Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
BERMAIN 01


__ADS_3

" Bahagiaaaanyaaa, gimana kamu membayangkan sayang, dua anak sekaligus. Kembar?" Tanyak April ke Joseph yang lagi menyetir sepulang dari pemeriksaan.


" Tentu aku bahagia sayang, bukankah rumah kita akan terisi dengan dua tangisin suara bayi? Bakalan ramai." ucapnya sambil tersenyum dan membelai kepala April.


" Apa kita langsung pulang?"


Tanyak April ke Joseph. " Atau kamu akan kembali bekerja?" Tanyaknya lagi menatap kearah Joseph.


Joseph tersenyum. " Kamu mau kita jalan sebentar? Aku temani kamu jalan-jalan. Sudah lama aku tidak mengajak kamu jalan. Gimana kalau kita ketaman? kamu mau? Harinya juga tidak panas." ucap Joseph menatap ke April.


" Ide Bagus. Aku mau sayang." ucapnya senang.


" Baiklah... kalian dengar anak-anak mami mau ketaman sama Daddy, saatnya kita bermainnnn." Seru Joseph bahagia.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setibanya di Taman kota, yang dikususkan untuk pejalan kaki. Banyak juga stand makanan yang terletak dipinggiran taman Kota yang sudah ramai dikunjungi pejalan kaki itu.


" Sini duduk sayang." ucap Joseph sambil membersihkan bangku taman sebelum April duduk.


" Ahh.. lama bangettt rasanya tidak seperti ini disini. Ada air mancur, waw... segar banget rasanya." ucap April melentangkan kedua tangannya sambil menghirup udara.


" Kamu suka?" Tanyak Joseph.


April menganggukan kepalanya. " Iya.. aku suka banget. Itu banyak anak kecil bermain, senang banget rasanya. Suatu saat anak-anak kita akan seperti itu." Ucap April.


Joseph menarik bahunya dan merangkulnya kedalam pelukannya. " Kamu bisa katakan apa saja yang kamu mau, jika ingin bermain, jika ingin menonton, katakan padaku. Karena aku tidak bisa menjadi Pria yang sempurna memberikan sesuatu yang tanpa aku tauh dari pikiran kamu." ucap Joseph.


" Bukankah kamu sebelumnya sudah sangat romantis. Tapiii ide kamu bagus juga, selama dengan kamu aku tidak pernah pergi nonton bareng sama kamu, apa kamu mau menemaniku nonton?" Tanyak April senang.


" Bolehhhhh, besok kita nonton. Akan aku suruh Aldi untuk memesankan tiket. Apa yang ingin kamu tonton?" Tanyak Joseph.


April berpikir sejenak. " Hemmm...sepertinya Film Horor bagus. Apa kamu bisa menonton Film Genre Horor?" Tanyak April.


Sontak wajah Joseph Ciut. " Kamu tidak salah sayang?"


April menatap wajah Joseph yang kakuh. " Kenapa? Apa ada yang salah?" Kemudian April berpikir lagi sebelum menjawab. " Agh iya ya.. kamu takut sama hantu, aku suka lupa sih. Kalau begitu kita nonton yang lain saja." ucap April sedikit merasah tidak bergairah.


" agh jangan-jangan. Aku tetap menemani kamu nonton Genre Horor itu. Jangan bersedih." ucap Joseph sok kuat. Dengan Ekpresi meyakinkan.


" kamu yakin?" Tanyak April kemudian.


" Huum..aku yakin. Jangan ragukan suami kamu sayang. Akan aku penuhi kemuan Istriku ini" ucapnya memberikan senyum.


April juga ikut tersenyum" Baiklah...aku jadi tidak sabar menunggu esok." Jawab April.


" Yang sabar dong sayang. Sebentar kamu disini, jangan kemana-mana." ucap Joseph kemudian beranjak mencari Ice Cream kesukaan April. Dan ternyata benar, ada Stand penjual Gelato. Dia membeli 2Cup Ice Cream dengan Rasa kesukaan April. Lalu berjalan kembali menghampiri April.


" Ini sayang." ucap Joseph.

__ADS_1


" Agh.. Terimakasih Daddy, tauh aja sih yang mami mau." ucapnya sedikit dibuat-buat manja.


" Tauh dong Daddy kan juga suka ice cream." Jawab Joseph.


Memakan Ice cream dengan senang, kebiasaan April sejak dulu. Memakan ice cream salah satu menu jajanan yang paling dia sukai. Suasana hatinya langsung berubah bahagia.


Usai Ice creamnya habis, Joseph juga memberikan air Mineral pada Istrinya. Agar cukup cairan yang masuk untuk April. Dari jauh April menatap ke Air pancuran, terdapat banyak anak kecil dan orang tua yang sedang bermain bersama. April kemudian tersenyum.


" Daddy Liaaat itu... Gelembung Balon." ucap April sambil memegang tangan Joseph dan tersenyum.


" Kamu mau kita main itu?" Tanyak Joseph.


" Apakah boleh? Kamu mau?" Tanyak April sumringah.


" Boleh siapa yang melarang. Come on Baby, Let's Play." Seru Joseph dan memegang tangan Istrinya dan berjalan kearah Air mancur.


April sangat senang, dengan genggaman sang suami mengajaknya untuk bermain sungguh tak bisa berpikir. Karena seorang Joseph, mau bermain permainan anak-anak itu. Bukankah itu menyenangkan?


" Berpa sebotol besar pak?" Tanyak Joseph kepenjual gelumbung seperti sabun itu .


" Yang ini Pak?" Memberikan Gelumbung paling besar dengan Alatnya yang juga besar.


'" iya saya mau dua ya." ucapnya kemudian memberikan duit itu ke bapak sipenjual.


" Ini kembaliannya Pak." ucap Penjual.


" Ambil saja Pak...untuk Bapak." ucapnya sambil membawak kolam renang anak berisi cairan gelembung. Dan kemudian Joseph menerbangkan balon pertama saat April berada dibaliknya.


Sungguh April makin senang, tertawa bersama, mengambil bersama gelumbung-gelembung yang terbang didepan wajah mereka. April tidak bisa berlari, tapi dia mengekpresikan kebahagiaannya diposisinya bersama anak kecil didekatnya. Walau seperti itu, Joseph juga berputar mengelilingi April dengan gelembung Balonnya. Meniup kearah wajah April.


" Kamu senang?" Tanyak Joseph yang sudah terduduk ditangga kecil taman dengan ngos-ngosan karena berlari juga.


Dengan senyum tegas April menjawab " Aku sangat senang sayang" ucapnya sambil memberikan kecupan dipipi Joseph. " Terimakasih." ucap April lagi dengan senyuman.


" Sudah semestinya aku membuat kamu tersenyum bahagia." ucap Joseph kemudian.


April kembali tersenyum senang. Bahagianya dia Punya Joseph yang seperti itu padanya.


" Baiklah.. saatnya kita pulang, sebelum kita telat untuk makan malam. " ucap Joseph.


Mereka pun menuju mobil dan kembali kekediaman mereka. Setibanya dirumah mereka pun membersihkan diri dan bersiap makan malam. Kali ini makan maalam mereka sudah diperintahkan Joseph menu untuk ibu Hamil. Banyak asupan Gizi ibu hamil yang disearchingnya di Internet.


Usai makan malam, mereka menghabiskan waktu dikamar. Bercanda bersama, bercerita tentang mereka. Dan kemudian Joseph baru teringat akan sesuatu. " sebentar sayang, ada yang kelewatan." seru Joseph. Dan Dia beranjak turun dari ranjangnya. Menuju Dapur.


" Siti" panggilnya ke Siti yang masih mencuci piring dengan pekerja lainnya.


" Iya Pak Joseph. ada yang bisa saya bantu?"


" Ini saya mau buat susu untuk Istri saya. bisa kamu sekalian tolong saya, susu yang sudah saya belikan itu tolong diletakkan saja semuanya di kamar saya. nanti saya yang mengangkat mejanya sendiri keatas." ucap Joseph.

__ADS_1


" Tidak saya saja Pak yang membuatnya?" Tanyak Siti.


" Tidak Apa-apa Siti, saya hanya ingin memastikan sendiri. Biar saya saja yang membuat. Kalian semua siapkan saja makanan bergizi untuk Istri saya, jangan Hiraukan saya, saya akan makan apa saja yang kalian masak untuk dimakan Istri saya, semua yang saya berikan bisa kalian masak kan?" Tanyak Joseph dengan senyum.


Joseph memang dikenal atasan yang lemah lembut. Jarang marah terhadap bawahannya. Mungkin sudah didik dari kecil oleh mama dan papanya.


" Baik Pak.. kita bisa kok Pak." ucap Siti.


" Baiklah... Terimaksih untuk kalian semua. Tolong kerja samanya ya." ucap Joseph lagi. " Lanjutkan saja pekerjaan kalian, jangan hiraukan keberadaan saya disini." ucap Joseph dan mengambil sendok, gelas serta membaca cara penyajian susu untuk Ibu Hamil.


Disendokkannya bubuk susu itu kemudian memasukkannya ke Gelas, dan memberikannya air panas campuran air dingin. Dia aduknya kemudian dirasaiinnya Sebelum diberikannya ke April.


" enak juga." ucapnya sendiri." Gak boleh banyak-banyak Jos, entar lo sendiri yang hamil." ucapnya asal.


Dia tertawa sendiri. Suumur-umur tak pernah mengaduk susu sendiri. Nah mau jadi papa dia memastikan itu semua untuk Istri dan anaknya.


" Ayo Siti kamu siapkan yang saya minta tadi." ucapnya sambil berjalan membawak susu dan meninggalkan dapur.


Sesampainya di atas dengan membawak meja kecil. Serta satu gelas susu diatasnya dengan diikuti Siti keatas membawak persediaan Susu April yang sudah disediakannya memerintahkan Aldi untuk memborong susu Ibu Hamil.


" Ini sayang, segerah dihabiskan." ucap Joseph memberikan gelasnya ke April.


April tersenyum sendiri, menerimanya sambil melihat Siti yang menata Rapi Susu itu disudut kamar mereka.


" Permisi Pak buk." ucap Siti kemudian meninggalkab kamar.


April yang habis meneguk susunya" agh... enaakk. kamu buat sendiri?" tanyak April yang berbicara ke Joseph yang masih berdiri disamping ranjang.


Josephpun menoleh ke April. " Iya dong.. suami kamu yang tampan ini yang membuatkannya." ucap Joseph terus menghampiri April, kemudian menjilatin bibir April tiba-tiba. bibirnya yang berselemakkan sisa susu tadi.


April kaget dia melihat aksi suaminya yang tiba-tiba itu. " Enak" ucap Joseph.


" Kamu ini... itu kan susu untuk ibu Hamil sayang."


" Tidak apa-apa, sapa tauh aku bisa hamil juga." Jawabnya terkekeh.


" Gilakkk... ada aja memang Daddy kalian ini nak." ucap April mengelus perutnya.


Kemudian Joseph menundukkan kepalanya, dan tertidur di atas pangkuaan Istrinya.


Mengelus perut April dan mulai berbicara.


" sayangnya Daddy an mami, kalian di situ tumbuh dan berkembang dengan baik ya. Sabar ya nak pasti disana gelap ya sayang? Jangan nakal-nakal di perut mami ya, kasian mami kita nanti sayang, Oya besok kita nonton Horor yah, mami kalian kepengin." ucap Joseph lagi.


April tak kuasa menahan lucu, akan suaminya itu. Sebenarnya gak tega sih, cuma Jospeh sudah memberikan kepastian, akan dirinya yang mampu menonton Film Horor itu. Bagaimana aksi Joseph esok saat menonton film yang bertema Horor sesuatu yang membuatnya takut. Hehehhe... Tunggu kelanjutannya ya 😊


.


\=\=\=\= **BERSAMBUNG \=\=\=\=\=

__ADS_1


HALO PARA PEMBACA INI SAYA UP 1EPS YA. WALAUPUN MASI KURANG SEHAT TAPI SEMAMPU SAYA TETAP UP. UNTUK NOVEL SAYA YANG BERJUDUL TERPAKSA MENIKAH SUDAH UP 2EPS. SEKIRANYA DIMAKLUMI KALAU LAMA. SEMOGA TETAP SUKA YA🥰 JANGAN LUPA DONG UNTUK LIKE, LOVE, KOMENNYA BIAR AKU TETAP SEMANGAT. DAN JANGAN LUPA JUGA JIKA BERSEDIA UNTUK NGEVOTE NOVEL INI. PAKAI POIN KALIAN. TERIMAKASIH SEMUANYA 🙏🙏🙏**


__ADS_2