
keesokan harinya April sudah merasa baikan dan sudah kembali pulih seperti sediakala. Mengangakat sedikit tubuhnya, menatap wajah suaminya yang masih tertidur dengan nyenyak. Disentuhnya Hidung mancung Joseph, Tertawa kecil sendiri. April sungguh bahagia, Melihat Joseph kembali disampingnya.
Apakah tubuhkuh ini sudah menjadi candu dengan tubuh kamu.
Batinnya berkatah demikian. Joseph menangkap tangan April. Masih dengan menutup matanya, dia menarik Tubuh April kembali kedalam pelukannya.
" Jangan berani sentuh aku saat aku sedang tidur, Kulitku sangat sensitif dengan sentuhan tangan kamu." memejamkan matanya dan Tersenyum memeluk tubuh April lembut dan mencium kening April.
" Benaran seperti itu?" Tanyak April.
Joseph menganggukan kepalanya. " Apa kamu sudah baikan pagi ini?" Membuka matanya dan menatap ke April.
April menaikan sedikit tubuhnya dan menatap Joseph. " Sudah sayang, apa mungkin tubuhku ini terlalu cinta pada tubuhmu?"
Joseph pun Tertawa " Apa juga bisa seperti itu?"
" Kita saling terhubung mungkin sayang." ucap April.
" Hemmmm bisa jadi." Jawab Joseph cepat dan menarik lagi tubuh April. Menciumi lehernya, yang beraroma Kas April.
April pun merasa gelik dan tertawa menahan wajah Joseph dengan wajahnya " Hah sudah, gelik tauk." ucap April.
" Aku sangat merindukan kamu sayangku." ucap Joseph.
"Iyaaaa... aku juga sangat merindukan dirimu yang super jahil dan mesum." ucap April lalu memberikan kecupan dipipinya.
Joseph kembali memeluk pinggang April. Dan berbisik kekupingnya. " Aku sebenarnya menginginkan itu, tapi aku tidak tega istriku yang baru pulih ini memenuhi hasratku." ucap Joseph berbisik kecil dikuping April.
April malah tersenyum dengan bibir yang dikepitkannya kedalam, aneh saja pikirnya Joseph ini.
" Sabar ya suamiku, Jika aku sudah benaran pulih aku siap melayani kamu 24 Jam." ucap April tetawa.
Joseph yang mendengar perkataan April, langsung sigap segerah duduk tegak diranjangnya. Histeris dia.
" Benarkah 24 Jam? Kamu yakin?" Tanyak Joseph menatap April dengan wajah seriusnya. April benaran terkekeh, sampai perutnya sakit. Melihat Reaksi suaminya yang begitu histeris.
" Kamu sedang mempermainkan aku ya?" Ucap Joseph sedih dengan bibir yang dikerucutkannya.
April menghentikan Tawanya " Tidak... benaran aku akan melayani suamiku 24 Jam jika kamu sanggup." ucap April purak-purak dengan wajah seriusnya.
Wajah Joseph kembali cerah " Serius??? Wah bisa berapa gaya dong itu." ucapnya lagi.
" Terserah kamu mau gaya apa. Mau gaya kodok lompat, hemmmm gaya kuda terbang juga boleh, atau gaya Ikan berjalan." April kembali ngekeh melihat wajah suaminya kembali berubah mendengar setiap gaya yang ditawarkan April.
Joseph memandangnya dengan menyipitkan matanya sebelah. " sini kamuuuu...berani sekali kamu menggangguku ya." ucap Joseph mengangkat tubuhnya dan memangku April. " Ampuunnn Tuan Joseph." ucap April yang merasa gelik karena joseph menggelitiknya.
" Kamu memang Pintar." ucap Joseph kemudian memeluknya dari belakang. Mencium kembali tengkuk lehernya. Setidaknya mengurangi rindunya yang sudah beberapa hari tidak ketemu Istrinya.
" Kamu kerja hari ini?" Tanyak April.
" Iya sayang... kamu mau ikut ke kantorku?" Tanyak Joseph, tidak pernah April memang datang bermain ke Kantor yang dipegangnya di Hotel Wijaya.
" Apa boleh aku kesana?"
" Ya boleh dong.. kamu istri dan menantu dari Hotel itu, siapa yang berani melarangmu? Kasi tauh orangnya, biar ku jadikan Rempeyeh." Jawabnya becanda.
April tak kuasa menahan tawa. " Kamu seram amat sih. Baiklah.. aku ingin ikut sesekali menemani kamu kerja." Jawab April menoleh kearah Belakang untuk menatap wajah Joseph.
Joseph langsung mengecup sekilasi bibir April. Kemudian mengangkat tubuh April dan menggendongnya. " Ayokkkkk kita mandi bersama." ucapnya dan berjalan kekamar mandi.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Pagi ini Joseph membawak Mobilnya sendiri, berkendara membawak sang Istri tercinta bersama melewati pagi yang padat dan macet. Dan baru pertama bagi April untuk mengunjungi kantor suaminya. Berbedah saat dia bertemu dengan Carlo. Yang langsung ke Hotelnya.
April juga sudah menginfokan ketidak hadirannya hari ini ke Astrid. Agar tidak seperti anak ayam kehilangan induknya, Mencari-cari April saat tidak berada di Perusahaan.
Dengan Mobil Sportnya Joseph membawak April melajuh dengan kecepatan Sedang. Memakai kaca mata Hitam dan Pakaian casual. Biasanya pakai Jas kali ini kedatangan sang Istri dia tidak ingin terlalu formal. Kaos berkerah dan celana ala Oppa-Oppa Korea Joseph terlihat sangat berkharisma. April yang menggunakan Pakaian Casual juga sama cantiknya, tak lupa Joseph mengingatkannya untuk mengenakan Coatsnya agar tubuhnya terus merasa hangat.
Joseph tak ubahnya terus memberikan senyuman disepanjang jalan. Sebentar menatap kedepan, sebentar lagi menatap April. Ketika April ingin menoleh menangkap tatapannya, Joseph kembali lagi menatap kearah jalan.
April purak-purak kembali menatap kearah jalanan. Merasakan pergerakan Joseph saat ingin menatap ke April. " DARRRRRRR!!!! " April langsung mengagetkannya. Joseph langsung tertawa.
" Ketahuan dech." ucapnya dengan menyunggingkan tawa, gigi putihnya yang rapat pun terlihat. " Kayak Balon hijau yang meletus sayang." ucap Joseph lagi.
" Habisnya kamu sih... Narsis banget deh." Jawab April " Dari tadi mandangin aku diam-diam, terus senyum-senyum gak jelas gitu, iiii aku kan merinding sayang."
Joseph mengacak Rambut April dengan tangan kirinya. " Kamu pikir yang nyetir ini Hantu."
April malah terseyum kembali menatap kesuaminya. Yang dari sudut manapun terlihat tampan dan menawan. kelepek-klepek adek bang.
" Aku itu sangat bahagia, kali ini pergi kerja ditemani Istriku tercinta, bukankah suatu hal yang patut aku syukuri?"
" Iya juga sih." Jawabnya singkat.
" Jangan jauh-jauh dari aku, aku tak sanggup bila ku hidup tanpamu."
" Mulai deh gombal."
" Oh sayang.... sayangku oh sayang.." Bernyanyi gak jelas.
" Kamu nyanyi apa dongeng?" Tanyak April Menatap kearah Joseph yang sedang menari tak jelas.
Sesampainya di Hotel, Disambut dengan senyum ramah semua pegawai Hotel, yang menatap kepada kedua Insan, bagaikan Raja dan Ratu. Memasuki Hotel Joseph sudah menggenggam erat tangan April sambil berjalan masuk.
Semua orang yang menatap ke mereka saja iri. Dengan ketampanan dan kecantikan dari kedua pasangan itu. Apa lagi Joseph sangat terlihat penuh kehangatan berjalan bersama April. Senyum nya yang terus menghiasi Bibirnya pun tak luput dari pandangan orang.
" waaaah.. kamu! Di Hotel ini saja, banyak mata yang tertuju pada kam, mungkin karena ketampanan kamu ya? Susah memang punya suami Tampan. Berbagi ketampanan jadinya." ucap April berbisik. Saat mereka tiba di depan Lift dan menunggu Lift. Joseph memang tidak pernah mau memakai pengawal segala, ataupun Aldi terus berdiri disebelahnya. Dia risih seperti itu. Dan orang yang melihat pasti langsung Tauh jabatannya apa.
" Kamu harusnya bersyukur, Suami kamu yang tampan ini menjadi pusat perhatian, seperti Artis K-pop yang kamu tonton itu." bisikinya ke April.
April yang tingginya dibawah sedikit dari bahu Joseph menatap wajahnya, menaikkan kepalanya. Tersenyum sebentar " Lihat... siapa sekarang yang ngomong seperti angin yang lewat. Dasarrr kamu narsis."
Josephpun tersenyum. Tak lama pintu Lift Terbuka. Joseph berjalan diringi dengan April yang terus digenggamnya.
TINGGGG...
April dan joseph keluar dari Lift, semua mata yang ada dilantai itu terkaget. Baru kali ini April datang secara pribadi dibawak langsung oleh Joseph. Karyawan yang melihat sedikit mengangakan Mulutnya. Karena April memang benar-benar cantik. Wajarlah... untuk orang yang pertama kali datang masi terasa asing. Memuja kecantikan sang Istri bos.
Joseph tidak menghiraukan pandangan orang terus melangkah hingga tiba didepan Meja Linda.
" Morning Linda." ucap Joseph. Linda langsung terkaget melihat Bosnya. Sedangkan April melambaikan tangan kanannya menyapa Linda.
" Morning Pak, Buk April." Jawab Linda " Bukannya bapak harusnya masi diSingapore?" Tanyak Linda yang tidak tauh Joseph merubah jadwalnya.
" Iya saya pulang sendiri, ada sesuatu yang penting menyangkut nyawa saya." ucapnya serius.
Linda mendengarnya sedikit ngerih " Nyawa bapak kenapa?" Linda memang sedikit polos, tak nyambung soal kata kiasan.
April tersenyum, dengan reaksi Linda. Aneh saja sih sebenarnya dia langsung menerima bulat-bulat perkataan Bosnya itu.
__ADS_1
" Halo buk April, selamat datang. Saya sangat senang akhirnya Pak Jos membawak anda kemari. "
" Iya Lin saya juga senang baru diajak kesini."
" Ayok sayang kita masuk keruanganku." ucap Joseph menarik tangan April dengan lembut. Melangkah bersama.
Linda hanya tersenyum melihat kedatangan orang yang dianggap Linda sama-sama baik.
" Ini ruanganku sayang." ucap Joseph terus berjalan disamping April.
April menatap dari sudut kesudut. Ruangannya yang besar. Dengan tataann yang sangat terbilang keren. Ada tempat persembunyian.
Hingga tiba dimeja kerja Joseph. April melihat ada photonya sendri dan photo pernikahan mereka.
" Wah kamu juga meletakkannya disini?" ucap April kagum.
" Iya sayang... agar saat kamu tidak disisiku selama aku bekerja, bisa menatap photo itu, senyum manismu yang menghiasi wajah cantikmu." memeluk April dari belakang.
" Pak.. i-" Linda tidak sengaja melihat kemesraan mereka berdua, walaupun sedang berpelukan, tentu April merasa gugup.
" Upsss... Maaf Pak, Maaf buk." Ucap Linda ingin kembali keluar.
Wajah April memerah dan menahan rasa malunya. Malu ketauan sedang berpelukan ditempat kerja.
" Linda kemari. Kenapa kamu kembali keluar setelah menghancurkan momen indah saya." ucap Joseph sedikit ketus.
Linda terpaksa membalikkan lagi tubuhnya.
" Hehehehe.. Pak maaf jangan marah, saya tidak sengaja. Karena Pintunya tidak tertutup rapat jadinya saya masuk." Ucap Linda kembali berjalan kearah Meja Kerja Joseph.
April berjalan kearah Sofa dengan malu yang masi tertahan. Wajahnya masi memerah.
" Ada apa Lin." Tanyak Joseph.
Memberikan dokumen " Ini pak perjanjian yang dirapatkan semalam."
" Sudah keluar Ternyata. Baiklah letakkan disitu, saya ingin membacanya.."
" Baik pak. Oya pak... jadwal bapak hari ini Tuan Ferdinan akan mengunjungi anda Pak."
" okey Lin. Terimakasih. Sudah cukup?"
" Sudah pak.. itu saja, saya permisi. Silahkan dilanjutkan Pak." ucap Linda.
Josepeh menatapanya. " Dasar kamu Lin, saya potong gaji kamu ya!!!"
Linda purak-purak tidak mendengrnya dan terus berjalan keluar. Meninggalkan kedua insan itu. April duduk, dan membaca Majalah yang ada diruangan Joseph.
Joseph melanjutkan pekerjaannya. April yang tidak merasa bosan menanti Joseph, mencoba untuk selalu terfokus dengan yang dipegangnya. Agar Joseph tidak merasa kepikiran dengan kebersamaan itu.
\=\=\=\=\= BERSAMBUNG \=\=\=\=\=\=
PENGEN LANJUT BANYAK
TAPI TIDAK BISA KEBURU AUTHORNYA
TERKANTUK KANTUK.
TOLONG DIMAKLUMI YA.
__ADS_1