Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
J&J : BAB 16.


__ADS_3

"Jayden." panggil Mikha dari arah belakang kedua wanita di depan Jayden.


Keduanya, sama-sama menoleh dengan cepat ke arah Mikha. Mikha yang menatap kedua wajah, wanita yang terkesiap menatapnya, membuatnya terhenti.


"Bibi Lily, Michel"


Raut wajah Jayden berubah, sudut bibirnya memudar menatap kedua wanita di depannya menatap kaget ke Mikha.


"Apa kalian saling mengenal?" tanya Jayden.


"Eghem... Ti-Tidak... ini pembantu di ruma kami." jawab Michel.


"Pembantu?" tanya Jayden.


"Jay, mereka ini yang aku katakan waktu itu. Jangan percaya dengan mereka." Kedua mata Mikha berkaca-kaca. Raut wajahnya, tampak seperti tidak terima.


"Apa kalian saling mengenal?" tanya Michel dengan gugup.


Rahang wajah Jayden mengeras, pertanda Ia menahan emosinya. Sebelum Jayden menjawab pertanyaan Michel, Bibi Mikha menarik rambut Mikha dengan kuat.


"Berani banget Kau ke sini! Anak gak tau malu!. Kau itu ana—."


"Lepaskan!." perintah Jayden dengan suara tinggi dan berdiri di posisinya. Menatap wajah Mikha yang mengadu sakit.


Michel dan Bibi Lily saling memandang dan kembali menatap ke Jayden yang sudah penuh emosi.


"Saya katakan, Lepaskan! Jauhkan tangan kotor anda dari calon Istri saya!" bentakan Jayden refleks membuat Bibi Lily melepaskan rambut Mikha.


"Calon Istri?" tanya Michel.


"Saya calon Isrtri kamu, Jay. Kenapa jadi Mikha?"


"Kenapa bisa kamu di jodohkan dengan Jayden? apa kamu pria yang di jodohkan denganku Jay? oleh Kakek Handani?" tanya Mikha ke Jayden.


"Apa Kau yang bernama Kiky?" tanya Jayden dengan menatap dalam ke Mikha.


Kedua mata Mikha berkaca-kaca, dan dia menganggukan kepalanya.


"Benar Jay, Kiky adalah panggilan Kakek untukku, bukannya Michel. mamaku pernah bilang, kalau Aku akan di jodohkan dengan seorang pria dari anak sahabatnya kakek. Tapi aku tidak pernah tanyakan soal itu ke mama, karena Aku memang gak peduli soal itu. Tapi, kalau ceritanya begini, aku tidak terima, Michel menggantikan posisiku! Sampai kapanpun, Aku tidak mau kau merebut posisiku!" kedua mata Mikha menatap sinis ke Michel.


"Kau jangan mengada-ngada Mikha! akulah yang bernama Kiky, kenapa jadi kau yang mengaku-ngaku itu dirimu! Kau cuma pembantu di rumahku, jadi jangan sok-sok an mengakui kalau kau itu cucunya Kakek Handani." ketus si Michel.


Mikha tertawa seakan ada yang lucu, lalu Ia mencebikkan bibirnya.

__ADS_1


"Kau tidak tau malu! Rumah yang kau katakan juga itu milikku. Dan apa kau lupa! Kedua orang tuamu juga tidak di akui oleh kakek, terus.. apa yang kau harapkan dari perjodohan yang juga milikku?"


"Jangan sembarangan kamu ya!"


Jayden menarik lembut tangan Mikha.


"Maaf, saya gak kenal dengan kalian! Tapi saya lebih percaya ke Mikha di bandingkan dengan anda berdua, jadi mulai sekarang, saya akan memantu gerak gerik kalian, hingga seluruh yang di katakan Mikha akan saya gali. Jangan mengini milik orang lain dengan cara yang keji. Kalau begitu, saya tidak susah-susah, karena jodoh saya kenyataannya di dekat saya."


"Ayo kita pulang." Jayden menggandeng tangan Mikha dan membawanya keluar dari resto. Mikha menatap ke belakang, melihat Bibinya dan sepupunya kepanasan bukan main. Rasa tidak terima dari raut wajah keduanya, tampak jelas di mata Mikha.


"Jangan di lihati lagi!" perintah Jayden.


Sesaat mereka tiba di mobil Jayden, dan mendudukkan Mikha di bangku depan. Sejenak Jayden mantap Mikha yang sedang memasang seatbeltnya. Mikha mendongak, dengan menatap bingung ke Jayden.


"Kenapa?"


Jayden tersenyum. Mikha membuang pandangannya karena malu.


"Aku enggak menyangkah, kalau jodohku itu tidak jauh, malahan nempel terus di aku." ledeknya ke Mikha.


Wajah Mikha memerah, Ia tidak berani meliirik ke Jayden yang masih memasang wajah senyumnya.


"Sudah, jangan ngegombal, tutup pintunya."


Suasana hening seketika. Mikha sendiri sangat gugup, karena sebenarnya dia senang, kalau Jayden adalah pria yang di jodohkan oleh kakeknya. Perasaanya nyaman dan tenang, karena bisa menggagalkan perjodohoan Jayden yang di palsukan oleh Michel.


Jayden melirik ke arah Mikha yang menatap jalanan. Dia tertawa kecil, Karena Mikha menjadi diam setelah tau keduanya adalah pasangan yang di jodohkan.


Merasa terus di lihati, Mikha menoleh ke Jayden dan dia tersenyum.


"Kenapa?" tanya Mikha dengan raut wajah kebingungan.


"Terima kasih ya." balas Jayden lembut.


Kening Mikha berkerut.


"Untuk?"


"Untuk tadi, kalau kamu sempat menolak ajakanku untuk menemaniku, mungkin aku tidak tau, kalau Michel itu berbohong." balas Jayden.


"Mungkin sang pemilik kehidupan tidak menghendakinya." balas Mikha dengan tersenyum.


"Benar saja, sang pemilik kehidupan mau, Aku mendapatkan wanita yang sempat aku sia-siakan." balas Jayden.

__ADS_1


"Siapa yang kamu maksud Jay?"


"Kamu." jawabnya sambil senyum.


"Aku?"


"Iya Kamu." balas Jayden sambil menghentikan mobilnya, karena adanya lampu merah.


Jayden menarik tangan Mikha yang bersandar di atas kedua pahanya dengan lembut. Mikha merasa gugup, ia tidak tau, maksud dari ucapan Jayden barusan. Setelah Jayden menggenggam erat punggung tangan Mikha, Jayden mengecupnya. Sontak kedua mata Mikha terkesiap.


"Jay."


"Dengarkan baik-baik. Aku mencintaimu, sejak pertama kali kita bertemu. Aku merasa menjadi pecundang, tidak mengakui perasaanku terhadap dirimu. Kau merupakan, perempuan pertama yang mengisi hatiku Mikha. Dan Aku menyia-nyiakan dirimu, di karenakan, Aku ingin membangun perusahaanku terlebih dahulu, di karenakan itu aku takut menyatakan perasaanku waktu itu terhadapmu. Karena perjodohan ini, sudah jelas itu adalah Kau. Aku menerimanya, Aku mau kau tetap di sisiku."


Buliran air mata Mikha, sukses jatuh membasahi kedua pipinya.


"Kenapa menangis?"


"Tidak. Aku hanya bahagia Jay. Aku benar-benar di pertemukan dengan kamu, yang dari dulu care denganku. Maafkan Aku, Jay. Bukan tidak ingin mencarimu, Aku malu dengan kehidupanku sebelumnya."


"Sssattt... Jangan seperti itu. Aku yang sangat berterima kasih. Karena kau sudah memilih Aku sebelumnya menjadi pelindungmu. Aku benar-benar bersyukur, kalau itu kau yang menabrakku saat itu. Itulah pertemuan yang membawa kita bersama. Kalau begitu, Apakah kau mau menjadi Istriku?"


Tiiiiiiinnnnnn....


Suara klackson kendaraan di belakang mereka, membuat pembicaraan keduanya terputus. Jayden dengan sigap melajukan mobilnya. Mikha tersenyum dengan mengusap air matanya. Betapa bahagianya Jayden, tidak pusing-pusing memikirkan calon Istrinya. Dengan memantapkan hatinya, Jayden sudah memilih pilihan tepat, untuk menerima perjodohon dari para kakek mereka.


"Apa aku sudah bisa mendapatkan jawaban dari pertanyaanku tadi?" tanya Jayden sekilas menatap Mikha.


"Apa harus di jawab sekarang?"


"Tentu."


"Jay... apa kau tidak memikirkannya lagi? orang tua kamu bagaimana?"


"Mereka akan setuju Mikha, karena itu akan aku buktikan ke kamu, aku akan membawamu ke tempat orang tuaku."


"Jay."


"Aku sangat mencintai kamu, Mikha."


Bersambung.


***

__ADS_1


Jangan lupa tekan LIKE dan VOTE ke MY CHOSEN WIFE ya...🥰


__ADS_2