
***Angin pantai yang melambai tenang menyelimuti permukaan bibir pantai. Deru ombak yang nyaring terdengar seakan tak mau kalah dengan rasa penasaran perasaanku saat ini. Entah dimana Pria Angkuh itu berada. Merasa aneh digiring ke bibir pantai yang dihiasi bunga dengan kelopak Putih, harumnya yang menangkan hati. Angin... apakah kau bisa menjawabnya? Atau kau enggan untuk berkata.
Sore yang sudah berganti malam ini sangat memukau dengan bias sunset yang menutupi langit sore itu. Ahhh. Tak terasa pun waktu ini akan tiba juga. Waktu dimana seseorang mulai mengisi kekosonganku, mengubah hidupku yang dulu tersakiti saat aku mulai benci dengan yang namanya cinta, saat cinta membuat hidupku mulai hampa, Tapi si Pria Angkuh ini datang secara tidak sengaja, dia mulai masuk kedalam hidupku, mengisi relung hatiku terdalam. Akan kah aku pantes menjadi seorang yang dikagumi? Jadi Rumah untuk dia tempati. Merajut kasih dengan tulus.
Terlalu tinggi kah egoku? Aku juga berhak untuk dicintai dengan tulus. Aku juga berhak mencintai orang yang menjadikanku spesial dihidupnya. Apakah ini yang namanya cinta tanpa syarat***.?
Persetan dengan yang namanya cinta. Senyum adalah pesan kebahagiaan yang terbaik untuk hatiku.
Seketika saat April berpikir dengan keadaan disekelilingnya. Dia bermain dengan pikirannya. Bingung dengan Apa yang dilihatnya.
" Sedang apa Joseph kok lama banget ya? Aku sangat malu... banyak sekali mata yang melihat kearahku. Aghh.. sungguh sangat risih." Rengek April.
Tak lama terdengar pengeras suara dari atas tempat yang berhadapan dengan bibir pantai.
"Hemm.. cek..cek.. cek..." ucap Joseph yang memegang Mic dan menggendong gitar akustik.
" Heyyy...For women there. I will sing a song for you. Hope you like it." Ucapnya dengan senyum dan menunjuk April. Semua pengunjung pantai pun melihat aksinya kagum.
April yang kaget mengarahkan tubuhnya kearah tempat diatas seperti panggung, sangat kaget tidak menyangka Joseph mempersiapkan itu.
" Really Very Romantic." Ucap salah satu pengunjung.
Banyak yang terkagum senang, yang membawak kekasihnya pun ikut menikmati keromantisan itu.
Joseph memulai memainkan gitarnya. Mengalun merdu Joseph akhirnya bernyanyi.
Membawakan Lagu dari Westlife berjudul
I Wanna Grow Old With You
*Another day without your smile
Another day just passes by
But now i know how much it means
For you to stay right here with me
The time we spent apart will make our love grow stronger
But it hurts so bad i can't take it any longer
I want to grow old with you
I want to die lying in your arms
I want to grow old with you
I want to be looking in your eyes
I want to be there for you, sharing everything you do
I want to grow old with you
A thousand miles between us now
__ADS_1
It causes me to wonder how
Our love tonight remains so strong
It makes our risk right all along
The time we spent apart will make our love grow stronger
But it hurt so bad i can't take it any longer
I want to grow old with you
I want to die lying in your arms
I want to grow old with you
I want to be looking in your eyes
I want to be there for you, sharing everything you do
I want to grow old with you
Things can come and go
I know but
Baby I believe
Something's burning strong between us
I want to grow old with you
I want to die lying in your arms
I want to grow old with you
I want to be looking in your eyes
I want to be there for you, sharing everything you do
I want to grow old with you*.
Bernyanyi dengan suara merdu, Joseph membuat hati April tersentuh. Dia pun meneteskan air matanya. Menutup mulutnya sekaan tidak percaya. Semewah ini yang dia terima.
Selama Joseph bernyanyi dia menikmatinya dengan sungguh sungguh hingga terbawak suasana. Ya.. tangis bahagia tepatnya yang diarasakan.
" aku gak nyangka denganmu Jos." Teriak April dari bawah.
Selesai dia bernyanyi, Joseph pun dengan tegang menarik nafasnya dan berkata.
" April.... this song, expresses my feelings for you. would you like to age with me? until death do us part?" Ucapnya dengan lembut.
Semua penonton pun teriak meramaikan. Bertepuk tangan.
April yang mendengarnya semakin menangis haru. Joseph yang memandangnya dari atas pun berkata lagi.
__ADS_1
" Will you marry me?" Teriak Joseph.
" I want everyone here to be our witness." Ucap Joseph melengkapi
April kembali mengatupkan mulutnya dengan tangannya. Sungguh tidak terduga.. yang dia rasa sebelumnya Joseph hanya suka menggodanya sekarang sangat serius berucap.
" Aku akan berjalan kebawah, kamu harus kasi aku jawaban." Ucap Joseph dan mengambil buket bunga dan kotak cincinnya.
Berjalan kebawah kearah bibir pantai itu April berdiri menanti kedatangannya. Semua pengunjung bertepuk tangan.
" Say Yes.. Say Yes...Say Yes.." sorak pengunjung membantu aksi Joseph.
Menghampiri April Joseph pun tersenyum bahagia, memberikannya Buket Bunga dan April menerimanya Joseph pun memeluk April dengan hangat.
" Jangan menangis, kau terlihat sangat jelek seperti itu." Ucap Joseph mengusap air matanya.
" Thank you Jos." Ucapnya lirih.
" No... kamu belum jawab pertanyaanku tadi."
Lalu Joseph mengeluarkan kotak cincin dan membuka kotak, terlihat jelas cincin yang dihiasai batu berlian memantulkan cahaya putihnya. Dia pun bertekuk lutut dihadapan April Bersiap untuk melamar.
April sangat terkesan. Masi meneteskan air matanya, tubuhnya sendiri pun tidak senada dengan pikirannya.
Joseph mememulai lamarannya
" Aku sudah menunggu saat ini dengan waktu yang sangat lama bagiku. Aku bersyukur pada Tuhan mempertemukanku dengan situasi yang sangat aneh saat kau menabrak Mobilku. Dan aku juga Bersyukur saat itu hatiku mulai menginginkan hadirnya dirimu untuk mendampingi langkahku.
Entah sejak kapan juga dirimu menjadi candu untukku, Otakku selalu dirasuki wajahmu. Ah..Maaf aku tidak pintar merangkai kata-kata, tapi untuk ketulusanku akan selalu kupersembahkan untukmu. Maukah kau menua bersamaku? Menghabiskan sisa waktuku hanya bersamamu?" Ucap Joseph tulus.
" Will you Marry Me." Ucap Joseph lagi.
"Say yes... say yes.. say yes.. " kompak semua orang yang melihat aksi mereka pun membantu Joseph.
Beberapa menit April yang masi berdebar dengan lirih berucap.
" Apa aku harus menjawabnya sekarang?" Ucap April serius.
" Harus dong. Kamu harus menjawabnnya. Tidak tidak, kamu harus menerimanya." Ucap Joseph cepat.
Mulai takut siJoseph jantungnya pun berdebar debar.
Apa-Apaan ini kalau aku ditolak dihadapan orang banyak. Kemana mukaku. Hadeh....
April yang memandang wajah Joseph tersenyum. Wajahnya benar benar jadi pucat. Takut ditolak benaran.
" kenapa tersenyum, bukankah tadi kau terkesan? Itu air matamu? Hayo jawab.. jangan becanda." Ucap Joseph mulai ragu.
" Baiklah aku akan menjawabnya." Ucap April dengan wajahnya yang serius.
Wajah Joseph pun menegang. Berharap dia berkata Yes, I wil...
Tapiiiii....
Bersambung....
__ADS_1