Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
Masa Lalu Joseph (1)


__ADS_3

Rumah Joseph , Pondok Indah, Jakarta Selatan.


Rumah modern bergaya minimalis berwarna putih dengan ukiran ukiran kelasik yang menempel pada dinding bangunan menambah kesan mewah kediaman keluarga Joseph. Pos satpam yang berada tak jauh dari Pagar megah itupun melengkapi rumah yang terlintas seperti istana. Bayangkan saja pintu pagar megah itu jika terbuka tidak langsung tiba kedepan halaman rumah, melainkan ada jarak 2 menit sangkin luasnya. Pemandangan rumah Megah itu pun dihiasi lapangan Golf dengan hamparan rumput hijaunya. ya lokasi Rumah mewah ini cukup tersembunyi, jauh dari kata Ramai.


Joseph meghentikan Mobilnya tepat didepan halaman rumahnya area dimana Mobil Mobil mewahnya diparkirkan. Turun dari mobil dan masuk kedalam rumah, disambut hangat pelayan rumah dan mamanya.


" Selamat datang kembali Tuan muda" ucap seorang pelayan yang bernama Pak Yono mengambil jas dan tas yang dibawak Joseph.


" Terimakasih pak" ucapnya lembut membuka sepatunya. Tak lama sang mama yang mengetahui kepulangan anaknya menghampirinya.


" Anak mama sudah pulang. Pasti sangat lelah. Buruan bersihkan dirimu dan bersiap umtuk makan malam. Papa masi diruang kerjanya biar sama sama kita makan malam." ucap sang mama lembut.


" Ah mam maaf ... Jos hari ini ada janji dengan Carlo . Ingat Carlo kan mam? teman Jos kuliah dulu."


" Iya ingat ingat si mak comblang kan? Jadi kamu mau ke mana Jos? gak makan malam dulu?"


" Gak mam... bareng Carlo aja ya. mama sama papa silahkan makan diluan. siap mandi aku baru sapa papa sekalian keluar ya." Mengecup pipi kanan mamanya, Berjalan meninggalkan sang mama menuju kamarnya dilantai dua.


Bergegas menaiki anak tangga, berjalan masuk ke kamarnya, Joseph langsung membersihkan diri hingga akhirnya selesai dengan pakaian casual yang bermerek menambah ketampanannya. keluar kamar lalu menyapa papa dan mamanya yang menyantap makan malam. " Pa mam.. Jos jalan ya "Menghampiri papa dan mamanya.


" Hati-Hati di jalan Jos. Jangan pulang larut malam dan jangan mabuk-mabukkan" Kata sang papa tegas.


" Siap komandan"


" Jangan macam macam ya. kamu tuh seorang Direktur. Ingat posisimu." sang mama menimpali.


"Iya mam... okey Jos berangkat. Byeeeee..."


Beranjak keluar rumah diiringin pelayan rumahnya ia pun masuk ke dalam mobil Sport miliknya. Melajuh keluar gerbang rumahnya hendak menuju Hotelnya.


***


Sesampinya di Hotel, penjaga yang tauh Mobil yang berhenti didepan loby Hotel itu adalah siempunya Hotel menunduk dan menyapa sang atasan yang sudah berganti pakaian Casual. Melambaikan tangan kearah Penjaga menandakan untuk tidak mempedulikannya karena dia sedang tidak bertugas. mengutak atik Hp nya ingin menghubungi Carlo tiba-tiba saja dia sudah muncul kayak Hantu sekejap mata beralih udah disebelah aja.


" Udah lama bro?" Sapanya


" Gak juga... baru aja tiba" Meluncur keluar are Hotel memasuki kawasan Jakarta yang mulai sepi tak sepadat pagi yang mencekam.


" Ele ele... Tampan amat lo bro" Ujar Carlo.


" Biasa Aj lo liatnya.. gua masi normal."


" Hahahah... iya gua juga normal. Lain aj gua liat lo, kharisma sang Direktur di kantor dan dikehidupan pribadi sama aja nampak Angkuhnya." Refleks Joseph menendang ke arah Carlo yang dibalas dengan pukulan yang mendarat iseng dikepala Joseph. Nah cuma si Carlo ni yang berani nempelingin kepala si Joseph.


" Mau kemana kita bro?"


" Bir bar bro."


" Gua da lama gak minum bro. Entar gua nemenin lo aja."


" Gak seruh dong kalau gua sendiri." ucapnya kecewa.


Menyusuri malam mereka tiba di tempat tujuan mereka. Masuk kedalam bar memesan makan sekaligus minum. Pikir Joseph mungkin saat ini waktunya benaran gua cerita semua tentang masa laluku pada Carlo. Karena Carlo yang mengenalkannya pada Selena.


Banyak sorot mata memandang kearah Carlo dan Joseph apa lagi untuk jenis kelamin wanita. Karena mereka datang tanpa ada sosok wanita mengawal mereka. Hingga para wanita-wanita sexy berniat untuk menghampiri dua pemuda tampan itu, walaupun sekedar untuk menyapa ataupun menemani minum.


***


April yang sedari pulang dari Kantornya hanya merebahkan tubuhnya yang lelah seharian. Antara bingung memikirkan untuk mengambil Mobilnya dirumah Joseph. " Ahh... bagaimana ini? kenapa aku harus berurusan terus sama dia. Bikin susah aja tu orang" ucapnya lemas. Dipandanginya layar Hp nya, berulang ulang membaca sms dari Joseph.


Tak lama kemudian


DRRRRTTT...DRTTTTT...DRTTTT...


Refleks Hp yang digenggamnya hampir jatuh karena kaget membuyarkan lamunannya akan hari esok. Diliatnya layar Hpnya "David" .


"Halo Vid... ada apa?"


" Halo Pril... lagi apa? sibuk?" tanyaknya basa basi.

__ADS_1


" Enggak vid.. lagi istirahat aja. Ada apa Ya?"


" Pril.. temani gua minum dong. selagi gua di Jakarta, mau ya?" ucapnya memelas.


"hemm... aku jarang minum Vid, tapi ya sudahla selagi kamu di sini aku temani aja ya?"


" Gitu dong... sahabatku ini emang pengertian banget. Oya sekalian ajak Asisten Pribadi kamu dong." katanya dengan senyum


" Kak Astrid maksud kamu?"


"Iya siapa lagi... hehehe..."


" Wayooo... jatuh hati niiii ya sama Kak Astrid?" Tanyaknya dengan nada manjanya.


" Ah kamu pril... namanya usaha sapa taukan Jodoh."


"Hahahah... iya iya.. entar aku tanyak ya? kita jumpa dimana Vid?"


" Mau aku jemput gak? biar kita sama-sama"


" Gak sa Vid.. biar saya nyetir sendiri aja. Kak Astrid kalau jadi ikut saya yang jemput. Kita mau minum dimana ni?"


" Di Bir Bar aja ya pril... tauhkan?"


" Ow tauh tauh... okeya entar lagi aku gerak. Siap-siap dulu."


" Okey Pril... sampai jumpa nanti."


" Byeeee...."


Mencari kontak Astrid dan menghubunginya, tersambung ke Astrid.


" Halo Kak Astrid, punya waktu gak malam ini?"


" Halo Pril... ada apa ya Pril?" Bingung karena bos nya ini jarang meminta waktunya di malam hari begini.


" Ini saya mau jumpain Klien penting kita di Bar Bir kak. Kak Astrid bisa nemani aku kan?"


" Gak sa ka... aku jemput kakak aja ya.Tunggu ya kak?"


" Baikla Pril... Hati Hati dijalan ya."


Telepon pun terputus. Dengan cepat April menuju kamar mandi mempersiapkan secepat mungkin, Memakai pakaian Casualnya, Mengikat rambut pirang bergelombangnya semua keatas, bermakeup seadanya tak lupa menyemprotkan parfume mahalnya. " Selesai " ucapnya setelah menyapu polesan terakir dibibirnya.


Mengambil kunci mobilnya, keluar dari kamarnya menuju besmen. Masuk ke mobil dan begegas menuju Rumah Astrid. Sesampainya dia didepan rumah Astrid.


" Yuk ka..." ucapnya pada Astrid yang sudah menunggunya didepan rumahnya.


" Bawak mobil sendiri Pril? Gak suruh pak Sony yang nganterin ni?"


" ow iya ka.. kasian entar pak Sony. Udah jam segini lagi ka".


" iya juga sih.. jadi kita mau jumpa sama klien yang mana pril? Sampe tiba-tiba begini, diluar jadwal kamu lagi." Bingung karena memang tidak pernah sebelumnya.


'Ah itu... entar kakak liat sendiri. Ini orang emang suka tiba-tiba ka. bisa tiba tiba jatuh cinta juga mungkin kak" jawabnya dengan senyum senyum.


" ngah maksudnya gimana Pril?" mengerutkan keningnya karena masi bingung.


" Tunggu aja ya ka liat langsung aja "


Terdiam karena memang gak mengerti arah pembicaraan atasannya itu. Merasa aneh dan juga curiga. apa yang hendak dilakukan sang atasan di sebuah bar. karena Astrid tau April bukan sembarangan wanita seperti itu. Hingga mantannya yang mungkin bosan dengan April yang tidak pernah bisa diajak seperti itu. Suasana pun hening sejenak.


" Oya Pril untuk profil Tuan Joseph saya udah email ke kamu ya. Entar bisa kamu cek." Memecahkan keheningan.


" Wah.. okey ka nanti saya cek ya. Terimakasih kak"


" Iya pril sama sama."


Setibanya di Bar Bir. Astrid dan April segera mencari keberadaan si David. kekiri dan kekanan April mencari sedangkan Astrid hanya mengikuti arah dari atasannya karena dia memang tidak tau siapa yang akan ditemuinya.

__ADS_1


" Nah itu dia kak..." ucap April yang berjalan ke arah lambaian tangan David. Dilihatnya kearah tangan tersebut " lah itu kan pak David Pril" katanya dengan refleks. Hingga tiba di tempat yang dipesan David dan segera duduk.


" Emang David kak" Jawabnya dengan ketawak karena senang membuat Astrid terjebak dengan sandiwaranya.


" Halo pril... Halo Astrid." David menyapa


" Halo Vid"


" Iya halo pak David." dengan perasaan canggung.


" Kenapa kamu bingung Astrid? apa yang dikatakan Atasanmu tadi untuk mengajkmu kesini?"


" Ow kata ibu April mau jumpai klien penting pak" Ucapnya sambil melirik April dan April pun keetawak.


" Lah kamu Pril... jahat banget pakek alasan kerja segala." ucapnya purak purak galak.


" Yah.. lagian kamu sih. ngajak jalanya ke bar. kami jarang keluar untuk ke bar Vid. makanya saya nyari alasan tepat agar kak Astrid mau kesini tauk."


" Benarkah?" ucapnya tak percaya. " kami ini wanita baik baik tau" Bisiknya ke David.


" Hahahaah.. ya sudah kalian mau pesan apa, silahkan dipesan. saya yang teraktir. Hayo Astrid jangan malu malu" sambil menyodorkan buku menu.


April yang melihat kedua orang didepanya ini merasakan ada benih benih cinta, yang mungkin jika dipersatukan sangat pas pikirnya.


" Maaf pak.. saya bingung mau mesan apa disini. soalnya saya juga gak pernah ke sini" ucapnya malu.


" Ah gni aja Vid.. bawak Astrid ketempat lain aja. biar bisa lebi santai." katanya dengan menaiki kedua alisnya. Astrid yang mendengar ucapannya atasannya membuatnya makin gugup.


"Kita tanyak sama orangnya dulu ya" melihat kearah Astrid.


" Gimana Astrid, mau kah kamu jalan dengan saya? "


Terdiam sejenak karena bingung.


mau apa ya mereka dua ini?


Menatap kearah April dan April pun menangkap kebingungan Astrid lalu berkata " Gini loh kak Astrid, si David ini ada rasa sama kakak dari awal liat kakak kemarin. Nah sekarang dia mau PDKT. Gitu aja pun susah si David ini ngomong" celetuk April.


Menutup matanya gak nyangka April yang To the point langsung ke Astrid. Astrid pun menjadi malu tampak merah kedua pipinya.


" Hey kok kaliam diam?"


" ah.. i.. i.. ya... gimana Astrid? Kamu mau gak jalan denganku?" Tanyaknya malu.


Berpikir pikir lagi Astrid merasa bingung karena secepat ini rasanya jika dia saja belum mengenal David. Tapiiii... apa salahnya aku jalan dulu denganya. Batinnya dalam hati.


" Baikla pak David, saya temanin bapak jalan." ucapnya malu.


" Nah gitu dong Ka Astrid. Tenang saja saya jamin kok David itu jinak ka. Gak sa takut" Katanya dengan tawa.


"Ah.. sial. kamu kira saya apaan Jinak Pril" membela diri. Membuat Astrid pun ikut tertawa.


" Ayuk kita jalan Astrid"


" Oya tunggu dulu, Ibu April gimana? Tanyaknya bingung yang langsung dijwab oleh April.


" Saya gak sa kalian pikirkan. saya sengaja bawak mobil, jadi bisa langsung pulang aja. Diluan aja saya mau disini sebentar."


" Okey baikla... jangan macam macam disini sendirian ya." Ancam David ke April.


Astrid dan David pun berjalan meninggalkan April sendiri. Mubajir pikir April makanan yang sudah dipesan oleh david, tapi tidak dengan Minuman. Melihat kekiri dan kekanan, menyusuri suasana keramaian di Bar. Banyak pria yang melihat kearahnya. Iii serem amat. gak baik lama lama disini. Batin April.Waktu hendak mau bangkit keluar Matanya terhenti tepat di arah depannya berjarak 2 Meter.


"Loh itukan si pria angkuh itu" ucapnya kaget.


" Yang disebelahnya kan si Carlo, kok mereka bareng? " Tanyaknya sendiri. " Harus cepat kelur dari sini, Jangan sampai keliatan mereka. bisa bisa aku dalam masalah lagi jumpa tu orang." Bergegas berjalan menuju pintu keluar, menutup wajahnya agar tak dikenal.


Sesampainya di Mobil pun April buru buru meken tombol Start menginjak gas dan langsung tancap meninggalkan area bar menuju Apartemennya.


Bersambung...

__ADS_1


***


Mohon dukungannya jika suka like atau komen ya. Terimakasih***.


__ADS_2