
Rumah Kediaman Wijaya, Pondok Indah, Jakarta Selatan
Sore itu Joseph Tiba dirumahnya dengan wajah lelah, memegang tengkuk leher dan berjalan memasuki ruang tamu. Sang Mama yang berada diruang tamu pun berdiri menghampiri Joseph.
" Kamu sudah pulang Jos. Gimana April? sudah sehat?" Berjalan mengikuti Joseph menuju dapur untuk mengambil Air mineral.
" Ah iya mam.. sudah sehat dan sudah pulang juga." sambil meneguk airnya.
" Kenapa dia bisa sakit Jos?" tanya mama penasaran.
" Ow itu Maagnya kambuh mam." Meletakkan gelasnya.
" Wah... syukurlah kalau dia sudah baikan. pasti sangat sakit. Tapii.. ngomong-ngomong April itu pacarmu kan nak?" ucap mama serius.
" Ah mama... Jos istirahat dulu ya mam. Nanti aja tanya-tanyanya." ucapnya sambil berjalan ke arah tangga.
" agh kamu ini... gak bisa liat mama menunggumu dari tadi." Teriak sang mama yang dijawab dengan lambaian tanganya.
Joseph pun naik ke atas masuk ke kamarnya. Direbahkannya tubuhnya dan menarik nafasnya.
" Wanita itu sungguh fantastic, sangat berbeda dari wanita yang kulihat selama ini. Melihatku saja tidak pernah menjaga imagenya, dia bisa menjadi dirinya sendiri. Semoga dikemudian hari aku bisa berjumpa denganmu lagi, wanita bunglon." ucapnya dan kemudian beranjak ke Toilet membersihkan diri.
Malam pun tiba, Joseph turun kebawah untuk menikmati makan malam bersama kedua orang tuanya. Hanya mereka bertiga, karena kakaknya Clarisa sudah menikah dan tinggal bersama suaminya. Mereka pun makan dengan hening, karena papa Joseph sedari kecil sudah mengajarkan mereka untuk tidak berbicara saat makan. Tapi kalau Joseph diluar sana saat makan tidak ingin mengikuti kebiasaan sang papa.
Selesai acara makan malam itu, mereka pun berkumpul di ruang tamu, untuk ngobrol, sekedar menonton. Ya karena cuma dijam itu terkadang Joseph menyempatkan waktu untuk kedua orang tuanya.
" jos... gimana? masih belum mau cerita ni?" tanya mama pelan.
" Cerita apa mam?"
" loh masak baru tadi sore aja sudah lupa. Soal April dong. Itu April pacar kamu apa bukan?" tanya mama ketus.
" Mama ini... Jangan gitu sama Jos, biar Jos yang kasi tahu kalau memang itu pacarany." ucap papa membela.
" Habisnya sih... anak papa yang satu ini, udah lama ngejomblo pa. Kata gaulnya JOJOBA loh pa."
" Apa itu JOJOBA ma?" tanya papa yang memang tidak tahu.
" Jomblo Jomblo bahagia loh pa. Iis papa gak gaul banget. sama ni dengan anakmu yang satu ini taunya cuma kerja, kerja dan kerja." ucap mama ngambek.
" Sudahla ma.. tunggu aja , kalau jodohnya sudah ketemu pasti Jos kan nikah juga." ucap papa asal menenangkan sang mama.
" Kan mama malu pa, saat di tanyain teman-teman Sosialita mama. Jeng anak lakinya udah punya pacar belum? Jeng kapan anak lakimu yang ganteng itu Nikah.. mama bosan dengarnya pa." ucap mama sedih.
Joseph yang sedari tadi hanya diam dan melihat tingkah sang mama pun ikut bicara.
" Mama..." ucap Joseph. " yang sabar ya mam... Jos tidak mau terulang lagi seperti yang dulu. Jos Trauma mam." katanya lembut.
" Iya yang dibilang Jos benar ma.." ucap papa
" Tapi sepertinya nak April itu berbedah nak. Lagian kamu juga bawa-bawa dia kesini, ya mama kira April itu memang pacarmu. Mama kan senang."
" Hahaha.. mama ini. Sudahla Jos kekamar ya mam.. besok ada meeting lagi." Alasan untuk lari dari situasi itu. Berdiri dan berjalan menuju kamar.
***
Sesampainya di Kantor April yang sudah disambut April pun berjalan menuju lift dan keruangan April.
" Eh.. gimana ni ceritanya? aduh kalian so sweet banget, cinta pada pandangan pertama." ucap April ke Astrid.
" ah kamu ini... masih pagi loh Pril." ucap nya malu
" Pagi- pagi gini biar semangat Kak." Ucapnya penuh semangat. Astrid pun jadi malu dan salah tingkah ngomong dengan atasannya ini. Ya karena memang April tau Astrid dari awal kerja dengannya pun memang belum memiliki pacar.
" ya gitula Pril.. waktu kita berdua kemarin itu dia nembak aku di restaurant loh." ucap Astrid meledak karena bahagia. " Walaupun kita baru kenal, dia sangat serius Pril, tidak ingin main main, Dan saya juga percaya kamu yang sudah mengenalnya lama." timpal Astrid.
April pun berdiri dari duduknya dan memeluk Astrid.
" Selamat yah kak.. aku ikut bahagia untukmu. Dan aku bersyukur kamu jadinya dengan David. Dia itu teman terbaik yang pernah aku miliki, kamu jangan ragu, aku yakin kok." ucapnya meyakinkan.
" Iya Terimakasih banyak ya Pril." Membalas pelukan April.
" iya ka... oya kapan David balik ke Jerman kak?"
" Stelah kerja sama kita selesai Pril, trus dia kesana beberapa hari baru dia menetap Di Jakarta. Karena memang itu Proyek terakhirnya."
" aghh aku benar benar senang untukmu kak." ucapnya dengan haru.
Tak lama kemudian suara notif Hp April berbunyi. Diambil Hpnya dari meja kerjanya dan betapa terkejutnya dia yang mengirimkan pesan singkat itu padannya. Ditutup nya mulutnya yang menganga karena kaget.
__ADS_1
" Kenapa pril." tanya Astrid.
" Agh.. ini.. ni ka..penggemar rahasia." ucapnya yang tak ingin Astrid tahu.
" Wah.. sangat populer sekarang? punya penggemar rahasia segala." Ledek Astrid.
" Hahaha.. kak Astrid kamu bisa aja sih. Oya kak.. jadwal aku hari ni apa aja ya?"
" Oya hampir kelupaan... Hari ini tidak ada jadwal sama sekali . kamu bebas hari ini. kecuali untuk laporan perusahaan yang saya siapkan dimeja kamu. Trusss.." ucap Astrid membuka Tablet kerjanya " ini" memberikan tabletnya ke April " saya mau menginfokan hari Jumat nanti kamu ada meeting untuk pertemuan dewan Direksi, sekaligus apresiasi kamu di Amerika dengan perusahaan cabang disana serta pertemuan para Investor perusahaan, Para Direktur sendiri yang meminta kamu sebagai CEO perusahaan untuk tampil langsung mewakili cabang Jakarta. Jadi mau tidak mau kamu harus berangkat Pril." Ucap Astrid dengan senyum. Astrid paling tau April sangat sangat benci untuk perjalanan bisnis yang menyita waktu.
" Ini juga menyangkut perusahaan yang kamu Handle di sini, karena benar benar maju ditangan pemiliknya." ucap Astrid melanjutkan." jadi Direktur mau kamu sendiri yang berangkat kesana." Menjelaskan dengan girang.
" Trus selama saya disana yang menghandle disini siapa kak? "
" Saya Pril, yang akan merangkap pekerjaan disini selama kamu disana." ucapnya sopan. " Karena proyek yang sedang berjalan saat ini disini tidak mungkin kita tinggal Pril."
" Seriously? Ah...jadi kali ini aku pergi sendiri." ucapnya malas. Karena memang biasanya Astrid menemaninya dalam perjalanan bisnisnya. Dan kali ini dia benar benar sendiri, untuk urusan pekerjaan yang lagi berjalan. salah satunya kerja samanya dengan perusahaan David.
" Kali ini berapa lama saya kesana kak?" ucapnya sedih.
" Hahaha.. jangan sedih gitu dong. Kali ini cuma 1 Minggu aja. Jumat depan kamu sudah kembali kesini."
" Ah.. benaran aku malas banget." jawabnya meringis.
" Hah ayolah Ibu Bos kami harus semangat. Kamu menara kekuatan bagi perusahaan kita." dengan menekukan kedua tangannya menyemangati April.
" Hah.. baiklah baiklah..." ucapnya tegas.
" Ya sudah saya permisi Buk Bos.." ucapnya sambil berjalan meninggalkan ruangan April.
" Cih.. dasarr orang yang lagi kasmaran sangat bersemangat." ucapnya dengan senyum. Lalu Aprii mengambil lagi Hp nya dan membaca kembali pesan singkat yang masuk.
***
Tiba di Hotel, Joseph pun langsung memasuki lantai dimana ruangannya berada. Dia pun berjalan dilantai ruangan Direktur yang disambut oleh Aldi dan juga Linda. Kedua Asisten pribadi dan Serketarisnya. Orang penting dalam pelancar bisnisnya.
" Selamat pagi Pak." ucap Aldi. " Selamat pagi pak" ucap Linda bersamaan dari bilik meja depan ruangan Joseph dan Berdiri menyambut Sang atasan.
" Selamat pagi semuanya." ucapnya dengan senyum sumringah menghampiri Karyawannya yang satu meja.
" Kalian sudah sarapan pagi?" ucapnya pada mereka. Kedua orang itu pun saling memandang. Apa yang salah sama atasannya ini. Apa salah makan obat dianya.
" Ada apa pak? Bapak belum sarapan? mau saya belikan?" tanya Linda.
" Ah.. sudah kok, Jangan repot repot." jawabnya.
tumben sibos sarapan?
" Sebagai atasan yang baik dan juga tampan " Wes sombong dia " harus memperhatikan bawahannya, agar kalian tetap sehat dan terus semangat." Sambil mengangkat satu tangannya mempraktekan bertenaga. " Bukankah benar seperti itu?" tanyanya lagi.
" Ahhh.. i.. iya pak." ucap Aldi gugup melihat perubahaan sang Atasan. Linda hanya terbengong.
kenapa dia? biasanya dia sangat beribawa dan berkharisma. ini kokkk malah.. aneh. salah makan kali ini. Batin Aldi.
" Baikla kalau kalian sudah sarapan." Berjalan menuju ruangan Back Office Hotel yang juga satu lantai dengan Direktur.
" Selamat pagi semua karyawan saya terkasih." ucapnya dengan semangat dan senyuman.
Disambut Semua mata karyawan yang menoleh padanya. Kaget dan bingung melihat orang yang datang menyapa masuk keruangan mereka. Tidak menyangka, Bos pendiam itu tiba tiba menyapa. biasanya juga gak pernah Dan biasanya tiba di Hotel langsung masuk ke ruangan Direktur. Pagi ini sempat sempatnya dia menyapa.
" Pagi pak" Jawab serentak Karyawan yang kurang lebih berjumlah 10 orang diruangan besar itu.
" Apakah kalian sudah sarapan pagi?" tanyanya perhatian.
" Sudah pak... " Sudah pak." jawab yang lain serentak.
" Baiklah.. sangat baik. kalian tidak boleh melewatkan sarapan pagi kalian sebelum bekerja. karena itu sangat penting. Kalau perlu yang belum sarapan juga bisa makan diruang makan kusus karyawan Hotel kita. Kalian mengerti?" ucapnya dengan senyum.
" Mengerti pak..." Teriak mereka dengan serentak dan senang. Bagaikan murid menjawab Guru yang lagi mengajar.
" Bagus.. kalau begitu lanjutkan pekerjaan kalian. Saya permisi." Berjalan kearah ruangannya.
Linda dan Aldi sangat bingung melihat atasannya hari ini. Biasanya memang Joseph jarang sekali menyapa Karyawannya. Dia hanya bersikap seadanya, dia terkenal sebagai bos yang pendiam tapi tak pemarah.
" Ada apa dengan si Bos." tanya Aldi dengan bingung.
" Mungkin pak Joseph sedang jatuh cinta." jawab Linda berbisik.
'" Ow iya benar.. kemarin saya disuru pak Joseph membeli pakaian Wanita dan membawanya Kerumah Sakit." ucapnya juga berbisik.
__ADS_1
" Kamu juga disuru?" Tanya Linda kaget.
" Iya.. kenapa? kamu juga?"
" Iya.. saya disuru mengantar makanan dan Laptopnya. Nah yang dijaga Pak Joseph itu seorang Wanita belia kisaran 25 Tahunla umurnya, sangat cantik. Saya rasa itu yang membuatnya sangat lain hari ini." ucap Linda.
" Benar juga ya Lin. Tapi kalau pun benar aku ikut bahagia. Diumur pak Joseph yang sudah kepala 3, dia masih sendiri karena kisahnya yang buruk membuatnya seperti itu."
" Iya.. saya juga setuju sama kamu. Pak Joseph hanya gila kerja semenjak putus dengan calonnya dulu. Sudahla... jangan bergosip lagi. Ga enak didengar yang lain." ucapnya menutup percakapan.
Diruangan Direktur Joseph duduk dikursi kerjanya. dibukanya Aplikasi pesan singkatnya. Kemudian di carinya nama " Perusak Mobil." Lalu dipilihnya dan memulai Chatnya.
" ***Heyyy.. wanita, jangan melupakan makan pagimu lagi**." L*alu di kliknya send. centang dua.
Dia pun memandangi layar Hp nya sembari menunggu jawabannya. Tak lama Centang dua itu berubah warna biru. " Ah.. secepat itu kau membacanya." ditunggunya tak kunjung ada balasan. 10 Menit kemudian. Tak juga ada jawaban.
"Cih..Tidak mau membalas pesanku." ketawak angkuh meletakkan Hpnya dan Membuka komputer dimeja kerjanya serta menatap layar komputer. Tak lama notif hpnya berbunyi.
Perusak Mobil : Aku sudah sarapan pagi. Kau juga jangan lupa untuk sarapan.
April yang disana pun melihat centang biru pertanda dibaca. Kemudian masuk notif balasan dari Joseph.
Pria Angkuh : Aku juga sudah sarapan. Jangan hawatirkan Aku.
April yang menerima pesan itu pun terbelalak. " Gila ini orang. Sudah dia diluan yang bertanya padaku, malah aku yang dibilang khawatir dengannya. Sungguh percaya diri si Pria angkuh ini." ucapnya sendiri. lalu membalas Pesan Joseph.
Joseph yang membaca pesannya ulang pun tak kuasa menahan tawaknya. Dia memang sangat suka menjahilin April dikarenakan suka berdebat dengannya. Lalu diterimanya pesan balasan April.
Perusak Mobil : Aku tidak menghawatirkanmu, Jangan Kegeeran 👿
" Pakek emot apa dia itu. Lucu" katanya dengan senyum " Gimana buat emot itu ya?" Lah si bos Gaptek wkwkkw.
Dibalasnya Pesan April dengan mengutat atit mencari bagian emot seperti April dan didapatnya, ingin mengirim emot Monkey malah bibir yang di kliknya. lalu send.
Pria Angkuh : Aku tidak kegeeran. 💋
April yang menerimanya pun kembali terkejut dan menggelangkan kepalanya. Refleks mencampakkan Hp nya ke meja kerjanya.
" Benaran sudah gilak dia ya. Apa apaan dia itu, kerjanya asik menggangu orang." ucapnya panas dan tak ingin membalas lagi.
Sedangkan Joseph yang sadar akan ketikan yang salah langsung terkejut. " Sial.. kenapa malah itu yang keluar, kau ini percuma saja hargamu mahal. Yang ku maksud bukan itu malah kau kasi itu. Sialan kau." ngomong sama HP nya.
Lalu diapun ingin mengklarifikasikan emot yang salah kirim itu ke April dan mencari nomor April menghubungi nomornya.
April yang sadar melihat kelayar Hp nya " Mau apa lagi dia menghubungiku, apa gak ada kerjaanya."
April pun dengan kasar mereject panggilannya.
" Sial di reject lagi." Mulai panik dia.
" agh.. ya sudahla.. terserah dia mau menggapnya apa."
ucapnya sendiri dan melanjutkan kerjaannyan.
Tok... Tok.. Tok..
" ya silahkan masuk." ucap Joseph melirik kecil ke Linda.
" Ada apa Lin?"
" Maaf Pak.. saya baru saja mendapatkan email penting dari Amerika. Bapak ditugaskan untuk Mengunjungi perusahaan Miracle Group sebagai tamu undangan pak. Karena Perusahaan bapak yang Di Bali sebagai Investor terbesar Mereka." ucap Linda
" Kapan itu Lin?" tanyanya sambil melihat Linda.
" Hari Jumat Ini pak." ucapnya sopan.
" Lah tinggal beberapa hari lagi." Menarik nafas meregangkan jari jemarinya. " Baiklah.. persiapkan semuanya ya Lin."
" Baik pak.. saya Permisi." Meninggalkan ruangan.
Jam makan siangpun tiba. Joseph kembali lagi menatap Layar Hpnya, dibacanya kembali pesan singkatnya dengan April.
Akhir Akhir ini kenapa aku selalu kepikiran dengannya. Sedang apa dia ya?
Jatuh cinta kah aku? ah.. terlalu rumit memulai hubungan kembali.
Batinnya menolak.. Tapi hatinya ingin. Ingin sekali jatuh cinta untuk kedua kalinya dengan orang yang tepat.
Bersambung...
__ADS_1