Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
KHAWATIR


__ADS_3

Istana Joseph dan April, Menteng Jakarta Pusat


Setibanya dirumah April disambut dengan mama Mertuanya. Yang datang untuk mengunjunginya. saat masuk, April pun kaget. Karena memang tidak tauh Mama mertuanya akan datang untuk menyambut kepulangannya.


" Halo Sayang." ucap mama yang duduk di sofa Ruang tamu.


Melirik ke arah suara, April masi kaget karena masi konsen dengan rasa nyeri dikeningnya.


" Heh mama... Halo ma Apa kabar " ucapnya dan buru-buru salim ke mertuanya dan mencium pipi kiei dan kanan.


Mereka pun duduk. " Gimana sayang bulan madunya? lancar?" Tanyak mama penasaran.


" agh... lancar maksudnya gimana ma?" Ucap April tidak mengerti arah kemana cerita mertuanya.


" Ouw.. itu sayang, ya jalan-jalannya dan itu itu."


" Hahaha.. mama, April kan jadi malu."


" Kenapa mesti malu... kan cuma sama mama. Ya sudah gak usah dijawab kalau malu." seru mama dengan tawanya. "oya kening kamu kenapa?"


Sambil memegang keningnya " ow... tidak apa-apa ma tadi April cuma kebentur."


" Loh.. dimana. kamu harus hati-hati dong sayang. Jos sudah tauh?"


" Belum ma.. nanti jadi hawatir biar kalau Jos sudah sampek ruma aja ma. Oya ma.. udah lama mama nunggu?"


" Enggak sayang, mama baru sampe, tujuan mama kesini mau kenalkan PRT baru untuk kamu, sebentar ya nak." mama pun memanggila " Siti... oh Siti" Teriak mama.


Dari ruangan belakang muncul seorang anak gadis. Dengan berlari kecil menghampiri mama dan April.


" Iya Nyonya." Tanyak Siti sedikit membungkuk.


" sini duduk dulu... perkenalkan diri kamu dengan mantu saya."


Siti pun mengikuti perintah mama.


" Siang nyonya muda , perkenalkan nama saya Siti, asal saya dari Purwokerto, status saya masi single. Sudah nyonya."


April jadi menahan ketawak mendengar Siti mengucapkan statusnya. Polos amat rasanya.


Dengan senyum " Halo siti, saya April. status saya sudah menikah." balas April.


" Egh Nyonya, Siti jadi malu." ucapnya menunduk.


" sudah ya perkenalannya. Nak April, mulai hari ini Siti yang akan bertugas mengerjakan segala keperluan kalian berdua, sisanya PRT yang sudah ada bisa membantu. "


" Wah... mama.. April bisa sebenarnya sendiri melakukannya ma."


" iya.. tapi Jos pasti dia tidak akan setuju, lagian kamu pasti lelah jika mengurus sendiri meskipun sudah ada pembantu sebelumnya yang dibawak Jos. Cuma Siti ini saya tugaskan disini, untuk lebih ke Kalian berdua. yang lain tugasnya untuk didapur. Mama juga gak mau kamu terlalu lelah."


April berpikir sejenak, mertuanya ini sangat perhatian sekali sama dirinya, menolak pun jadi tidak enak.


" Baiklah ma... April terima. Terimakasih untuk semuanya ma." ucap April tersenyum.


" Jangan sungkan sayang, kamu sekarang kan juga anak mama. Yah sudah... mama pamit ya, mama juga ada arisan, jadi gak bisa nemani kamu lama-lama. Lagian kamu pasti sudah lelah baru tiba." ucap mama terus beranjak ingin keluar.


" ow okey ma... hati-hati dijalan ya ma." Ingin berjalan keluar mengantar mertuanya.


" Tidak usah diantar sayang, mama bisa sama siti. Kamu naiklah istirahat."


" Iya ma... Bye ma." ucapnya lalu memeluk dan mencium mama mertuanya.


Mama pun berjalan meninggalkan ruangan tamu ditemani Siti PRT yang diberikannya kusus untuk melayani Joseph dan April. Agar April tidak kelelahan atau pun kesepaian saat Joseph keluar kota.


April pun menaiki anak tangga satu demi satu anak tangga dilaluinya, dengan lelah berjalan menatap kesegala sudut rumahnya. ya Istana barunya dengan Suaminya.


Masuk kedalam kamar dia pun bergegas kekamar mandi membersihkan diri. Bersiap istirahat dia melemparkan tubuhnya ke ranjang tidur yang dibilang berukuran besar untuk dua orang. Dan akhirnya dia tertidur lelap , matanya sangat mengantuk hingga tak mampu menunggu suaminya.


Joseph yang dalam perjalanan sangat panik, mengetahui dari mamanya bahwa kening April kebentur. cuma mama tidak tauh April kebentur apa, karena April tidak ingin menceritakannya. Di telponnya ke Nomor April sampai 5 Kali pun juga tidak diangkat. Joseph pun menyuruh Pak Yanto untuk bergegas agar tiba dirumah dengan cepat.


Setibanya dirumah Joseph langsung berlari menuju pintu masuk rumah. Kemudian dia memanggil April. Siti yang datang dari belakang " Tuan.. maaf nyonya sedang tidur dikamarnya " ucap Siti memberitahu.


" Agh.. kamu yang namanya Siti ya? Yang dibawak mama saya." Tanyak Joseph yang memang asing.


" Iya tuan saya Siti. Ada yang Tuan perlukan?" Tanyak Siti sopan.


" Ou.. tidak ada. Jika ada nanti saya panggil kamu." ucapnya lalu berbalik dan berjalan menaiki anak Tangga.


Dibukanya pelan pintu kamar mereka. Lalu masuk dilihatnya April yang tertidur sangat lelah. Joseph menaiki Ranjang perlahan, menatap lekat wajah April dan melihat kening April yang memang memar. Joseph membelai keningnya dengan sangat hati-hati lalu diciumnya kening yang memar.


" Pasti kamu sangat lelah ya, sampai aku cium pun tidak bergerak sedikitpun." ucap Joseph sambil tersenyum menatap kewajah April.

__ADS_1


Kemudian Joseph bergerak, menuju Kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Saat ingin mandi, dilihatnya Ponsel April yang tertinggal di dekat Wastafel.


Diambilnya dan dilihatnya " Pantes saja...dia lupa membawak ponselnya. Sampe hari raya Kuda pun gak akan dengar, yang bisa dengar cuma para penhuni kamar mandi ini. Silent pulak, lengkapla." Saat hendak meletaknya, dilihatnya wallpaper photo April. " Serasa tidak asing anak kecil ini " berpikir sejenak. " Lah ini kan gua.. dari mana dia dapat photo kecilku " ucap Joseph.


Kemudian dia melihat 5 panggilan yang memang dari Jospeh, Ponsel April yang tidak memakai kunci pengaman dibukanya. Pengen tauh bukan curiga. Tapi Joseph terkadang suka mau tauh. Eh tiba buka panggilannya tadi " Pria Angkuh " ucapnya. " Lah dia masi membuat nama kontakku seperti itu. Harus tak ganti nih.:" ucapnya sendiri. Dengan buru-buru dia mengetik dan namanya di buat " My Baby bala bala" Hah dasar Joseph sesukanya saja.


" Nah.. gini baru benar." ucapnya lalu bergegas untuk mandi.


Selesai dengan mandinya Joseph ikutan tidur disebelah Istrinya. Dengan terlelapnya mereka berdua tidur hari pun sudah berganti malam. Siti yang sudah membuat makan malam bersama lainhya pun memang wajib bertugas melayani kedua majikannya.


Tok..Tok..Tok..


" Tuan.. Nyonya... makan malam sudah siap." seru siti dari depan pintu luar.


April yang mendengarnya pun tersadar. Perlahan membuka matanya dan mengangkat kepalanya. Melihat kearah sampingnya, Joseph yang masi tertidur lelap. " Kamu sudah pulang ternyata."


Disentuhnya wajah Joseph dan menggerakannya pelan untuk membangungankan Joseph karena waktunya makan malam " sayang... bangun." bisiknya memegang lembut pipinya.


" Hey... sudah waktunya makan malam." ucapnya lagi dengan lembut.


April menatap lembut ke wajah Joseph " Sangat tampan" ucapnya pelan.


" Terimakasih sayang." ucap Joseph lalu menarik tubuh April kedalam pelukannya.


April yang sempat kaget pun ikut masuk kedalam pelukan Joseph. " Kamu ternyata sudah bangun ya, kenapa tidak menjawabku?" Tanyanya dan mengdongak kearah wajah Joseph yang masi dengan mata terpejam.


" Tidak... aku rindu dengan belaian tanganmu. Jadinya aku malas aja untuk membuka mataku."


" Huh... dasarrrrr kamu ya."


Lalu Joseph membuka matanya dan mencium keningnya. " Sayang... ini kening kamu kenapa memar begitu?" Tanyak Joseph dengan suar sexy yang kas orang baru bangun dan wajah mereka pun saling menatap.


" Ouw.. sebenarnya.." April berhenti dan berpikir


" Kenapa? " Tanyak Joseph.


" Tapi janji kamu jangan marah." ucap April.


" Iyaaa aku tidak akan marah. coba cerita kenapa." Menyentuh pipi April dan membelainya.


" Sebenarnya tadi siang tuh, mobil aku ditabrak dari belakang. karena sangkin macetnya pak Sony dan aku memilih Jalan Tikus yang memang sempit. Eh gak taunya dari belakang mobil langsung nabrak aja." ucap April " Teruss aku nya terpental kearah kursi depan, jadinya begini." menunjukkan keningnya.


Joseph tersenyum kecil " Teruss.. yang nabrak kamu gimana?"


" Yang nabrak cewek apa cowok?"


" Cowok."


" Muda atau Tua."


" Muda.. sepertinya seumuran kamu." ucap April.


Tiba-tiba Joseph berdiri dari tidurannya " Kamu tauh orangnya? biar ku tinju dia berani membuat kulit mulus istriku tergores." ucapnya dengan nada marah.


April yang melihat aksi joseph pun tercengang.


" Tadi janjinya gak marah, gimana sih kamu ini?"


" Aku kirain yang nabrak orang tua, ternyata masi muda, aku ajak berkelahi dia bisa-bisa matanya gak digunakan."


" Aku jadi tersinggung." ucap April ketus.


" Kenapa?"


" Duluuuu aku juga menabrak mobil kamu dari belakang karena mantan brengsekku itu , jadi mataku itu gak bisa digunakan dengan baik, jadi sama saja kan kamu mengatai aku!!! " kesal dia lalu bangkit berdiri berjalan keluar dan ingin keruang makan.


Joseph terdiam sebentar.


ya ampun salah ngomong. mampos ngambek dia.


Berjalan dan meloncat dari ranjang " sayang tunggu aku, jangan ngambek dong."


April terus berjalan menuruni anak tangga keruang makan dengan cepat.


" Sayang... pelan-pelan nanti kamu jatuh." ucap Joseph yang masi di belakang.


Tidak mendengarkan Joseph dia tetap turun dan tiba di meja makan. Semua menu makan malam terhidang dengan lengkap. Menatap ke arah Siti yang kaget dengan ekspresi kedua majikannya. Melihat Joseph Bagiakan membujuk anak kecil " Sayang duduk sini." ucap Joseph.


April mengikutinya, karena April yang memang menjaga Privasi, tidak mau dilihat oleh pekerja dirumahnya jika dia dan Joseph lagi ngambekan. Jadi April pasrah saja walau sedang kesal dengan Joseph, dia pun duduk disamping Joseph dan menyendokan nasi serta lauk ke piringnya.


" Terimakasih sayang." ucap Joseph tersenyum.

__ADS_1


April dan Joseph pun makan dengan tenang. Lalu Joseph yang melihat Siti mengantarkan buah ke meja makan bertanyak " Siti kalian semua sudah makan?"


" Sudah pak... tadi kita semua sudah makan diluan."


" Baguslah kamu bisa istirahat" ucap Joseph.


" Baik Tuan.. jika ada yang masi diperlukan boleh panggil saya ya Tuan dan nyonya, saya permisi." ucapnya sopan.


" Makan yang banyak sayang." ucap Joseph mencoba memudarkan kekesalannya tadi.


" Iya.. kamu juga makan yang banyak."


***


Sehabis makan April kembali naik ke kamar lalu duduk di Balkon kamarnya menatap langit Hitam malam yang sangat dingin dan mencekam. Sedangkan Joseph, dia masuk keruang kerjanya. Mengambil salep untuk kening April.


Keluar dari ruang kerjanya, dilihat kearah ruang makan April sudah tidak ada." Apa dia masi marah denganku."


lalu Joseph menaiki anak tangga menuju kamarnya. Dilihatnya segala sudut tidak ada. Saat angin menyapu kain Gorden pintu Balkon, dia yakin April disitu. Kemudian di lihatnya April yang merenung, dengan melipat kedua tangannya menatap keatas.


Disamperi Joseph dan memeluk tubuh April dari belakang. " Sayang... jangan marah lagi dong." ucapnya memelas.


April hanya diam dengan senyum dibibir tipisnya. Dia yakin Joseph benaran menganggapnya kesal karena omongannya.


" sayangggg.. kok diam sih." Seru Joseph lagi.


" Iyaa... aku tidak marah. " membalikan tubuhnya untuk berhadapan dengan Joseph. Joseph langsung menangkap pergerakannya dan Cup, Joseph mencium bibir April.


Mereka pun saling membalasa dengan irama yang lembut. Perlahan tapi pasti dengan mamainkan lidahnya Joseph melahap lidah April.


Bibir April yang sudah membengkakpun dilepasnya.


" Aku rindu" ucapnya berbisik.


" Mulai mesum nih."


" Loh kok mesum sih... kan aku bisa minta kapanpun selagi dedekku ingin." ucap Joseph dengan menempelkan kepalanya ke April.


" Is kamu ini." menepuk bahu Joseph.


" sini duduk sini, aku obati." Menarik tangan April dan duduk dikursi Balkon. sedangkan Joseph berjongkok untuk menyeimbangi April.


Joseph pun membuka tutup salep, dan mengambil secukupnya. April terseyum, perhatian suaminya tidak pernah hilang setelah menikah. Diusapinya lembut kening yang memar dengan salep.


" Tahan sebentar, ini reaksinya mint akan teresa pedas dingin." ucap Joseph sambil mengolesi kulitnya.


April hanya senyum-senyum menatap kearah wajah Joseph. Yang sedang fokus melihat kekeningnya.


" Apa tidak sakit, kenapa kamu tidak ada respon?" Ucap Joseph dan sesekali meniup kening April.


April menggelengkan kepalanya." Tidak." Jawabnya lembut dan masi menatap ke Joseph. Joseph yang merasa istrinya terus memandanginya pun berucap.


" Apa aku setampan itu sampai kamu tidak mau merubah tatapanmu." Tanyak Joseph.


" Iya... wajah kamu memang tampan. Aku baru menyadarinya." lalu mencium pipi Joseph.


Joseph jadi salah tingkah, memegang pipinya. April masi juga tersenyum.


" Kamu ini..." menyentil kening kirinya.


" Awawwww. kenapa menyentilku?" menggosok keningnya.


" Karena kamu nakal " ucap Joseph.


" Kenapa denganku?" ucapnya mengerucutkan bibirnya.


" Itu ponsel kamu tinggal di Kamar mandi, Terus aku lihat panggilan tidak terjawab, kamu tauh aku menghubungi kamu karena khawatir. Mama bilang kening kamu kebentur, jantungku sudah mau copot tau. Terus yang jadi masalah, kenapa namaku masi Pria Angkuh di ponselmu." Menatap dengan wajah tajam dan menggigit bibir bawahnya.


" ahaaaaaa... ituuu ya... heheh. aku lupa soal itu. Apakah itu sangat penting?" Tanyaknya dengan pelan.


Joseph menyentil keningnya lagi dengan pelan.


April meringis lagi " Auwwww. Apaan lagi ini." Tanyaknya.


" Kamu tanyak apakah itu sangat penting untukku. Ya pasti dong itu penting untukku. Kamu ini Istriku, dan aku suami kamu. Masakan aku dibilang Pria Angkuh dengan Istriku sendiri. Hatiku kan jadi Rapuh, serapuh kerupuk Udang." ucap Joseph dengan memegang dadanya dan purak-purak menangis.


" Enak tuh kerupuk udang." Jawab April singkat, dengan ketawak menampakkan gigi putihnya yang rapat.


Joseph pun berdiri dan mengangkat tubuh April.


" hey mau ngapain?"

__ADS_1


" Mau ngapain? Buat adek Bayi sayang."


Bersambung...


__ADS_2