
Menyantap hidangan jamuan makan dari Keluarga Joseph dengan keheningan, lalu Melirik ke arah Joseph, Selena pun tak berani menatap langsung pada Joseph. Apa yang sebenarnya terjadi? Gumamnya dalam hati. Hatinya pun merasakan ada aura buruk yang akan terjadi. Selesai menyantap hidangan, Tak lama kemudian Ibu Selena yang melihat Joseph sama sekali tak menyapa Selena pun menjadi buka suara.
"Maaf calon besan... Tujuan kita disini apa cuma untuk makan atau membicarakan sesuatu?" ucap Ibu Selena Memecah ketegangan.
" Oya itu... nak Joseph ingin membicarakan hal penting."
" Silahkan Jos di omongin" Timpal sang papa yang dari sebelumnya mendukung sang Putra untuk bisa legowo dengan yang akan terjadi. Karena apapun pilihannya Papanya yakin sudah yang terbaik. Joseph pun membuka cerita.
" Sebelumnya ijinkan saya minta maaf untuk Om dan tante" ucapnya tegas " Pertemuan kita disini bertujuan untuk membatalkan pernikahan saya dengan Selena." Semua keluarga Selena yang mendengar itu kaget hingga sang Ayah pun berdiri tak terima.
" Maksud nak Joseph gimana? kenapa dibatalkan? Apa alasan nak Joseph?" ucap sang Ayah yang melihat Putrinya pun tak kala kaget dengan Ayahnya.
" Iya nak Joseph jangan sesuka hati gitu mempermainkan anak saya." timpal sang ibu.
" Cih.. mempermainkan bukannya seharusnya itu pertanyaanku?" Jawabnya ketus. " Apa maksudmu Jos? " Tanyak Selena.
" Jangan berpura pura lagi Selena. Aku tauh semua yang kau lakukan dibelakangku selama ini." Mencoba tetap tenang karena tak ingin menyakitin Selena.
" Apa yang dimaksud nak Joseph Selena?" Tanyak sang ayah. Padahal Ayah Selena sangatla baik tidak pernah tauh apa yang dilakukan putrinya karena dia sibuk bekerja. Selena hanya terdiam menatap Joseph dan Air mata nya pun jatuh.
" Jangan menangis didepanku. Menangispun tidak mengubah pendirianku. Maaf untuk semuanya aku hanya ingin mencari Istri yang benar benar mencintaiku dengan tulus bukan mencintai hartaku." Selena yang mengerti arah pembicaraan Joseph langsung berdiri memohon kepadanya untuk tidak membatalkan pernikahan mereka.
" Jos aku mohon, jangan seperti ini. Aku mencintaimu dengan tulus." ucapnya dengan berurai air mata dan memegang lengan Joseph. Joseph pun berdiri ingin beranjak keluar ruangan meninggalkan pertemuan terakhir baginya.
" Maaf aku sudah tertipu selama bertahun tahun." Menepis tangan Selena.
" Mam , pa aku diluan... banyak yang harus ku urus" Katanya dengan angkuh. Selena ingin mengejar Joseph tapi dihalang Clarisa.
" Hormati keputusan Joseph Selena." ucapnya
Selena pun terunduk lemas.
" Apa yang sebenarnya terjadi?" ucap sang Ayah.
" Kalian ingin mempermalukan kami? Jangan kalian kira kalian orang kaya sesuka hati kalian kepada Putri kami?" kata sang ibu dengan nadanya meninggi.
" Bapak dan Ibu.. keluarga kami tidak sedang mempermainkan kalian. Bukan juga karena kekayaan kami bisa seenaknya begini. Joseph tulus kok mencintai Selena. Tapi ada alasannya kenapa dia begitu kalian boleh tanyak Selena, Mama dan Papa kami tidak ingin ikut campur dengan masalah ini karena Joseph sendiri mendengarnya dari mulut Selena. Dan alasan itu bisa kalian tanyak dengan Selena. " Nada lembut Clarisa menjelaskan. Selena hanya menangis terpiar piar. Tidak terima hatinya berucap.
" Baikla.. mari kita pulang nak." Merangkul Selena "Maaf jika memang Selena membuat kecewa saya Sebagai Ayahnya meminta maaf atas nama anak saya." ucapnya
" Saya juga selaku papanya Joseph meminta maaf atas apa yang terjadi."
Flashback selesai.
***
" wah... parah amat bro. Gak sangka gua Selena sekejam itu." ucap Carlo kaget.
" Ya gitula bro.. gua juga gak nyangka 3 tahun menjalin hubungan terbuang sia sia dan lo tau kan Selena pacar pertama gua, gua benaran sayang sama dia, serius sama dia. Tapi dia sebaliknya sama gua."
" Ya Seenggaknya lo bersyukur bro, Tuhan masi kasi kesempatan untuk lo tau sebelum terjadi."
Menggelengkan kepalanya dan meneguk minumannya. " Sudahla bro... gak sa kita bahas lagi. Yok balek.. sebelum gua mabuk." Tawanya kecut.
Beranjak menuju area parkir, dan membawa mobilnya menyusuri keheningan malam yang sepi. Mengantarkan Carlo kembali keHotel dan bergegas pulang.
Sedangkan April yang sudah sampai diapartemennya langsung membuka Laptopnya untuk membaca Email dari Astrid. Ya dia sangat penasaran dengan profil Joseph Wijaya yang dikirimkan Astrid padanya. Dikliknya Kotak Masuk Emailnya.
__ADS_1
Joseph Wijaya
Direktur
Warga negara Indonesia, lahir di Jakarta, berdomisili di Jakarta (usia 30). Anak kedua dari Tuan Jason Wijaya dan Nyonya Chatrine Santoso. Diangkat sebagai Direktur pada Rapat Umum Pemegang Saham. Wisudawan S2 Universität Mannheim Jerman Jurusan Ilmu Ekonomi. Bergabung di Hotel Wijaya Park Menggantikan sang Papa. Memiliki 7 anak perusahaan dibidang Industri. 5 Villa Mewah di Asia. 5 Resort kawasan Bandung, Sumatera , Bali. 2 Rumah Sakit Dan 3 Apartemen di Jakarta. Salah satunya Apartemen Wijaya.
Terpelongok kaget April yang membaca bagian Akhir dari Profil itu. " Berarti Apartemenku ini naungan dia juga." ngomong sendiri. " Astaga kebetulan macam apa yang ku alami." menutup laptopnya dan berjalan kedapur mengambil air minum, meneguknya lalu berucap " Situasi buruk apa yang bakal kualami kedepan nanti. Pusingla mikirin tu orang, mending aku tidur besok pagi pagi harus udah dirumah pria resek itu." katanya sambil berjalan menuju Tempat tidurnya, mengambil Hp dan menset Alarm dari Hpnya agar tidak telat dan segera tidur.
***
DRTTTT....DRTTT...DRTTT...DRTTTT...DRTTTT
Suara alarm April berbunyi. " Ah jam berapa ini? masi ngantuk" katanya dengan malas.
DRTTTT.... DRTTTT...DRTTT...
diraihnya hp nya yang terletak di meja kecil sebelah tempat tidurnya dengan malas. " Jam 06:00" mengucek ngucek matanya " Inikan Weekand mengganggu hariku saja" ucapnya meringis dan mengacak tempat tidur dengan kedua kakinya.
" Ayola pril untuk terakhir kalinya ketemu sama dia"
Menyemangati dirinya dengan tangan terangkat. lalu bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Selesai mandi membuka lemari bajunya mengambil Kaos Putih ketat bermerak dan celana Jeans biru kuncup hampir semata kaki. lalu bermakeup seadanya dan mengikat rambut pirang bergelombangnya setengah keatas dengan jepitan bewarna emas, tak lupa menyemprotkan Parfume kesukaanya. Pakaian santainya pun membuat tubuhnya terlihat sexy dan anggun. Beranjak ke lemari sepatu dan mengambil sepatu Sportnya. Lalu dilihatnya jam dindingnya pukul 06:58. " Gak boleh terlambat" Berlari kecil menuruni anak tangga Apartemennya kemudian membuka pintu bergegas keluar.
Pak Sony yang sudah di depan Apartemennya pun menyapanya dan sigap membuka pintu mobilnya kemudian masuk. " Pagi sekali ya buk?" tanyak pak Sony.
" iya nih pak bikin susah aja. Mana saya juga masi ngantuk banget" ucapnya lemas.
" Tidur aja buk selama perjalanan, nanti kalau sudah sampek saya bangunin"
" Iya Terimakasih pak... Maaf mengganggu Weekandnya Bapak bersama keluarga."
" Ra popo buk... sudah tugas saya" sambil tersenyum.
" Belum sarapan ya buk?" Tanyaknya penasaran
" Iya ni pak... saya gak sempat sarapan. Takut telat.. kalau telat tar urusan saya sama pria itu gak kelar kelar." jawabnya sedih.
" Kita beli dulu saja buk. Nanti kalu kelaparan Maag ibu Kambuh lagi." Tanyak Pak Sony hawatir.
" Ahh.. tidak usah pak... saya gak mau terlambat. "
" kalau roti mau buk? ini saya ada bawak roti kalau ibu mau" ucapnya lagi membujuk.
" Hehehe...Ndak usah Pak, Itu kan persediaan untuk bapak. Gak apa entar siap jemput mobil saya langsung pulang kok Pak. Terimakasih ya bapak. Udah perhatian sekali sama saya." Pak Sonya pun hanya tersenyum.
" Maaf buk lancang... kenapa ibu gak tinggal di
Rumah Kemang saja buk. Jadi ada yang urusin semua kebutuhan Ibu?"
Berpikir beberapa detik, benar juga sih. kalau dirumah ada Pelayan yang mengurusin semua kebutuhan April. Tapi apalah daya April masi ingin menyendiri. Karena pulang pun memang sendiri juga karena Mama dan Papanya masi menetap di Australia. Mungkin nantila kalau sudah rindu rumah pikirnya.
"Gak apa pak... masi pengen aja di Apartemen. Nanti kalau sudah bosan saya balik kerumah." Dengan senyuman.
Tak lama kemudian Mobil April pun sudah memasuki komplek perumahan mewah itu. Benar Benar mewah dari pintu masuk perumahan saja sudah disambut pemandangan indah yang dihiasin Pepohonan dan bunga bunga bewarna warni.
Membuka Hpnya mencari pesan dari Joseph. " ini pak nomor 1 rumahnya" Menunjukkan Sms dari Joseph.
" Itu buk... rumah warna putih itu kan nomor 1." menunjuk rumah mewa Joseph.
__ADS_1
" Oiya pak benar itu dia. Ada Satpamnya bisa kita tanyak juga biar pasti."
Pak Sony pun berhenti di depan pintu gerbang mewah itu. Satpam yang melihat ada Mobil yang berhenti pun langsung keluar menyapa. Kaca mobil diturunkan Pak Sony.
" Selamat pagi Pak... ada yang bisa saya bantu? " dengan memberi hormat ke Pak Sony.
" Selamat pagi pak.. apa benar ini rumah Tuan Joseph?"
" Iya benar... ada kepentingan apa ya pak mencari beliau? Sudah ada janji pak?"
" Ow ini... atasan saya ingin bertemu dan memang sudah ada janji dengan tuan Joseph." ucapnya.
" ini pak tunjukin aja sms nya" bisik April ke Pak Sony sambil memberikan Hp nya. Satpampun melirik ke arah April dan melihat Hpnya. Satpam itu pun tersenyum melihat nama Kontak di HP April " PRIA ANGKUH" dan membaca isi pesan itu.
" Baikla silakan masuk pak" sambil menekan remote pembuka Gerbang.
" Terimakasih pak" ucap pak Sony dan kemudian melaju menuju parkiran Mobil rumah itu. April yang memang dari anak orang kaya hanya biasa menatap rumah mewah Joseph dengan hamparan rumput hijau yang digunakan untuk bermain Golf. Dia hanya melihat kekiri kekanan seakan membuang gugupnya Sedangkan satpam tadi menelpon pelayan dirumah untuk menginfokan ada tamu untuk majikanya.
Baru kali ini aku kerumah orang sepagi ini. Bukan untuk urusan bisnis melainkan perkara Mobilku sendiri.
" Sudah sampai buk" ucapnya sambil melepas safety belt Mobil ingin beranjak turun membuka pintu April yang langsung dilarang April.
" Iya pak. Sudah gak apa pak, sampe sini aja. Hati-Hati berkendara ya pak. Terimakasih" Turun dari Mobil
" Sama- Sama buk" bergegas memutar meninggalkan halaman rumah mewah itu. Perlahan dia melangkahkan kakinya. tak lama dia berhenti dan mencoba melirik ke arah parkiran Mobil yang berjajar Rapi diarea parkiran mobil Joseph. Mana mobilku ya? aku harus memastikan mobilku memang disini. Ucapnya dalam hati. Matanya pun mengitari semua mobil diarea parkiran itu dan tak lama menemukan mobilnya. Hah itu dia ucapanya dalam hati lalu Diliriknya jam nya Tepat jam 8 syukurlah tidak telat. Dipegangnya keningnya seaakan akan ada keringat dan menari nafas panjang untuk persiapan Lalu melangkah kedepan dengan pasti untuk bertemu Pria Angkuh itu.
Pas didepan pintu April langsung disambut oleh pelayan yang memang sudah tau tujuan tamu ini.
" Selamat pagi Nona, silahkan masuk" ucapnya sambil masuk dan memberikan sendal rumah yang memang kusus disediakan di rumah itu. Lalu April duduk untuk mengganti alas kakinya.
" Mari ikut saya Non."
" Siapa bik? " Tanyak sang mama dari ruang tamu yang bingung kedatangan tamu pagi pagi.
" Ini nyonya Tamu Tuan muda" jawabnya sopan sambil mengarahkan April keruang tamu. Berdiri tepat didepan sofa mereka.
Papa dan Mama nya Joseph yang sedang diruang tamu untuk sekedar membaca koran, menonton berita dan meminum kopi sehabis sarapan pun kaget melihat ada anak gadis cantik yang datang pagi pagi gini mencari anaknya.
" Selamat pagi Om dan tante" ucapnya dengan membungkukan sedikit badannya. setelah melihat kedua orang tua itu bingung menatapnya. April jadi salah tingkah.
" Iya selamat pagi nak" ucap sang papa dan mama Joseph bersamaan. " Silahkan duduk dulu" tanpa basa basi Papa Joseph dengan sopan mempersilahkanya untuk gabung dengan mereka.
Mama Joseph yang dari awal sudah senyum senyum melihat kedatangan April pun jadi kepo. calon mantu batinnya berkata. lalu beranjak duduk disebelah April.
" Ada perlu apa nak mencari Jos?" Tanyaknya dengan senyum.
" Iisss mama... tamunya malah ditanyak tanyak diluan, baru aja duduk kasi minum dulu kenapa ma?" ucap sang papa dengan canda.
" Ooo iya pa... mama lupa sangkin senangnya." kata sang mama dengan gelagat riangnya.
" Kamu mau minum apa nak?"
" oww itu.. gak sa repot repot tante" Jawabnya dengan melambaikan kedua tangannya dengan sopan dan gugup . sangat gugup pikirnya. Matik gua kayak mau minta ijin aja untuk ngencanin anaknya. Langsung ketemu sama papa dan mamanya pulak. Sial banget gua. ucapnya dalam hati.
" Ah gak boleh gitu. kalau kerumah ini mesti minum kalau gak, gak boleh pulang. Hayoooo mau?" Kata si papa becanda.
" Om bisa aja. Kalau saya gak pulang entar saya dicariin mama saya dong om. soalnya saya bawak sendok ni om, entar dicariin" balasnya dengan candaan dan kedua orang tua itu pun ketawak.
__ADS_1
" Hahaha.. ya sudah ma kasi minum dulu. si Jos kan masi tidur, bangunnya bisa sampe jam 12 an" ucap sang papa. yang disambut dengan lototan April karena kaget. Kesialan macam apa ini God?
Bersambung...