Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
TAMAT.


__ADS_3

Empat hari kemudian, di mana Jayda memutuskan untuk mengambil cuti dan hendak pulang ke Jakarta karena sudah mendapatkan penjelasan dari Joseph dan April, akhirnya Jayda memilih untuk pulang. Kini dia tiba di Jakarta tepat di pagi hari, di mana keberangkatannya yang sedari malam hari, hingga tiba di pagi yang hampir berganti siang.


Teringat dengan pertanyaan Dika kemarin, Jayda hanya memberikan jawabannya, "Aku, akan mencoba kembali, tapi Kau harus tunjukkan keseriusanmu untukku!" itulah jawaban Jayda ke Dika.


Betapa bahagianya Dika, saat Jayda memberikan kesempatan emas untuk dirinya. Bukankah dia sangat beruntung?


Tapi, Jayda sedang usil. Dia pulang ke Jakarta, tanpa Dika tau. Kenapa seperti itu? Jayda bukan meragukan cintanya Dika, Jadya hanya mau melihat reaksi Dika yang barusan kembali memiliki dirinya.


Dengan menggunakan kaus kaos polos ketat berwarna putih, mengenakan kacamata hitam dan celana jeans biru panjang, Jayda berjalan membelah kerumunan pengunjung. Tangan kanannya menarik koper, dan dengan elegannya Jayda berjalan.


"Jayyyydaaa!" suara seseorang di depan sana dan melambaikan tangannya ke arah Jayda.


Jayda menatap ke arah suara.


"Cih! gak sopan banget!" ketus Jayda, masih berjalan dengan anggun.


Tiba di depan adik reseknya, tubuh Jayden memeluk erat tubuh Jayda. Hingga Jayda kesulitan untuk bernafas.


"Lepaskan gue!" ketus Jayda dengan memukul pundak Jayda.


"Kakak gue yang paling jelek sedunia! akhirnya kita ketemuan lagi!" Jayden memejamkan kedua matanya, sambil memeluk tubuh Jayda dan menggerakkannya ke kiri dan ke kanan.


"Lepaskan gue Jayden!" suara Jayda terdengar susah bernafa.


Terpaksa Jayden melepaskannya. Jayda terbatuk, Jayden tertawa.


"Gue kan rindu sama lo Kak." ucap Jayden manja.


"Dih! gue kagak! kenapa jadi lo yang jemput gue?"


"Iya! Papa dan Mama yang suru, sampai gue belum mandi." balas Jayden.


"Gilaaaa! baju gue bau dong?" Jayda mencium ke arah bajunya.


"Ya gak lah! Keringat gue harum gak kayak lo. Kalau gue bau, mana mungkin calon istri gue ini mau." Jayden menarik Mikha yang sedari tadi Jayda tidak sadar ada Mikha di belakang dirinya.


"Astaga! Ini kan Mikha yang cinta pertama lo dulu kan?" Jayda terkesiap, Mikha tersipu malu.


"100 buat lo! ini benaran Mikha, ternyata Mikha ini yang di jodohkan sama Opa dulu." balas Jayden dengan semangat.


"Wah.. kok kamu mau sih Mikha sama dia? gak tau aja dia itu ada aneh-anehnya gitu." sindir Jayda.


"Yeeee lo mulutnya kok gitu banget! Sirik lo ya, masih jomlo! gue langkahi duluan" Jayden mencebikkan bibirnya.


"Yeee kagak! gue juga nanya sama Mikha, kenapa yang jawab. Gimana Mikha? apa kamu di paksa dengan Jayden?"


Mikha merona merah. "Enggak Kak Jayda. Mikha memang suka Jayden dari awal kita berjumpa." balas Mikha jujur.


"Lo dengar calon bini gue ini!" bangga si Jayden.

__ADS_1


"Dih...kok kamu jawabnya jujur sih! bilang aja tadi kepaksa, biar dia nangis gitu."


"Sudah-sudah! ayo kita pulang. Lama-lama gue bisa gila di sini karena lo Kak." balas Jayden lalu merampas koper Jayda dan membawanya.


Jayda tersenyum ke arah Mikha, lalu ia menarik tangan Mikha dan menggandengnya. Keduanya pun berjalan dengan bergandengan tangan.


Jayda memang sedari awal sudah sangat dekat dengan Mikha, karena Jayden dulu suka membawa Mikha ke rumah mereka, dan belajar bareng bersama Jayden, suka ketemuan dengan Jayda. Dan mereka memang nyambung.


***


Sampai di kediaman rumah orang tua mereka. Jayda langsung di sambut haru dengan April. Mamanya itu menangis haru melihat kedatangan putri semata wayangnya yang sangat dia rindukan.


"Apa kabar Mamaku, Sayang?" Jayda membalas pelukan erat sang Mama.


"Baik anakku, bagaimana dengan kamu? Mama sangaaat rindu sama kamu." April meregangkan pelukannya dan menyentuh kedua pipi April dan menghujaminya ciuman.


Benar-benar seperti anak kecil, tapi Jayda sangat menyukai itu. Kehangatan sang Mama yang paling dia rindukan, begitupun dengan cara sang Mama memanjakannya. Hal yang paling di sukai Jayda.


"Ayo Nak masuk, Papa sudah menunggumu di ruangannya." kata April dengan menarik lengan Jayda dan mendekapnya.


Jayda pun memeluk tubuh April dengan kehangatan. Keduanya berjalan menuju ruangan kerja Joseph. Jayden dan Mikha, kembali melanjutkan sisa pekerjaan mereka mengurusi hari pernikahan mereka.


Betapa bahagianya Joseph melihat kedatangan Jayda.


"Hallo Pa." Jayda menyapa duluan sang Papa.


"Jayda. Putrinya Papa, akhirnya sampai juga Nak." buru-buru Joseph mendekat dan memeluk tubuh Jayda.


"Papa juga sayang. Sangat merindukan Jayda. Kamu kenapa kurus begini?"


"Hehehe.. diet Pa." balas Jayda pura-pura.


"Masa iya sayang. Apa kau kelelahan di pekerjaanmu?" tanya Joseph masih memeluk tubuh Jayda.


Jayda menggelengkan kepalanya.


"Masih bisa teratasi Pa." Jayda melonggarkan pelukannya.


"Tapi Putrinya Papa tetap paling cantik. Ayo duduk di sini Nak." ajak Joseph.


Ketiganya akhirnya saling mengobrol dan melepas rindu mereka di ruangan kerja Joseph. Betapa bahagianya bagi Joseph dan April, putri mereka bisa tiba untuk menghadiri acaranya Jayden.


***


Hari pernikahan pun tiba, pernikahan hanya dilakukan dengan tertutup, karena memancg Mikha dan Jayden memilih pesta yang sedernah. Suara mereka menyebutkan sumpah janji pernikahan mereka, akhirnya Jayden dan Mikha, di nyatakan sah sebagai pasangan suami istri.


Seluruhnya mengucap syukur akan pernikahan yang berlangsung dengan mulus tanpa ada hambatan. Tampak senyum kebahagiaan Jayden dan Mikha di kedua manik mata keluarganya.


"Jayda yang sabar ya sayang, pasti ada masanya kamu seperti Jayden dan Mikha." bisik April di belakangnya.

__ADS_1


"Iya Ma... Jayda gak sedih kok. Jayda senang, akhirnya Jayden menemukan pilihannya yang sempat hilang." suara Jayda terdengar bahagia, ingatanya mengarh ke Dika, karena sama halnya dengan Jayden, dia pun menemukan kembali cinta yang sempat mengisi hatinya.


"Tapiii di luar ada yang menunggu kamu sayang." tiba-tiba, Joseph mendekati Jayda dan April.


"Siapa Pa?" tanya Jayda.


"Ada dong, ayo kita keluar." ajak Joseph.


Jayda, Joseph dan April berjalan menuju pintu keluar rumah, tidak banyak orang, karena keluarga terdekat dan kerabat dekat Jayden saja yang datang. Tidak meriah, karena Mikha tidak mau juga. Mikha tidak berpikir pernikahannya harus megah, karena dia memang sendiri. Hanya keluarga dari Jaydenlah yang menjadi tumpuannya.


Saat sudah di depan pintu, tampak wajah yang tak asing menunggu kedatangan Jayda. Betapa terkesiapnya Jayda, Dika datang bersama Felicia dan keluarga besar Dika.


Dika sendiri sebelumnya sudah di jodohkan dengan orang lain, karena Dika mendapatkan kepastian Jayda, akhirnya semua di batalkan. Dengan mengenakan stelan jas hitam dan dasi kupu-kupu, Dika pun datang mendekati Jayda.


"Bukankah Kau tidak memberitahukan Aku soal pernikahan Jayden?"


"Ma—Maaf. Karena Aku kelupaan. Mikirnya cuma sebentar. Dari mana kamu tau Aku di sini Dik?"


"Dari Papa." balas Joseph.


"Loh! Papa kenal sama Dika?" tanya Jayda kaget.


"Ya kenal Sayang. Dika itu investor di perusaahan Papa dan Papa mengenal baik. Papa sudah mengetahui semuanya, cerita masa lalu kalian, Papa juga sudah tau. Jadi, sekarang biar Dika yang ngomong." balas Joseph dengan menatap Dika dan tersenyum.


Jayda sekarang menatap ke Dika.Dika sendiri berjalan mendekati Jayda dan menarik punggung tangan Jayda. Jayda dia bingung, saat semuanya sekarang mendekati keduanya.


"Maukah Kau menikah denganku? menemaniku melewati hari-hariku. Bersama kita merajut dan merangkai kisah kita dalam kehidupan baru kita?"


Jayda berkaca-kaca, dia kaget bukan kepalang. Ini sebenarnya pernikahan siapa pikirnya.


"Terima Kak... Kita akan menikah di hari yang sama. Papa dan Kak Dika sudah mengaturnya sejak lo berada di sini! Kita semua sudah tau, rencana ini semua." Jayden menimpali.


Jayda terisak sambil tertawa kecil.


"Apa ini nyata? apa benar bisa seperti ini?" tanyanya kemudian air matanya tumpah. Pantesan saja, Mamanya April mempersiapkan gaun putih polos seperti untuk pengantin.


"Benar dong sayang. Ayo, di jawab, sebelum kita memulai acara ikat janji pernikahan kalian." saut April.


Dika tersenyum dan masih menunggu. Felicia di sana sudah menanti jawaban Jayda. Masih menangis haru, Jayda pun akhirnya menganggukan kepalanya.


"Aku bersedia." balas Jayda.


Seluruhnya bertepuk tangan dan bersorak atas jawaban Jayda. Refleks Dika menarik tubuh Jayda dan mengecup puncak kepala Jayda. Bukan hanya keduanya saja yang bahagia, seluruh keluarga turut bahagia akan jawaban Jayda.


Akhirnya keduanya mengucapkan sumpah di depan para saksi, hingga sah menjadi pasangan suami istri. Seluruhnya saling mengucap syukur atas pernikahan Jayda bersama Dika, Jayden bersama Mikha. Tidak ada yang lebih berbahagia dari April dan Joseph yang akhirnya bisa menikahkan kedua anaknya.


TAMAT.


***

__ADS_1


Ini benar-benar TAMAT ya. Tolong dong kasi Votenya ke My Chosen Wife, mohong dukung karya saya. Dan buat kalian yang belum follow IG saya di @putritritrii_ buruan follow agar tau di mana aja Novel on going saya. Terusss... ikut profil saya di MangaToon/NovelToon untuk tau judul baru Novel saya. Terima kasih semuanya. Sampai jumpa di My Chosen Wife ya 🥰🙏


__ADS_2