Paraf , tugas saya mengirimnya."


" Okey. . . saya mau pulang. Bahaya kalau April marah."


Dengan cepat mengambil barang - barangnya , Joseph berlari kecil dengan rasa takut dan bimbang. Karena Joseph takut , kepercayaan April padang berkurang hanya karena kesalahpahaman.


" Pak Carlo , sebenarnya Ibu April sudah tahu. Waktu saya mengambil berkas tadi." ucap Aldi.


Carlo tertawa. " Syukur kamu gak bilang. Biarkan saja begitu , setiap rumah tangga harus ada bumbu - bumbunya. Bumbu Rendang , bumbur kare , bumbu Soto."


Aldi tercengang , yang dia kira mau masak?


" Iya pak."


Usai kepergian Carlo , Aldi menggelengkan kepalanya. Ternyata si Carlo itu memang ada rada larinya. Aneh - aneh saya tingkah lakunya pikir Aldi.


" Pak Joseph kenapa sayang?" Tanya Linda.


" Iya ya? kenapa tadi aku tidak bertanya sama kamu?"


" Kenapa? aku gak ngerti maksud kamu."


" Itu tadi siang , si April ke perusahaannya. Lewat sini di depan tuh , kelihatan sama April Jos dengan wanita satu mobil. Ternyata itu si Merry."


" Iya Itu Ibu Merry , kamu kenal?"


" Kenal , itu si Merry anak adiknya om Jason. Papanya si Jos. Kan mereka buka perusahaan di mana gitu , itu Jos di suru nangani sama adiknya si Om. Kemungkinan di bawah naungan si Merry la di bebankan tanggung jawab perusahaan. Jadila Jos dan Merry berkolaborasi. Pikiran April sih biasa aja , dia gak curigaan gak cemburu juga. Cuma Suami kamu ini yang sengaja memanasi si Joseph." Ucapnya dengan bangga.


Linda tertawa. " Kamu ini bisa saja. Kan kamu tahu sendiri , Pak Joseph takut banget kehilangan April. Cinta matinya itu."


" Hahahaha.. biarin saja. Aku suka lihat Jos seperti itu."


Linda memukul Bahu Carlo. " Nakal!"


" Biarin yang penting kamu suka aku kan?"


" Iss Gombal. Ya sudah kita pulang , kasihan nando sudah menanti mama dan papanya."


****


Setibanya di kediaman Joseph , Joseph yang baru tiba segera mematikan mesin Mobilnya , dan berlari ke arah dalam rumah. Siti bingung , melihat majikannya yang lari terbirit - birit ke arah atas.


Sesampainya di kamar mereka .


" Sayaaaaanggg." Teriak Joseph.


Tapi tidak ada , melihat ke arah kamar mandi. Tidak ada juga. Joseph berlari ke arah kamar anak - anak , tidak ada juga. Dia menjadi Frustasi sendiri , menjambak rambutnya seakan stresss berat.


" Dimana kamu sayanggggku?" Teriaknya sendiri.


Tak lama , siti yang mau membereskan kamar anak - anak masuk mendapati Joseph dan menatap ke Joseph yang bingung. Joseph tersadar kedatangan Siti.


" Pak. . . Ibu lagi di Kolam renang." ucapnya tiba - tiba.


" Ow. okey Terimakasih siti."


Dengan cepat Joseph menuruni anak tangga , dan berlari ke arah kolam renang. Setibanya di ruangan Kolam renang , Joseph mendapati April yang masi di dalam kolam , menunggu April menepi.


Sesampainya di tepi , April yang mau naik , tiba - tiba melihat orang di depannya berjongkok dengan memberikan senyuman manis.


" Aaaaagggghhhh." Teriaknya kaget hingga kembali masuk ke dalam kolam.


" Sayang ini aku , suami kamu. Joseph wijaya sayang , Daddynya Jayda dan Jayden."


" Kamu!!! Kenapa tiba - tiba muncul tanpa suara?"

__ADS_1


" Agh. . . naikla dulu , aku rindu." ucap Joseph.


Kemudian April menepi dan dibantu oleh Joseph. Joseph langsung memeluk tubuh April walaupun tubuhnya basah.


" Jangan meluk - meluk , Ba—"


" Sayanggg Maafkan aku." ucap Joseph Lirih.


April mengernyitkan keningnya. " Maksud kamu apaan sih Dad?"


Joseph menatap April. " Maafi aku gak angkat telpon kamu. Aku gak selingkuh sayang."


" Ngah... siapa yang bilang kamu selingku?"


" Tadi si Carlo datang ke Hotel ngamok - ngamok. Katanya kamu lihat aku sama wanita aku bawa ke Mobil. Itu bukan selingkuhan aku sayang , itu anak adiknya papa Si Merry. Benaran deh , sumpah aku gak pernah selingkuhi kamu."


April tertawa melihat wajah takut Joseph.


" Sayangggg kok ketawa sih? Aku serius Loh sayang , kenapa kamu tertawa?"


" Iyaaaa lucu aja lihat ekpresi kamu begitu. Aku tidak apa - apa Loh. Sudah jangan yang aneh - aneh. "


" Sayang aku benaran ini , lagi gak becanda."


" Oalah sayangku yang tercinta , Istri kamu ini juga tidak becanda. Aku tidak memikirkan kamu itu berselingkuh sayang , walupun aku pertamanya bingung dan penasaran. Tapi aku yakin dengan kamu , percaya kamu tidak melakukan hal seperti itu di belakangku. Kan kamu sudah janji sama aku. Tidak akan meninggalkan aku." kata April dengan senyuman.


Joseph berkaca - kaca mendengar jawaban April.


" Hei kenapa mata kamu memerah?"


Joseph langsung menarik tubuh April kembali kedalam pelukannya.


" Aku bersyukur kamu selalu mempercayai aku. Padahal sedari tadi , aku takut banget kamu marah , kamu salah paham sama aku. Ternyata dugaanku salah. Lagian aku juga tidak membawa ponselku tadi siang , karena itu juga aku tidak menjawab panggilan kamu. Entahla aku hari ini teledor banget. Ponsel tinggal , berkas pun tinggal sayang. "


" Sudah jangan bersedih , lagian aku kan tidak menuntut. Aku akan tetap setia mempercayai kamu."


" Terimakasih sayangku."


" Sudah sana bersi - bersi. Tadi pagi anak - anak cari kamu. Karena kamu tidak kelihatan sepagi itu dengan anak - anak. Jadinya merea protes."


" Iya. . . di mana mereka sayang? aku tidak melihatnya sedari tadi."


" Mereka lagi di ruangan musik sayang."


" Owww. . . okey sayang. Ayo kita mandi bareng."


" Jangan memulai"


" Iya mandi bareng , aku rindu kamu sayang."


April tersenyum , memang suaminya itu ada aja maunya. Mau tidak mau April mengikuti langkah Joseph ke kamar mandi Kolam renang , mengganti pakaian renangnya dengan handuk berjuba. Lalu mereka berjalan ke arah tangga , dan menju kamar mereka.


Di dalam kamar mandi , ya bisa menebak sendirilah apa yang terjadi. Karena lupa mengunci pintu kamar , Jayda dan Jayden yang baru selesai Les Musiknya menuju ke kamar Mami dan Daddy mereka. Di lihat mereka berdua , mami dan daddy nya yang mengenakan handuk juba putih keluar dari kamar mandi bersamaan. Dengan tecengang keempatnya bersamaan kaget.


" Kalian?"


" Mami?" Ucap Jayda.


" Daddy." ucap Jayden.


" Jayda? Jayden?" Kata Joseph.


" Iiiii ketahuan ya , Mami sama Daddy mandi bareng?" Tanya Jayden.


" Iya sayang. . . mami kamu minta di mandiin." ucap Joseph asal.


" Bukan sayang. . . Daddy kalian ini , mintanya di mandikan karena tangannya gak sampai."


Jayda dan Jayden tertawa.


" Kenapa kalian tertawa?" Tanya Joseph.


" Habisnya Daddy sama mami lucu."


" Lucu gimana?"


" Iya lucu , daddy wajahnya berubah merah kayak Badut." Ucap Jayda.


" Jaydaaaa. . . awas kamu Daddy tangkap." kata Joseph ingin berlari ke arah Jayda. Jayda pun berlari ketakutan ke arah ranjang. Begitu juga Jayden jadi ikut bermain bersama Daddy dan Jayda.


Sedangkan April segera ke arah ruangan pakaian. Mengenakan Pakaiannya , kemudian bersama dengan anak , suaminya bersama - sama mengejar Jayda dan Jayden.


" Sini kamu hah." ucap Joseph dengan setengah ngos - ngosan.


" Weksss. . Daddy kalah. Daddy udah tua."


" Waaaah. . . kamu hina Daddy kamu yang tampan ini"


Jayden dan Jayda jadi tertawa senang. Aksi mereka berempat berlanjut hingga Joseph terjatuh di lantai.


" Aduh. . . sakit." ucap Joseph memegang dungkulnya.


" Daddy , Daddy gak apa - apa?" Ucap Jayda menangis. Jayden hanya terdiam , melihat Daddynya meringis.


" Hayooo. . . Dapatttt kamu." ucap Joseph mengagetkan Jayda.


Menggelitik Jayda , Hingga membuatnya tidak menahan gelinya. " Ampun Daddy." Teriak Jayda.


" Ampun? "


" Iya Daddy Ampun."


Tak lama Jayda dan April bersamaan membantu Jayda , menggelitik si Daddy. Hingga Jayda terlepas dari pelukannya.


" Kalian tiga lawan satu ya? Daddy jadi kalah." kata Joseph.


" Wekzzzz kami menang." kata Jayden.


Begitulah hari - hari mereka , selagi Joseph cepat pulang kerumah. Bercanda bersama , bermain bersama. Paling di senangi Si kembar.


BERSAMBUNG


------------

__ADS_1


Jangan Lupa Like , VOTE dan Komentarnya ya :)


__ADS_2